
Dalam waktu kurang dari satu menit saja, Fang Lin berhasil sampai di wilayah itu bersama dengan ketujuh Absolute bayangan, di sana daratan sejauh ribuan kilometer hancur berantakan karena serangan mendadak yang Fang Lin lancarkan.
"Ah, aku membunuh banyak makhluk tanpa disadari, ya?" Fang Lin bergumam kecil ketika menemukan ratusan mayat makhluk raksasa berwarna biru tua yang tergeletak di daratan, "Sepertinya di sini hanya ada tiga mahkluk raksasa di ranah Absolute, sementara mereka yang menyerang wilayah ini berjumlah enam Absolute.
"Selain itu, aku tidak merasakan buff dari Cassiel yang melekat di tubuh mereka. Apa mungkin mereka berasal dari Ras yang sama?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati sebelum menggelengkan kepalanya pelan, "Kalau mereka berasal dari Ras yang sama seharusnya Cassiel ditempatkan di kelompok mereka, bukan kelompok yang isinya adalah Ras Manusia."
Fang Lin sebenarnya cukup bingung dengan masalah ini, tetapi dia tidak memikirkan lebih jauh karena mendapati enam Absolute yang mempunyai Lingkaran Cahaya di atas kepala menghampirinya.
"Siapa kau?"
Salah satu Absolute bertanya, dia bersikap waspada karena mengetahui kalau serangan barusan berasal dari pemuda itu.
"Sepertinya kalian di sini untuk menjarah Mahkota dari wilayah ini, ya?" Fang Lin bertanya, lalu melanjutinya, "Terus terang saja, aku akan membiarkan kalian hidup asalkan mau pergi dari sini dengan tangan kosong."
Setelah mengatakan itu, aura Naga dan Niat Membunuh Fang Lin merembes keluar dari tubuhnya.
Ketika itu terjadi, dua di antara mereka langsung membungkuk karena tidak kuat menahan aura dominasi yang keluar dari tubuh Fang Lin.
"Ternyata ada Absolute baru di sini, hahahaha..." Fang Lin tertawa karena tidak menyangka mereka berdua dapat ditekan oleh auranya.
"Kau pikir kau siapa bisa mengusir kami seenak itu?" salah satu Absolute memberikan tatapan tajam saat mengatakannya.
"Aku bukan siapa-siapa, tapi aku bisa menjadi Dewa Kematianmu kalau kau mau." balas Fang Lin, nadanya terdengar sombong.
"Kau sungguh merendahkan kami, tidak ada kematian yang baik untukmu!" salah satu Absolute di sana mengeluarkan gada rantai dari belakang punggungnya.
Whooosh!
Tanpa banyak bicara lagi dia langsung melancarkan serangan yang membabi buta kepada Fang Lin, tentu saja pemuda itu dengan tenang menanggapinya menggunakan pedang Pembunuh Absolute.
"Maaf ya, tapi aku tidak mau mengotori tanganku dengan darahmu." Fang Lin mengangkat sudut bibirnya, dan di detik selanjutnya empat Absolute bayangan menyerang Absolute itu dengan sangat agresif.
"Sungguh deh... Padahal niatku baik agar kekuatan tempur kalian tidak berkurang, tetapi kalian malah menyia-nyiakan kebaikanku itu." ucap Fang Lin, nadanya kali ini terdengar meremehkan.
__ADS_1
Di sisi lain, lima Absolute lainnya yang mengetahui kalau rekan mereka dalam keadaan terpojok masih tetap diam di tempat.
"Makhluk kematian, ya? Sebenarnya mereka bukan lawan yang sulit untuk Malaikat seperti kita, tapi masalahnya di sini adalah orang itu." ucap satu dari kelima Absolute itu melalui telepati.
"Ya, kau benar. Kekuatannya sulit untuk diukur dan jumlah energi miliknya begitu melimpah, yang mungkin jumlahnya jauh lebih banyak daripada Tuan Ariel."
"Meskipun kata-katamu membuatku marah, tapi aku cukup yakin dengan itu. Dia bukanlah lawan yang mudah, kita mungkin bisa menang darinya tetapi itu pasti akan memakan banyak korban."
"Jadi, apa yang harus kita lakukan?"
"Keputusan yang tepat untuk saat ini adalah pergi dari sini dalam damai, meskipun tingkahnya menyebalkan tetapi kita tidak punya pilihan lain."
Setelah berunding selama beberapa waktu, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak melawan Fang Lin dan pergi dari sana.
"Hentikan! Kami akan pergi dari sini, jadi lepaskan rekan kami sekarang juga!" salah satu dari mereka berseru dengan lantang.
Pada saat itu terjadi, empat bayangan Absolute yang bertarung melawan Absolute dari pihak Malaikat langsung mundur dan berbaris beberapa meter di belakang Fang Lin.
