
Jin Mu yang melihat kematian ke-empat bawahan-nya hanya bisa berdecak kesal, Ia sudah dapat menebak kalau mereka akan mati cepat atau lambat jika melawan Fang Lin.
"Maafkan hamba raja..." Gumam Jin Mu kemudian mengangkat pedang-nya ke atas.
~Whooooshhh~
Seketika ruangan tersebut di kelilingi oleh angin yang dahsyat. Pedang Jin Mu menyerap angin tersebut dan membuat membuat pedang-nya mengeluarkan cahaya berwarna hijau.
"Teknik Pedang Topan, Yang Ketiga: Topan Penghancur!" Teriak Jin Mu sambil menebaskan pedang-nya ke arah Fang Lin yang berada di kejauhan.
~Whoooshhh~
Tiba-tiba sebuah topan besar muncul dari pedang Jin Mu dan melesat ke arah Fang Lin dengan sangat cepat.
Fang Lin sendiri yang melihat-nya hanya diam dan beberapa saat kemudian ia mengayunkan pedang-nya dari atas hingga bawah.
~Whoooshhh~
~Slassshhhh~
Topan tersebut dalam sekejap menghilang setelah Fang Lin selesai mengayunkan pedang-nya, Tidak hanya topan itu saja tetapi tubuh Jin Mu juga ikut terbelah karena tebasan yang Fang Lin lakukan.
"Membosankan" Gumam Fang Lin sambil melihat mayat Jin Mu yang tergeletak di lantai.
Fang Lin kemudian berjalan ke arah mayat Jin Mu serta ke-empat manajer lain-nya, "Bangkit-lah..." Ucap Fang Lin dengan suara rendah.
~Whoooshhh~
Seketika ruangan tersebut di penuhi aura hitam dan tak lama kemudian muncul lima bayangan manusia yang kini sedang berlutut di hadapan Fang Lin, "Kami siap melayani anda, Dewa Kematian" Ucap mereka berlima secara serempak.
Fang Lin yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kalian masuk-lah, Kecuali kau yang berada di ranah True God" Ucap Fang Lin sambil menunjuk salah satu bayangan.
"Baik Dewa" Ucap mereka berlima serempak dan seketika empat dari mereka memasuki bayangan Fang Lin.
~Whoooshhh~
Usai ke-empat bayangan tersebut masuk, Fang Lin menyuruh satu bayangan yang tersisa untuk maju ke depan-nya.
Bayangan manusia tersebut langsung maju mendekati Fang Lin dan kembali berlutut ketika sudah sampai.
"Mulai saat ini nama-mu adalah Zhuan" Ucap Fang Lin dengan nada rendah.
__ADS_1
~Whoooshhh~
Seketika aura hitam kembali mengelilingi tubuh Zhuan, Di saat yang bersamaan energi dewa dalam dantian Fang Lin keluar dari tubuh-nya dan langsung di serap cepat oleh Zhuan.
Tak butuh waktu lama proses itu terjadi, Kini aura hitam yang mengelilingi tubuh Zhuan menghilang dan menampilkan sosok bayangan yang sedikit berwibawa dari sebelum-nya.
"Terima kasih Dewa, Karena telah memberikan saya nama..." Ucap Zhuan yang langsung berlutut di hadapan Fang Lin.
Fang Lin yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya, "Mulai saat ini, Kau akan menjadi pemimpin dari bayangan manusia" Ucap Fang Lin memberi perintah.
Zhuan mengangguk-kan kepala-nya patuh setelah mendapatkan perintah dari Dewa-nya, "Baik Dewa..." Ucap Zhuan dengan nada rendah.
"Kalau begitu, Masuk-lah..." Ucap Fang Lin dan diangguki patuh oleh Zhuan.
~Whoooshhh~
Dalam sekejap Zhuan masuk ke dalam bayangan Fang Lin.
Melihat Zhuan sudah masuk ke dalam bayangan-nya, Fang Lin hanya tersenyum tipis, "Ranah Spiritual God bertanda merah..." Ucap Fang Lin dengan nada senang.
