
Di Gang sepi kota Tang Zhuwan.
Muncul seorang pemuda tampan berjubah biru, Pemuda tersebut adalah Fang Lin yang kini sedang menyebarkan kesadaran-nya untuk mengetahui lokasi pasti tempat yang menjual budak.
Setelah menemukan tempat-nya Fang Lin langsung menarik kesadaran-nya dan mengeluarkan topeng hitam dari inventory-nya, Ia lalu mengenakan topeng hitam tersebut kemudian berjalan ke arah luar gang.
Sesampainya di luar gang, Fang Lin langsung berjalan ke arah kanan. Beberapa orang menatap Fang Lin sekejap lalu melakukan aktivitas mereka kembali.
Di sisi lain, Fang Lin terus berjalan dan menghiraukan orang-orang yang menatap-nya.
.....
Tak butuh waktu lama, Kini Fang Lin sudah berada di depan sebuah penginapan yang megah.
Fang Lin mendongak ke atas dan melihat sebuah papan nama yang bertuliskan Penginapan 'Para Dewa'. Ia tersenyum tipis ketika melihat nama papan itu, "Nama yang tidak begitu buruk" Gumam Fang Lin lalu memasuki penginapan tersebut.
.....
Di saat memasuki-nya, Fang Lin dapat melihat orang-orang yang sedang sarapan di lantai 1, Ia menghiraukan hal tersebut dan terus berjalan ke meja resepsionis.
Di sisi lain, Seorang pelayan pria datang menghampiri Fang Lin, Ia langsung tersenyum dan mengatakan, "Selamat datang tuan, Apakah anda ingin menginap?"
Fang Lin yang mendengar itu langsung melirik pelayan pria tersebut, "Dimana tempat untuk membeli budak?" Tanya Fang Lin pelan dan hanya bisa didengar pelayan tersebut.
Pelayan pria itu sedikit memiringkan kepala-nya dan menjawab, "Saya tidak mengerti tentang apa yang tuan maksud"
Fang Lin yang melihat pelayan pria itu berpura-pura hanya menghela nafas-nya pelan, "Berhenti-lah berpura-pura atau kau ingin mati?" Tanya Fang Lin sambil mengeluarkan aura membunuh yang hanya bisa dirasakan pelayan pria itu.
Pelayan pria yang merasakan aura membunuh yang begitu pekat langsung bergetar tubuh-nya, Ia ingin jatuh namun pria bertopeng dihadapan-nya langsung memegang diri-nya agar tidak jatuh.
__ADS_1
"M-maafkan a-aku tuan, T-tetapi kita memiliki kode untuk membeli sebuah budak" Ucap pelayan pria dengan nada terbata-bata.
Fang Lin menaikkan alisnya ketika mendengar itu, "Kode? Apa nama kode-nya?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
Saat pelayan pria ingin menjawab, Tiba-tiba seorang pria besar datang menghampiri mereka berdua, Pria besar itu menatap pemuda bertopeng sebentar lalu mengalihkan tatapan-nya ke arah pelayan pria, "Apa yang terjadi?" Tanya pria besar sedikit mengerutkan alisnya.
Fang Lin yang mendengar-nya langsung melihat ke arah pria besar yang ada disamping-nya, "Ohh... Aku hanya meminta kode agar dapat membeli budak, Apakah itu salah?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum tipis.
Pria besar yang mendengar itu semakin mengerutkan alisnya, Ia kemudian menatap Fang Lin dari atas hingga bawah dan langsung tersenyum lebar, "Tentu tuan... Apakah anda benar ingin membeli itu?" Tanya pria besar dengan ramah saat melihat pakaian mewah milik Fang Lin.
Melihat raut wajah pria besar disamping-nya berubah drastis, Fang Lin menaikkan alisnya lalu tersenyum, "Tentu... Memang-nya aku terlihat bohong?" Jawab Fang Lin sambil melepaskan pegangan-nya dari pelayan pria didepan-nya.
Pria besar yang mendengar itu langsung menggelengkan kepala-nya dengan cepat, "Hohoho... Maafkan ketidaksopanan saya tuan. Mari ikuti saya" Ucap pria besar lalu berjalan ke arah pintu dekat meja resepsionis.
