System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menghidupkan Kembali Zhou Liyan


__ADS_3

"Portal menuju Alam Semesta yang berbeda, ya. Hahaha... Aku tak menyangka akan menemukan hal semenarik itu di sini." Fang Lin tertawa kecil, menggunakan skill Copy-- ia sudah meniru Portal tersebut, "Mungkin dia tak akan menyangka kalau aku menirunya, apa reaksinya jika tadi aku mengeluarkan portal yang sama?" batin Fang Lin bertanya-tanya, mungkin akan terjadi sesuatu yang menarik jika ia melakukan hal tersebut.


"Tuan, sebenarnya sekuat apa dia itu?" Zhou Fan masih bisa mengingat dengan jelas aura asing yang sampai membuatnya bertekuk lutut.


"Entahlah... Aku tidak mengukur kekuatannya, tapi yang pasti-- dia sedikit lebih kuat dari Diablo." jawab Fang Lin dengan suara tenang, sebenarnya ia bisa saja menangkap makhluk berzirah besi hitam itu namun dirinya sama sekali tidak mau mengambil resiko, ia sudah berjanji untuk pulang cepat-- jika ia tidak menepati janji tersebut maka akan ada sesuatu yang buruk terjadi.


Zhou Fan hanya bisa berdecak ngeri ketika mendengar itu, ia tau kalau makhluk tadi sangat kuat tapi ia tak menyangka kalau kekuatannya bisa melampaui Diablo.


"Sudahlah, ayo kita pergi ke tempat lain. Ada beberapa yang menarik di Istana ini..." ajak Fang Lin, dan Zhou Fan hanya menanggapinya dengan anggukkan.


Mereka berdua kemudian menghilang dari sana dalam sekejap dan kembali muncul di bagian sisi Istana yang berbeda, keduanya menjelajahi Istana tersebut selama beberapa waktu dan hanya menemukan beberapa saja yang menarik perhatian.


"Omong-omong, menjelajahi tempat ini ada hubungannya dengan menghidupkan kembali anakku, Tuan?" tanya Zhou Fan dengan hati-hati, pikiran itu sangat mengganjal di otaknya dan membuat ia tidak bisa untuk tidak bertanya.


"Sama sekali tidak, aku memintamu untuk membawaku ke sini karena aku hanya penasaran saja." jawab Fang Lin santai, lalu melanjutinya, "Untuk persoalan anakmu, kau tidak perlu khawatir. Aku akan menghidupkannnya kembali saat kita berdua sudah keluar dari dimensi ini."


Raut wajah Zhou Fan langsung menjadi cerah ketika mendengar itu, perasaan antusias langsung memenuhi hatinya, "Terima kasih, Tuan. Saya bersumpah akan terus mengingat ini!" ucap Zhou Fan sambil menundukkan badan ke arah Fang Lin serendah mungkin.


"Kau tidak perlu berterima kasih, aku paham dengan perasaanmu." Fang Lin menepuk pundak Zhou Fan, "Omong-omong, apakah kau bersedia untuk menjadi Dewa Iblis selanjutnya?"


"Tentu saja saya bersedia, demi anakku sekaligus anda, Tuan."


Fang Lin tertawa kecil sebelum berkata, "Kalau begitu, ayo keluar dari dimensi ini. Kau pasti sudah tidak sabar untuk bertemu anakmu, bukan?"


"Benar!" jawab Zhou Fan sambil menganggukkan kepala antusias.


Fang Lin hanya tersenyum dan kemudian mereka berdua menghilang dari ruangan itu dalan kejapan mata.


***

__ADS_1


Setelah keluar dari dimensi tersebut lewat portal biru, Fang Lin sedikit mengangkat alisnya saat melihat portal itu menghilang sesaat setelag dirinya dan Zhou Fan keluar dari sana.


"Wah, wah. Dia ternyata pelit, ya. Padahal aku ingin kembali lagi bersama Yue." Fang Lin berdecak pelan, ada kekecewaan yang terkandung di dalam kata-katanya.


Fang Lin kemudian melirik ke arah Zhou Fan dan mendapatinya sedang menatapnya balik dengan tatapan penuh harap.


"Uhuk... Ayo kita hidupkan kembali anakmu." ucap Fang Lin dan Kaisar Iblis itu langsung mengangguk dengan penuh antusias.


"Pertama-tama, apakah kau masih menyimpan kalung ingatan yang kukembalikan padamu waktu itu?"


"Saya masih menyimpannya, Tuan." Zhou Fan buru-buru mengeluarkan sebuah kalung berwarna merah delima, ia langsung mengulurkan tangannya itu ke arah Fang Lin.


