
Di kamar penginapan, Fang Lin tiba-tiba muncul disana dan melihat Mue Lian yang sedang berkultivasi, "Sepertinya dia akan marah" Gumam Fang Lin sambil tersenyum kecut.
"Lian'er... Mari pergi dari sini" Ucap Fang Lin pelan.
Mue Lian yang mendengar itu hanya membuka matanya perlahan lalu melihat Fang Lin yang berada disebelah kirinya, "Hmph... Baiklah ayo" Ucap Mue Lian mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya, Kemudian berdiri dari posisi bermeditasinya.
Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, Lalu berjalan santai ke arah Mue Lian
Fang Lin langsung memegang wajah Mue Lian yang mulus, Lalu membuat dirinya dan Mue Lian bertatap-tatapan, Fang Lin kemudian mencium dahi Mue Lian cukup lama, "Maafkan aku... Nanti setelah aku menyelesaikan urusanku di alam tanah monster, Aku berjanji akan menuruti satu permintaan mu apapun itu" Ucap Fang Lin pelan sambil menatap wajah Mue Lian yang sedang memerah.
Mue Lian berusaha menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah, "B-baiklah... Aku akan memaafkan Fang Gege" Jawab Mue Lian dengan gugup.
Fang Lin langsung tersenyum tipis ketika mendengar itu dan langsung melepaskan tangannya dari wajah Mue Lian, Ia lalu memegang tangan Mue Lian dan langsung menghilang dari sana.
~Whoossh~
***
Kekaisaran Tang, Desa tempat tinggal Fang Lin.
Tiba-tiba Fang Lin dan Mue Lian muncul disebuah ruangan yang cukup familiar, "Sepertinya tempat ini menjadi tidak terurus setelah ayah pergi ke dunia jiwaku" Ucap Fang Lin sambil melihat ruang tamu rumahnya yang berdebu.
Di sisi lain Mue Lian sedikit kebingungan kenapa Fang Lin kembali kerumahnya, "Fang Gege... Kenapa kita kembali kesini? Bukankah kita harus pergi ke alam tanah monster?" Tanya Mue Lian dengan heran.
Fang Lin yang mendengar itu langsung menatap Mue Lian, "Aku ingin memanggil kembali dua prajurit bayangan ku, Karena kekuatan mereka cukup untuk membantuku mengalahkan monster yang ada disana" Ucap Fang Lin sambil mengeluskan kepala Mue Lian.
Mue Lian yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, Ohhh... Aku mengerti" Ucap Mue Lian sambil tersenyum.
Fang Lin hanya tersenyum mendengar itu lalu segera menyuruh kembali kedua prajurit bayangannya yang sedang menjaga desa ini.
"Kembali" Ucap Fang Lin lewat telepati.
~Whoossh~
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, Terdapat dua bayangan yang melesat kedalam bayangan Fang Lin, "Apakah ada yang mengintai atau menyerang desa ini?" Tanya Fang Lin lewat telepati.
"Tidak ada rajaku"
Fang Lin mendengar itu hanya mengeluskan dagunya seperti sedang berpikir, "Mungkin karena kejadian yang ditimpa oleh kekaisaran Wei, Mereka jadi tidak ingin bertindak sembarangan" Batin Fang Lin lalu menganggukkan kepalanya.
"Setidaknya seluruh warga desa dan temanku tidak mati akibat pembantaian aliran hitam" Gumam Fang Lin lalu mengeluarkan tiga pasukan bayangannya.
"Hormat kepada Yang Mulia Raja" Ucap ketiga pasukan bayangan sambil menunduk hormat.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Kalian semua bersihkan rumah ini hingga bersih, Setelah itu kembali masuk kedalam bayanganku" Ucap Fang Lin memerintah.
"Baik rajaku" Ucap mereka berlima serempak dan menghilang dari hadapan Fang Lin dalam sekejap.
.....
