
Sudah hampir 1 jam Fang Lin menaiki tangga, Dirinya saat ini sudah berada di anak tangga ke 70, Jiwanya kini mulai terganggu, Fang Lin saat ini mulai berhalusinasi. Banyak suara-suara yang Fang Lin dengar termasuk suara ayahnya serta sahabat dan orang-orang yang pernah dia bunuh di masa lalu.
"Kau bukan anakku! Anakku tidak pernah membiarkanku terbunuh oleh aliran hitam!" Terdengar suara ayahnya, Dan Fang Lin langsung merasa sesak ketika mendengar itu.
"Mati! Mati! Mati! Kau sudah membunuh anakku! Kamu harus mati! Tidak, Kamu harus harus tersiksa terlebih dahulu! Seperti apa yang kau lakukan pada anakku dulu!"
"Ku pikir kamu adalah temanku tapi... Tapi kenapa kau meninggalkanku Fang Lin!!"
"Fang Lin! Bukankah kita adalah rival?! Tapi... Kau... Kenapa malah membunuhku!"
"Bocah sialan! Kau membunuhku serta kawanku karena kamu kesal tidak mendapatkan buruanmu?! Kau harus mati!"
"Mati! Mati! Mati! Kamu harus MATI!!!!!!" Serentak suara itu bersamaan.
Fang Lin yang mendengar itu segera menutup telinganya, Matanya mulai berair dan hatinya kini sesak saat membayangkan kejadian dimasa lalunya.
"Tidak! Aku... Aku tidak pernah membunuh kalian! Aku hany-" Ucapan Fang Lin terpotong ketika mendengar suara lagi.
"Pembohong! Kamu sungguh orang yang egois! Kamu memilih menyelamatkan diri sendiri daripada membantu orang lain!" Ucap teman Fang Lin dimasa lalu.
"Benar! Kamu benar! Aku egois! Aku lemah! Tapi... Setelah kembali, Aku berjanji untuk menjadi orang terkuat diseluruh alam semesta dan tidak akan membiarkan keluargaku dan seluruh orang yang kukenal dengan baik terbunuh!" Ucap Fang Lin dengan wajah penuh tekad, Lalu dirinya langsung membeli pil penguat jiwa dan pemulih jiwa di shop system.
[Ding! Membeli 10 pil penguat jiwa dan 10 pemulih jiwa, Mengurangi 20 poin]
[Sisa Poin: 69 Juta]
Fang Lin langsung mengeluarkan 10 pil pemulih jiwa dan langsung memakannya. Ia langsung melakukan meditasi ditangga tersebut, Tidak peduli ia ditekan oleh aura yang tak kasat mata karena dirinya sudah mulai terbiasa.
Selama 5 menit Fang Lin selesai menyerap pil tersebut, Kini perlahan jiwanya yang terluka mulai pulih dan suara-suara yang berada dipikiran Fang Lin mulai menghilang. Tidak ingin membuang waktu Fang Lin langsung mengeluarkan 10 pil penguat jiwa lalu menyerapnya.
Lebih lama dari sebelumnya Fang Lin membutuhkan 15 menit untuk menyerap pil tersebut, Selesai melakukan penyerapan jiwa Fang Lin sudah tidak tertekan saat seperti tadi.
Fang Lin mulai berjalan melangkahi tangga dan Jiwanya tidak merasakan tekanan apapun kali ini, Hingga memudahkan dirinya melangkahi tangga berikutnya.
***
Di alam dewa, Kediaman Dewa Perang.
__ADS_1
Yuan Zhong yang sedari tadi melihat Pewarisnya berdecak kagum, Ia tak menyangka Calon Pewarisnya mempunyai pil pemulih dan penguat jiwa yang menurutnya hanya sedikit yang bisa membuatnya di alam rendah, Dan jika saja ada yang menjualnya pil tersebut, Penjualnya akan menaruh harga yang sangat mahal.
"Tapi ujian ini kubuat untuk orang yang mempunyai tekad yang kuat, Dan ini sedikit diluar dugaanku" Ucap Yuan Zhong dalam hati, Memang benar untuk orang yang melewati ujian ini harus mempunyai tekad yang kuat, Dirinya bermaksud untuk mengeluarkan bakat yang langka dalam diri pewarisnya.
"Apa aku persulit saja di tangga ke 90" Ucapnya seraya mengelus dagunya yang mulus.
Setelah berpikir beberapa saat, Yuan Zhong menganggukan kepalanya.
"Em, Sepertinya bukan ide yang buruk, Akan kubuat tekanan di tangga ke 90 semakin kuat akan tetapi untuk kali ini jiwanya tidak akan terpengaruh" Ucap Yuan Zhong sambil mengeluarkan senyum yang jahat.