Fang Lin yang melihat pria besar itu berjalan langsung mengekori-nya dari belakang, Sedangkan pelayan pria sebelum-nya langsung terjatuh lemas, Dia masih merasa ngeri ketika mengingat aura membunuh yang dikeluarkan pria bertopeng hitam itu.
***
Fang Lin menaikkan sedikit satu alisnya saat melihat dinding ruangan ini, Ia dapat melihat kalau dinding ini dilapisi oleh sebuah Qi yang berasal dari sebuah artefak.
"Pantas saja orang-orang yang menginap disini tidak mendengar suara teriakan para budak" Batin Fang Lin mengangguk-kan kepalanya saat mengetahui pelapis Qi tersebut untuk mengedap suara para budak.
Di dalam ruangan tersebut juga terdapat beberapa orang yang ingin membeli sebuah budak, Fang Lin dapat mengetahui kalau sebagian dari mereka adalah bangsawan penuh nafsu.
Pria besar yang sedang berjalan di depan Fang Lin seketika berhenti, Ia lalu berbalik sambil tersenyum ramah, "Tuan ingin membeli budak yang mana? Wanita muda? Atau yang sudah dewasa? Janda cantik? Kami menyediakan itu semua" Ucap pria besar dengan ramah.
"Anak kecil" Jawab Fang Lin singkat dan membuat senyuman pria besar tersebut sedikit memudar.
"Tuan benar ingin beli budak anak kecil?" Tanya pria besar memastikan. Ia pikir pria bertopeng didepan-nya ingin membeli budak untuk memuaskan nafsu, Akan tetapi dirinya salah.
__ADS_1
Senyuman di wajah-nya sedikit memudar karena budak anak kecil adalah budak termurah karena jarang ada yang ingin membeli mereka.
"Tentu, Tetapi aku ingin membeli mereka semua yang berada di umur sekitar 13 tahun kebawah" Timpal Fang Lin dan membuat mata pria besar didepan-nya melebar.
"S-semuanya? Anda yakin dengan itu?" Tanya pria besar kembali.
Fang Lin tidak menjawab-nya melainkan melemparkan 1 kantung emas yang berisi 1.000 koin emas, "Apakah itu bisa dijadikan jaminan?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
Pria besar langsung menangkap kantung tersebut kemudian menbuka-nya, Matanya langsung melebar ketika melihat tumpukan emas di kantung tersebut, "I-ini lebih dari cukup tuan, S-saya a-akan menyiapkan semuanya tuan!!" Ucap pria besar terbata-bata namun dengan nada semangat.
Fang Lin hanya tertawa kecil ketika melihat pria besar itu langsung berlari dengan semangat ke tempat yang lebih dalam.
Di sisi lain, Para pembeli yang melihat pria besar itu berlari kegirangan menjadi terkejut, Mereka terkejut karena pasal-nya orang itu adalah Manajer Jun, Seorang manajer dari penjualan budak ini sekaligus penginapan 'Para Dewa'.
Mereka semua langsung mengalihkan pandangan ke pria bertopeng hitam itu dengan tatapan penasaran. Mereka penasaran siapa orang yang dapat membuat Manajer Jun menjadi kegirangan seperti itu.
Sedangkan Fang Lin yang mendapatkan tatapan tersebut hanya menghiraukan-nya, Ia lalu berkeliling dan berniat untuk melihat-lihat para budak.
"Tuan!! Tolong beli aku! Aku mohon!"
"Tuan!! Beli aku, Beli aku, Aku akan melakukan apapun yang tuan inginkan!"
"Tuan!!!..."
"Tuan!!...."
Teriakan-teriakan para budak terdengar jelas di telinga Fang Lin, Ia hanya bisa menghela nafas ketika mendengar suara rintihan mereka, "Harus ku-apakan mereka?" Batin Fang Lin yang merasa kasihan.
Fang Lin hanya menggelengkan kepala-nya pelan dan melanjutkan jalan-nya, Ia memilih untuk menghiraukan rintihan para budak tersebut.
__ADS_1
Bersambung...
LIME >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.