System Sang Immortal

System Sang Immortal
Dao of The Poison?


__ADS_3

Dunia Hanggu.


Fang Lin dan Yue muncul di depan sebuah planet raksasa, keduanya saling menatap satu sama lain ketika menemukan ribuan lapisan array yang menutupi Dunia Hanggu.


"Apakah kita akan masuk secara paksa?" Yue bertanya pada suaminya.


Fang Lin terdiam sejenak sebelum pandangannya teralih kembali ke Dunia Hanggu, ia mengangguk kecil dan menjawab, "Sepertinya memang harus seperti itu."


Masuk secara diam-diam bukanlah cara yang efisien, ada bagusnya untuk menghancurkan semua lapisan Array itu dan memberitahu keberadaan mereka pada sekte Bintang Abadi.


Fang Lin kemudian mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute, aliran Qi Semesta keluar dari tubuhnya dan mengalir ke pedang di tangan kanannya.


Sementara Yue hanya diam ketika melihat pedang itu, ia mengetahui kalau pedang Pembunuh Absolute berada di tingkat Kosmis dan sangat cocok untuk menghancurkan Array yang melindungi Dunia Hanggu.


Whoooosh!


Tanpa banyak berbicara Fang Lin langsung mengeksekusi jurus Penghunus Surga, dan menciptakan ledakan yang besar ketika berbenturan dengan lapisan Array paling luar.


Bam!


Bam!


Bam!


Ledakan beruntun terjadi ketika jurus Penghunus Surga berhasil menghancurkan lapisan Array pertama.


Fang Lin kembali menyimpan pedang Pembunuh Absolute supaya tidak menarik perhatian, ia cukup yakin dengan satu serangannya mampu menghancurkan semua Array yang ada.


Beberapa saat kemudian, perkiraan Fang Lin tidak lah salah. Dia dan Yue sudah tidak menemukan lagi Array yang melindungi Dunia Hanggu setelah jurus Penghunus Surga berhasil menghancurkannya.


Namun tidak lama setelah Array terakhir hancur, sekelompok Supreme Being berjumlah ratusan datang kepada Fang Lin dan Yue. Mereka bukan hanya berasal dari sekte Bintang Abadi, tetapi ada juga yang seorang penduduk asli Dunia tersebut.


"Woah... Apa-apaan ini?" Fang Lin menyeringai tipis, ia tidak menunjukkan ekspresi takut ataupun gelisah karena mereka semua hanyalah makhluk di ranah Supreme Being tingkat rendah sampai puncak, "Ramai sekali... Padahal aku cuma ingin masuk ke Dunia kalian saja, apakah kalian ingin menyambutku dengan sesuatu yang megah?"


Usai Fang Lin berkata demikian, seorang Supreme Being tingkat rendah melayang maju mendekatinya.


"Kau ini... Orang yang pernah menyelamatkan nona Xie, bukan?" tanya Supreme Being tingkat rendah itu dengan ekspresi yang terkejut.


Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, dan ia baru mengingat kalau Supreme Being tingkat rendah itu adalah seorang Heavenly God yang dulunya meminta bantuan padanya untuk menyelamatkan Xie Xian dari kepungan dua orang Supreme Being tingkat puncak.

__ADS_1


"Tak kusangka kita bertemu di tempat ini." Fang Lin tersenyum tipis, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, aku sarankan untuk pergi dari sini."


"Eh, apa maksudmu?" Supreme Being tingkat puncak itu mengerutkan alisnya.


Fang Lin tadinya ingin menjelaskan maksud dari perkataannya akan tetapi ia merasakan ada seorang Supreme Being tingkat puncak sedang mendekat ke arahnya, orang itu tidak lain adalah Ling Mo.


Penampilan kakek tua itu sangat acak-acakan, berbeda sekali sewaktu terakhir kali mereka bertemu.


"Dasar biadab, apa yang kau inginkan di sini?" Ling Mo tidak menyapa atau apapun itu, dia langsung mengumpat meskipun mengenali Fang Lin.


"Bukankah itu sapaan yang buruk untuk bertemu kenalan lama?" Fang Lin tersenyum tipis, dan Ling Mo seketika mengeluarkan Niat Membunuh dari tubuh.


"Semua karena ulahmu! Putriku, Putriku... Dia... Koma karenamu!" Ling Mo berseru, entah kenapa nafasnya mulai memburu.


Fang Lin mengerutkan alisnya, dan berkata, "Aku mengetahui kalau kau adalah kakek yang sangat mencintai anaknya, tapi kenapa kau melemparkan kesalahanmu pada orang lain?"


"Apanya yang melemparkan, huh?! Seandainya kau memberitahu kebenaran tentang Portal Hitam itu tanpa memanipulasi, mungkin peristiwa yang menimpa putriku tidak akan terjadi!" Ling Mo membalas sembari mengeluarkan pedang ganda yang ia pakai sewaktu melawan Sun Qian dan Chun Xien, "Mungkin kemarahanku bisa diredakan dengan kematianmu, bersiaplah!"


Ketika Ling Mo sudah melesat maju dan ujung pedangnya hampir mengenai wajah Fang Lin, kata-kata dari pemuda itu seketika membuatnya berhenti menyerang.


"Apa kau tidak mau kesembuhan putrimu?" Fang Lin bertanya tanpa memperlihatkan ekspresi sedikitpun.