10 menit kemudian, Kelima pasukan bayangan langsung masuk kedalam bayangan Fang Lin. Di sisi lain Fang Lin yang sedang duduk santai di teras bersama Mue Lian langsung sadar akan hal itu.
Di sisi lain Mue Lian yang melihat itu menjadi heran dengan apa yang diperbuat oleh Fang Lin, Ia segera menghampiri Fang Lin dengan berjalan beberapa langkah, "Fang Gege untuk apa kau membuat golem dan elang besar itu?" Tanya Mue Lian dengan nada penasaran.
Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Kamu lihat saja nanti" Jawab Fang Lin.
Mue Lian sedikit mengerutkan alisnya namun langasung mengangkat pundaknya, "Ya sudahlah... Aku perhatikan saja" Ucap Mue Lian pelan.
"Yue belikan aku dua inti kristal kehidupan tingkat Grand Dao *1"
[Ding! Membeli 2 Inti Kristal Kehidupan Tingkat Grand Dao *1, Harga total 80 Juta Poin]
Fang Lin langsung mengeluarkan inti kristal tersebut lalu menaruh satu kristal di perut golem dan satu kristal di kepala elang.
~Whooosshh~
~Groaarrrrgghhh~
__ADS_1
~Kacccckkkkk~
Seketika golem dan elang yang Fang Lin buat dari elemen tanah hidup lalu membuat gempa yang cukup besar, "Percobaan pertama berhasil" Gumam Fang Lin sambil tersenyum puas.
"Kalian berdua lindungi desa ini, Tetapi sebelum itu kalian harus pergi ke hutan dan bertarung dengan para monster yang kuat untuk meningkatkan pengalaman bertarung kalian, Mengerti?" Ucap Fang Lin memerintah.
Kedua monster yang tersebut langsung menunduk hormat ke arah Fang Lin, "Kami akan melakukan apa yang raja telah perintah" Ucap mereka berdua pelan.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya sekali dengan pelan, "Oh iya... Kalian juga tidak boleh terlihat oleh siapapun, Gunakan kekuatan kalian untuk merubah wujud kalian menjadi lebih kecil" Ucap Fang Lin .
Kedua monster tersebut hanya menganggukkan kepala mereka berkali-kali, "Kami mengerti rajaku" Ucap mereka berdua pelan.
"Pergi" Ucap Fang Lin singkat.
Kedua monster tersebut hanya menunduk dan beberapa detik kemudian mereka langsung menyatu dengan tanah.
"Sepertinya para warga desa ketakutan saat mendengar raungan dari mereka berdua" Ucap Fang Lin sambil menggelengkan kepalanya, Untung saja rumahnya sedikit jauh dari rumah para warga.
Fang Lin lalu berbalik dan melihat Mue Lian yang sedang menatapnya dengan tatapan takjub, "Fang Gege, Kamu sangat keren... Bagaiman bisa... Astaga, Aku tidak bisa berkata-kata lagi" Ucap Mue Lian dengan nada takjub, Sudah puluhan kali dia memandang Fang Lin dengan takjub, Ia seakan kalau Fang Lin masih banyak rahasia yang belum dia ungkapkan.
Fang Lim yang melihat reaksi dari Mue Lian hanya tertawa pelan, "Apakah calon suamimu ini termasuk hebat?" Tanya Fang Lin dengan sedikit narsis.
Mue Lian langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali, "Kamu sangat hebat Fang Gege, Selama aku hidup, Aku tidak pernah melihat manusia yang memiliki bakat sehebat dirimu" Puji Mue Lian sambil tersenyum.
Fang Lin yang mendengar itu langsung mencubit kedua pipi Mue Lian, "Astaga... Kamu sangat pandai memuji orang" Ucap Fang Lin dengan gemas lalu melepaskannya.
"Mari masuk" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lalu memegang tangan Mue Lian.
Mue Lian hanya menganggukkan kepalanya pelan ketika mendengar itu dan memasuki rumah bersama Fang Lin
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1