System Sang Immortal

System Sang Immortal
Ingatan Jin Mu IV


__ADS_3

"Manusia begitu sombong... Hanya terkena satu serangan-ku saja sudah terpental sejauh itu" Ucap Rubah ungu dengan nada merendahkan.


~Whoosshhh~


Jin Mu yang sedang tergeletak di tanah tiba-tiba menghilang dari tempat-nya dan seketika muncul di dekat Rubah ungu.


Rubah ungu sendiri hanya tersenyum tipis saat melihat tubuh Jin Mu yang dipenuhi luka bakar, "Untung saja jiwa-nya belum keluar dari alam kesadaran Sylvia" Ucap Rubah ungu menghela nafas lega. Saat ini wujud Jin Mu hanya-lah sekedar jiwa, Di luar kesadaran Sylvia tubuh fisik Jin Mu tidak terluka sama sekali, Akan tetapi jika jiwa Jin Mu telah kembali ke tubuh-nya maka tubuh Jin Mu akan bereaksi karena terdapat luka di jiwa-nya.


Rubah ungu langsung menaruh 1 kaki depan-nya ke kepala Jin Mu, Ia memejamkan mata-nya dan seketika kaki-nya yang ditaruh di kepala Jin Mu mengeluarkan sinar putih.


~SINGGG~


Disaat yang sama suara mendesing terjadi dan beberapa saat kemudian sinar putih serta suara mendesing tersebut perlahan menghilang.


***


Tempat Pelelangan, Organisasi Pasir Hitam.


Fang Lin membuka mata-nya perlahan, Ingatan Jin Mu yang dia lihat telah berakhir di situ, "Dunia Evangellion? Hewan bencana primodial? Apa-apaan ini..." Gumam Fang Lin yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihat-nya tadi.


Fang Lin menghela nafas-nya pelan dan mencoba untuk tetap tenang, "Yue, Kau bisa menjelaskan itu semua bukan?" Tanya Fang Lin ke Yue. Ia yakin kalau Yue sudah mengetahui tentang dunia Evangellion dan Hewan bencana primodial.


[Maaf tuan, Untuk saat ini saya masih belum bisa memberitahu tuan tentang hal itu]


Mendengar itu Fang Lin menghela nafas panjang, Ia sudah mengira kalau Yue akan menjawab seperti itu, "Haah... Baik-lah, Kalau begitu bisa kau beritahu apa yang rubah ungu itu lakukan kepada Jin Mu disaat terakhir?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran. Ia menanyakan hal itu karena sepertinya dia tau apa yang dilakukan rubah ungu tersebut.


[Rubah ungu menyegel ingatan Jin Mu karena tidak ingin Sylvia menghadapi hal yang sulit di masa depan. Setelah Jin Mu mengetahui tentang kekuatan yang dimiliki rubah ungu serta Dunia Evangellion, Jin Mu pasti akan melakukan sesuatu yang pasti-nya akan merepotkan Sylvia nanti]

__ADS_1


[Jadi rubah ungu memilih untuk menyegel ingatan Jin Mu agar dia tidak melakukan tindakan yang menyulitkan Sylvia]


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, Meskipun tebakan-nya sedikit meleset akan tetapi itu masih berhubungan dengan ingatan.


Karena dia sebelum-nya sudah menebak kalau rubah ungu akan menghapus ingatan Jin Mu tentang apa yang dilihat-nya di alam kesadaran Sylvia.


"Tetapi bukan-kah lebih aman jika Jin Mu dihapus-kan ingatan-nya? Kenapa rubah itu memilih untuk menyegel-nya" Tanya Fang Lin dengan nada heran.


[Rubah ungu tidak menghapus ingatan Jin Mu karena dia ingin menghemat Mana yang dia punya. Sihir penghapus ingatan membutuh-kan Mana yang cukup banyak, Sedangkan sihir untuk menyegel ingatan hanya memerlukan sedikit Mana.


Jadi rubah ungu berpikir untuk menyegel-nya, Karena dia merasa yakin kalau tidak ada satu orang-pun yang dapat membuka segel ingatan-nya]


Fang Lin yang mendengar penjelasan Yue langsung tertawa pelan, "Hahaha... Rubah itu terlalu percaya diri" Ucap Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan. Ia tertawa karena rubah ungu itu terlalu percaya diri dengan segel yang dia buat.


