
Air kawah yang tadinya sangat jernih kini berubah menjadi keruh, tidak lama setelah itu pusaran air terjadi dan seiring berjalannya waktu airnya mulai terserap habis.
Fang Lin jelas mengetahui kalau airnya habis karena terserap ke dalam portal seukuran telapak tangan tersebut.
"Apakah portal itu menciptakan gravitasi yang kuat...?" Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya, nadanya terdengar sedikit ragu.
"Tapi kalau ada gravitasi yang kuat, mengapa hanya air saja yang diserap masuk?" Mue Lian menambahkan, dan Fang Lin langsung menggelengkan kepalanya tidak tau.
Fang Lin memanggil keluar Zhongli, dan makhluk bayangan itu langsung keluar dalam posisi berlutut.
"Apa yang ada dibalik portal itu?" Fang Lin langsung bertanya pada intinya.
"Saya melihat Dunia yang mirip dengan Dunia ini, Tuan." jawab Zhongli cepat.
Fang Lin sekali lagi mengerutkan alisnya, "Dunia yang mirip seperti Dunia Abyss?" gumam Fang Lin, lalu memeriksa ingatan Zhongli untuk memastikan perkataannya.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Apa yang dijelaskan oleh Zhongli sebelumnya tidaklah salah, dia memang dipindahkan ke Dunia yang benar-benar mirip seperti Dunia Abyss.
"Apakah portal itu terhubung dengan kubah peserta yang lain?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, lalu segera menelepati Yue untuk memberitahukan kabar ini.
Yue sendiri yang mendengar kabar itu langsung muncul tepat di sebelah suaminya, dia tidak berbicara tetapi memandangi portal yang berada di dasar kawah.
"Bagaimana bisa ada portal seperti itu di sini?" Yue bergumam, lalu meminta ingatan Zhongli yang sudah masuk ke dalam sana.
Fang Lin tentu saja langsung memberikan ingatan tersebut padanya, dia memperhatikan ekspresi Yue yang mulai serius setelah menerimanya.
"Ini bisa menjadi berbahaya..." Yue kembali bergumam, lalu tangan kanannya terangkat ke arah portal tersebut.
"Apa kau ingin menghilangkannya secara paksa?" tanya Fang Lin penasaran.
Yue mengangguk kecil, lalu menjawab, "Tadinya iya, tapi sayangnya aku tidak bisa melakukannya..."
"Apa...?" Fang Lin sedikit melebarkan mata karena terkejut, "Tunggu, bagaimana mungkin kau tidak mampu melakukannya?"
"Portal itu sudah ada semenjak Dunia Abyss diciptakan, aku tidak bisa melakukan apa-apa karena struktur Dunia ini mustahil untuk diubah oleh siapapun itu termasuk aku sendiri." Yue menjelaskan dengan tenang, "Untuk sekarang, aku akan menyegelnya. Kalau hal semacam ini sudah diketahui oleh Peserta lain maka kekacauan akan terjadi cepat atau lambat."
"Kekacauan...?" Fang Lin sedikit bingung mendengarnya, "Apa maksudmu dengan itu?"
"Peserta lain bisa mengacaukan peserta lawan, dan saling mengambil alih kubah satu sama lain. Jika itu terjadi, tidak akan ada kedamaian di Dunia Abyss sampai Turnamen Semesta berakhir." Yue menjelaskan, dia benar-benar serius kali ini.
Fang Lin mengangguk beberapa kali, tapi dia tidak memperlihatkan ketakutan atau kegelisahan sedikitpun.
__ADS_1
"Apa kamu tidak khawatir?" Yue yang menyadari ketenangan suaminya langsung bertanya.
"Tidak juga, aku saat ini berada di peringkat dua di antara semua kubah yang ada. Untuk apa aku khawatir? Bertemu dengan peserta yang menduduki peringkat satu sangatlah kecil..." Fang Lin tampak santai, tapi bukan berarti dirinya tidak waspada mengenai masalah ini.
Yue sebenarnya ingin membalas perkataan suaminya itu, tetapi ia mengurungkan niat dan menyebarkan Kesadaran Spiritualnya sampai ke ujung kubah yang jaraknya begitu jauh.
Fang Lin tentu mengetahui tindakan Yue, ia hanya memperhatikan dalam diam karena tau kalau istrinya sedang memeriksa keseluruhan kubah ini.
"Hm?" Yue sedikit mengangkat alisnya, ada perubahan di raut wajahnya.
Fang Lin tidak mengatakan apapun meskipun mengetahuinya, untuk saat ini ia tidak akan berusaha mengganggu dan memilih untuk diam sampai istrinya itu yang berbicara sendiri.
