
Petarungan antara Bai Hu dengan Fang Ji menghasilkan suara keras yang bahkan mencapai puluhan ribu kilometer.
Tentu anggota dari masing-masing kelompok mendengar suara tersebut dan membuat mereka semakin waspada.
Di sebuah padang rumput tanpa ujung.
Terlihat seorang kakek tua berjanggut panjang sedang melayang di langit, tepat di depannya terdapat kakek tua lainnya yang mengenakan jubah biru tua.
Pi Yu tersenyum tipis dan berkata, "Guo Ren... Menyerah saja, kau tidak mungkin bisa mengalahkanku."
Guo Ren yang mendengarnya hanya bisa berdecak kesal. Pi Yu adalah jajaran terkuat di kalangan para bawahan inti, jadi bisa dibilang ia sudah mengetahui hasil akhirnya
"Sepertinya aku sedang tidak beruntung, tetapi bukan berarti aku harus menyerah tanpa perlawanan..." Guo Ren mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya yang terletak di pinggang kirinya.
Kakek tua berjanggut panjang itu melapisi pedangnya dengan elemen air lalu menghunuskannya ke arah Pi Yu, "Kau tidak ingin bersiap-siap?" Guo Ren bertanya dengan mata yang menyipit.
Pi Yu tidak menjawab melainkan tersenyum mengejek, ia melapisi tubuhnya dengan Qi lalu melesat maju ke arah lawannya.
Melihat Pi Yu meremehkannya membuat Guo Ren marah, "Tsk, bajingan... Kau akan menyesalinya!" Guo Ren ikut melesat maju dan keduanya bertemu.
Guo Ren langsung menyerangnya dengan sangat cepat menggunakan pedangnya, sedangkan Pi Yu menghindari semua itu dan sesekali ia melayangkan tinjunya.
Di sela-sela pertarungan Guo Ren terus-terusan berdecak kesal, "Kekuatannya benar-benar jauh di atasku, mustahil untuk mengalahkannya jika terus begini." Batin Guo Ren dan memikirkan cara untuk pergi dari sini.
"Kurungan Pisau Air..." Sebuah bola air langsung tercipta begitu saja dan mengurung Pi Yu.
Di dalam bola air tersebut terdapat puluhan pisau tajam yang dapat melukai tubuh tingkat To God sekalipun, pisau tersebut berputar searah jarum jam dan membuat Pi Yu tak dapat bergerak.
"Setidaknya itu dapat menahannya untuk sementara waktu..." Guo Ren langsung melesat menjauh usai menyelesaikan kata-katanya, ia menyusul salah satu anggota kelompoknya yang berada tidak jauh dari lokasinya sekarang.
Pi Yu sendiri yang berada di dalam sana hanya menghela nafas panjang, "Dia sebenarnya bodoh atau pikun?" Pi Yu menggelengkan kepalanya pelan dan teleportasi ke luar kurungan bola air itu.
Pi Yu mengedarkan pandangannya dan tidak mendapati Guo Ren disekitarnya, "Sepertinya dia kabur, haruskah aku menyusulnya?" Pi Yu terdiam sejenak untuk memikirkan hal tersebut dan kemudian melesat terbang ke lokasi kristal biru milik kelompok 1.
Menurut Pi Yu mengejar Guo Ren akan sangat membuang-buang waktu, jadi ia mempercayakan anggota timnya yang lain untuk menghadang kakek tua berjanggut panjang itu.
***
Di Hamparan Padang Pasir.
Naga Putih melesat di langit dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata, "Hmm? 2 orang?" Naga Putih berhenti setelah berkata seperti itu.
__ADS_1
Sesaat setelah Naga Putih berhenti, 2 orang tiba-tiba saja muncul dihadapannya.
Mereka berdua adalah Ji Xi dan juga Guo Ren. Keduanya mengeluarkan senjata masing-masing lalu menghunuskannya ke arah Naga Putih.
"Dia lebih kuat dari Pi Yu, mengalahkannya tidaklah mudah... Kita harus bekerja sama untuk melawannya." Ucap Guo Ren dengan suara pelan.
Ji Xi menganggukkan kepalanya pelan dan langsung menyerang Naga Putih, sedangkan Guo Ren hanya diam di tempat dan menyiapkan jurusnya yang memiliki daya serang yang hebat.
Naga Putih sendiri tidak tinggal diam, ia melapisi tubuhnya dengan elemen petir dan meningkatkan kekuatan serta kecepatannya menjadi berkali-kali lipat.
Keduanya bertarung dan menghasilkan suara serta angin yang kuat. Ji Xi sebenarnya sudah pernah melawan Naga Putih sebanyak ratusan kali, namun dirinya sama sekali belum pernah memenangkannya.
Tetapi dengan pengalaman yang didapatnya, Ji Xi jadi mengetahui beberapa pola serangan milik Naga Putih dan menyerangnya ketika ada kesempatan.
Di sisi lain, Guo Ren melapisi pedangnya dengan elemen air, ia menghembuskan nafas dari mulutnya lalu menatap Naga Putih dengan tatapan tajam, "Teknik Pedang Air: Tebasan Pembelah Samudera..." Guo Ren melesat dengan cepat dengan pedang yang terangkat ke atas.
