
Setelah menunggu selama satu batang dupa, Diablo akhirnya melihat ada dua orang yang sedang mengarah ke tempatnya berada, sepertinya kedua orang itu adalah kiriman dari rombongan kelompok besar itu.
"Oh, ternyata mereka mengirim satu ras Manusia." Lian Qianchen berkata, dan ia melanjutinya, "Apakah mereka berpikir kalau kita berasal dari ras Manusia juga?"
"Mungkin saja..." jawab Diablo singkat.
.....
Qin Pian dan Wei Li Shan berhenti beberapa puluh meter di depan Diablo serta Lian Qianchen.
"Tidak perlu basa-basi, apa tujuan kalian?" Wei Li Shan bertanya dengan nada dingin.
Diablo tersenyum dan berkata, "Tujuan kami berdua? Hmm... Kurasa kalian tidak akan percaya jika aku memberitahukannya."
Qin Pian dan Wei Li Shan mengerutkan alis saat mendengar itu, "Apa maksudmu? Berhenti bertele-tele... Apakah kau sedang mencoba mengulur waktu?" Qin Pian bertanya dengan nada menyelidik.
"Mengulur waktu? Hehehe... Kau sepertinya sudah gila." sebuah pedang energi hitam muncul di tangan kanan Diablo, "Aku ada di sini untuk membunuh kalian."
Mendengar itu langsung membuat Qin Pian dan Wei Li Shan waspada, ketika mereka baru mengeluarkan senjata-- tiba-tiba saja pandangan mereka menjadi beputar-putar.
"Apa-apaan ini..."
Tanpa mereka berdua sadari, kepala mereka sudah terputus akibat serangan Diablo yang tidak terlihat.
Sesaat setelah itu terjadi, fluktuasi energi dalam jumlah besar terjadi di arah utara. Lian Qianchen yang merasakan hal tersebut langsung menelan ludah kasar, sepertinya kelompok mereka sudah tau kalau kedua orang yang diutus sudah mati.
"Aku akan membantai mereka, kau tunggu sini dan bunuh siapa saja yang lolos dariku." ucap Diablo dan ia langsung menghilang usai mengatakan itu.
Lian Qianchen tidak protes atau semacamnya, karena menurutnya pertempuran ini bukanlah suatu hal yang ia bisa tangani.
Di sisi lain, puluhan perwakilan ras yang melihat kematian Qin Pian dan Wei Li Shan langsung murka. Aura kultivasi mereka semua merembes keluar, dan itu sebagai tanda untuk para pasukan bersiap-- karena sebentar lagi akan ada pertarungan.
__ADS_1
"Qin Pian dan Wei Li Shan bukanlah makhluk yang lemah, masing-masing dari mereka mempunyai ranah Dewa Hijau. Terbunuh dengan mudah oleh orang itu, sepertinya level kekuatannya setara dengan Raja Iblis." ucap salah satu perwakilan ras yang mempunyai tubuh beruang, namun dengan kepala yang mirip seperti rubah.
"Raja Iblis, ya? Siapa sebenarnya dia?"
"Apakah dia seorang pilar Kaisar Iblis?"
"Pilar? Apa maksudmu orang kepercayaannya?"
"Ya, semacam itu. Dari yang kudengar, mereka mempunyai kekuatan yang benar-benar mengerikan. Tapi aku tidak yakin, batas kekuatan mereka sampai mana."
"Ini merepotkan, apakah dia berencana untuk membunuh anggota kelompok kita sebanyak mungkin agar kekuatan kubu Dewa Iblis melemah di puncak peperangan?"
"Sudah pasti, kalau begitu ayo persi-" ucapannya terhenti ketika beberapa puluh kilometer dari tempatnya berada muncul seorang pemuda, "Menyebar~! Musuh baru saja muncul!"
Para perwakilan ras langsung membagi pasukan menjadi beberapa baris, dan mereka semua dengan cepat mengarahkan senjata ke Diablo dan berniat untuk menyerangnya.
Diablo sendiri yang melihat ada berbagai serangan datang padanya hanya diam, ia memejamkan mata dan aura Iblis yang sangat mengerikan merembes keluar dari tubuhnya.
