
Setelah sampai, Bai Hu langsung menyerang Li Fan tanpa ragu, begitu juga dengan Ji Xi yang semakin meningkatkan kecepatan serangannya.
Li Fan terus-menerus berdecak kesal ketika mengetahui kedatangan Bai Hu, ia mengeluarkan segenap kemampuannya dan membuat mereka bertiga terlihat seperti kumpulan cahaya.
Di sisi lain, Sylvia yang mengetahui itu semua langsung ikut membantu Li Fan, ia menciptakan beberapa serangan yang berhasil memperlambat mereka.
"Sulit melawan Li Fan dengan adanya bantuan dari Sylvia, kita harus menciptakan penghalang yang kuat agar serangannya tidak dapat menganggu kita." Ji Xi berkata dengan raut wajah serius.
"Baiklah, aku akan menciptakan penghalang kuat. Setelah itu, kita akan mengakhirinya dengan cepat." Balas Bai Hu dan diangguki pelan oleh Ji Xi.
Bai Hu langsung menciptakan penghalang yang sangat besar.
Bam!
Bam!
Saat ini serangan yang Sylvia lancarkan sudah dihalang oleh penghalang. Bai Hu dan Ji Xi yang mengetahuinya langsung menyerang Li Fan secara membabi buta.
***
Di Hamparan Daratan Bersalju.
Saat ini Pi Yu, Yang Jian dan Nie Li sedang melawan Khatz serta Hu Jiazhen.
Banyak sekali jebakan yang berada di dimensi tersebut. Sebagai pendatang Pi Yu, Yang Jian dan Nie Li terus terkena jebakan tersebut.
Khatz adalah sosok yang menciptakan semua jebakan itu, karenanya mereka berdua kini berada dalam posisi unggul.
"Kau sangat hebat, Khatz. Berkatmu kita menjadi sedikit lebih mudah melawan mereka." Hu Jiazhen berkata lewat telepati, ia tidak bisa mengatakan langsung karena dirinya saat ini sedang berhadapan melawan Yang Jian.
Khatz tersenyum tipis mendengarnya, "Aku menyiapkan satu jebakan yang dapat menghancurkan dimensi ini, jadi jika kita berada dalam keadaan terdesak, tolong bersiap untuk membawa kristal."
"Hahahaha... Tentu saja. Kau dapat mengandalkan aku!" Hu Jiazhen tertawa pelan di dalam telepati.
Pembicaraan mereka berdua akhirnya berakhir di situ, keduanya kembali fokus melawan kelompok musuh yang datang ke dimensi mereka.
***
2 Bulan Kemudian.
Pertempuran masih terus berlanjut tetapi Hu Jiazhen, Nie Li dan Pi Yu telah dikeluarkan dari dalam kubah. Kini yang tersisa hanyalah Yang Jian dan Khatz, keduanya masih bertarung dalam keadaan penuh luka.
Pertempuran yang telah mereka lakukan sudah menghancurkan hampir semua dimensi, kini mereka berdua berada di dimensi terakhir.
Keduanya bertarung bagaikan cahaya yang bertemu satu sama lain, sesekali mereka mengeluarkan jurus yang dapat menghancurkan daratan.
"Keparat. Sangat sulit melawannya..." Batin Yang Jian kesal, ia cukup gelisah karena Qi miliknya hampir habis.
__ADS_1
"Tetapi melihat kondisi kami berdua, pertarungan ini tidak lama lagi akan berakhir. Haruskah aku menggunakan Transformasi Iblis?" Yang Jian kembali membatin dan berpikir keras.
Setelah berpikir selama beberapa saat, akhirnya Yang Jian memilih untuk menggunakan Transformasi Iblis miliknya.
Sebelum menggunakannya, Yang Jian mengeluarkan jurus yang dapat memberikan mereka berdua jarak, dan ketika dirinya sudah menjauh sampai puluhan kilometer, ia langsung memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan Transformasi Iblis.
Di sisi lain, Khatz mengerutkan alisnya ketika melihat Yang Jian yang sedang melakukan Transformasi, ia buru-buru merapalkan sihirnya dan menciptakan 2 tombak raksasa yang terbuat dari elemen cahaya dan juga kegelapan.
Khatz tanpa banyak bicara langsung melesatkan kedua tombak tersebut ke arah Yang Jian yang kini sedang ditutupi aura hitam.
Kedua tombak tersebut saling mengelilingi sampai dilapisi aura putih kehitaman.
Boom!
Ledakan yang begitu dahsyat terjadi, sampai-sampai daratan yang berada dalam radius ratusan kilometer hancur.
Sesaat setelah ledakan tersebut terjadi, Khatz yang melayang di langit berdecak kesal ketika mendapati Yang Jian masih ditutupi aura hitam tanpa adanya kerusakan sedikitpun.
Whooshh!
Tiba-tiba saja aura hitam pekat itu menghilang dan menampilkan sesosok pria yang mempunyai sepasang tanduk dan sayap berwarna hitam.
Dia adalah Yang Jian, yang kini pupil matanya telah berubah menjadi putih sedangkan bola matanya menjadi hitam pekat.
"Transformasi Iblis, Keempat: Leviathan."
Groarrrr.