Fang Lin tersenyum tipis ketika mendengar itu, sementara Ling Mo langsung memasang ekspresi sangat marah, "Apa-apaan seringaimu itu, bajingan? Apakah kau benar-benar ingin mati?!"


"Tidak, aku tersenyum karena berpikir semua ini akan menjadi lebih mudah..." ucap Fang Lin, dan segera menambahkan supaya tidak terjadi kesalahpahaman serius, "Aku mungkin bisa menyembuhkan putrimu..."


"Huh...?!" kerutan alis di wajah Ling Mo semakin menjadi, tetapi ekspresinya sedikit melunak karena merasa ada setitik harapan bagi putrinya untuk hidup kembali.


Fang Lin mengangkat tangan kirinya ke samping, dan kobaran Api Emas muncul di sana, "Api ini mampu memurnikan apapun, kemungkinan besar Dao of The Poison bisa dimurnikan olehnya."


Ling Mo menatap kobaran Api Emas itu dalam diam, harapannya untuk melihat putrinya kembali membuka mata semakin membesar.


"Apa yang kau inginkan jika berhasil menyembuhkan putriku?" Ling Mo menatap Fang Lin dengan tatapan serius, sudah tidak ada lagi kemarahan dalam ekspresinya.


"Tentu saja Giok Menara yang berasal dari Alam 7 Harta Surgawi." jawab Fang Lin santai.


"Ternyata benar..." Ling Mo setidaknya sudah memperkirakan alasan Fang Lin datang ke Dunia ini, "Kalau begitu, aku menerimanya."


Setelah Ling Mo berkata demikian, ada beberapa Supreme Being di sekitar sana yang mengajukan keluhan tetapi nyali mereka langsung menciut ketika mendapatkan Niat Membunuh serta tatapan tajam dari kakek tua itu.

__ADS_1


"Bersumpalah atas nama Dao of The Heavens untuk memulai kesempatan kita." Fang Lin tersenyum tipis, dan Ling Mo mengangguk paham.


Sebelum Ling Mo melakukan sumpah Dao of The Heavens, ia membubarkan semua Supreme Being yang ada di sana hingga yang tersisa hanya mereka bertiga.


Ling Mo kemudian melakukan sumpah Dao of The Heavens, dan hal itu membutuhkan waktu sekitar satu menit.


Fang Lin dan Yue menyaksikan sumpah yang dilakukan oleh Ling Mo, keduanya sembari mengobrol lewat telepati dan merasa bersyukur karena tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengambil paksa giok tersebut.


"Ayo ikuti aku..."


Setelah sumpah Dao of The Heavens sudah terikat dengan Ling Mo, kakek tua itu langsung mengajak Fang Lin dan Yue untuk pergi ke tempat Xie Xian berada. Ia sudah tidak sabar untuk kembali melihat putrinya membuka mata dan tersenyum padanya.


Fang Lin dan Yue mengikuti Ling Mo dalam diam, mereka berdua dituntun ke sebuah Mansion besar yang dilindungi oleh sepuluh Supreme Being tingkat menengah dan tinggi.


Supreme Being yang menjaga Mansion tersebut menangkupkan tangan ketika mendapati Patriark mereka datang, baik laki-laki maupun perempuan langsung terpana saat menemukan sesosok wanita cantik bersama Patriark mereka.


"Sepertinya kecantikanmu memang di luar nalar sehingga membuat mereka terpana sampai seperti itu." Fang Lin memuji Yue lewat telepati, dan wanita cantik itu hanya tersenyum dengan pipi yang sedikit merah merona.


Setelah berada di dalam Mansion, Ling Mo menuntun kedua tamunya itu ke sebuah ruangan yang dilindungi belasan Array tingkat tinggi ciptaannya. Ia menghilangkan Array tersebut dalam sekejap dan membawa mereka masuk ke dalam.


Di dalam sana, ada seorang wanita cantik yang terbaring di dalam sebuah bongkahan es raksasa.


"Bongkahan es ini mampu memperlambat penyerapan Dao of The Poison, kalau ini tidak ada mungkin putriku sudah tiada sejak lama." ucap Ling Mo menjelaskan.


"Begitu, ya?" Fang Lin menganggukkan kepalanya beberapa kali setelah mengaktifkan Mata Dewa, "Kalau begitu, cairkan es ini agar proses pemurniannya bisa lebih efektif."


Ling Mo mengangguk patuh dan segera menggunakan jurusnya untuk mencairkan bongkahan es tersebut.


Setelah bongkahan es mencair, tubuh Xie Xian diangkat oleh Ling Mo dan dibawa ke atas tempat tidur.


Fang Lin berdiri di samping tempat tidur setelah Ling Mo mundur beberapa langkah, ia kemudian mengangkat tangan kanannya dan kobaran Api Emas dengan cepat membakar tubuh Xie Xian.


Ling Mo yang merasa khawatir secara reflek melangkah maju, tetapi langkahnya itu dihentikan oleh Yue.


"Percayakan saja pada suamiku, dia hebat dalam menyembuhkan orang lain." ucap Yue sembari tersenyum.


Ling Mo terdiam sejenak sebelum mengangguk pelan, ia kembali mundur dan mengawasi proses pemurnian Dao of The Heavens dengan seksama.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2