System Sang Immortal

System Sang Immortal
Melakukan Kembali Malapetaka Petir Semesta


__ADS_3

Setelah kembali ke Istana, Fang Lin bersama Li Fan pergi ke lorong yang di kiri dan kanannya terdapat puluhan ruangan.


Fang Lin langsung mengumpulkan orang tuanya serta Shui Ru. Ia izin pamit kepada mereka untuk melakukan penerobosan kultivasi.


"Baiklah. Hati-hati, nak..." Fang Qin berkata sembari tersenyum.


"Kapan kau berencana kembali kemari?" Tanya Xia Mei penasaran.


Fang Lin terdiam sejenak lalu menjawab, "Aku tidak tau bu, tetapi yang pasti tidak lebih dari 10 tahun..."


Xia Mei mengangguk paham mendengarnya, "Kalau begitu berhati-hatilah..." Ucapnya sambil tersenyum.


Fang Lin hanya tersenyum lalu menoleh ke arah Shui Ru, ia memeluk wanita cantik bergaun hitam itu lalu berkata, "Aku pergi... Jaga dirimu."


Shui Ru menganggukkan kepalanya pelan, "Gege, bisakah aku meminta satu hal?" Tanyanya dengan suara pelan.


"Apa?"


"Carilah Mue Lian, Qiao Yu dan Xue Hua... Aku rindu dengan mereka." Pintanya dengan kata-kata yang mengandung kesedihan.


Fang Lin terdiam mendengarnya, ia menghela nafas pelan lalu menjawab, "Baiklah. Aku akan kembali bersama mereka."


"Janji?" Shui Ru mendongakkan kepalanya.


Fang Lin tersenyum lalu mengelus kepala Shui Ru yang masih berada dalam dekapannya, "Janji."


Mereka berdua kemudian saling melepaskan peluka tersebut. Fang Lin sendiri langsung menoleh ke arah Li Fan yang tidak jauh darinya, "Maafkan aku... Seharusnya aku melatihmu sebagai Guru, namun aku sama sekali belum pernah melakukannya." Ia meminta maaf setulus-tulusnya.


Li Fan sendiri tersenyum tipis, "Guru, aku paham dengan kondisi yang kau lalui... Dan menjadi muridmu saja sudah suatu prestasi bagiku, aku harap kau tidak perlu memikirkannya." Jawabnya dengan suara tenang.


Fang Lin langsung mengacak-acak rambut Li Fan dan berkata, "Terima kasih..."


Li Fan mengangguk cepat.


Fang Lin kemudian pergi dari sana menggunakan teleportasi, kepergiannya membuat suasana menjadi hening sementara waktu dan kemudian mereka melakukan aktivitas masing-masing.


***


Di Atas Langit Dunia Jiwa.


Fang Lin tiba-tiba saja muncul, tepat di depannya terdapat seorang wanita cantik bergaun merah muda yang tidak lain adalah Yue.


"Anda sudah siap?" Tanya Yue penasaran.


"Em. Aku ingin menggunakan jasamu untuk melakukan malapetaka Petir Semesta." Jawab Fang Lin sambil menganggukkan kepalanya pelan.


"Baik..." Yue menjawab dan seketika muncul layar notifikasi di depan Fang Lin.


[Ding! Menggunakan Jasa Malapetaka Petir Semesta, Harga: 20 Miliyar Poin]


"Hmm? Kenapa harganya naik, Yue? Bukankah sebelumnya hanya 10 miliyar saja?" Fang Lin bertanya dengan alis yang terangkat.


Yue tersenyum tipis dan menjawab, "Memang... Tetapi tuan ingin naik ke tingkat yang lebih tinggi, jadi harga tersebut bisa dibilang cukup murah."


Fang Lin menghela nafas panjang, "Baiklah... Gunakan jasa tersebut sekarang juga." Ucapnya pasrah.


[Ding! Menggunakan Jasa Malapetaka Petir Semesta, Harga: 20 Miliyar Poin]


[Total Poin: 81 Miliyar]


[Ding! Memproses Jasa!]