"Rubah ungu itu pasti akan mati terkejut saat mengetahui kalau segel yang dia buat dapat dibuka dengan mudah oleh Yue" Gumam Fang Lin sambil membayangkan hal tersebut.


Fang Lin saat ini menghilang-kan wilayah domain-nya, Ia lalu menatap Jin Mu yang sedang terbaring lemas di tanah.


~DUARRR~


Jin Mu langsung tersadar dari pingsan-nya ketika mendapatkan tendang itu, Ia kemudian memuntah-kan darah segar dari mulut-nya sambil memegang lengan kiri-nya yang biru akibat ditendang oleh orang misterius.


"B*jingan, Siapa yang berani menendang-ku!" Teriak Jin Mu marah dan sekali lagi diri-nya memuntah-kan darah segar dari mulut-nya.


"Tuan!!! Apakah anda baik-baik saja?!" Sebuah teriakan terdengar jelas di telinga Jin Mu, Ia mengalihkan pandangan-nya ke arah sumber suara tersebut dan melihat Manajer A sedang melesat ke arah diri-nya dari ruangan pengungsian sementara.


Jin Mu hanya mengabaikan keberadaan Manajer A dan melihat ke seluruh penjuru arah, Ia mengamati sekitar sambil mengerutkan alis-nya, "Aku yakin ada yang menendang-ku, Tetapi siapa dia..." Batin Jin Mu dengan nada penasaran.

__ADS_1


"Tuan! Anda terluka cukup parah" Ucap Manajer A sambil mengeluarkan sebuah pil dari cincin penyimpanan-nya.


Manajer A mengeluarkan sebuah pil penyembuh luka luar lalu memberikan kepada Jin Mu.


Jin Mu sendiri hanya menghela nafas-nya pelan, Ia sedikit kesal karena tidak menemukan orang yang menendang-nya tadi. Dia lalu mengambil pil penyembuh luka yang diberi Manajer A dan langsung menelan-nya.


~Glekkk~


Beberapa saat kemudian, Luka luar yang dialami-nya perlahan menghilang dan membuat Jin Mu semakin leluasa untuk menggerak-kan tubuh-nya


Jin Mu langsung berdiri dan melirik ke arah sekitar, "Tetap lanjut-kan pelelangan, Seperti-nya iblis tadi langsung kabur saat mengetahui diri-ku pingsan" Ucap Jin Mu memberi perintah.


Manajer A hanya mengangguk patuh mendengar perintah dari Jin Mu, Tetapi sebuah pertanyaan melintas di pikiran-nya, "Tuan, Bagaimana dengan orang-orang yang telah menawar iblis tadi?" Tanya Manajer A dengan nada heran.


Jin Mu melirik kenbali ke arah Manajer A lalu berdecak kesal, "Ck, Urus saja mereka sesuai dengan peraturan yang ku-buat, Kenapa kau menanyakan hal bodoh seperti itu" Ucap Jin Mu dengan nada kesal lalu pergi dari sana.


Manajer A hanya menggaruk-kan kepala-nya yang tidak gatal mendengar ucapan Jin Mu, Ia lalu memanggil semua pelayan yang ada dan menyuruh mereka untuk melakukan pelelangan kembali.


Kini seluruh peserta lelang telah duduk di kursi mereka masing-masing, Beberapa dari mereka memilih untuk pergi dari pelelangan karena takut kejadian seperti sebelum-nya terulang lagi.


Manajer A yang mengetahui hal tersebut hanya tersenyum kecut, Ia naik ke atas panggung dan merubah senyum kecut-nya menjadi wajah datar.


"Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena telah merusak pelelangan ini. Di masa yang akan datang, Kejadian seperti ini tidak akan ter-ulang lagi" Ucap Manajer A sambil menunduk-kan kepala-nya hingga badan.


Para peserta lelang hanya diam dan terus memerhatikan Manajer A, Mereka semua tidak terlalu peduli dengan kejadian sebelum-nya karena hampir dari mereka semua sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini.


Sudah jadi sebuah ciri khas kalau ada budak yang memberontak di sebuah pelelangan, Jadi selama pihak pelelangan sudah berjaga-jaga maka pihak dari peserta tidak terlalu memikirkan kejadian itu.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2