System Sang Immortal

System Sang Immortal
Berendam


__ADS_3

~Chrip~


~Chrip~


Phoniex Api yang sedang bertengger di pundak kanan Fang Lin tiba-tiba berkicau, Ia saat ini sedang menatap Fang Lin dengan heran.


Fang Lin yang mendengar suara kicauan Phoenix Api langsung menengok ke arah-nya, Ia dapat melihat Phoenix Api yang sedang menatap-nya sambil memiringkan sedikit kepala-nya, "Ada apa? Apakah kau juga menyukai pemandangan tadi?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum tipis.


Phoenix Api yang mendengar-nya langsung berkicau sambil menggelengkan kepala-nya, Dia seolah mengatakan 'Aku tidak tertarik sama sekali'.


Melihat-nya Fang Lin hanya tertawa pelan, Ia lalu keluar dari kamar tersebut dan berjalan ke arah tempat istirahat Sylvia.


~Kriieettt~


Fang Lin membuka pintu kamar Sylvia dan memasuki-nya, Ia dapat melihat Sylvia yang kini sedang tertidur pulas, "Fang Ji, Kau jaga mereka. Nanti aku akan kembali" Ucap Fang Lin sambil menaruh Phoenix Api di meja dekat Sylvia.


Phoenix Api mengangguk-kan kepala-nya mengerti, Ia lalu terbang ke arah jendela dan memilih untuk melihat langit malam yang indah.


Sedangkan Fang Lin yang melihat Phoenix Api terbang ke jendela hanya tersenyum, Ia lalu melirik Sylvia yang sedang tertidur pulas, "Kuharap kau akan sadar esok hari" Gumam Fang Lin pelan lalu berjalan ke pintu keluar. Dia bergumam seperti itu karena sudah tidak sabar untuk mengetahui lebih detail tentang dunia Evangellion.


.....


Fang Lin kembali ke kamar sebelum-nya, Ia menghela nafas panjang lalu berjalan ke arah pintu kamar mandi. Jantung-nya kini kembali berdetak kencang seperti tadi, "Ayo lakukan" Gumam Fang Lin dengan semangat kemudian membuka pintu kamar mandi.

__ADS_1


Setelah terbuka Fang Lin memasuki kamar mandi, Ia dapat melihat Mue Lian dan Shui Ru yang saling berdempetan di ujung bak berisi air sambil menutup gunung kembar mereka masing-masing.


Fang Lin sendiri hanya bisa menelan ludah-nya secara kasar, Ia menatap arah sekitar-nya sambil berjalan menuju bak air besar tersebut.


"Apakah ini sebuah kamar mandi? Kenapa tempat ini sangat luas hanya untuk dijadikan tempat mandi?" Batin Fang Lin berdecak kagum. Memang kamar mandi-nya besar, Tetapi hampir sebagian dari kamar mandi dijadikan sebuah bak besar yang kini sedang di tempati oleh kedua calon istri-nya.


Bak tersebut membentuk sebuah kotak dan disetiap ujung-nya terdapat sebuah patung Harimau emas yang mengeluarkan pancuran air hangat dari mulut-nya.


Fang Lin kembali menghela nafas-nya pelan setelah berada di dekat bak besar yang berisi air hangat itu, Wajah-nya sedikit memerah lalu membuka jubah biru-nya yang mewah.


Di sisi lain, Mue Lian yang melihat Fang Lin mulai membuka jubah-nya langsung menutup mata-nya dengan kedua tangan-nya, Wajah-nya kian memerah hingga seperti tomat disaat dia membayangkan tubuh Fang Lin.


Sedangkan Shui Ru keadaan-nya tidak jauh berbeda dengan Mue Lian, Akan tetapi dia tidak menutup mata-nya seperti Mue Lian melainkan terus menatap Fang Lin yang sedang membuka jubah-nya.


Fang Lin yang sedang membuka jubah melirik ke arah dua calon istri-nya, Ia dapat melihat Mue Lian yang sedang malu-malu menutup mata-nya, Sedangkan Shui Ru dia menatap-nya dengan tatapan malu-malu.


