
Beberapa hari kemudian, Seluruh pasukan Alam Agung sudah diperintahkan mundur oleh para petinggi Alam Agung.
Kini hampir 80% area medan tempur sudah tidak terdapat kultivator lagi, Yang tersisa sekarang hanyalah ribuan gundukan mayat dan juga genangan darah yang luas.
***
Benteng Alam 100 Pelangi.
Tepat di atas gerbang utara benteng Alam 100 Pelangi, Terdapat dua orang pria dengan jubah yang berbeda sedang melayang di atas udara, "Ini aneh... Kenapa Alam Agung menarik pasukan-nya kembali? Apakah mereka di tegur oleh Alam Tinggi?" Tanya Yun Fu dengan raut wajah keheranan.
Ao Zhang yang berada di sebelah-nya langsung menggelengkan kepala tidak tau, Ia juga tidak mengerti kenapa petinggi Alam Agung menarik pasukan-nya kembali.
"Ku-pikir Alam Agung dan Alam Tinggi yang mengawasi perang ini telah bekerja sama. Tetapi nyata-nya aku salah" Lanjut Dian Qi ber-ucap. Ia yakin kalau Alam Agung sudah di tegur karena melarang peraturan perang.
Sedangkan Ao Zhang yang mendengar-nya hanya diam, "Apakah orang itu ada sangkut paut-nya dengan kejadian ini?" Batin Ao Zhang saat mengingat pria bertopeng hitam yang menyelamatkan Dian Wei beberapa bulan lalu.
Saat sedang mengingat-ingat kejadian tersebut, Tiba-tiba saja Ao Zhang merasakan dua aura yang lumayan kuat sedang melesat ke arah diri-nya dan juga Yun Fu.
"Oh, Sepertinya itu Dong Zhu dan juga Jung Xi..." Ucap Yun Fu sambil tersenyum tipis.
Satu bulan yang lalu Yun Fu menyuruh mereka berdua untuk mengambil empat Artefak Dewa yang ia simpan di daratan Fu Zhou, Ia menyuruh mereka mengambil ke-empat Artefak tersebut karena ingin berjaga-jaga atas masalah Alam Agung yang melanggar peraturan perang.
Beberapa saat setelah berkata seperti itu, Dong Zhu dan Jung Xi muncul di belakang Yun Fu dalam keadaan berlutut.
Yun Fu sendiri langsung membalik-kan badan-nya dan di-ikuti oleh Ao Zhang, "Apakah kalian sudah mengambil Artefak-nya?" Tanya Yun Fu setelah membalik-kan badan-nya.
Saat bertanya seperti itu, Yun Fu mengerut-kan kedua alis-nya ketika melihat wajah kedua orang di depan-nya pucat pasi, "Apa yang terjadi? Kenapa wajah kalian begitu pucat?" Tanya Yun Fu dengan nada penasaran.
Dong Zhu dan Jung Xi hanya diam mendengar itu, Mereka berdua tidak tau harus berkata apa kepada raja-nya ini.
__ADS_1
Yun Fu yang melihat mereka berdua tidak menjawab pertanyaan-nya menjadi keheranan, Ia tidak tersinggung akan hal itu karena ia yakin mereka berdua memiliki suatu alasan untuk tidak menjawab pertanyaan-nya.
"Hey kalian berdua, Apakah ada masalah yang menyangkut Artefak Dewa yang kalian bawa?" Tanya Ao Zhang mencoba menebak.
Dong Zhu menggelengkan kepala-nya sedangkan Jung Xi hanya terpaku diam sambil menatap ke arah bawah.
Melihat itu Ao Zhang menghela nafas panjang, "Haah... Katakan saja, Jangan membuang-buang waktu-ku bodoh" Ucap Ao Zhang yang mulai sedikit kesal.
Dong Zhu dan Jung Xi langsung tersentak mendengar itu, Mereka berdua mulai mengangkat kepala mereka lalu menatap ke arah Yun Fu dan juga Ao Zhang.
"Sebenar-nya..." Dong Zhu akhirnya membuka mulut-nya dan mulai menceritakan masalah yang ada di daratan Fu Zhou.
Saat sedang bercerita, Dong Zhu dan Jung Xi merasakan niat membunuh yang keluar dari Yun Fu, Mereka berdua tau kalau raja-nya saat ini sedang mencoba menahan amarah-nya.
