
"Fang Lin...?"
Semua orang yang ada di sana langsung mengerutkan alis ketika mendengar nama dari pemuda itu.
"Dari mana dia berasal? Aku tidak pernah sekalipun mendengar namanya di Dunia Wuxing ataupun dunia lainnya." Tang Shan dan Ah Shui memikirkan hal itu pada saat yang bersamaan.
"Omong-omong, siapa pemilik Gurita barusan?" tanya Fang Lin penasaran.
Ah Shui tersentak dan secara reflek kepalanya mendongak ke atas, alisnya perlahan mengerut ketika dirinya tidak menemukan keberadaan Gurita Iblis Penghisap di atas langit, awan merah juga tidak lagi ada dan retakan ruang telah menghilang.
"Apa-apaan?" jantung Ah Shui seakan berhenti sesaat, "Aku tidak bisa merasakan koneksi dengan Gurita Iblis Penghisap, apa yang terjadi?"
Ah Shui tidak mengerti dan masih belum menyadari situasinya.
Fang Lin tersenyum tipis ketika mengetahui kalau Ah Shui adalah orang yang bereaksi pertama kali usai dirinya berkata demikian.
Whooosh!
Dalam sekejap saja Fang Lin muncul di hadapan Ah Shui dan meraih lehernya menggunakan tangan kanan.
"Keugggh...!" Ah Shui melebarkan matanya karena begitu terkejut ketika Fang Lin tiba-tiba sudah berada di hadapannya dan mencekik lehernya, "Keparat... Apa yang kau lakukan?!"
Kelima Heavenly God yang berada di pihak Ah Shui hendak menyerang Fang Lin setelah itu terjadi tetapi pergerakan mereka seketika dikunci oleh aura asing yang menimpa tubuh mereka.
"Gurita peliharaanmu itu sangat kuat, aku cukup terkejut kalau ada makhluk semacam itu di Dunia ini." ucap Fang Lin pada Ah Shui, lalu melanjutinya, "Apakah kau masih mempunyai peliharaan serupa?"
"K-eugh... A-apa maksudmu, sialan?!" Ah Shui masih belum bisa mencerna situasinya, ada banyak sekali pertanyaan yang kini sedang terngiang-ngiang di otaknya.
"Hm? Apakah perkataanku masih kurang jelas?" alis Fang Lin sedikit terangkat, cengkramannya diperkuat dan membuat Ah Shui memberontak dengan mata yang melotot.
Raut wajah Fang Lin tampak datar ketika melihat kakek tua di depannya ini berusaha melepaskan lehernya dari cengkramannya.
"Percuma saja, mau sekeras apapun usahamu kau tidak akan berhasil lepas dariku." ucap Fang Lin setelah dirinya membiarkan Ah Shui memberontak selama beberapa waktu.
"A-aku tidak mengerti, kenapa kau melakukan hal ini padaku!" Ah Shui merasa sangat marah, ia berusaha mencari tau mengapa Fang Lin bertindak seperti ini terhadapnya.
"Aku hanya penasaran, apakah kau mempunyai makhluk yang serupa seperti Gurita barusan atau tidak. Seandainya kau menjawab pertanyaan itu sedari awal, aku sudah melepaskanmu." ucap Fang Lin dengan tenang.
__ADS_1
Ah Shui melebarkan matanya sebelum akhirnya mengerti alasan pemuda asing itu bertindak seperti ini.
"T-tidak... Aku sama sekali tidak mempunyai makhluk yang serupa seperti Gurita Iblis Penghisap." Ah Shui berkata dengan nafas yang tersendat di tenggorokan.
"Begitu, ya? Sayang sekali..." Fang Lin memperlihatkan raut wajah kecewa, ia kemudian kembali berkata sembari menggelengkan kepalanya, "Tapi, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi."
Bukan karena Fang Lin ingin menyelamatkan kota Bintang Es atau semacamnya, tetapi mereka berenam adalah seorang Heavenly God, ranah yang cukup sulit dicari di Dunia Wuxing.
"Karena kalian kuat, aku ingin kalian menghiburku." ucap Fang Lin, dan sesaat setelah ia berkata demikian.
Fang Lin beserta keenam Heavenly God yang memakai topeng merah menghilang dalam sekejap tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Di sisi lain, mulut Tang Shan terbuka ketika dirinya menyaksikan itu semua dalam diam, "Fang Lin... Siapa dia sebenarnya?"
Pertanyaan itu berulang kali terlintas di otak Tang Shan, pemuda asing tersebut melakukan tindakan yang sangat gila, dia menganggap seseorang di ranah Heavenly God seperti boneka untuk menghiburnya.
