
"Yang pertama, Kalian buat-lah sebuah alasan mengenai array yang ku-buat sebelum-nya"
"Lalu yang kedua, Aku ingin kalian memberitahu kepada kedua kubu kalau di setiap selesai gelombang perang akan ada bola hitam yang menutupi area medan tempur. Jika ada yang bertanya, Kalian tinggal jawab dengan alasan yang kalian pakai di permintaan-ku yang pertama"
"Ketiga, Jangan pernah bocorkan hal ini kepada kedua kubu. Andai saja kalian berlima melanggar-nya, Maaf saja aku akan membunuh kalian semua termasuk kedua kubu yang sedang berperang ini" Ucap Fang Lin dengan suara dingin.
Kelima pria paruh baya yang mendengar-nya langsung menelan ludah dengan kasar. Mereka berlima yakin kalau kata-kata Fang Lin yang terakhir bukan-lah sebuah bualan belaka.
Fang Lin yang melihat kelima wajah pria paruh baya tersebut pucat hanya tersenyum tipis, Ia menjetik-kan jari-nya dan seketika wilayah domain-nya menghilang.
"Ku-harap kalian segera melaksanakan permintaan-ku itu" Ucap Fang Lin dan dalam sekejap ia menghilang dari sana.
Pria paruh baya berjubah kuning yang melihat kepergian Fang Lin langsung berdiri dari posisi jatuh-nya, Ia menyebarkan kesadaran-nya untuk memastikan kalau Fang Lin benar-benar pergi dari sana.
Pria berjubah kuning itu menghela nafas panjang ketika memastikan kalau Fang Lin benar-benar pergi dari sana, Ia membalik-kan badan-nya dan mendapati Zhang Wei serta ketiga paruh baya lain-nya sedang mengobrol dengan raut wajah serius.
"Apa yang mereka bicarakan?" Gumam pria berjubah kuning dengan nada heran lalu berjalan mendekati Zhang Wei.
Saat berada di dekat mereka ber-empat, Pria berjubah kuning itu hanya diam ketika mengetahui kalau mereka sedang membicarakan tentang masalah permintaan dari Fang Lin.
Pria berjubah kuning itu akhirnya juga ikut mendiskusikan apa yang ke-empat teman-nya itu bicarakan.
Di sisi lain, Fang Lin yang berada di kejauhan hanya diam dan mengawasi kelima pria paruh baya tersebut, "Meskipun aku sudah mengancam mereka, Tetapi bukan hal yang tidak mungkin kalau mereka akan memberitahu hal ini kepada seseorang yang berasal dari Alam Tinggi juga" Gumam Fang Lin dengan nada pelan.
Fang Lin sudah berencana kalau diri-nya akan menghapus ingatan mereka berlima ketika perang ini telah selesai, Meskipun begitu ia akan tetap memberikan mereka kitab tingkat kuno sesuai dengan kesepakatan.
__ADS_1
Saat ini Zhang Wei dan juga ke-empat pria paruh baya lain-nya sedang melayang di udara, Mereka kini berada di tengah-tengah medan tempur antara kedua kubu.
Zhang Wei sendiri menarik nafas cukup dalam lalu mengeluarkan-nya secara perlahan, "Perhatian untuk pasukan dari kedua kubu, Tolong dengarkan perkataan saya baik-baik" Ucap Zhang Wei pelan, Namun suara-nya dapat terdengar jelas di telinga masing-masing kubu.
Semua orang yang berada di masing-masing kubu langsung berhenti bergemuruh ketika mendengar suara itu.
"Suara siapa itu?"
"Hmm... Apakah orang yang berbicara tadi adalah pemilik dari kapal terbang putih mewah itu?"
"Memang-nya apa yang ingin dikatakan oleh-nya?"
Semua orang yang berada dikedua kubu langsung bertanya-tanya dengan pertanyaan yang di dalam benak mereka.
"Aku disini ingin memberikan kalian penjelasan mengenai bola hitam raksasa yang kalian lihat sebelum-nya, Lalu aku juga ingin menambahkan beberapa hal pada perang ini" Timoal Zhang Wei lalu kembali menarik nafas-nya cukup dalam.