"Pegang itu." ucap Fang Lin dan Zhou Fan hanya mengangguk patuh, "Omong-omong, berikan aku ingatan tentang seluruh bagian tubuh anakmu. Aku sudah lupa setelah ratusan tahun berlalu..."


Zhou Fan sedikit memiringkan kepalanya dan bertanya untuk memastikan, "Apakah secara detail, Tuan? Tapi saya tidak terlalu tau tentang itu."


Fang Lin terbatuk pelan sebelum menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak, bukan seperti itu. Aku hanya memerlukan bentuk wajah dan proporsi tubuhnya saja."


Fang Lin sendiri memejamkan mata sesaat setelah bola cahaya putih transparan itu menembus dahinya, ada beberapa ingatan asing yang kini sedang berada di dalam otaknya.


Beberapa saat kemudian, mata Fang Lin perlahan terbuka dan ia langsung mengangkat tangan kanannya ke arah bawah. Cahaya putih muncul dari telapak tangannya, dan kemudian tubuh kosong seorang Manusia mulai tercipta.


Saat menyaksikan itu, Zhou Fan tidak bisa berhenti untuk berdecak kagum. Ketika cahaya di telapak tangan Fang Lin menghilang, tubuh kosong yang sangat mirip dengan Zhou Liyan terlihat.


"Anakku..." suara Zhou Fan bergetar, perasaannya saat ini sedang tercampur aduk.


Fang Lin yang melihat reaksi Zhou Fan hanya tersenyum tipus, Zhou Liyan sungguh beruntung mempunyai ayah yang sangat menyayanginya.


"Sekarang, aku akan memanggil roh-nya." Fang Lin membentuk sebuah lingkaran di tanah, ia kemudian menuliskan tulisan kuno yang cukup rumit di dalam lingkaran tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai, Fang Lin mengalirkan Qi miliknya dan ia memanggil nama Zhou Liyan sembari mengingat wajahnya.


Singgg~


Cahaya putih disertai suara mendesing keluar dari tulisan kuno yang tertulis di tanah. Tidak lama setelah itu, sebuah roh dengan kecepatan tinggi muncul entah dari mana dan melayang di atas lingkaran tersebut.


"Ah, di mana aku sekarang?" suara yang begitu familiar terdengar jelas di telinga Zhou Fan, matanya bergetar hebat saat menemukan roh anaknya yang sedang melayang di dekatnya.


"Nak... Kau kah itu?" suara Zhou Fan terdengar seperti sudah menahan rindu yang begitu lama.


Zhou Liyan tersentak mendengar itu, pandangannya teralih ke arah sumber suara tersebut dan nafasnya tertahan ketika melihat sosok ayahnya yang sedang berjalan pelan menghampirinya, "A-ayah... B-bagaimana bisa kau ada di sini?" nada Zhou Liyan terdengar tak percaya, ia tanpa banyak basa-basi lagi langsung menghampiri ayahnya itu lalu memeluknya dengan erat.


"A-aku.... A-aku sangat rindu sama ayah! A-aku pikir k-kita tidak akan bertemu lagi, hiks..." Zhou Liyan mulai menangis dengan suara yang serak.


Zhou Fan hanya bisa tersenyum bersyukur saat bisa bertemu kembali dengan anak satu-satunya, "Maafkan ayah, nak. Ayah terlalu lama menjemputmu sampai-sampai kau dibunuh oleh Wang Ling."


"Tak apa, Ayah. Kita bisa bertemu saja sudah membuatku senang." balas Zhou Liyan cepat.


Mereka melakukan perbincangan sembari berpelukan dan Fang Lin hanya menyaksikan semua itu dalam diam.


Selang beberapa waktu, Zhou Fan melepas pelukannya dan ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Fang Lin, "Terima kasih, Tuan. Saya benar-benar berterima kasih..." Zhou Fan menundukkan badannya serendah mungkin.


Zhou Liyan sendiri menatap Fang Lin sejenak sebelum ikut menundukkan badannya, ia mengenal pria tampan tersebut karena mereka sempat bertemu beberapa ratus tahun yang lalu.


"Aku hanya menepati janji yang telah kubuat, meskipun kau belum menjadi Dewa Iblis untuk saat ini tetapi aku yakin akan menyandang gelar tersebut cepat atau lambat."


Zhou Fan tersenyum lebar mendengarnya, sedangkan Zhou Liyan hanya menyimak dalam diam-- walaupun tidak mengetahui apa-apa namun ia dapat menyimpulkan kalau Wang Ling telah mati, entah dia dibunuh di tangan ayahnya atau orang lain.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2