"Serangan kita... Dihentikan oleh Aura?"
"Mustahil... Bagaimana mungkin?"
"Dia tidak selevel dengan Raja Iblis, dia setidaknya setara dengan Dewa Iblis!"
Para perwakilan ras mulai merasakan perasaan gelisah, mereka sebenarnya ingin melarikan diri tetapi pasukan yang mereka bawa tidak mungkin bisa ditinggalkan..
"Gunakan formasi perang, kita harus menanggapi dia dengan serius." salah satu perwakilan ras mengusulkan dan langsung disetujui perwakilan ras lainnya.
Mereka tanpa banyak basa-basi lagi langsung melakukan formasi perang yang dimaksud. Di sisi lain, Diablo yang melihat mereka seperti sedang membentuk formasi langsung tertawa kecil.
"Sungguh usaha yang sia-sia, tapi karena kalian sudah menanggapiku dengan serius-- aku akan memberikan kalian sebuah apresiasi." pedang energi hitam yang di tangga Diablo memanjang sebanyak ratusan meter, ia kemudian mengayunkannya ke samping dan memunculkan sebuah lekungan energi tak terbatas.
__ADS_1
Slash!
Kecepatan lesatan lekungan energi itu begitu cepat, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik saja untuk sampai ke tempat para perwakilan ras berada.
Bam!
Ledakan besar terjadi di langit, ribuan pasukan yang berada di barisan paling depan langsung mati seketika. Kejadian itu jelas membuat kepanikan di antara para pasukan, mereka langsung bekerja sama untuk membentuk lapisan pertahanan yang tak terhitung jumlahnya.
"Wah... Sepertinya aku meremehkan kalian, ya." Diablo tersenyum tipis saat mengatakan itu.
Perlu diketahui, serangan yang baru saja Diablo keluarkan-- setidaknya bisa menghancurkan sebuah galaksi, tapi melihat hanya sebagian kecil saja yang mati membuat dirinya sedikit terkejut.
"Kupikir kalian akan melarikan diri setelah melihat kejadian ini, tapi nampaknya tidak ada niatan bagi kalian untuk melakukannya, ya." Diablo mengangkat pedangnya ke atas, dan energi spiritual dengan sangat cepat berkumpul di sana, "Tebasan Penghancur Dunia..."
Slash!
Diablo kembali melancarkan serangannya dan kali ini daya hancurnya berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.
Lapisan pelindung jumlahnya sangat banyak itu langsung hancur seketika ketika tebasan tak kasat mata Diablo mengenainya. Menyadari kalau lapisan pelindung yang mereka ciptakan tidak berguna, para pasukan yang berkumpul di sana langsung berhamburan dengan perasaan takut yang tak karuan.
Namun mereka terlambat untuk kabur, tebasan tak kasat mata Diablo membelah puluhan ribu pasukan yang berkumpul di sana dengan mudah. Hujan darah terjadi dan ada banyak sekali organ-organ dalam yang berhamburan.
Melihat sudah setengah dari seluruh pasukan itu mati di tangannya, Diablo hanya tertawa pelan. Sudah cukup lama ia tidak melakukan pembantaian, ia sangat senang saat ini sampai rasanya tidak mau berhenti melakukannya.
Di sisi lain, Lian Qianchen melakukan apa yang dikatakan Diablo sebelumnya. Ia membunuh cukup banyak orang yang berniat untuk kabur.
"Aura Iblisnya masih terasa sampai sekarang, aku tidak bisa berhenti merinding." Lian Qianchen sedari tadi tidak bisa berhenti berdecak ngeri, aura Iblis yang dikeluarkan Diablo benar-benar membuatnya ketakutan, "Kalau aku tidak salah ingat, Diablo pernah berkata kalau dia mempunyai seorang Tuan. Aku jadi penasaran, seberapa mengerikan 'Tuan' yang Diablo maksud? Iblis itu saja sudah sekuat ini, apakah Tuannya adalah Dewa?"
Banyak pertanyaan yang saat ini memenuhi pikiran Lian Qianchen, tetapi ia menepis semuanya saat menemukan ada beberapa orang yang sedang berusaha kabur.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.