"Hampir saja aku mempunyai pikiran untuk membunuh kalian, itu nyaris sekali..." Fang Lin terus mengangkat sudut bibirnya, itu bukanlah sebuah provokasi melainkan memang kebenarannya.
Setelah itu, mereka berenam berkumpul di satu tempat dan sayap putih keluar dari punggung mereka.
Whoooosh!
Dengan sangat cepat mereka pergi dari sana tanpa menoleh ke belakang atau semacamnya.
Fang Lin berdecak kagum melihat kecepatan mereka yang luar biasa, ia kemudian mengalihkan pandangan ke arah lainnya dan menemukan tiga Absolute raksasa biru yang sedang terbang ke arahnya tanpa mengeluarkan aura permusuhan.
"Oh, apa ini...?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya.
"Kami bertiga di sini ingin mengajukan sebuah kesepakatan." ucap raksasa pertama dengan ekspresi serius.
"Kesepakatan? Seperti apa?" tanya Fang Lin penasaran, sebenarnya ia sudah bisa menebak alur pembicaraan tetapi memilih untuk diam dan mendengarkan.
__ADS_1
"Kami akan memberikanmu Mahkota kami, tapi tolong jangan lenyapkan mereka." ucap raksasa pertama sembari menunjuk ke arah para raksasa di daratan yang masih hidup, lalu melanjutinya, "Kau boleh melenyapkan kami bertiga tetapi tidak dengan orang-orang kami."
"Hm? Lalu, keuntungan apa yang aku dapat?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, memasang ekspresi bingung.
Ketiga raksasa itu melebarkan mata karena merasa tak percaya mendengar hal tersebut dari mulut Fang Lin.
"Bukankah itu sudah jelas?! Kau tidak akan bertarung dengan kami, dan mendapatkan Mahkota secara percuma!" raksasa kedua berkata dengan nada yang cukup tinggi.
"Haduh, bagaimana cara menjelaskan padamu?" Fang Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu melanjutinya, "Apa kau pikir aku akan menerima kerugian setelah berhasil menghabisi kalian? Terus terang saja, sewaktu Pertempuran Kelompok aku mendapatkan lawan yang sangat jauh lebih kuat dariku serta rekan-rekanku tetapi kami berhasil mengalahkannya dan aku sama sekali tidak menerima kerusakan permanen setelah melawannya."
Itu bukanlah sebuah kesombongan melainkan fakta, kedua raksasa tidak akan bisa melukainya seperti makhluk itu dan bahkan ia sedikit ragu kalau mereka bisa menyentuhnya mengingat ada tujuh makhluk bayangan yang selalu mengawalnya.
"Kau... Benar-benar sombong!" raksasa kedua mengepalkan kedua tangannya karena merasa marah.
"Tenangkan dirimu, jangan membuat suasana menjadi runyam." raksasa ketiga mencoba menenangkan raksasa kedua, hal serupa juga dilakukan oleh raksasa pertama.
"Apa tidak ada sesuatu yang bisa membuat mereka hidup selain Mahkota dan kematian kami?" tanya raksasa pertama penasaran.
"Hm, sepertinya tidak ada." Fang Lin menggelengkan kepalanya, lalu mengangkat jari telunjuk tangan kanannya, "Tapi aku bisa menjanjikan satu hal pada kalian."
"Apa itu?" tanya raksasa pertama cepat.
"Aku akan membunuh kalian semua, tetapi rakyat kalian akan kureinkarnasikan ke sebuah Alam Semesta yang aman setelah keluar dari Dunia ini."
Ketiga raksasa jelas terkejut ketima mendengar itu, perasaan marah di dalam hati mereka terlihat jelas dari kedua mata Fang Lin.
"Aku tidak akan memaksa, tapi kalian dapat mempercayaiku karena aku bukanlah tipe orang yang tidak menepati janji." ucap Fang Lin dengan tenang.
"Kau bahkan belum tentu memenangkan Turnamen ini, tidak ada jaminan kalau mereka akan direinkarnasikan nantinya." balas raksasa kedua dengan jelas.
"Tidak peduli kau mau percaya atau tidak, toh tidak ada ruginya untukku." Fang Lin kembali membalas dengan acuh tak acuh, "Kuberikan waktu tiga menit untuk berdiskusi, kalau tidak ada keputusan maka janjiku sebelumnya sudah tak berlaku dan jiwa semua raksasa di wilayah ini akan kulenyapkan tanpa tersisa sedikitpun."
Mereka kembali terkejut untuk kesekian kalinya, dan menjadi panik serta gelisah. Ketiganya langsung mendiskusikan itu melalui telepati agar tidak didengar oleh siapapun.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.