System Sang Immortal

System Sang Immortal
Datang Kembali Ke Alam Dewa


__ADS_3

Dunia Jiwa Fang Lin.


Yue tiba-tiba saja muncul di atas langit, raut wajahnya terlihat muram dan ia menghela nafas panjang, "Maafkan aku... Belum waktunya kita untuk bersama." Gumam Yue lalu terbang ke tempat tinggal para bawahan inti.


***


Alam Dewa, Lantai Dewa Ruang dan Waktu.


Fang Lin tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah sebuah aula, ia menjentikkan jarinya dan dalam sekejap gedung tersebut ditutupi oleh Elemen Es Suci.


Kedatangan Fang Lin langsung membuat para Demi-God yang ada di sana bersiap siaga, mereka jelas mengenalnya dan mengetahui apa statusnya.


Di sisi lain, seorang kakek tua berjubah hijau mewah muncul di hadapan Fang Lin dengan kedua tangan yang melipat di belakang punggung.


Di detik selanjutnya, puluhan Demi-God yang ada di sana mengitari Fang Lin sembari mengarahkan senjata terbaik mereka ke arahnya.


"Sudah lama tidak bertemu..." Gu Yu Fan berkata sembari tersenyum tipis.


Sedangkan Fang Lin menghela nafas panjang, "Aku disini ingin menyelamatkan roh guruku kembali tetapi sebelum itu terjadi, aku ingin merekrutmu. Ucap Fang Lin dengan raut wajah serius.


Mata Gu Yu Fan sedikit melebar ketika mendengarnya, ia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nak... Apakah kau membutuhkan bantuanku? Maaf saja, tetapi sayangnya aku tidak bisa melakukannya. Sekalipun aku seorang Dewa, aku masih menghargai nyawaku."


"Aku paham... Tetapi aku yang sekarang sudah sangat kuat, bahkan lebih kuat dari Sun Wukong. Menjadi pengikutku bukanlah suatu pilihan yang buruk..." Balas Fang Lin cepat.


"Oi, bajingan! Sungguh arogan sekali perkataanmu itu! " Salah satu Demi-God pria berjubah oren langsung maju usai berkata seperti itu.


Dia mengangkat pedangnya ke atas lalu mengeluarkan jurusnya, tetapi belum sampai bilah pedangnya mengenai Fang Lin, tiba-tiba saja tubuhnya terpental cepat ke belakang dan menabrak pilar aula hingga hancur.


Demi-God tersebut mengeluarkan air mancur darah dari mulutnya sebelum mati.


"Aku akan membunuh siapapun yang berani menyerangku..." Fang Lin berkata dengan suara dingin.


Para Demi-God yang mendengarnya langsung menelan ludah kasar, sedangkan Gu Yu Fan melirik ke arah Demi-God yang baru saja mati itu.


"Kau... Apakah ingin mengacaukan Alam Dewa?" Tanya Gu Yu Fan penasaran.


Fang Lin terdiam sejenak dan merenung, ia menggertakkan giginya lalu menggelengkan kepalanya, "Tidak. Akan sangat beresiko jika aku melakukannya.Tetapi jika aku harus melakukannya demi menyelamatkan guruku, aku akan berperang melawan Alam Dewa." Jawab Fang Lin dengan raut wajah serius.


Gu Yu Fan terdiam ketika mendengar jawaban Fang Lin, "Aku mengerti..."


"Jadi kau yakin tidak ingin ikut denganku?" Tanya Fang Lin memastikan.


"Maaf bocah, tetapi aku tidak bisa melakukannya..." Jawan Gu Yu Fan sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Fang Lin menghela nafas kecewa lalu mengedarkan pandangannya ke arah puluhan Demi-God yang mengelilinginya, "Bagaimana dengan kalian? Penawaranku berlaku sama untuk kalian..." Tanya Fang Lin dengan suara tenang.


Para Demi-God yang ada di sana diam, tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan Fang Lin. Tentu saja mereka tidak ingin berpindah kubu, kenapa juga mereka harus berpindah dan menjadi bawahan seorang penjahat?


Fang Lin yang tidak mendapatkan satupun jawaban dari mereka setelah menunggu beberapa menit hanya bisa tersenyum kecut, ia kemudian menatap Gu Yu Fan dan bertanya, "Bisakah kau memberitahuku lokasi Alam Dewa Naga Emas?"


Gu Yu Fan terdiam sejenak mendengarnya, "Untuk apa kau ke sana?" Gu Yu Fan tidak menjawab melainkan memberikan sebuah pertanyaan.