Usai menceritakan masalah yang ada di daratan Fu Zhou, Niat membunuh milik Yun Fu merembes keluar dari tubuh-nya dan membuat kedua bawahan didepan-nya bergetar karna takut.
Ao Zhang sendiri hanya bisa memijat kening-nya saat mendengarkan cerita Dong Zhu, Ia cukup pusing akan masalah yang di alami Alam 100 Pelangi.
Mendengar itu Dong Zhu langsung membuka mulut-nya, "Kami berdua tidak dapat menemukan keberadaan kedua petinggi itu. Saat kami datang, Area dua gunung sudah hancur lebur" Jawab Dong Zhu cepat dengan suara yang sedikit ketakutan.
Yun Fu yang mendengar-nya langsung mengepal-kan kedua tangan-nya erat-erat, "Bajingan!!! Jangan bilang mereka berdua berkhianat!!!" Teriak Yun Fu dengan nada yang penuh amarah.
"Kau tenang-lah terlebih dahulu, Aku akan mencari tau tentang masalah ini" Ucap Ao Zhang sambil menepuk pundak Yun Fu. Ia khawatir kalau Yun Fu akan menjadi gila karena masalah ini.
Yun Fu sendiri langsung terdiam ketika mendengar itu, Ia menepis tangan Ao Zhang dan melesat pergi dari sana.
"Sepertinya dia ingin mencari tempat untuk menenangkan diri-nya" Gumam Ao Zhang saat melihat kepergian Yun Fu.
Ao Zhang kemudian melirik ke arah dua orang yang sedang menunduk ke tanah dan menghela nafas-nya pelan, "Kalian jaga-lah gerbang ini, Aku akan pergi untuk mencari detail dari permasalahan ini..." Ucap Ao Zhang dengan nada tenang.
__ADS_1
Dong Zhu dan Jung Xi langsung mengangguk-kan kepala mereka cepat, "Baik tuan..." Jawab mereka berdua serempak.
Ao Zhang sendiri hanya diam dan melesat pergi dari sana, Pertama-tama ia harus pergi ke daratan Fu Zhou untuk mencari kejanggalan yang ada.
***
Di Lorong Dimensi.
Terlihat beberapa kapal ternang yang sedang melesat cepat di lorong dimensi. Kapal-kapal tersebut mengeluarkan aura iblis yang kuat dan membuat siapa saja akan gemetar takut melihat-nya.
Di dalam salah satu kapal yang paling besar dan juga mewah, Terdapat seorang pria tampan dengan jubah merah darah sedang duduk di dekat pengendalian kapal.
"Berapa lama lagi kita akan sampai di Alam 100 Pelangi?" Tanya pria tampan berjubah merah kepada seorang pria paruh baya yang sedang mengendalikan kapal terbang tersebut.
"Mungkin sekitar 1 minggu lagi, Kaisar..." Jawab Pria paruh baya tersebut cepat.
"Hmm... 1 minggu lagi ya, Itu waktu yang cukup lama" Gumam pria berjubah merah darah tersebut lalu berdiri dari duduk-nya.
"Sampaikan pada-ku lewat telepati jika ingin sampai, Aku ingin berkultivasi terlebih dahulu" Ucap pria berjubah merah darah sambil berjalan ke pintu keluar ruang pengendalian kapal.
Pria paruh baya yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Baik Kaisar... Saya akan mengabari anda, Jika sudah sampai di tujuan" Jawab pria paruh baya tersebut dengan nada tenang.
Pria berjubah merah darah itu tidak menjawab-nya dan langsung keluar dari ruangan tersebut.
Saat berada di luar ruangan tersebut, Pria berjubah merah itu berjalan dan memasuki salah satu pintu yang ada di sana.
Setelah masuk ke dalam ruangan tersebut, Pria berjubah merah itu tersenyum lemas ketika melihat kamar anak-nya, "Zhou Liyan, Ayah berjanji akan menghidupkan-mu kembali..." Ucap pria berjubah merah darah tersebut dengan nada tenang.
Pria berjubah merah darah tersebut berjalan ke depan lalu mengeletakan tubuh-nya di atas kasur anak-nya, Ia memilih untuk ber-istirahat disana sembari menunggu diri-nya sampai ke Alam 100 Pelangi.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.