Yuan Zhong menjentikkan jarinya dan membuat tekanan di tangga ke 90 dan seterusnya semakin kuat.
***
Di tangga, Tempat ujian pewaris dewa perang
Fang Lin saat ini sudah berada di tangga ke 85, Dirinya saat ini masih terus berjalan hingga pakaiannya sudah mulai basah dengan keringat.
...
"Huh... Sedikit lagi dan aku akan mencapai altar tersebut dan mengambil kotak emas itu" Ucap Fang Lin menyemangati dirinya sendiri sambil melihat kotak emas diatas altar tersebut.
Fang Lin mengusap keringat di dahinya dan mulai melangkahkan kakinya, Saat kaki kanannya melangkah ke tangga tersebut, Ada tekanan yang sangat kuat dan membuat Fang Lin terkejut, Fang Lin langsung menarik kakinya yang saat ini memerah.
"Apa-apaan tekanan itu!" Ucap Fang Lin terkejut karena tekanannya menjadi lebih kuat berkali-kali lipat.
Ia langsung berpikir beberapa saat lalu menatap tajam ke arah langit dan mengumpat dewa perang yang mengawasinya.
"Sial*n kau! Apakah kau ingin membunuh pewarismu!" Umpat Fang Lin ke arah langit.
"Hahahaha kau mengetahui jika aku mengawasimu ya, Tenang saja tekanan seperti itu tidak akan membunuhmu, Itu hanya tekanan tahapan asal mula" Terdengar Gelak tawa dari langit.
"Hanya katamu?! Sialan aku ini tahap raja!, Hampir mustahil untuk bisa melewatinya" Batin Fang Lin kesal terhadap dewa perang.
Fang Lin langsung menggunakan pernafasan naga agar memulihkan semua luka fisiknya.
Setelah beberapa saat melakukan pernafasan naga dan selesai memulihkan fisiknya, Fang Lin menghirup nafas hingga dalam dan mengeluarkannya secara perlahan.
__ADS_1
"Pasti bisa!" Ucap Fang Lin dalam hati dan mulai melangkahkan kakinya ke tangga selanjutnya.
~WHOOSSHH~
Seperti di tekan oleh gravitasi yang dahsyat, Fang Lin sedikit membungkuk saat berada di tangga ke 90, Fang Lin langsung menaiki tangganya dengan susah payah.
...
Hingga di tangga ke 96, Fang Lin sudah tidak kuat untuk menahan tekanan tersebut, Ia saat ini dalam kondisi berlutut dan mata perlahan terpejam.
Fang Lin mendengar suara-suara seperti tadi saat jiwanya terluka, Namun suara tersebut sedang menyemangati dirinya.
"Fang Lin... Kau pasti bisa melewati ujian ini!" Terdengar lagi suara ayahnya.
"Hey Fang Lin! Selesaikan ujian ini dan kita akan menjadi rival selamanya!" Terdengar suara sahabatnya.
"Fang Gege semangat! Bukankah ujian seperti ini bukan apa-apa bagimu" Suara Qiao Yu terdengar dipikiran Fang Lin.
"Benar! Kau ini kuat Fang Gege! Kamu pasti bisa!" Suara Xue Hua yang terdengar kali ini
"Tuan! Anda pasti bisa! Tuan adalah yang terkuat bukan?" Ucap Serempak bawahannya.
"Buktikan janjimu Fang Lin!!!" Ucap semua suara yang dikenalnya.
Fang Lin mendengar itu langsung membuka matanya dan terlihat pupil matanya yang menjadi biru. "Benar! Aku adalah Fang Lin! Seorang pemuda yang akan menjadi terkuat di dunia ini! Dan aku tidak akan mengingkari janjiku!" Teriak Fang Lin sambil berdiri dari posisi berlututnya.
Fang Lin langsung berjalan dengan sekuat tenaga, Hingga beberapa saat dirinya sudah sampai berada di puncak tangga tersebut dan tekanan yang menekan dirinya sudah menghilang, Fang Lin tidur telentang dengan nafas memburu setelah sampai dipuncak tersebut, Pupil mata Fang Lin yang menjadi biru masih belum hilang namun dirinya masih belum menyadari jika pupil matanya berubah.
***
Di Alam Dewa, Kediaman Dewa Perang.
"BENAR! Itu lah yang aku inginkan! Bakat yang sama sepertiku! Bakat yang dapat memenangkan peperangan apapun itu!!, Bakat 'Dewa Perang!'" Ucap Yuan Zhong kegirangan sambil tersenyum lebar.
BERSAMBUNG...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1