System Sang Immortal

System Sang Immortal
Fang Lin Vs Ti Lay


__ADS_3

Fang Lin dan Li Fan kini sudah berada di dalam hutan atau lebih tepat-nya tempat mereka berdua bertemu pertama kali.


"Guru... Kenapa kita kembali kesini lagi?" Tanya Li Fan dengan nada heran. Ia saat ini dapat melihat danau kotor yang dia minum sebelum-nya.


Fang Lin yang mendengar itu langsung menjawab, "Ada yang mengikuti kita" Ucap Fang Lin pelan lalu berkata dengan nada sedikit lantang, "Keluar-lah, Aku sudah mengetahui keberadaan kalian sejak awal"


Li Fan terkejut ketika guru-nya mengatakan hal itu, Ia langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah sekitar hutan, Alangkah terkejut-nya dia ketika melihat sekelompok orang berbaju hitam mulai bermunculan dari berbagai arah dan mengepung mereka berdua.


"Hahahahaha... Insting-mu sepertinya cukup bagus karena berhasil menyadari keberadaan kita" Tawa seorang pria besar yang memiliki tinggi 2,5 meter dengan dua pedang di punggung-nya. Dia adalah Ti Lay, Seorang pembunuh profesional dari kekaisaran Tang.


Fang Lin yang mendengar itu hanya mendengus pelan dan berkata dengan nada sinis, "Hanya dengan teknik persembunyian rendah yang kalian pakai, Kalian berpikir dapat membuat seorang Fang Lin ini tidak menyadari keberadaan kalian?"


"Hahahaha... Bodoh sekali" Timpal Fang Lin sambil tertawa pelan.


Mata Ti Lay sedikit berkedut ketika mendengar ucapan sombong yang dikeluarkan Fang Lin, "Lidah-mu cukup tajam anak muda... Sepertinya aku perlu mengajari-mu sopan santun terlebih dahulu" Ucap Ti Lay dengan nada sedikit kesal lalu mengangkat tangan-nya.


Ti Lay kemudian mengeluarkan 1 jari-nya dan menunjuk ke arah Fang Lin, "Bunuh pemuda bertopeng itu!" Lanjut Ti Lay memerintah.


Seluruh orang berbaju hitam yang mendengar perintah itu langsung mengangguk patuh dan menyerang Fang Lin secara bersamaan, Mereka semua tidak menyadari kalau mereka saat ini sedang mendatangi kematian mereka sendiri.


Melihat sekelompok berbaju hitam itu mulai menyerang, Li Fan langsung melakukan posisi bertarung, Meskipun tidak terlalu membantu setidaknya dia dapat mengurangi beban guru-nya.


Saat Li Fan ingin menyerang salah satu orang berbaju hitam itu, Tangan kanan guru-nya langsung menghalangi langkah-nya, "Kau tidak perlu bertarung, Biar aku saja yang membunuh mereka semua" Ucap Fang Lin sambil melirik Li Fan yang sedang menatap-nya.


Li Fan yang mendengar ucapan guru-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan dan mengatakan, "Baiklah guru... Aku percaya padamu"


Mendengar jawaban murid-nya, Fang Lin langsung mengalihkan pandangan-nya ke sekelompok orang yang menyerang-nya, Ia dapat melihat kalau mereka semua memiliki jumlah 149 orang dan berada di ranah Jendral Elit, Berbeda dengan pria besar itu yang berada di ranah Kaisar.


Fang Lin langsung membuat pedang Qi di tangan kiri-nya dan menebas udara kosong ke seluruh arah dalam sekali tebasan.

__ADS_1


~Whoooshh~


Dalam sekejap, 149 pria berbaju hitam yang melesat ke arah-nya langsung terbelah menjadi dua dan membuat mayat mereka berjatuhan ke tanah.


Ti Lay yang melihat semua bawahan-nya mati langsung melebarkan matanya, Jantung-nya seolah berhenti ketika melihat itu.


Ti Lay kini menatap Fang Lin dengan tatapan ngeri, Selama dirinya menjadi seorang pembunuh profesional, Dia tidak pernah melihat seorang Kultivator yang dapat membunuh ratusan orang dengan mudah.


Di sisi lain, Li Fan yang melihat terbunuh-nya mereka semua langsung mengeluar isi perutnya, Baru kali ini dirinya melihat sebuah pembunuhan.


Terlebih lagi mereka semua terbunuh dengan cara yang cukup sadis, Li Fan lalu mengalihkan pandangan-nya dan melihat salah satu mayat yang mengeluarkan usus-nya.


Sekali lagi Li Fan langsung memuntah-kan isi makanan yang baru terisi diperutnya, Wajahnya kini memucat seperti orang sakit, "G-guru... Bisakah aku pergi dari area ini?" Tanya Li Fan terbata-bata. Dia saat ini mencoba menahan isi perutnya untuk keluar kembali.


Fang Lin yang mendengar itu langsung melirik ke arah Li Fan, Ia menggaruk-kan kepalanya yang tidak gatal ketika melihar wajah pucat murid-nya, "Sepertinya dirimu baru pertama kali melihat mayat, Baiklah... Kau boleh pergi dari sini" Jawab Fang Lin yang tidak tega melihat wajah murid-nya memucat.


Li Fan langsung berbalik dan berlari kecil pergi dari sana. Melihat kepergian murid-nya, Fang Lin hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap Ti Lay yang berada di atas pohon.


"Ck, Ck, Ck... Apakah kau terkejut? Ya... Itu adalah reaksi wajar untuk orang lemah seperi-mu" Ucap Fang Lin berdecak sambil menggelengkan kepala-nya pelan.


"K-kau... B-bajingan!!" Umpat Ti Lay lalu menarik kedua pedang-nya dari punggung.


Ti Lay langsung melesat maju ke arah pria bertopeng hitam itu. Meskipun saat ini tubuh-nya sudah bergetar ketakutan, Tetapi nyali tidak menciut sedikitpun melainkan semakin menggebu-gebu karena mendapatkan lawan yang kuat.


Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, Ia tidak tau kalau pria berbadan besar itu mempunyai otak atau tidak.


Biasanya orang yang menyaksikan pembantaian seperti itu akan langsung ketakutan dan meminta mohon untuk dibiarkan hidup, Tetapi orang besar ini memiliki kasus yang berbeda.


Ti Lay sama sekali tidak memiliki sifat seperti itu, Meskipun tubuh-nya sudah bergetar hebat akan tetapi nyali dan tekad-nya tidak boleh di remehkan.

__ADS_1


"Baiklah jika itu mau-mu" Ucap Fang Lin sambil menangkis serang Ti Lay menggunakan pedang Qi-nya.


Wajah Ti Lay mengeras ketika serangan-nya berhasil di tahan, Ia kemudian menebas Fang Lin dari berbagai arah dengan kecepatan maksimal-nya.


~Slasshh~


~Slashhh~


Tiba-tiba saja kedua tangan Ti Lay terpotong dan jatuh ke tanah, Ti Lay yang mengetahui itu langsung mencoba mundur.


~Slasshhh~


Belum siap dirinya melompat, Kini giliran kedua kaki-nya yang terpotong. Ti Lay langsung berteriak kesakitan saat kedua tangan dan kaki-nya terpotong, Ia kemudian menghentikan pendarahan-nya menggunakan Qi.


.....


Membutuhkan waktu hampir 5 menit untuk Ti Lay menghentikan pendarahan dari kedua tangan dan kaki-nya, Meskipun pendarahan-nya sudah berhenti tetapi rasa nyeri dari anggota tubuh-nya yang terpotong masih terasa.


"Mungkin sudah waktu-nya untuk sesi tanya jawab bukan?" Tiba-tiba terdengar suara yang familiar di telinga Ti Lay.


Ti Lay tidak dapat berbuat apa-apa kali ini, Dia hanya bisa menatap langit yang mulai sore, "Bocah anj*ng... Sejak kapan di kekaisaran Tang mempunyai orang sekuat dirimu?" Ucap Ti Lay bertanya-tanya. Kini dirinya sudah pasrah akan kehidupan, Ia hanya bisa menghela nafas diam-diam ketika mengetahui tidak dapat menikmati masa tua-nya.


"Astaga.... orang cacat ini Kau bahkan masih tidak bisa bersikap sopan kepada orang yang dapat mengambil nyawa-mu kapan-pun" Balas Fang Lin menggelengkan kepalanya pelab.


Ti Lay hanya tertawa pelan mendengar itu, "Hahaha... Kau pikir aku sudah peduli dengan nyawa-ku? Anj*ng sialan" Ucap Ti Lay dan membuat Fang Lin menggelengkan kepalanya kembali.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2