Zhang Wei kemudian menjelaskan alasan mengenai bola hitam raksasa sebelum-nya, Ia juga memberitahu pada mereka kalau di setiap gelombang akan ada sebuah array yang mirip seperti bola hitam raksasa sebelum-nya.
Semua orang hanya bisa diam tanpa berbicara sedikit-pun ketika mendengar apa yang sampaikan oleh Zhang Wei, Mereka semua tidak tau harus bereaksi seperti apa saat ini.
Usai memenuhi kedua permintaan dari Fang Lin membuat Zhang Wei menghela nafas panjang, Ia kemudian mengatakan kata-kata penutup kepada kedua kubu lalu pergi dari sana bersama dengan ke-empat pria paruh baya lain-nya.
Fan Lin sendiri yang sedang melayang di udara langsung tersenyum puas ketika melihat mereka berlima memenuhi kedua permintaan-nya, "Sekarang aku hanya perlu mengawasi perang ini dengan santai, Sembari memerhatikan mereka berlima" Gumam Fang Lin santai lalu membuat kursi es mewah di udara.
Fang Lin duduk di kursi es yang ia buat sebelum-nya, "Ku-harap semua ini berjalan lancar" Gumam Fang Lin lalu melihat ke arah benteng Alam 100 Pelangi menggunakan mata dewa-nya.
__ADS_1
Fang Lin dapat melihat kini pasukan kubu dari Alam 100 Pelangi sedang mempersiapkan perang gelombang ke-2, "Nampak-nya mereka sudah tidak terlalu khawatir mengenai array yang ku-buat" Ucap Fang Lin pelan lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah zona sementara Alam Agung.
Di sana Fang Lin dapat melihat kalau kubu dari pasukan Alam Agung kini juga sedang mempersiapkan perang gelombang yang ke-2. Orang-orang yang berada dari Alam Agung nampak-nya juga sudah tidak khawatir tentang array yang Fang Lin buat sebelum-nya.
"Ah... Aku hampir lupa dengan ke-empat orang itu" Gumam Fang Lin lalu kembali mengalihkan pandangan-nya ke arah benteng Alam 100 Pelangi.
Di jutaan tenda tersebut Fang Lin dengan mudah menemukan keberadaan Zu Huan, Li Cao, Li Bei dan juga Ma Cao, Ia dapat melihat kalau mereka saat ini sedang melakukan latih tanding di sebuah lapangan.
"Di antara mereka, Ma Cao adalah orang yang memiliki bakat lebih tinggi dari ketiga orang lain-nya, Namun jika dibandingkan dengan semua bawahan-ku, Dia akan berada di urutan terakhir tentang masalah bakat" Gumam Fang Lin pelan.
Bahkan menurut-nya Tian Wai dan Sui Yi jauh lebih berbakat dari ke-empat orang itu. Jika Ma Cao bisa mencapai ranah Asal Mula hanya dalam kurun waktu ratusan tahun, Ia yakin kalau Tian Wai dan juga Sui Yi akan mencapai ranah Asal Mula saat berada di bawah umur 100 tahun.
"Meskipun itu semua tergantung dengan giat-nya berlatih dan juga sumber daya yang ada" Gumam Fang Lin kembali.
Fang Lin kemudian mengalihkan pandangan-nya lagi dan kali ini ia melihat sebuah kapal terbang putih besar yang mewah sedang melayang di udara.
Di dalam kapal terbang tersebut, Fang Lin dapat melihat kelima paruh baya termasuk Zhang Wei kini sedang mengobrol bersama di suatu ruangan, "Untung saja aku menaruh beberapa bayangan secara diam-diam ke dalam bayangan mereka berlima, Jika tidak maka aku tidak akan tau mereka saat ini sedang membicarakan apa..." Ucap Fang Lin pelan sambil tersenyum tipis.
Setelah melihat kelima pria paruh baya tersebut Fang Lin menon-aktifkan mata dewa-nya, Ia memejamkan mata-nya dan berniat untuk menunggu perang gelombang ke-2 di mulai.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Mungkin hari ini up 1 sampai 2 lagi?
__ADS_1