
Jurus Paus Biru Pelahap Semesta adalah jurus yang menciptakan siluet Paus Biru dan menghisap segalanya dalam jarak tertentu, jadi mau sebesar apapun objeknya-- jurus tersebut mampu menghisapnya sampai mengecil.
Membutuhkan waktu selama enam bulan penuh bagi Fang Lin untuk menyerap ingatan yang datang padanya, itu adalah waktu yang cukup lama mengingat dirinya adalah seorang Absolute.
Setelah enam bulan berlalu, matanya perlahan terbuka. Fang Lin bisa merasakan fluktuasi Energi Semesta sedang mengitarinya, dan ketika helaan nafas keluar dari mulutnya-- Energi tersebut menghilang dalam sekejap seolah tidak pernah ada.
"Sudah berapa lama...?" Fang Lin cukup penasaran karena ia tidak menghitung waktu ketika dirinya menyerap ingatan tersebut, "Omong-omong, untuk memahami jurus ini pasti membutuhkan waktu yang cukup lama. Lebih baik aku menghubungi mereka supaya tidak perlu berusaha menghubungiku..."
Fang Lin tanpa banyak basa-basi lagi langsung mengabari keluarganya yang ada di Dunia Jiwa, beberapa istrinya yang tidak sedang dalam masa latihan tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka mengerti kalau waktu untuk Turnamen Semesta dimulai sudah kurang dari 400 ribu tahun lagi.
"Baiklah, sekarang waktunya untuk memahami jurus itu."
Setelah mengabari keluarganya, Fang Lin langsung membuka Shop System dan membeli Poin Pemahaman tingkat Semesta.
"Membutuhkan 100 juta Poin Pemahaman tingkat Semesta untuk mempelajari satu jurus tingkat Semesta, dan itu artinya aku harus mengeluarkan 10 miliyar poin System, ya?" Fang Lin bergumam, lalu tanpa banyak berpikir lagi langsung membelinya.
[Ding! Membeli 100 juta Poin Pemahaman tingkat Semesta, harga 10 miliyar poin system]
[Sisa Poin System: 73 Triliun]
Usai membeli Poin Pemahaman tingkat Semesta, Fang Lin menggunakannya untuk mempelajari jurus Paus Biru Pelahap Semesta.
Whooosh!
Dalam sekejap, rune-rune kuno yang tercipta dari energi emas langsung mengitari tubuh Fang Lin. Semua rune-rune tersebut perlahan mulai masuk ke dalam tubuhnya.
***
__ADS_1
Selama dua tahun penuh dibutuhkan bagi Fang Lin untuk mempelajari jurus Paus Biru Pelahap Semesta. Ketika rune-rune kuno sudah tidak lagi mengitari tubuhnya, ia perlahan membuka mata dan senyum tipis terukir jelas di wajahnya.
"Akhirnya, selesai juga..." Fang Lin bergumam, lalu mendongakkan kepalanya dan mendapati langit malam yang sunyi, "Hm, sebelum kembali lebih baik aku menguji jurusku yang baru."
Fang Lin melakukan segel tangan dengan cepat, dan pada saat yang bersamaan muncul lingkaran kuno seukuran telapak tangannya di hadapannya.
Setelah Fang Lin menyelesaikan segel tangannya, seekor Paus Biru yang ukurannya tidak jauh berbeda dari lingkaran kuno itu keluar.
Paus Biru tersebut tercipta dari Energi Semesta, dan setelah keluar dari lingkaran kuno dia langsung memutari tubuh Fang Lin sambil mengeluarkan suara yang terdengar imut.
Sementara Fang Lin mengelus pelan kepala Paus Biru kecil itu menggunakan satu jarinya, "Kesadaran sendiri, ya?" gumam Fang Lin, lalu menciptakan satu objek hidup menggunakan skill Creator miliknya.
Objek yang Fang Lin ciptakan adalah sebuah golem tanah dengan basis kultivasi di ranah Supreme Being tingkat awal. Meskipun basis kultivasinya cukup tinggi akan tetapi golem tanah tersebut tidak memiliki sesuatu yang spesial, dia hanya mempunyai gerakan dasar dan sedikit kaku dalam pergerakannya.
Tanpa banyak berpikir lagi, Fang Lin langsung mengarahkan Paus Biru tersebut untuk menelan Golem Tanah yang telah diciptakannya.
