System Sang Immortal

System Sang Immortal
Bayangan Misterius II


__ADS_3

Mei Yi yang melihat Xiao Chen melesat tanpa menunggu-nya langsung mengembungkan pipi-nya kesal, "Ck, Chen Gege begitu dingin, Padahal kita sudah menikah tetapi dia masih terus bersifat dingin" Gerutu Mei Yi sambil berdecak kesal. Dulu untuk mendekati Xiao Chen dia membutuhkan waktu yang lama, Bahkan diri-nya sering di tolak oleh-nya.


Tetapi seiring-nya waktu Xiao Chen mulai memahami perasaan-nya, Dia bahkan langsung melamar Mei Yi didepan banyak orang. Usai mereka berdua menikah, Xiao Chen kembali dingin, Namun terkadang dia bertindak mesra dan itu membuat-nya kesal.


Mei Yi terus menggerutu sepanjang perjalanan, Sedangkan Xiao Chen hanya tersenyum kecut ketika mendengar gerutuan istri-nya, Meskipun jarak-nya dengan Mei Yi cukup jauh tetapi dia masih dapat mendengar gerutuan-nya.


"Maafkan aku Yi'er" Gumam Xiao Chen yang masih tersenyum kecut. Sebenarnya Xiao Chen tidak bersikap dingin kepada Mei Yi, Dia hanya tidak bisa melakukan hal romantis dan terlebih lagi dia mempunyai sifat pendiam.


Xiao Chen terus melesat dengan cepat di langit dan di-ikut Mei Yi, Xiao Meng serta 100 pasulan Asal Mula lain-nya.


......................


Membutuhkan waktu 1 jam untuk ke tempat yang dimaksud oleh Xiao Meng. Xiao Chen lalu menyebarkan kesadaran-nya karena tidak mendapati bayangan misterius yang Xiao Meng maksud.


~Whoooshhh~


Kesadaran Xiao Chen langsung menyebar ke seluruh arah. Area di bawah Xiao Chen adalah hutan jadi diri-nya tidak bisa melihat bayangan misterius tersebut dengan mata-nya.


Xiao Chen terus menyebar-kan kesadaran-nya hingga ratusan kilometer dan tak lama kemudian dia mendapati beberapa bayangan berbentuk hewan sedang memangsa monster yang berada di hutan.


Xiao Chen mengerutkan kedua alis-nya ketika meneliti bayangan tersebut, "Aku tidak mengerti, Apakah mereka makhluk hidup?" Gumam Xiao Chen dengan nada ragu.


Beberapa saat mengawasi mereka, Xiao Chen melebarkan sedikit mata-nya ketika ada salah satu bayangan yang menyadari-nya.


~Whooshhh~


Bayangan tersebut langsung melesat ke arah Xiao Chen dengan kecepatan tinggi.


Tiba-tiba sebuah bayangan beruang muncul tepat di hadapan Xiao Chen dan mencoba memukul ke arah diri-nya.


~BOOM~

__ADS_1


Xiao Chen tersenyum tipis ketika melihat beruang hitam tersebut tidak menembus penghalang kotak yang dia buat, "Kau... Bukan-lah makhluk hidup? Makhluk apa kau?" Tanya Xiao Chen dengan nada tenang.


Mei Yi, Xiao Meng serta 100 prajurit Asal Mula sedikit terkejut ketika mendengar dentuman yang cukup keras, Mereka semua langsung melihat ke arah sumber suara tersebut dan mendapati beruang hitam setinggi 7 meter berada di hadapan Xiao Chen.


"Chen Gege?! Apa yang terjadi?" Tanya Mei Yi dengan nada khawatir. Ia telat menyadari keberadaan beruang hitam tersebut dan langsung mendekati Xiao Chen.


Sedangkan Xiao Meng langsung mengeluarkan pedang besar-nya yang berada di punggung-nya dan menyuruh para pasukan untuk bersiap, "Kalian bersiap-lah" Ucap Xiao Meng dengan nada serius.


Tanpa basa-basi 100 prajurit Asal Mula langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing, Mereka semua saat ini sudah dalam posisi bertarung.


"Tenang-lah Yi'er, Kau berada di belakang-ku saja dan biarkan aku yang mengerus beruang besar ini" Ucap Xiao Chen dengan nada tenang dan langsung di angguki pelan oleh Mei Yi.