Fang Lin langsung memasuki kolam tersebut dan duduk di ujung bak, Ia kini berhadapan-hadapan dengan kedua calon istri-nya. Suasana-nya begitu canggung karena mereka bertiga tidak saling membuka suara.


Jarak Fang Lin dengan kedua calon istri-nya bisa dibilang cukup jauh dikarenakan bak tersebut sangat-lah luas, Meskipun begitu Fang Lin dapat melihat jelas gunung kembar yang masing-masing dimiliki kedua calon istri-nya, "Terberkati-lah orang yang mencipta-kan buku Naga Emas Surgawi" Batin Fang Lin diam-diam tersenyum. Berkat buku Naga Emas Sugawi yang dia pelajari menggunakan skill copy, Indra penglihatan-nya kini dapat melihat hingga 10 kilometer jauh-nya dan tentu melihat kedua calon istri-nya dari ujung bak bukan-lah hal yang sulit dilakukan.


.....


Sudah hampir 10 menit mereka bertiga belum berbicara satu patah kata-pun dan membuat suasana-nya menjadi canggung. Fang Lin yang menyadari suasana semakin canggung mulai mencairkan suasana denga cara berdehem pelan.

__ADS_1


"Ehm, Sepertinya kita harus mengobrol agar suasana tidak begitu canggung" Ucap Fang Lin lalu menatap ke arah kedua calon istri-nya.


Mereka berdua tersentak mendengar itu, Shui Ru yang wajah-nya memerah langsung menatap Fang Lin, "Hahaha... Kau benar Fang Gege" Ucap Shui Ru sambil tertawa pelan.


"Besok, Apakah kamu akan pergi lagi Fang Gege?" Tanya Shui Ru dan membuat Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan.


"Ya, Aku akan pergi ke suatu tempat untuk meningkatkan kekuatan-ku" Jawab Fang Lin cepat.


Shui Ru menaik-kan satu alis-nya ketika mendengar jawaban Fang Lin, Begitu juga dengan Mue Lian yang sedang mengalihkan pandangan-nya ke arah lain, "Meningkatkan kekuatan? Apa yang kamu maksud Fang Gege?" Tanya Shui Ru dengan nada heran.


"Aku ingin menerobos ke ranah dewa dan untuk itu aku harus pergi ke ruang hampa, Karena malapetaka petir yang akan kuhadapi sangat-lah kuat" Jawab Fang Lin tanpa berbohong sedikit-pun.


Mereka berdua yang mendengar jawaban Fang Lin langsung melebar-kan mata-nya, Bahkan karena rasa terkejut-nya sampai membuat Mue Lian menatap Fang Lin.


Menerobos ranah dewa? Malapetaka petir yang kuat? Bagaimana mereka bisa untuk tidak terkejut mendengar hal itu, "Apakah Fang Gege serius dengan perkataan-mu sebelum-nya?" Tanya Mue Lian dengan tatapan tidak percaya.


Fang Lin sendiri yang melihat tatapan tidak percaya dari Mue Lian hanya tersenyum tipis, "Memang-nya aku pernah berbohong kepada kalian?" Tanya Fang Lin dan membuat mereka berdua menggelengkan kepala pelan.


"Memang-nya sekuat apa malapetaka yang Fang Gege hadapi? Sampai membuat Fang Gege harus ke ruang hampa?" Tanya Shui Ru dengan nada penasaran.


Mue Lian yang mendengar-nya ikut mengangguk-kan kepala-nya penasaran, "Lagipula apakah malapetaka petir yang Fang Gege hadapi dapat memasuki ruang hampa?" Tanya Mue Lian dan segera menimpali-nya, "Setau-ku sesuatu yang tidak mempunyai sebuah 'jiwa' tidak dapat memasuki ruang hampa, Kecuali sesuatu tersebut dibawa oleh seseorang yang mempunyai jiwa" Timpal Mue Lian menjelaskan.


Fang Lin yang mendengar penjelasan Mue Lian mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia diam beberapa saat dan mengatakan, "Aku bisa menggunakan Qi dewa dan membuat awan dari petir semesta terkurung dalam jangkauan Qi-ku, Setelah itu aku akan langsung teleportasi ke sebuah ruang hampa yang aku buat bersama dengan awan dari petir semesta" Ucap Fang Lin memberitahu.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2