
"Wah, jadi kalung yang kau pakai bisa membuat para Absolute terpengaruh juga? Mengerikan sekali..." Liu Bei menatap The Necklace Illusion of Reality yang terpasang di leher Fang Lin.
"Aku beruntung karena ada salah satu bajingan yang memberikan ini padaku." Fang Lin berkata dengan tenang.
"Salah satu bajingan...?" Liu Bei sedikit memiringkan kepala, dan bertanya, "Siapa?"
"Yah, kau tidak perlu tau..." Fang Lin menggelengkan kepalanya, lalu berjalan menghampiri Cassiel.
Kirisan sendiri sudah selesai menyerahkan Orb yang telah dia kumpulkan, dia sejenak melirik ke arah Fang Lin sebelum berjalan menjauh dari sana.
"Kenapa tanganmu tidak pulih?" Fang Lin bertanya ketika melihat Marak masih berusaha untuk disembuhkan oleh Cassiel.
"Senjata orang yang memutuskan tangannya berada di tingkat Kosmis, dan kemungkinan efeknya adalah menghentikan regenerasi ataupun Hukum penciptaan untuk sementara waktu." Cassiel yang menjawab, bukan Marak.
"Oh, hanya bersifat sementara, ya? Baguslah..." Fang Lin mengangguk beberapa kali dengan ekspresi yang cukup senang, itu artinya menyelamatkan Marak bukanlah pilihan yang salah.
"Kenapa kau menyelamatkanku? Bukankah itu beresiko untukmu mengingat kita hanya rekan untuk sementara saja?" Marak angkat suara setelah membisu selama beberapa saat.
"Tentu saja karena kau berguna." balas Fang Lin acuh tak acuh, kalau saja Marak tidak berguna, dia tidak mempunyai alasan untuk menyelamatkannya dengan mengambil resiko yang besar.
Marak terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang melalui mulutnya, "Meski benci mengatakannya, tapi terima kasih karena telah bersedia menyelamatkanku." ucap Marak tanpa menoleh ke arah Fang Lin.
Fang Lin sendiri mengangkat sudut bibirnya sebelum mengangguk kecil, "Tidak masalah."
Fang Lin kemudian mengalihkan pandangannya pada Cassiel lalu memberikan enam dari tujuh Orb yang tertanam di jiwanya.
Cassiel jelas terkejut melihatnya, dan langsung bertanya, "Bagaimana bisa kau mendapatkan Orb sebanyak ini?"
"Aku membunuh mereka ketika masih terjebak dalam Ilusi..." Fang Lin memberikan penjelasan secara singkat, dan Cassiel langsung memahaminya.
__ADS_1
"Ternyata kau membunuh mereka pada saat itu terjadi? Pintar sekali..." Liu Bei yang berada tidak jauh dari sana tidak bisa untuk tidak berdecak kagum.
"Terima kasih..." Fang Lin tersenyum tipis, kemudian berbalik dan berkata, "Aku akan istirahat sampai energiku pulih kembali, jadi tolong jangan ganggu aku."
"Baiklah, haruskah aku berjaga di sekitarmu?" Liu Bei bertanya, nadanya terdengar antusias.
"Tidak perlu." jawab Fang Lin dengan ekspresi datar.
Fang Lin menciptakan rumah sederhana yang tercipta dari Elemen Es Suci, lalu berjalan memasukinya. Ketika dia sudah menutup pintu dan mengatur supaya tidak ada Kesadaran Spiritual dari luar yang bisa masuk ke dalam sana, muntahan darah langsung keluar dari mulutnya.
Muntahan darah itu menciptakan genangan kecil di lantai es, dan Fang Lin langsung menyeka sisa darah di bibirnya setelah tidak ada lagi muntahan darah yang keluar.
"Ternyata tidak mudah untuk berpura-pura sehat, ya?" Fang Lin diam-dian tersenyum kecut, lalu memegang matanya yang masih berdenyut sakit, "Memang ini adalah kali pertama bagiku membunuh Absolute menggunakan Mata Kehancuran, tapi dampak yang kuterima jauh lebih lama dan juga lebih sakit daripada yang pernah kulakukan sebelumnya."
"Selain itu, aku menerima efek lainnya setelah mengkonsumsi pil kecepatan. Yue memang bilang efeknya akan cukup parah, tapi ini sedikit di luar ekspektasiku." Fang Lin menatap genangan darah di kakinya, lalu menghela nafas pendek, "Ya, sudahlah. Tidak perlu menyesal, yang penting tidak ada kerugian permanen setelah melalui semua itu."