Paus Biru itu mengangguk seolah memahami arahan yang diberikan Fang Lin, dia menatap ke arah Golem Tanah kemudian membuka lebar mulutnya.
Fang Lin yang menyaksikan itu sedikit terkejut karena kecepatan hisap yang Paus Biru lakukan hampir mendekati kecepatan reaksinya.
"Luar biasa... Apakah dengan ini, aku mampu membunuh seorang Absolute yang kecepatan reaksinya jauh di bawahku?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, lalu menciptakan simulasi semacam itu di otaknya, "Sepertinya itu mungkin, tapi semakin kuat makhluk yang dimangsa oleh Paus Biru semakin banyak pula energiku yang digunakan. Bahkan energi kehidupanku bisa menjadi korbannya kalau energi dalam dantianku habis."
Memang kemungkinan itu cukup kecil untuk terjadi mengingat Yue pernah memberikannya cincin yang dapat menyimpan energi sebanyak seorang Absolute, namun kemungkinan tetaplah kemungkinan meskipun presentasenya di bawah satu persen sekalipun bukan berarti hal itu tidak akan terjadi.
Fang Lin menghela nafasnya, ia harus dengan bijak menggunakan jurus ini kalau tidak mungkin nyawanya bisa menjadi taruhan.
Fang Lin kemudian membatalkan jurus tersebut karena sudah cukup mengetahui kualitasnya. Setelah itu, ia menghilang dari sana dalam sekejap dan kembali ke Dunia Jiwa.
__ADS_1
Ketika Fang Lin berada di aula Istana Es, ia bisa menemukan Mue Lian yang sedang duduk di sofa sembari menonton film menggunakan Artefak Bola Film. Kehadiran Fang Lin tentu saja membuat perempuan cantik itu tersentak, dia langsung mengalihkan pandangannya ke satu arah dan tersenyum lebar saat menemukan keberadaan suaminya.
"Kamu kembali..." Mue Lian tampak sangat senang, ia berdiri tetapi tidak bergerak sedikitpun karena suaminya itu sedang bergerak menghampirnya.
"Sepertinya di sini cuma ada dirimu, ke mana yang lain?" Fang Lin bertanya setelah mereka berdua duduk bersebelahan.
"Saudari Yue masih mengawasi anak-anak latihan, lalu saudari Ru sedang meneliti beberapa racun mematikan. Sementara saudara Yu dan Hua sedang latih tanding di gunung dekat tempat tinggal bawahan..." ucap Mue Lian memberitahu secara rinci.
"Begitu, ya... Kalau kamu sedang istirahat?" tanya Fang Lin penasaran.
"Kurang lebih seperti itu..." Mue Lian menjawab, lalu melanjutinya, "Tapi aku bosan menonton, aku hampir bisa menebak semua alur ceritanya..."
"Hahahaha... Itu adalah hal yang wajar mengingat kamu sudah menonton dalam waktu yang lama." Fang Lin tertawa kecil saat mengatakannya, "Kalau begitu, apakah kamu mau jalan-jalan?"
"Hm, jalan-jalan? Ke mana?" Mue Lian langsung bertanya, ia memperlihatkan ekspresi tertarik.
"Ke Dunia Abyss, aku pernah menemukan beberapa tempat indah di sana." jawab Fang Lin benar.
Mue Lian langsung bangkit berdiri dengan kedua mata yang berbinar, ia tersenyum dan berkata, "Ayo!"
Fang Lin yang melihat istrinya itu menjadi antusias langsung tersenyum tipis, ia ikut berdiri dan sebelum mereka pergi dari sana dirinya terlebih dahulu menggunakan hukum Anti-Manipulasi pada Mue Lian.
Hukum Anti-Manipulasi berguna untuk melindungi makhluk hidup dari Hukum Manipulasi seorang Absolute. Kesimpulannya, Mue Lian tidak akan berpengaruh dari Manipulasi apapun yang dilakukan oleh makhluk Absolute.
Fang Lin mempelajari teknik semacam ini dari Yue, dia memberitahu kalau dia pernah menggunakan teknik tersebut padanya ketika berperang melawan Alam Dewa.
Perlu diketahui juga kalau hukum Anti-Manipulasi bisa melindungi Hukum Manipulasi dari seorang Celestial Absolute, tapi dengan syarat dirimu juga harus berada di ranah yang sama.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.