System Sang Immortal

System Sang Immortal
Roh Perempuan


__ADS_3

Saat memejamkan mata-nya, Tiba-tiba sebuah serangan pedang melesat ke arah Fang Lin.


~Trangggg~


Sebelum mengenai Fang Lin serangan tersebut ditahan oleh kultivator yang tadi bersujud memohon ampun ke Fang Lin, "Saya ingin membuktikan kepada tuan, Kalau saya akan mempertaruhkan nyawa untuk melindungi anda!" Ucap kultivator tersebut dan mulai menyerang kembali kultivator yang menyerang Fang Lin.


Fang Lin sendiri yang mendengar-nya hanya diam, Ia mengamati kultivator itu lalu menghela nafas-nya pelan, "Aku sebenarnya tidak peduli..." Ucap Fang Lin lalu mengayunkan pedang-nya ke samping.


~Slasssshhhhh~


Seketika tubuh semua orang yang berada di sana terbelah dua, Kecuali satu kultivator aliran hitam yang bersujud kepada Fang Lin tadi, "Siapa nama-mu?" Tanya Fang Lin dengan nada datar sambil duduk di sebuah kursi.


Kultivator aliran hitam yang melihat pembantaian dalam sekejap langsung melebarkan mata-nya, Seluruh tubuh-nya seketika bergetar dan membuat kultivator tersebut terduduk lemas di lantai yang kini dipenuhi dengan genangan darah.


Fang Lin yang melihat kultivator aliran hitam itu terduduk lemas hanya diam dan menunggu-nya tenang.


Butuh waktu sekitar 5 menit untuk kultivator aliran hitam itu tenang, Dia menarik nafas-nya dalam-dalam lalu mengeluarkan-nya secara perlahan, "Ayo tenangkan dirimu" Batin kultivator tersebut mencoba menenangkan diri.


Setelah tenang, Kultivator aliran hitam itu langsung membalik-kan badan-nya, Ia dapat melihat kalau Fang Lin saat ini sedang menatap-nya sambil duduk di sebuah kursi, Ia dengan cepat menghampiri Fang Lin dan bersujud di hadapan-nya, "N-nama saya adalah Tian Wai tuan, Saya berasal dari benua selatan" Ucap Tian Wai menjawab pertanyaan Fang Lin sebelum-nya.


Fang Lin yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Berdiri. Lain kali kau berlutut saja untuk menghadap ke diri-ku" Ucap Fang Lin memerintah dan diangguki patuh oleh Tian Wai.


Tian Wai langsung berdiri di hadapan tuan-nya sambil menunduk-kan kepala-nya ke bawah. Meskipun saat ini diri-nya sudah cukup tenang, Tetapi dia masih takut untuk melihat wajah tuan-nya.


Melihat Tian Wai sudah berdiri Fang Lin berjalan ke salah satu pintu di dekat sana, "Ikuti aku" Ucap Fang Lin sambil melirik ke arah Tian Wai.


"Baik tuan" Jawab Tian Wai patuh lalu mengikuti tuan-nya dari belakang.


Saat Fang Lin berada di depan pintu yang ditutupi bongkahan es, Ia langsung memegang-nya dan seketika bongkahan es tersebut pecah menjadi serpihan es.


Melihat bongkahan es tersebut sudah pecah Fang Lin langsung membuka pintu tersebut, Saat membuka-nya ia dapat melihat sebuah lorong tangga yang mengarah ke bawah tanah.

__ADS_1


Tanpa basa-basi, Fang Lin langsung memasuki ke dalam lorong tangga tersebut dan dengan segera di-ikuti oleh Tian Wai dari belakang.


Suasana sangat gelap dan juga sepi ketika mereka berdua menuruni tangga tersebut. Fang Lin sendiri sengaja tidak menggunakan elemen api-nya karena diri-nya mempunyai mata dewa yang dapat melihat dalam keadaan gelap.