Fang Lin sama sekali tidak menyesal, ia menghilangkan genangan darah yang ada di lantai dan juga tubuhnya. Kemudian, melakukan posisi duduk bersila dan mulai fokus memulihkan energinya.
"Penyerapan energi yang sungguh luar biasa." Liu Bei berdecak kagum untuk kesekian kalinya, lalu tersenyum penuh semangat, "Dia sangat kuat, aku ingin menjadi rivalnya!"
"Kau berisik, brengsek."
Childe tiba-tiba saja muncul tidak jauh dari tempat Liu Bei, Cassiel, Nalimi, Shanzi dan Marak berada. Ekspresi wajahnya tampak dingin, dia sepertinya memiliki perasaan yang sangat buruk karena kejadian tadi.
"Ke mana bajingan itu pergi?" Childe bertanya sembari menatap Cassiel.
"Untuk apa kau mencarinya? Lebih baik beristirahatlah seperti biasanya, jangan buat keributan lebih jauh dari ini." tatapan mata Cassiel berubah menjadi sedikit dingin, bukan karena ia marah pada anak kecil itu tetapi dirinya ingin bertindak lebih tegas.
"Katakan saja di mana dia berada, jangan pedulikan niatku." sedikit Niat Membunuh merembes keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
"Oi, apa kau masih belum mengerti setelah melewati semua itu?" Liu Bei bertanya, ekspresi sedikit kesal kali ini.
"Apa kau pikir kau bisa mengatur kehidupanku, huh?" Childe memberikan ekspresi tak senang, begitupula dengan Liu Bei.
Suasana menjadi sedikit memanas sampai akhirnya Cassiel memutuskan untuk angkat suara, "Fang Lin telah menyelamatkanmu dari kematian, dan sekarang dia mempunyai tanggung jawab untuk mengawasimu. Kalau kau bertindak semena-mena, apa kau pikir dia akan melepaskanmu?"
"Haah... Pelacur ini, apa kau pikir aku takut kepadanya, huh!? Jawab saja pertanyaanku, brengsek!" seru Childe, dan aura yang begitu kuat merembes keluar dari tubuhnya.
Whoooosh!
Cassiel, Liu Bei, Nalimi, Shanzi dan Marak bertindak waspada ketika itu terjadi. Mereka sama-sama mengerutkan alis, namun tidak lama setelah itu mata mereka sedikit melebar karena menemukan Fang Lin yang tiba-tiba muncul di belakang anak kecil berambut emas itu.
Bam!
Fang Lin mencengkram tengkuk leher Childe dan mendorongnya sampai tersungkur ke tanah, "Ini bahkan belum sampai sepuluh menit dan kau sudah membuat masalah lainnya, apa kau pikir aku tidak memiliki batas kesabaran?" ucap Fang Lin, nadanya terdengar geram.
"Kekekeke, dasar bedebah, kau tidak seperti Kirisan. Kau tidak bisa menyegel kekuatanku!" aura yang merembes keluar dari tubuh Childe semakin melimpah, ketika dirinya ingin mencoba melawan, tubuhnya entah kenapa berhenti untuk selama beberapa saat ketika melihat kedua pupil mata Fang Lin berubah menjadi merah dengan simbol aneh.
"Aku memang tidak bisa menyegel kekuatan orang lain hanya dengan sentuhan, tapi aku bisa membunuh Absolute sepertimu hanya dengan tatapan saja." suara Fang Lin benar-benar terdengar serius, kemudian ia mengirimkan ingatan ketika dirinya dikepung lima Absolute Iblis dan membunuh yang terlemah di antara mereka menggunakan Mata Kehancuran.
Childe sendiri yang menerima ingatan tersebut langsung melebarkan matanya, perlahan energi dan Niat Membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya mulai mereda.
"Aku tidak peduli dengan balas dendam mu, tapi lakukan itu ketika Pertempuran Kelompok ini berakhir. Keluargaku sedang menunggu kepulanganku di Dunia Abyss, aku tidak mau gagal di sini hanya karena keegoisanmu." Fang Lin menarik tangannya yang mencengkram tengkuk leher Childe, lalu berbalik dan kembali ke rumah es ciptaannya dalam diam.
Tubuh Childe mulai melemas, tatapannya sedikit kosong karena begitu terkejut dengan ingatan yang Fang Lin berikan.
Childe kemudian bangkit berdiri dan dengan tenang pergi dari sana.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.