Di sisi lain, Beruang setinggi 7 meter itu tidak menjawab pertanyaan Xiao Chen, Dia mengepalkan tinju-nya ke belakang dengan kuat sambil melapisi-nya dengan Qi.


~BOOOM~


Sekali lagi beruang tersebut meninju energi tak kasat mata yang melindungi Xiao Chen dan lain-nya, Tetapi tinju tersebut tidak menghasilkan apapun bahkan tidak berbekas sama sekali di penghalang yang di buat Xiao Chen.


Xiao Chen yang melihat kegigihan beruang hitam tersebut hanya menghela nafas panjang, "Haah... Sepertinya aku tidak bisa mengorek informasi apapun dari-mu" Ucap Xiao Chen pelan. Ia sudah mengetahui kalau beruang didepan-nya tersebut seperti terkena ilusi yang tidak akan berbicara sedikit rahasia bahkan jika di kirim ke neraka sekalipun.


~BOOOM~


~BOOOM~


Di saat beruang tersebut memukul-mukul penghalang di depan-nya, Tiba-tiba dia terpental hingga ratusan kilometer jauh-nya oleh energi tak kasat mata.


Xiao Chen tersenyum tipis melihat beruang tersebut terpental jauh, Ia lalu mengarahkan satu tangan-nya ke arah beruang yang masih terpental di udara tersebut.


~SINGGGGGG~


Sebuah energi tiba-tiba keluar dari tangan Xiao Chen dan mengarah ke arah beruang hitam tersebut seperti laser.

__ADS_1


DI saat energi tersebut menembus tubuh beruang hitam, Sebuah ledakan area terjadi di tengah-tengah beruang hitam tersebut dan membuat-nya hancur tak tersisa akibat daya ledak-nya.


~DOOOOOOOOOOMMMMMM~


Orang-orang di belakang Xiao Chen hanya bisa melebarkan mata mereka dengan mulut ternganga ketika melihat daya ledak yang dapat menjangkau puluhan kilometer itu.


Di saat ledakan tersebut terjadi Xiao Chen langsung menghentikan serangan energi-nya dan hanya tersenyum puas ketika melihat daya ledak tersebut.


"Chen Gege, Bukan-kah serangan-mu terlalu berlebihan hanya untuk membunuh beruang hitam itu?" Tanya Mei Yi dengan nada heran sambil berjalan ke sebelah Xiao Chen.


Xiao Chen yang mendengar-nya langsung melirik Mei Yi yang sedang berada di samping-nya, "Aku hanya ingin beruang tersebut benar-benar musnah dan serangan itu juga berlaku untuk monster bayangan yang hampir mirip dengan beruang tadi" Jawab Xiao Chen menjelaskan. Di dalam kesadaran-nya tadi, Ia dapat melihat beberapa monster singa dalam bentuk bayangan, Jadi dia berpikir untuk memusnahkan mereka sekaligus tanpa perlu melakukan-nya satu persatu.


Mendengar penjelasan Xiao Chen membuat Mei Yi mengangguk paham, Ia lalu kembali melihat ke arah ledakan yang masih terjadi itu.


***


Di Ruang Hampa Tanpa Batas.


Fang Lin yang sedang bermeditasi tiba-tiba membuka mata-nya perlahan, Ia menghela nafas pelan dan sedikit mengerutkan alis-nya, "Siapa yang bisa mengalahkan Zu dan lain-nya?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya. Tiba-tiba saja Qi Dewa-nya terkuras cukup banyak dan disaat yang bersamaan dia merasakan kalau Zu dan lain-nya telah dikalah-kan dengan telak oleh seseorang.


"Apakah mereka salah satu peserta yang mengikuti turnamen semesta?" Gumam Fang Lin kembali mencoba menebak. Karena setau-nya hanya makhluk kuat saja yang dapat mengalahkan Zu dan lain-nya secara telak.


"Para bayangan-ku dan Elang Es suci, Kalian semua kembali ke kota Fang dan berjaga disana" Ucap Fang Lin menelepati mereka. Ia melakukan itu hanya untuk berjaga-jaga saja, Karena diri-nya belum bisa kembali ke kota Fang untuk sementara waktu.


***


Dunia Abyss.


Di tempat yang berbeda-beda, Para bayangan dan Elang Es suci langsung melaksanakan perintah Fang Lin, Mereka semua langsung melesat dengan cepat ke arah kota Fang.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2