Tak lama kemudian, lingkaran segel tersebut mengeluarkan seekor Naga panjang berwarna abu-abu, aura yang dikeluarkannya sangat kuat, bahkan lebih kuat dari tuannya sendiri, yaitu Fang Lin.
Naga tersebut melesat di udara dengan sangat cepat, dan tidak sampai 1 detik dia sudah berada di depan Khatz.
Rubah ungu berekor 9 tidak bisa berkata-kata ketika melihat Naga di depannya, rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya sampai tidak bergerak.
Boom!
Seketika Khatz terpental, mulutnya mengeluarkan begitu banyak darah segar dan hampir seluruh tulangnya hancur berkeping-keping.
Saat masih terpental di udara, keberadaan Khatz tiba-tiba saja menghilang dan tentu hal tersebut karena dia sudah berada di dalam kondisi sekarat.
Yang Jian sangat terkejut ketika melihatnya, "Apa-apaan?! Dalam satu serangan?! Bagaimana mungkin?!" Yang Jian terkejut sekaligus khawatir dengan kondisi Khatz.
Selama hidupnya, Yang Jian baru pertama kali memakai Transformasi Leviathan. Ia sama sekali tidak mengetahui kalau salah satu jurus terkuat milik Leviathan bisa sekuat ini, jika mengetahuinya ia jelas tidak akan menggunakannya.
"Hoi, jangan pernah memanggilku hanya karena pertarungan sepelemu. Kau membuatku kesal karena mengganggu ketenanganku." Naga abu-abu itu berkata ketika dia sudah berada di dekat Yang Jian.
Yang Jian sendiri langsung mengerutkan alisnya ketika melihat Naga tersebut bisa berbicara, ketika ia ingin mengatakan sesuatu, Naga itu pergi dari sana dan memasuki lingkaran segel yang berada di langit.
__ADS_1
"Uh... Apa-apaan itu tadi?" Yang Jian terdiam sejenak usai mengatakannya, ia kemudian menggelengkan kepalanya cepat dan menyebarkan Kesadaran Spiritualnya untuk mencari keberadaan kristal raksasa berwarna biru.
Yang Jian melesat di langit dengan transformasi iblis miliknya, mengitari dimensi ini tidak perlu membutuhkan waktu yang lama karena kecepatannya sekarang sudah melebihi cahaya.
***
Di lautan tanpa ujung.
Bai Hu dan Li Fan kini sedang berhadap-hadapan, mereka berdua dalam keadaan terluka parah tetapi masih menggenggam erat pedang masing-masing.
"Kenapa kau tidak menyerah saja, Li Fan? Kau sudah tau bukan hasil akhir dari pertarungan ini?" Bai Hu bertanya dengan santai.
Li Fan tersenyum tipis dan berkata dengan nada mengejek, "Hmp... Tentu saja. Hasil akhirnya akan sama seperti pertarungan kita sebelumnya.
Bai Hu berdecak kesal mendengarnya, ia tanpa banyak bicara langsung melesat ke arah Li Fan.
Melihat itu Li Fan langsung menyambut serangannya dengan sangat baik.
Pertempuran yang mereka lakukan selama dua bulan terakhir berhasil mengeluarkan Sylvia dan Hu Jiazhen ke luar kubah.
Sedangkan yang tersisa masih bertarung dengan sengit. Sebenarnya Bai Hu bisa saja memenangkan pertarungan melawan Li Fan, namun Qi-nya sudah terkuras banyak saat melawan Fang Ji dan juga menciptakan kubah penghalang.
Disaat mereka berdua bertarung dengan sengit, tiba-tiba saja mereka berdua menghilang tanpa jejak seperti baru saja dipindahkan.
***
Kubah Penyembuhan.
Semua bawahan inti sedang berkumpul di sana, mereka semua sedang mengobrol satu sama lain sembari menunggu akhir dari kompetisi ini.
"Khatz... Kau pingsan. Bagaimana kau bisa berakhir seperti ini?" Sylvia bergumam sembari menatap Khatz yang tertidur di hamparan padang rumput.
Beberapa jam yang lalu.
Saat Khatz dipindahkan semua bawahan inti begitu terkejut dengan kondisinya yang mengenaskan, mereka bertanya-tanya apa yang terjadi kepadanya.
Dan menurut Hu Jiazhen sebagai orang terakhir yang keluar dari pertarungan itu, Yang Jian adalah pelakunya, dia pasti menggunakan Transformasi Iblisnya untuk mengalahkan Khatz.
"Tetapi bagaimana mungkin Khatz bisa terluka parah olehnya? Memang menggunakan Transformasi itu membuat Yang Jian semakin kuat, tetapi dia tidak sampai membuat kita separah Khatz." Pi Yu berkata dengan suara tenang.
Hu Jiazhen mengangkat pundaknya, "Entahlah... Nanti saja kita tanyakan kepadanya, lagipula Khatz sudah mulai sembuh." Balas Hu Jiazhen saat melihat tulang-tulang rubah ungu tersebut kembali tumbuh.
Semua bawahan inti setuju dengan perkataan Hu Jiazhen termasuk Sylvia, karena yang bisa mengungkapkan rasa penasaran mereka adalah pelaku itu sendiri yang tidak lain adalah Yang Jian.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1