Ketika Tang Shan sedang mematung di langit dalam waktu yang lama, ia tersentak saat merasakan sejumlah Heavenly God datang ke tempatnya saat ini.
"Patriark, apa yang terjadi?" seorang Heavenly God langsung bertanya setelah tiba.
Heavenly God juga memberikan pertanyaan yang hampir serupa, kejadian yang terjadi beberapa saat lalu benar-benar sangat cepat sehingga mereka tidak mengerti dengan situasinya.
"Kami mengerti, Patriak."
Kelima Heavenly God itu mengangguk patuh, lalu bertanya mengenai kemana perginya Ah Shui dan orang-orangnya.
"Aku sendiri... Juga tidak mengetahuinya." raut wajah Tang Shan terlihat rumit, "Kalian ingat dengan pemuda yang tiba-tiba saja muncul di dekat Gurita raksasa itu?"
"Kami ingat, Patriark."
"Dia membawa Ah Shui dan orang-orangnya ke tempat lain." ucap Tang Shan memberitahu.
Suasana hening ketika Tang Shan menyelesaikan kata-katanya, kelima Heavenly God itu sama sekali tidak berpikir kalau pemuda tersebut dan Ah Shui adalah seorang teman.
"Itu artinya, dia membantu kita dari bencana barusan?" seorang Heavenly God bertanya dan memecahkan keheningan yang ada.
"Ya, kalau dilihat dari situasi sekarang." ucap Tang Shan sembari mengangguk kecil.
__ADS_1
Kelima Heavenly God di sana ikut mengangguk seolah sudah memahami situasi sebelumnya.
"Omong-omong, apa yang terjadi pada Gurita tadi?" tanya Tang Shan penasaran, karena sebelumnya dia berada di dalam domain jadi dirinya tidak mengetahui situasi saat di luar.
Kelima Heavenly God itu saling menatap satu sama lain sebelum salah seorang dari mereka menjelaskan apa yang mereka lihat.
Setelah mendengar penjelasan dari Heavenly God tersebut, Tang Shan diam selama beberapa waktu sebelum kepalanya menggeleng pelan.
"Sepertinya aku harus meminta bantuan leluhur sekali lagi jikalau dia seorang musuh." Tang Shan bergumam, lalu menghilang dari sana dalam sekejap dan diikuti oleh kelima Heavenly God lainnya.
***
Sementara itu, di Domain Penjara Es Suci.
Fang Lin sekarang ini sedang melayang di udara, beberapa ratus meter di depannya ada Ah Shui bersama kelima Heavenly God dan juga Gurita Iblis Penghisap.
"Aku tidak mengerti, brengsek!" Ah Shui berteriak marah, lalu melanjutinya, "Kau menggagalkan rencanaku dan membawa kami kemari hanya karena ingin bertarung?! Dasar... Dasar bajingan sialan!"
"Kenapa setiap katamu selalu diakhiri dengan kata kasar?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, lalu melanjutinya dengan nada acuh tak acuh, "Yah, itu tidak penting sih... Begitu juga dengan rencanamu yang gagal atau apalah itu."
Niat Membunuh merembes keluar dari tubuh Ah Shui, ketakutannya terhadap pemuda itu sudah menghilang dan sekarang digantikan dengan perasaan marah.
"Aku akan memberikanmu waktu satu jam untuk melakukan persiapan, jangan sampai mengecewakanku karena terbunuh dengan mudah. Mengerti?" Fang Lin menyeringai ketika mengatakan itu.
Ah Shui yang mendengarnya hampir tidak bisa mengendalikan emosinya, dalam seumur hidup baru pertama kali ia diremehkan oleh orang lain sampai seperti ini.
"Ketua, jangan sampai terbawa emosi. Hidup dan mati kita akan ditentukan di sini, lebih baik kita membangun rencana terlebih dahulu." seorang Heavenly God berparas pria paruh baya mencoba menenangkan kakek tua itu.
"Itu benar, Ketua. Karena Gurita Iblis Penghisap masih hidup dan dalam kondisi prima, ada kemungkinan kita bisa membunuh dia." Heavenly God lainnya menambahkan.
Ah Shui yang emosinya meluap perlahan mulai tenang, apa yang dikatakan oleh dua Heavenly God itu sangat benar.
"Aku harus tenang." Ah Shui menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya dari mulut, "Kalau aku bertindak gegabah, itu akan menjadi kerugian yang besar."
Ah Shui mencoba menenangkan dirinya dan berusaha memikirkan sesuatu yang positif, kemudian ia menciptakan penghalang kedap suara yang mencakup dirinya beserta kelima Heavenly God dan Gurita Iblis Penghisap.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.