System Sang Immortal

System Sang Immortal
Permintaan Kedua Calon Istri


__ADS_3

Fang Lin berjalan ke arah kamar istirahat Sylvia. Saat sudah sampai Fang Lin membuka pintu kamar-nya sedikit dan mengintip dari sana.


Fang Lin dapat melihat kalau Sylvia sedang tertidur menggunakan gaun merah muda yang mewah, "Sepertinya dia akan bangun pagi hari" Gumam Fang Lin lalu menutup kamar-nya. Ia membalik-kan badan-nya dan melihat kedua calon istri-nya.


"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Fang Lin dengan nada heran. Ia dapat melihat kalau kedua calon istri-nya ini sedang menatap-nya dengan tatapan berbinar.


Mue Lian dan Shui Ru menatap satu sama lain lalu mengangguk-kan kepala mereka secara bersamaan, Mereka berdua kembali menatap Fang Lin yang sedang keheranan, "Kami berdua ingin menagih janji Fang Gege" Ucap mereka berdua serempak.


Mendengar itu Fang Lin menaik-kan satu alis-nya, "Janji? Memang-nya aku menjanji-kan apa?" Tanya Fang Lin penasaran.


Mue Lian mengembungkan pipi-nya ketika mendegar pertanyaan Fang Lin, Sedangkan Shui Ru hanya menggelengkan kepala-nya pelan, "Fang Gege, Kamu berjanji kalau kamu selesai membeli budak di Tanah Kultivator, Kau akan menuruti apa yang kami inginkan" Jawab Shui Ru memberi tau.


Fang Lin yang mendengar jawaban Shui Ru seketika mengerutkan alis-nya dan beberapa saat diri-nya menepuk jidat-nya seolah melupakan sesuatu, "Aku lupa akan hal itu" Gumam Fang Lin lalu menimpali perkataan-nya, " Lalu apa yang kalian inginkan? Aku akan mengabulkan satu permintaan masing-masing dari kalian" Timpal Fang Lin dan membuat Mue Lian mengangkat satu tangan-nya ke atas.


"Aku, Aku dulu!" Teriak kecil Mue Lian.


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan dan mengatakan, "Katakan, Sebisa mungkin aku akan mengabulkan-nya" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Mue Lian tersenyum lebar ketika mendengar itu, Ia langsung mengelus-eluskan dagu-nya seperti orang yang sedang berpikir, "Hmm... Aku ingin kita berdua bersama selama satu hari dan Gege harus membawa-ku kemana saja" Ucap Mue Lian dengan nada antusias.


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya sekali lagi, "Tentu, Besok akan ku-lakukan bersama-mu" Ucap Fang Lin tersenyum lalu menoleh ke arah Shui Ru.


"Lalu Ru'er, Apa yang kau ingin-kan?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.


Shui Ru tersenyum tipis lalu menatap Fang Lin dengan tatapan menggoda, "Aku ingin mandi bersama dengan Fang Gege dan mari kita lakukan sekarang" Ucap Shui Ru pelan dan menggoda.

__ADS_1


"Tidak! Saudari Ru, Jangan membuat permintaan yang berlebihan!" Ucap Mue Lian dengan nada tidak terima.


Shui Ru yang mendengar ucapan Mue Lian seketika mengerutkan alis-nya, "Saudari Lian, Bukan-kah kita diberikan satu permintaan yang bebas? Kenapa kamu tidak membolehkan permintaan-ku?" Tanya Shui Ru dengan nada heran.


Raut wajah Mue Lian memerah karna malu, "I-itu... Pokok-nya tidak boleh! Kalian tidak boleh mandi bersama!" Jawab Mue Lian lalu membuang muka-nya ke arah yang lain.


Shui Ru menggelengkan kepala-nya pelan mendengar jawaban Mue Lian, "Tidak bisa, Keputusan-ku tidak bisa diganggu gugat. Hmph..." Ucap Shui Ru mendengus pelan.


Mue Lian kembali menatap Shui Ru yang kini sedang tersenyum mengejek ke arah-nya, "Kamu... Baiklah! Fang Gege, Aku ingin mengganti permintaan-ku sebelum-nya menjadi permintaan yang sama dengan Saudari Ru" Ucap Mue Lian menatap Fang Lin.


Fang Lin sendiri yang sedari tadi melihat pertengkaran mereka berdua hanya tersenyum kecut, Ia lalu menarik napas-nya dalam-dalam lalu mengeluarkan-nya secara perlahan, "Baik-lah... Kalau begitu aku akan melakukan-nya bersama kalian" Ucap Fang Lin lalu segera menimpali, "Tetapi aku memiliki satu syarat" Timpal Fang Lin dan membuat mereka berdua kebingungan.