"Aku ingin meminta maaf kepadanya, sebagai guruku dia pasti kecewa dengan tindakanku di masa lalu..." Jawab Fang Lin dengan raut wajah sedikit masam.


Gu Yu Fan tidak bertanya lebih lanjut dan berjalan beberapa langkah untuk mendekati Fang Lin, ia kemudian menyentuh pundaknya, "Semoga kau berhasil, aku percaya jika dirimu dapat menyelamatkannya." Bisik Gu Yu Fan dan seketika muncul ingatan-ingatan yang tidak lain adalah koordinat seluruh lantai Alam Dewa.

__ADS_1


Setelah mendapatkan ingatan tersebut, Fang Lin langsung menganggukkan kepalanya pelan dan dalam sekejap dirinya menghilang dari sana.


Para Demi-God yang melihat hilangnya Fang Lin langsung menggunakan robekan dimensi, tetapi betapa terkejutnya mereka ketika mendapati robekan dimensi tidak dapat digunakan, berlaku sama dengan teleportasi.


Mereka langsung melesat ke gerbang aula dan membukanya lebar-lebar, dan sekali lagi mereka dibuat terkejut karena terdapat dinding es tebal yang menutupi gedung aula.


Para Demi-God langsung melancarkan serangan-serangan ke dinding es tersebut, tetapi serangan mereka tidak ada satupun yang berguna, bahkan lecet pun tidak.


Beberapa saat kemudian, para Demi-God yang masih menyerang langsung berhenti ketika mengetahui dinding es yang mencair dengan cepat.


Ketika baru setengah dinding saja yang baru mencari, tiba-tiba saja muncul ratusan dewa inti dalam kondisi siap.


Mereka semua yang baru datang langsung mengerutkan alisnya ketika tidak mendapati keberadaan Fang Lin.


"Gu Yu Fan, dimana dia berada?" Tanya Li Xiang Zi, selaku anak pertama Kaisar Dewa.


Gu Yu Fan menggelengkan kepalanya pelan, dan ketika Li Xiang Zi sudah berada di hadapannya, "Maaf, tuan muda. Dia telah pergi dari sini..." Jawab Gu Yu Fan dengan badan yang menunduk.


"Kenapa dia kemari?" Tanya Li Xiang Zi dengan raut wajah serius sekaligus menyelidik.


"Dia berniat merekrut saya tuan... Tetapi saya langsung menolaknya dan tetap memihak kepada Alam Dewa." Gu Yu Fan langsung menjawab.


Li Xiang Zi menyipitkan matanya ketika mendengar itu, "Lalu apa yang terjadi dengan Demi-God yang ada di sebelah sana?" Tanya Li Xiang Zi sembari menunjuk ke arah Demi-God berjubah oren yang mati karena beberapa organ dalamnya hancur.


"Dia mati karena kebodohannya. Berniat menyerang buronan karena tidak terima sang Dewa Kera direndahkan...." Jawab Li Xiang Zi tanpa berbohong sedikitpun.


Li Xiang Zi yang mendengarnya langsung menyuruh kakek tua berjubah hijau itu kembali menegakkan badannya.


Gu Yu Fan tanpa banyak bicara kembali menegakkan badannya, ia menatap putra pertama dari Kaisar Dewa dengan tatapan serius.


"Dia memintaku untuk memberitahu lokasi lantai Dewa Naga Emas dan aku langsung memberitahunya..." Jawab Gu Yu Fan cepat. Menurutnya berbohong akan membuat situasi menjadi lebih buruk, jadi jujur untuk sekarang adalah pilihan terbaik baginya.


"Kenapa kau memberitahunya?" Tanya Li Xiang Zi dengan raut wajah serius.


"Aku tidak bodoh dan masih menghargai nyawaku, untuk apa aku berbohong kepadanya disaat kekuatanku tidak bisa digunakan." Jawab Gu Yu Fan cepat. Ia tidak berbohong, ketika dirinya ingin menyelamatkan Demi-God yang terpental karena Fang Lin, ia mencoba untuk menghentikan waktu, tetapi sayangnya kekuatannya sama sekali tidak bekerja.


Li Xiang Zi terdiam mendengarnya, melihat raut wajah Dewa Ruang dan Waktu yang tidak menunjukkan kebohongan sedikitpun, membuatnya mau tak mau percaya kalau dia mengatakan yang sejujurnya.


Li Xiang Zi kemudian berbalik dan menatap kumpulan Dewa Inti di depannya, "Ayo, pergi ke lantai Dewa Naga Emas!"


