System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menyembuhkan Jiao Mian


__ADS_3

Mata Diablo kemudian teralih ke arah bawah, dan ia menemukan seorang perempuan tanpa busana yang tubuhnya gosong dalam keadaan mengambang di permukaan air, "Dia sepertinya masih hidup." meskipun hanya samar-samar, ia bisa merasakan energi kehidupan yang masih tersisa di dalam tubuh perempuan itu.


Tanpa banyak bicara lagi, Diablo langsung terbang turun. Ia kemudian mengangkat perempuan itu menggunakan Qi, dan mendapati luka parah yang diakibatkan oleh serangan listrik, "Kamu sadar?" Diablo sedikit terkejut melihat mata perempuan itu yang terbuka dan sedikit bergerak, "Istirahat saja, aku akan menyembuhkanmu."


Diablo menutup kedua mata perempuan itu dengan telapak tangannya dan membuatnya tertidur dalam sekejap.


Setelah itu, Diablo menggunakan salah satu sihir penyembuhannya. Perlahan luka-luka yang dialami oleh perempuan itu sembuh, dan kulitnya yang gosong mulai kembali seperti sebelumnya.


Hanya dalam waktu kurang dari beberapa belas tarikan nafas saja, perempuan itu sudah sembuh total. Diablo kemudian mengeluarkan sebuah mantel hitam polos dari udara kosong, dan ia memakainya pada perempuan itu.


Di sisi lain, Mu Lan menemui adiknya yang berada di dalam penghalang, ia sendiri tidak kesulitan memasuki penghalang tersebut-- sepertinya Diablo memang sudah merancangnya agar ia bisa masuk dan keluar dari sana dengan bebas.


"Apa kamu baik-baik saja, adik?" Mu Lan bisa melihat adiknya yang menangis, kali ini ia menyadari kalau Bao En menangis karena bersyukur masih bisa melihat dirinya.


Melihat Mu Lan memasuki penghalang, Bao En langsung memeluk kakaknya itu dengan perasaan yang campur aduk. Cukup lama ia memeluk kakaknya, hingga akhirnya ia melepaskan saat melihat Diablo muncul secara tiba-tiba sembari menggendong seorang perempuan.


"Kakak Mian?!!" Bao En terkejut saat mengenali perempuan tersebut, ia langsung mendekati Diablo dan mengambil alihnya dari tangan pemuda itu.


Sedangkan Mu Lan hanya bisa mematung melihat Jiao Mian masih hidup, nafasnya tertahan karena tak menyangka kalau dia masih bisa bertahan hidup setelah menerima ratusan serangan dari kelompok Hiu Petir.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan pada kakak Mian?! Kenapa dia sama sekali tidak mengenakan busana lain selain mantel hitam ini?" Bao En memberikan tatapan dingin kepada Diablo.


Diablo sendiri sedikit mengangkat alisnya, "Aku menolongnya, kalau tidak datang tepat waktu mungkin dia sudah mati saat ini." jawab Diablo acuh tak acuh, ia tidak mau mempermasalahkan perangai Bao En-- karena dirinya sudah tau kalau ras Xana sangat membenci Pria.


"Adik, jangan tidak sopan. Dia telah menyelamatkan kita, seharusnya kita berterima kasih padanya." Mu Lan memegang pundak Bao En dan menasihatinya, ia juga tidak mau membuat Diablo tersinggung mengingat kekuatan yang pemuda itu miliki sangat mengerikan.


Dalam sudut pandang Mu Lan, Diablo dan kelompok Hiu Petir tiba-tiba saja menghilang dari lautan tak berujung. Meskipun tidak tau apa yang terjadi, Mu Lan berspekulasi kalau Diablo membawa kelompok Hiu Petir ke dimensi lain lalu membantai mereka.


Mendengar ucapan kakaknya membuat Bao En terdiam, ia hampir lupa kalau Diablo adalah sosok yang menyelamatkan mereka-- seharusnya ia tidak bersikap lancang hanya karena dia seorang 'Pria'.


"Maafkan aku, Tuan. Saya benar-benar minta maaf..." raut wajah Bao En terlihat melas, ia takut kalau Diablo tersinggung dengan ucapannya tadi.


Mu Lan dan Bao En menghela nafas panjang ketika mendengar itu, keduanya kemudian berterima kasih secara tulus sembari menundukkan badan-- tanpa peduli kalau mereka membenci laki-laki.


"Kalau begitu, aku pergi." Diablo tanpa basa-basi langsung menghilang usai mengatakan itu.


Kepergian Diablo membuat suasana menjadi hening selama beberapa waktu. Tatapan Mu Lan terarah ke Jiao Mian, lalu menyentuh keningnya.


Bao En hanya diam ketika melihat itu, ia tau kalau saat ini kakaknya sedang memeriksa kondisi Jiao Mian. Perlu diketahui, ras Xana terkenal dengan teknik penyembuhan mereka-- dan kebetulan Mu Lan adalah salah satu penyembuh terbaik.

__ADS_1


"Dia sembuh total setelah menerima luka parah?" Mu Lan hanya bisa berdecak kagum dalam hatinya, "Ah, benar juga. Aku lupa menanyakan namanya..."


"Namanya? Nama dia adalah Fang Dia." jawab Bao En cepat.


"Eh, kamu sudah berkenalan dengannya dari awal?" Mu Lan sedikit terkejut ketika mendengarnya.


"Benar, tapi aku awalnya tidak bertanya. Dia yang berinisiatif memperkenalkan diri." Bao En menjawab sembari menganggukkan kepala.


Mu Lan terdiam sejenak, ketika ia membuka mulut dan ingin mengatakan sesuatu, Bao En lebih dulu mendahuluinya, "Kalau kakak ingin bertanya alasannya membantu kita, dia berasal dari Aliansi Istana Iblis."


Mu Lan kembali terdiam mendengarnya, kalau memang Diablo berasal dari Aliansi Istanna Iblis lalu kenapa ia sama sekali tidak merasakan aura Iblis yang keluar dari tubuh pemuda itu?


Mu Lan tadinya ingin memikirkan itu lebih jauh, tetapi ia mengurungkan niatnya saat merasakan sejumlah hawa keberadaan yang sedang mengarah ke tempat ini.


"Bala bantuan baru datang..." Mu Lan tersenyum pahit, ternyata apa yang dikatakan Ming Kau sebelumnya bukanlah omong kosong belaka-- jika tidak ada Diablo kemungkinan besar ia sudah menjadi mayat dan mengapung di lautan luas ini.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2