"Syarat? Memang-nya apa syarat yang Fang Gege berikan?" Tanya Shui Ru dengan nada heran.


"Aku ingin kalian akur dan jangan pernah merasa tidak adil, Karena aku tidak akan memperlakukan salah satu calon istri-ku secara tidak adil" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Fang Lin tersenyum lalu mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Baik-lah, Kalau begitu kita mandi bersama sekarang" Ucap Fang Lin dan menggandeng kedua calon istri-nya.


Fang Lin langsung berjalan ke lorong yang lebih dalam dan memasuki salah satu kamar disana bersama dengan kedua calon istri-nya.


Di saat mereka bertiga sudah memasuki kamar dan menutup pintu-nya, Shui Ru tiba-tiba membuka gaun hitam-nya dan membuat tubuh-nya tidak mengenakan pakaian sehelai benang-pun.


~Glekkk~


Fang Lin menelan ludah-nya secara kasar ketika melihat tubuh Shui Ru yang sangat menggoda, Sedangkan Mue Lian yang melihat Shui Ru tiba-tiba melepaskan pakaian-nya langsung memerah wajah-nya, "A-a-apa y-yang kau lakukan Saudari Ru" Ucap Mue Lian dengan nada terbata-bata.

__ADS_1


Shui Ru menatap malas Mue Lian dan berkata, "Bukan-kah kalau mandi harus melepaskan semua pakaian? Kenapa kau begitu terkejut kalau aku melepaskan pakaian-ku?" Tanya Shui Ru dengan nada heran kemudian tersenyum tipis.


"Ah... Aku tau, Apakah karena kedua gunung kembar-mu itu terlalu kecil? Dan hal itu membuat malu untuk memamerkan-nya ke Fang Gege?" Tanya Shui Ru dengan nada mengejek sambil memainkan kedua gunung kembar-nya yang besar dan kencang.


Raut wajah Mue Lian kian menerah mendengar ejekan Shui Ru, Ia menghentak-kan kaki-nya ke tanah dan berkata, "K-kau p-pikir aku akan takut? T-tidak s-sama sekali!"


Setelah mengucapkan hal tersebut Mue Lian langsung melepaskan gaun putih yang menutupi tubuh-nya dan beberapa saat kemudian kini tubuh-nya kini sudah tidak mengenakan pakaian apapun.


Di sisi lain, Fang Lin kembali menelan ludah-nya dengan kasar, Ia melihat kedua wanita cantik didepan-nya tidak mengenakan pakaian satu helai pun.


Fang Lin langsung menggelengkan kepala-nya pelan dan berdehem sedikit, "Ehm... Baik-lah, Tetapi bisa-kah kalian memasuki kamar mandi terlebih dahulu" Ucap Fang Lin meminta.


Mereka berdua mengangguk-kan kepala-nya patuh dan langsung berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamar, Mereka tidak menanyakan sesuatu lebih lanjut karena mereka sudah cukup malu dilihat Fang Lin.


Meskipun Shui Ru sering menggoda Fang Lin, Namun hal seperti ini adalah pengalaman pertama-nya, Jadi diri-nya tidak bisa untuk tidak malu jika tubuh-nya yang tidak mengenakan apapun dilihat oleh seorang pria.


Fang Lin yang melihat mereka berdua sudah memasuki kamar mandi langsung menarik nafas dalam-dalam dan menghela nafas-nya secara perlahan, "Sial, Detak jantung-ku saat ini sudah tidak karuan" Gumam Fang Lin sambil memegang dada kiri-nya. Ia dapat merasakan kalau jantung-nya saat ini sedang berdetak 3x lipat dari biasa-nya.


Fang Lin menenangkan seluruh jiwa dan raga-nya, Ia mencoba membersihkan pikiran-nya yang kotor namun hal tersebut tidak dapat dia lakukan. Bagaimana tidak? Diri-nya baru saja melihat dua wanita cantik yang tidak mengenakan pakaian apapun, Tentu hal tersebut tidak dapat dia lupakan karena dia baru pertama kali melihat-nya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Skip atau engga adegan mandi bersama? Pilih di instastory @wijayaputra_24

__ADS_1


Author bakal tentuin-nya di ig, Jadi jangan lupa pilih sekalian fhollow.


__ADS_2