Li Xiang Zi langsung menghilang usai menyelesaikan kata-katanya, dan diikuti oleh ratusan Dewa inti yang ada di sana.


***


Lantai Dewa Naga Emas.


Beberapa menit sebelumya.


Fang Lin tiba-tiba saja muncul di sebuah bukit batu, ia menghela nafas panjang dan di detik selanjutnya muncul seorang pria tampan berjubah emas.


Dia tidak lain adalah Shen Liang, sang Dewa Naga Emas.


"Untuk apa kau kemari?" Tanya Shen Liang dengan nada datar.


"Aku hanya ingin mengobrol sebentar denganmu, bisakah kita melakukannya?" Tanya Fang Lin penasaran.

__ADS_1


Shen Liang terdiam sejenak mendengarnya, ia menghela nafas panjang dan berkata, "Baiklah, tetapi kita akan melakukannya di tempat lain."


"Tidak perlu..." Fang Lin menjentikkan jarinya setelah mengatakan itu dan dalam sekejap seluruh ruang yang ada di lantai Dewa Naga Emas berubah menjadi es.


Shen Liang yang menyaksikan itu cukup terkejut, ketika dirinya ingin mengatakan sesuatu, pria berjubah hitam di depannya lebih dulu berbicara.


"Maafkan aku!" Fang Lin menundukkan badannya dan meminta maaf secara tulus.


Mata Shen Liang sedikit melebar ketika melihatnya, "Lin'er... Aku sudah memaafkanmu sejak kejadian itu berlalu, aku paham kenapa kau bertindak seperti itu." Shen Liang berkata sembari menepuk pundak Fang Lin.


Fang Lin sendiri menegakkan kembali badannya, "Terima kasih... Guru." Fang Lin tersenyum tipis ketika mendengarnya.


Shen Liang membalas senyuman muridnya itu lalu bertanya, "Apakah kau kemari hanya untuk obrolan singkat ini?"


Fang Lin menggelengkan kepalanya, "Aku datang ke Alam Dewa untuk menyelamatkan guruku kembali, dan juga aku kemari ingin bertanya sesuatu." Jawab Fang Lin lalu menimpalinya, "Apakah guru mengetahui dimana roh guru Yuan Zhong berada?"


Shen Liang terdiam sejenak sebelum menjawab, "Dia berada di Alam Neraka, di sana sudah pasti ada roh gurumu... Tetapi untuk pergi ke sana kau harus menggunakan kunci portal yang Kaisar Dewa pegang."


Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya ketika mendengar itu, "Memangnya tidak ada cara yang lagi, guru?" Tanya Fang Lin penasaran.


Shen Liang menggelengkan kepalanya pelan, "Alam Neraka adalah Alam yang spesial, tidak ada yang bisa memasukinya sembarangan bahkan untuk kalangan para Dewa sekalipun." Jawab Shen Liang lalu menimpalinya, "Dulunya kunci portal itu dipegang oleh Wung Kao, si Dewa Penjaga Neraka. Tetapi setelah kedatanganmu, kunci itu di ambil oleh Kaisar Dewa untuk berjaga-jaga."


Fang Lin diam-diam berdecak kesal ketika mendengarnya, ia kemudian menelepati Yue dan menjelaskan tentang apa yang terjadi padanya, ia berharap Yue dapat menemukan solusi atas masalahnya ini.


"Saya akan membantu anda untuk menyegel Alam Dewa agar tidak ada yang bisa masuk ataupun keluar dari sana, tetapi apakah anda yakin bisa mengalahkan Kaisar Dewa dan merebut kuncinya? Anda harus membuat keputusan tentang itu." Jawab Yue menjelaskan.


Fang Lin merenung dengan kepala yang menunduk ketika mendengar jawaban Yue, "Mengalahkan Kaisar Dewa? Apakah aku bisa? Dan juga seluruh Dewa yang ada di Alam ini akan bersatu untuk membunuhku, termasuk bintang primordial..." Batin Fang Lin berpikir keras.


Fang Lin mencoba untuk memperkirakan semua hal yang terjadi, terutama jika dirinya kalah melawan pihak Alam Dewa.


"Tetapi aku sudah berada di Dewa Tahta, seluruh kemampuanku juga sudah meningkat pesat dari sebelumnya, apalagi Elemen Es Suci milikku." Fang Lin kembali membatin dan rasa yakinnya untuk melawan seluruh pihak Alam Dewa semakin meningkat.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!


Novel: Legenda Raja Kultivator.


Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.


Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.


Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!


Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.


Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.


Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.


Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.


Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!

__ADS_1


Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?


__ADS_2