Trang!
Bunyi nyaring terjadi ketika Guo Ren menebaskan pedangnya ke ekor milik Naga Putih, matanya sedikit melebar ketika serangannya sama sekali tidak melukai lawannya itu.
Guo Ren mencoba mengulang jurus yang sama, namun mau berapa kalipun dia mencoba hasilnya tetaplah nihil.
Naga Putih yang melihat usaha Guo Ren untuk melukai ekornya langsung tertawa di sela-sela pertarungan, "Hahahaha... Bagaimana bisa seranganmu tidak menghasilkan apa-apa? Lemah sekali!" Naga Putih berkata dengan nada mengejek.
"Teknik Iblis, Tebasan Kegelapan..." Ji Xi mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat, lebih cepat dari sebelumnya.
Bam!
Serangan yang dilancarkan oleh Ji Xi berhasil melukai tubuh Naga Putih.
Darah mengucur deras dari luka yang ada di tubuh Naga Putih, namun dia tidak tinggal diam dan dengan segera menutup luka tersebut dengan Qi.
"Serangannya sangat kuat, sulit bagiku untuk mengalahkan mereka berdua..." Batin Naga Putih.
Naga Putih kemudian menciptakan 2 Naga seukurannya dari Elemen Petir di sebelah kiri dan juga kanannya.
Kedua Naga Petir tersebut langsung melesat ke arah Pi Yu dan Ji Xi, "Menggunakan jurus ini menguras Qi cukup banyak, tetapi setidaknya 2 Naga Petir itu dapat membantuku mengalahkan mereka berdua." Gumam Naga Putih.
Ji Xi dan Guo Ren berusaha melawan 2 Naga Petir itu, mereka berdua mulai kesulitan ketika Naga Putih bergabung dalam pertempuran.
.....
__ADS_1
1 Minggu Berlalu, butuh waktu yang cukup lama bagi Ji Xi dan Guo Ren untuk mengalahkan 2 Naga Petir. Mereka berdua mendapatkan beberapa luka yang cukup serius dan hanya bisa menutup luka-luka tersebut dengan Qi.
Di sisi lain, Naga Putih berdecak kesal karena hampir setengah Qi miliknya habis, melawan 2 orang sekaligus cukup sulit baginya, meskipun ia lebih kuat dari mereka berdua tetapi kerja sama yang mereka lakukan sangat baik hingga membuat dirinya kesulitan.
"Anggota yang lain sudah bertemu dengan kelompok musuh, jadi aku tidak bisa meminta bantuan dari mereka..." Naga Putih membatin sembari menyerang dan bertahan dari serangan yang dilancarkan oleh Ji Xi serta Guo Ren.
Naga Putih memutar otaknya dan mencari cara untuk mengalahkan mereka dalam satu serangan, hingga akhirnya ia teringat jika nona Yue pernah mengajarinya satu jurus yang dilarang digunakan jika bukan dalam keadaan terdesak.
"Jurus itu adalah jurus yang sangat kuat, aku memang belum pernah mencoba namun nona Yue pernah menceritakannya. Efek samping setelah menggunakan jurus itu juga sangat buruk, aku tidak mengetahui detailnya karena nona Yue tidak pernah menceritakannya." Naga Putih kembali membatin.
Naga Putih berpikir keras, apakah dia harus menggunakan jurus tersebut atau ttidak
Keadaan membuat Naga Putih semakin terpojok dan membuatnya tidak dapat berpikir jernih, "Sialan! Terserahlah..." Naga Putih berkata dengan nada kesal.
Boom!
Ledakan terjadi di tubuh Naga Putih dan membuat Ji Xi serta Guo Ren terpental ke belakang.
Kepulan asap menyelimuti area sekitar, Ji Xi yang sudah mendapatkan kembali keseimbangannya langsung melambaikan tangannya ke samping.
Whosh.
Seketika kepulan asap yang ada di depan Ji Xi dan Guo Ren menghilang, mata keduanya melebar ketika mendapati Naga Putih mengenakan armor yang tercipta dari elemen petir.
Kekuatan yang dimiliki Naga Putih bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.
"Apa-apaan?!" Ji Xi tidak bisa untuk tidak terkejut, sedang Guo Ren tak dapat berkata-kata.
"Transformasi Naga: Armor Petir Indra..." Asap putih keluar dari moncong Naga Putih. Pupil matanya yang sebelumnya berwarna hitam kini telah berubah menjadi biru muda.
***
Di Luar Kubah.
Yue menghela nafas panjang melihat perubahan Naga Putih, "Anak bodoh..."
Yue menggelengkan kepalanya pelan, meskipun begitu ia cukup senang karena Naga Putih mengambil langkah tersebut, "Setidaknya dia akan terbiasa menggunakan transformasi itu di pertempuran yang nanti akan datang."
"Pertempuran mereka semakin menarik..." Senyum tipis terukir di bibir Yue.
Bersambung....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT