
Liu Bei mengakhiri ceritanya sampai di sana dan Fang Lin langsung membisu usai mendengar itu.
Fang Lin menoleh ke samping dan menemukan Liu Bei yang masih tersenyum tanpa adanya beban sedikitpun.
"Itu, masa lalu yang tragis." ucap Fang Lin, nadanya terdengar tenang.
"Hahahaha... Maafkan aku karena malah menceritakan sesuatu yang tidak enak." Liu Bei menggaruk kepalanya sembari tertawa hambar.
"Tidak masalah..." Fang Lin tersenyum tipis, lalu bertanya, "Omong-omong, siapa makhluk itu?"
"Dia... adalah Dewa Iblis Kemustahilan, sebutannya adalah The Impossibility of The Demon God." jawab Liu Bei dengan kedua tangan yang mengepal erat, "Aku yakin dia adalah dalang dari semua peristiwa itu, dan berkatnya aku jadi punya tujuan untuk mencapai titik tertinggi."
Raut wajah Liu Bei menjadi serius, Niat Membunuh sedikit merembes keluar dari tubuhnya saat mengatakan itu.
"Begitu, ya? Aku harap tujuanmu berhasil dicapai." ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.
"Terima kasih, teman Lin. Sampai saat itu tiba, semoga kita tidak berhadapan satu sama lain..." balas Liu Bei dengan ekspresi kuat.
"Ya, aku juga mengharapkannya." Fang Lin mengangguk kecil, lalu menatap layar sistem yang terus muncul di depan wajahnya.
Saat ini, beberapa Petinggi Absolute sedang memarahi The Impossibility of The Demon God karena dia telah membuat calon pesertanya mengalami penderitaan yang cukup sadis.
Namun, The Impossibility of The Demon God itu sama sekali tidak menanggapi mereka. Dia hanya membisu tanpa mempedulikan penderitaan pesertanya.
Fang Lin sendiri hanya diam melihat perdebatan mereka, ia merasa kalau mereka saat ini berada di satu tempat dan mengawasi setiap peserta Turnamen.
......................
Cassiel mengakhiri diskusinya setelah menempatkan setiap anggota pada dua Tim yang berbeda. Sekarang, mereka hanya perlu menunggu kepulangan Kirisan dan Shanzi untuk mendengar kabar dari keduanya.
Mereka menunggu cukup lama sampai akhirnya dua Absolute itu datang dan membawa kabar kalau ada satu wilayah yang dihuni oleh sekelompok Ras Naga.
Jumlah Naga yang ada di wilayah itu hanya berjumlah lima saja, kemungkinan sisanya sedang pergi untuk merebut Orb atau memang jumlah mereka hanya segitu saja.
"Naga, ya? Itu adalah kelompok lawan yang menyerang wilayah kita pertama kalinya." Cassiel memegang dagunya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Fang Lin, "Bagaimana kemampuan mereka saat kau melawan tiga Naga itu?"
__ADS_1
"Mereka sangat kuat, tapi bukan sesuatu yang mustahil untuk menghabisi para Naga itu." jawab Fang Lin cepat.
"Begitu, ya?" Cassiel mengangguk paham, lalu terdiam sejenak untuk mengambil sebuah keputusan.
Beberapa saat kemudian, Cassiel memutuskan untuk menyerang wilayah para Naga itu. Tentu saja keputusannya tidak lah mutlak, mereka harus melakukan voting untuk mencapai hasil akhirnya.
Setelah voting dilakukan, tidak ada orang yang tidak setuju untuk menyerang wilayah para Naga itu. Mereka kemudian mulai mempersiapkan diri, lalu meninggalkan wilayah yang menjadi tempat tinggal mereka selama tiga tahun untuk menginvasi wilayah lain.
***
Setelah jarak kelompok Fang Lin sudah tersisa ribuan kilometer untuk sampai ke wilayah para Naga itu, mereka berhenti karena Cassiel akan lebih dulu memberikan buff pada setiap orang yang ada di sana.
Usai buff diberikan dan semua anggota telah siap, tim penyerang lebih dulu maju dan menyisakan tim yang menjaga Raja.
Tim penjaga Raja hanya terdiri dari Fang Lin dan Childe saja, mereka berdua sama sekali tidak berbicara sepatah katapun semenjak kejadian tiga tahun lalu.
"Tim penyerang sudah sampai, ayo kita mendekat sampai lima ratus kilometer." ucap Cassiel setelah memeriksa melalui Kesadaran Spiritualnya.
Fang Lin dan Childe hanya mengangguk untuk menanggapi itu, mereka bertiga akhirnya mendekati wilayah para Naga itu yang sudah terdengar suara ledakan beruntun.
"Mereka sedang berusaha keras untuk menghancurkan perisai, ya?" Fang Lin bergumam, lalu melanjutinya, "Tugas kita di sini memberikan bantuan dari belakang, bukan?"
Fang Lin mengangguk beberapa kali seolah memahami, ia kemudian menunggu sampai pada akhirnya mereka berhasil menghancurkan perisai yang melindungi wilayah para Naga itu.
Pertempuran langsung terjadi sesaat setelah perisai tersebut hancur, dampak yang diakibatkan oleh pertempuran itu jelas terasa dalam radius ratusan kilometer.
Namun karena Fang Lin dan Childe menciptakan perisai pelindung, mereka bertiga tidak menerima dampak tersebut secara langsung.
Fang Lin kemudian mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute dan merubah senjata itu menjadi busur polos yang tidak terlihat menarik.
Cassiel dan Childe sedikit tertarik dan melihat apa yang ingin Fang Lin lakukan.
Fang Lin sendiri keluar dari jangkauan perisai miliknya dan juga Childe, lalu menarik tali busur dan menciptakan satu anak panah yang terbuat dari energi semesta murni.
Tangisan Semesta!
__ADS_1
Whoooosh!
Fang Lin melepaskan anak panah yang melekat di antara dua jarinya, dan anak panah tersebut melesat di udara dengan sangat cepat.
Karena mendapatkan buff tambahan dari Cassiel, anak panah Fang Lin bahkan tidak bisa dilihat oleh seorang Absolute sekalipun.
Booom!
Pada akhirnya, anak panah itu mengenai satu Naga yang sedang bertarung dengan Nalimi dan kemudian meledak.
Ledakan tersebut cukup besar sehingga membuat Nalimi terpental sejauh ribuan kilometer hanya karena menerima dampaknya saja.
Cassiel dan Childe sedikit memasang ekspresi terkejut ketika melihat itu, mereka menatap Fang Lin yang tampaknya ingin melancarkan serangan kedua.
Pertempuran yang terjadi di wilayah Naga menjadi kerugian bagi para Naga itu sendiri, karena selain mendapatkan lawan yang kuat, ada sosok lain yang membantu para penyerang itu dari jarak cukup dekat
"Mereka membawa Raja mereka, beritahu tiga Naga yang akan datang untuk mengincar mereka terlebih dahulu!" Naga yang menjadi Raja di kelompok itu berkata melalui telepati, dan mereka hanya bisa mematuhinya setelah mendengar itu.
Kelompok Naga sebenarnya masih ada delapan Naga yang tersisa, hanya saja mereka sedang berpergian keluar dan hendak kembali setelah mendapatkan kabar tentang ini.
Membutuhkan waktu setidaknya selama setengah hari bagi mereka untuk kembali ke wilayah ini, meskipun cukup lama mengingat mereka dalam situasi semacam ini tetapi tidak ada pilihan selain sabar dan menunggu.
Kalau ketiga Naga itu sudah kembali, nantinya mereka akan langsung mengeluarkan kekuatan penuh untuk mengejutkan musuh.
......................
Namun sudah lebih dari setengah hari tetapi tiga Naga yang sedang berpergian itu tidak kunjung kembali.
Kelima Naga yang sudah bertahan selama itu merasa sedikit ada yang janggal, sampai akhirnya mereka merasakan ada sekelompok Iblis yang datang kemari.
Tidak hanya kelima Naga itu saja yang merasakan kehadiran tersebut, tetapi setiap anggota dari kelompok Fang Lin juga merasakan hal yang sama.
"Tsk, ada kelompok lain yang datang." Cassiel berdecak kesal, lalu melanjutinya, "Apalagi mereka tidak datang ke lokasi pertempuran melainkan kemari."
Fang Lin kembali ke dalam perisai setelah merasakan kehadiran dari sekelompok Iblis itu, ekspresinya menjadi serius dan busur Pembunuh Absolute berubah menjadi bentuk awalnya.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.