Kini Fang Lin memiliki tiga bawahan yang berada di ranah Spiritual God. Seperti, Zu yang berada di Spiritual God Emas bertanda hitam, Zhao yang sudah naik ke Spiritual God bertanda merah dan juga Zhuan yang memiliki ranah sama dengan Zhao.
Sesampai-nya disana, Fang Lin dapat melihat penjara yang tak terhitung jumlah-nya
Para budak yang melihat kedatangan Fang Lin hanya diam tanpa mengeluarkan sedikitpun.
Di sisi lain, Para algojo yang sedang mengawasi para budak seketika mengerut-kan kening saat melihat kedatangan Fang Lin.
"Siapa kau?! Kenapa kau ada disini tanpa di dampingi siapa-pun?" Tanya salah satu algojo sambil mendekati Fang Lin.
"Berisik" Ucap Fang Lin dingin sambil menjentik-kan jari-nya.
~Klik~
Dalam sekejap para algojo yang berada disana menjadi bongkahan es.
Para budak yang melihat itu langsung terkejut dan mencoba untuk mencerna apa yang mereka lihat saat ini.
Tak lama kemudian, Sebuah suara teriakan terdengar di ruangan tersebut dan membuat para budak lain-nya ikut berteriak karena sudah menyadaru apa yang terjadi.
Fang Lin sendiri yang mendengar kebisingan para budak hanya berdecak pelan, Ia kemudian mengangkat satu tangan-nya dan menaruh satu jari-nya tepat di depan mulut.
__ADS_1
"Jangan berisik..." Ucap Fang Lin dengan suara rendah, Namun dapat terdengar jelas oleh para budak yang berada disana.
Perlahan suara teriakan yang dikeluarkan para budak berhenti dan kini digantikan menjadi suasana yang begitu hening.
Fang Lin yang melihat mereka sudah berhenti berteriak langsung tersenyum tipis, "Kalau begitu tanpa basa-basi lagi, Aku akan memberikan penawaran pada kalian" Ucap Fang Lin kemudian menjelaskan tujuan-nya datang kemari.
Butuh waktu sekitar 2 Menit untuk Fang Lin menjelaskan semua-nya.
Di sisi lain, Para budak yang mendengar-nya langsung termenung, Mereka terdiam untuk memutuskan pilihan yang diberikan oleh Fang Lin.
Fang Lin yang melihat mereka sedang membuat keputusan langsung menjentik-kan jari-nya.
~Klik~
Seketika penjara besi yang mengurung para budak langsung terbuka dan di saat yang bersamaan bongkahan es yang ber-isi para algojo juga pecah menjadi serpihan debu.
"Kalian dapat keluar dari sini dan bebas kemana-pun kalian pergi atau diam disini bersama dengan-ku" Ucap Fang Lin santai.
Tak butuh waktu lama, Hampir 80% budak memilih untuk mengikuti Fang Lin sedangkan 20% nya memilih untuk keluar dari sana.
Sebagian para budak yang memilih untuk pergi mengucapkan terima kasih langsung pada Fang Lin, Sedangkan sebagian-nya lagi pergi tanpa mengucapkan satu patah kata-pun.
Fang Lin hanya membiarkan mereka pergi tanpa memandang mereka sedikitpun, Ia saat ini sedang fokus menatap segerombolan para budak di depan-nya.
"Apakah kalian semua ingin mengikuti-ku?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
Para budak yang mendengar-nya saling menatap satu sama lain dan tak lama kemudian mereka mengangguk-kan kepala secara bersamaan, "Iya tuan" Ucap mereka secara serempak.
Fang Lin yang mendengar-nya hanya tersenyum, "Kalau begitu, Masuk ke gerbang ini" Ucap Fang Lin sambil memunculkan gerbang di dekat-nya.
~Whoooppp~
Para budak yang melihat kemunculan tiba-tiba gerbang itu sedikit terkejut, Mereka kemudian menatap ke arah Fang Lin dan diangguki oleh-nya.
Melihat Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya, Para budak langsung berjalan memasuki gerbang dunia jiwa tersebut satu persatu.
Fang Lin yang melihat mereka memasuki dunia jiwa-nya hanya diam, Ia kemudian membuat kursi dari elemen es-nya dan duduk disana untuk menunggu para budak selesai memasuki gerbang-nya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1