"Tiga dari tujuh Absolute yang mengabdi pada Celestial Absolute telah menghilang dari Dunia ini..." ucap Yue, suaranya terdengar pelan.
"Apa mereka masuk ke dalam portal itu?" tanya Fang Lin penasaran.
"Sepertinya begitu, hanya itu satu-satunya jawaban yang masuk akal." jawab Yue dengan tenang.
"Bisakah kau memberitahu wajah-wajah yang hilang?"
"Tentu."
"Kejadian itu...?" Yue sedikit memiringkan kepalanya.
"Ah, apa kamu ingat saat aku sedikit terlambat membawa Leng Jin ke Dunia Jiwa setelah pengabdiannya?" tanya Fang Lin memastikan.
"Ya, aku mengingatnya." Yue hanya mengangguk sekali, dan Fang Lin langsung menceritakan kejadian tersebut padanya.
"Jadi begitu...? Apa menurutmu, mereka tidak sengaja menemukan portal itu setelah pergi dari tempat kalian?"
"Ya, itu cukup masuk akal, bukan?"
"Aku tidak bisa untuk bilang tidak..." Yue menghela nafas pendek, "Kemungkinan terburuk mereka bertiga akan kembali, tapi tidak sebagai pihak netral melainkan lawan yang harus dihabisi."
"Tapi bukankah itu kecil kemungkinannya? Maksudku, portal itu belum tentu terhubung ke kubah dari peserta yang memasuki sepuluh besar..."
"Itulah mengapa aku mengatakan 'kemungkinan terburuknya'..." Yue memasang ekspresi datar.
"Oh, kamu benar..." Fang Lin tertawa hambar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sayang, apakah situasinya menjadi berbahaya sekarang?" Mue Lian yang sedari tadi menyimak dalam diam mulai bertanya.
__ADS_1
"Untuk sekarang tidak, tapi kalau nanti mungkin saja iya..." jawab Fang Lin dengan tenang.
"Hm, baiklah... Kalau begitu, aku akan kembali."
"Eh, baiklah. Apa kamu mau kuantar?"
"Tidak perlu, toh, aku hanya perlu teleportasi."
"Baiklah, maafkan aku karena harus berakhir seperti ini."
"Hahaha... Itu tidak masalah, aku sudah cukup senang bisa berduaan bersamamu selama beberapa jam."
Fang Lin tidak lagi mengatakan apa-apa, sementara Mue Lian menghilang dari sana dan kembali ke Dunia Abyss.
"Untung saja kalian jalan-jalan ke sini... Kalau saja tidak, mungkin situasi di masa depan bisa tambah rumit."
Fang Lin mengangguk seolah setuju dengan itu, lalu mengalihkan pandangannya pada portal yang kini diselimuti oleh aura biru, "Apa segel itu berada di tingkat Kosmis?"
"Ya, itu adalah segel yang sama ketika aku mengunci akses keluar masuk dari Alam Dewa." Yue menjawab sambil mengangguk kecil, lalu bertanya, "Apa kamu mau mempelajarinya?"
"Oh, bolehkah aku melakukannya?" Fang Lin sedikit mengangkat alisnya.
"Tentu saja, selama itu mampu memperkuat dirimu maka aku tidak akan keberatan sama sekali." Yue kembali menjawab, senyum tipis terukir di wajahnya, "Jadi, mau di mana kamu menyerap ingatannya?"
"Eh, apa aku tidak bisa menggunakan skill Copy saja?"
"Apa kamu belum tau? Skill copy milikmu hanya mampu meniru sesuatu yang berada di tingkat Semesta atau di bawahnya, segel di tingkat Kosmis seperti itu tidak akan mampu ditiru oleh skill Copy meskipun menggunakan berbagai cara yang ada."
"Begitukah...?" Fang Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ini adalah informasi baru di kepalanya.
Yue menghela nafas panjang melihat ketidaktahuan suaminya itu, meskipun ratusan ribu tahun sudah terlewati tetapi dia terlalu fokus mengembangkan pondasi dirinya daripada memahami dengan jelas setiap kemampuannya.
"Sepertinya aku harus membuat dirimu memahami setiap kemampuan di dalam dirimu, dengan begitu kau bisa memaksimalkan potensinya saat berada di dalam pertempuran nantinya." ucap Yue, lalu membawa Fang Lin ke tempat yang cukup jauh dari sana.
Sebelum mulai membantu suaminya belajar, Yue lebih dulu menghubungi Yang Jian yang berada di Dunia Jiwa dan memintanya untuk mengawasi anak-anak latihan.
Setelah itu, Yue mulai membantu Fang Lin untuk memahami setiap kemampuan yang berada di dalam dirinya. Ia akan membuatnya memahami semua itu dengan jelas, lalu barulah dia memberikannya ingatan tentang segel tersebut.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1