.....


Beberapa menit kemudian.


[Ding! Jasa Telah Siap! Apakah Anda Ingin Dipindahkan Sekarang?]


"Kalau begitu aku pergi dulu, apakah kau ingin ikut?" Tanyanya pada Yue.


"Tidak tuan, saya disini saja..." Jawab Yue sembari menggelengkan kepalanya.


Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya dan dalam sekejap dia menghilang dari sana.


***


Di Kekosongan Putih Tanpa Batas.


Fang Lin tiba-tiba muncul di sana, tepat di atasnya terdapat awan merah yang bergemuruh mengeluarkan kilat-kilat petir.


"Lama tidak jumpa, nak. Kau semakin kuat saja ya..." Sebuah suara berat menggema di kekosongan tersebut.


Fang Lin tersenyum tipis, "Kau ternyata mengingatku? Tuan Petir Semesta..."


"Hoo... Kau semakin sopan ternyata." Suara berat tersebut kembali menggema di kekosongan, "Baiklah, tidak usah basa-basi. Apakah kau ingin melakukan malapetaka Petir Semesta sekarang?"


"Tentu saja. Tidak ada alasan lain aku kemari." Jawabannya santai.


Suara berat tersebut tidak kembali muncul, awan merah yang di atasnya tiba-tiba mengumpul dan menjadi sebuah pusaran.


Tak lama setelahnya, suara gemuruh semakin keras dan menggetarkan kekosongan, "Kekuatan untuk malapetaka kali ini lebih kuat dari sebelumnya, jadi kuharap kau bersiap-siap."


Mendengar suara berat tersebut, Fang Lin mengangguk paham dan ia mulai melapisi jubahnya dengan energi.


Fang Lin melakukannya agar jubah yang dipakainya tidak rusak jika terkena serangan dari Petir Semesta.


"Aku sudah siap! Sekarang lakukan malapetakanya!" Ucap Fang Lin dengan suara lantang.


Beberapa saat setelah Fang Lin mengatakan hal tersebut, tiba-tiba saja sebuah petir berukuran 50 barrel air keluar dari awan merah dan menyambar Fang Lin.


Booom!


Ledakan yang sangat keras terjadi, kekosongan bergetar hebat dan menciptakan gelombang kejut yang dahsyat.


Ketika serangan Petir Semesta mengenainya, Fang Lin tidak bisa untuk tidak terkejut, tubuhnya mendapatkan baret dari gelombang pertama.


"Benar-benar kuat!" Ucapnya dalam hati.


Fang Lin kemudian menggunakan teknik yang dapat memperkuat rohnya dan tidak lama setelahnya gelombang petir yang ke-2 kembali terjadi.


Boom!


Lagi-lagi ledakan keras muncul dan kekosongan kembali bergetar, gelombang kejut juga tercipta.


Fang Lin dapat merasakan kalau setiap gelombang memiliki kekuatan yang berbeda-beda, tingkat tubuhnya yang bahkan sudah berada di Level 2 dapat dilukai oleh Petir Semesta.


"Ini semua baru saja awalannya... Bagaimana jika gelombang petir yang terakhir?" Fang Lin merasa ngeri ketika mengatakannya. Meskipun begitu ia tetap merasa semangat untuk melewati malapetaka ini, sebab serangan Petir Semesta belum bisa dibandingkan dengan Dewa Kera.


Gelombang petir semesta terus dilewati oleh Fang Lin, waktu terus berlalu hingga akhirnya ia berada di gelombang petir ke 90.


Awan merah yang berada di langit mulai berkumpul menjadi pusaran badai, dan menciptakan sosok manusia berzirah yang memiliki tinggi ratusan kilometer dengan 8 sayap di belakang punggungnya.


"Mulai sekarang... Kau harus mengalahkannya, di setiap gelombang yang kau lewati wujud ini akan semakin kuat." Suara berat menggema di kekosongan.


"Mengalahkanmu? Seperti bertarung?" Tanya Fang Lin memastikan.


"Benar..."


Fang Lin menghela nafas panjang ketika mendengar jawaban dari suara tersebut, ia mengeluarkan pedang Raja Neraka dari inventorynya lalu memanipulasi ukuran tubuhnya menjadi raksasa.

__ADS_1


Ukurang Fang Lin membesar dengan sangat cepat hingga akhirnya dia setara dengan sosok yang memiliki 8 sayap itu.


"Kau penuh kejutan..." Suara keluar dari sosok di depannya.


Sedangkan Fang Lin tersenyum tipis dan langsung menyerangnya, ia menggunakan salah satu jurus terkuatnya untuk mengalahkannya dalam sekali serang.


Bam!


Fang Lin cukup terkejut ketika serangannya sama sekali tidak membuat sosok di depannya bergeming.


Sosok petir semesta menciptakan pedang dari awan merah dan membalas serangan Fang Lin barusan. Keduanya bertarung dan perlahan kecepatan dan kekuatan mereka berdua semakin meningkat.


Masing-masing mulai melesat dan menyerang secepat mungkin sampai-sampai membuat dimensi kekosongan bergetar tanpa henti.


.....


Berhari-hari telah Fang Lin lewati dan dia masih bertarung dengan sosok Petir Semesta. Padahal Fang Lin mengeluarkan beberapa jurus terkuatnya tetapi sosok tersebut sama sekali tidak bisa ia lukai.


Wujudnya terkadang menjadi tidak padat dan membuat kebanyakan jurusnya melesat.


Fang Lin memutar otaknya dan mencari solusi untuk mengalahkannya.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Biar gak lupa.


Tingkat Kultivasi


- Pendekar (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Pendekar Elite (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Transformasi (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Jendral (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Raja (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Kaisar (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Kaisar Surgawi (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Saints (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Saints Emperor (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Half-Immortal

__ADS_1


Hitam


Putih


Merah


- Immortal


Hitam


Putih


Merah


Tingkat Kultivasi To God


- Asal Mula (1-9)


- Tyrant (1-9)


- Holy Tyrant (1-9)


- Grand Dao (1-9)


- Holy Dao (1-9)


- Monarch (1-9)


- Holy Monarch (1-9)


- Menuju Dewa (1-9)


- Immortal King (1-9)


- Immortal Emperor (1-9)


- Supreme Being -- Half God -- True God


Kultivasi Spiritual God:


Perak


- Putih


- Merah


- Hitam


Emas


- Putih


- Merah


- Hitam


Berlian


- Putih


- Merah


- Hitam


Tingkatan Kultivasi (Prajurit Dewa)


- Dewa Pemula (1-19)


- Dewa Hijau (1-19)


- Dewa Kuning (1-19)


- Dewa Biru (1-19)


- Dewa Merah (1-19)


- Dewa Hitam (1-19)


- Dewa Terakhir (1-19)


Tingkatan Kultivasi (Jendral Dewa)


- Dewa Asal Mula (1-29)


- Dewa Perunggu (1-29)


- Dewa Perak (1-29)


- Dewa Baja (1-29)


- Dewa Emas (1-29)


- Dewa Kristal (1-29)


- Dewa Giok (1-29)


Tingkatan Kultivasi (Raja Dewa)


- Dewa Petarung (1-39)


- Dewa Sejati (1-39)


- Dewa Bumi (1-39)


- Dewa Langit (1-39)


- Dewa Kuno (1-39)


- Dewa Tertinggi (1-39)


Tingkatan Kultivasi (Kaisar Dewa)


- Dewa Tahta (1-49)


- Dewa Dunia (1-49)


- Dewa Nirwana (1-49)


- Dewa Penguasa (1-49)


Tingkat Keabadian (Immortal God)


- Dewa Surgawi (1-59)


- Dewa Abadi (1-59)


- Dewa Mutlak (1-59)


- Dewa Semesta (1-59)

__ADS_1


Tingkat Kemutlakan (Absolute)


- Sang Absolute Universe


__ADS_2