~Hihihihihi~


Tiba-tiba sebuah suara cekikikan terdengar di telinga mereka berdua, Tian Wai yang mendengar jelas suara tersebut langsung merinding, Ia langsung melihat ke arah depan tuan-nya namun hanya ada kegelapan saja yang dia lihat.


Sedangkan Fang Lin yang mendengar suara itu hanya diam, Ia tetap berjalan menuruni tangga dengan santai.


~Hihihihihi~


Sekali lagi suara cekikikan itu terdengar dan membuat suasana disana menjadi dingin dan menyeramkan, Tian Wai menelan ludah-nya secara kasar karna diri-nya cukup takut dengan keberadaan makhluk halus.


"Siapa kalian? Aku sama sekali tidak mengenali kalian berdua" Sebuah suara wanita yang menyeramkan bergema di lorong tangga tersebut.



Beberapa saat setelah suara tersebut terdengar, Suasana menjadi hening kembali karena Fang Lin dan Tian Wai tidak menanggapi ucapan tersebut.


"Berani sekali makhluk lemah seperti kalian mengabaikan ucapan-ku!!!" Teriak suara menyeramkan tersebut dengan nada marah.


Kali ini mereka berdua langsung berhenti berjalan ketika mendengar teriakan itu. Fang Lin menghela nafas panjang dan menatap tajam ke arah depan-nya, "Bisakah kau tidak berteriak?" Ucap Fang Lin lalu mengangkat tangan-nya ke depan.


~Whoooshhhhhh~


"Arrghhhhh!!! Apa yang kau lakukan?!!!" Teriak sebuah roh wanita yang kini leher-nya sedang di cekik oleh Fang Lin.


"Hmm? Bukan-kah kau yang mencari masalah dengan-ku?" Tanya Fang Lin menaik-kan alis-nya.


Di sisi lain, Tian Wai melebarkan mata-nya saat melihat sebuah roh wanita dengan wajah menyeramkan kini sedang menggeliat kesakitan saat di cekik oleh tuan-nya, "T-tuan, A-apakah dia seorang hantu?" Tanya Tian Wai sedikit terbata-bata.

__ADS_1


Mendengar itu Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kurang lebih seperti itu" Jawab Fang Lin singkat lalu memper-erat cengkraman-nya.


"Arrghhhhh sakittt!!" Teriak roh tersebut saat cengkaraman Fang Lin semakin kuat.


Roh perempuan tersebut mencoba memukul-mukul Fang Lin, Namun semua usaha-nya sia-sia karena tubuh Fang Lin yang seperti batu"A-aku m-mohon l-lepaskan akuu" Pinta roh perempuan tersebut dengan terbata-bata.


"Hmm? Bukan-kah dirimu sebelum-nya berkata kalau kami berdua adalah makhluk yang lemah? Lalu kenapa kau tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman makhluk lemah ini?" Tanya Fang Lin sambil mengangkat satu alis-nya.


Roh perempuan tersebut melebarkan mata-nya ketika mendengar itu, Ia dengan segera menggelengkan kepala-nya, "M-maafkan saya tuan, S-saya terlalu bodoh karna tidak menyadari kehebatan anda" Jawab roh perempuan tersebut cepat.


Fang Lin yang mendengar itu hanya menghela nafas-nya pelan, Ia lalu melepaskan cengkraman-nya dan membuat roh perempuan itu terjatuh ke anak tangga.


~Coughhhh~


~Coughhhh~


Roh perempuan itu terbatuk sesaat setelah bebas dari cengkraman Fang Lin, Ia sangat terkejut ketika wujud roh-nya dapat di lukai dengan mudah oleh Fang Lin.


Fang Lin yang melihat roh di dekat-nya terbatuk hanya tersenyum tipis, "Apakah kau roh yang menjaga tempat ini?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


Roh perempuan yang mendapatkan pertanyaan dari Fang Lin langsung cepat-cepat berlutut ke hadapan-nya, "Ya tuan..." Jawab roh perempuan itu dengan cepat.


Fang Lin yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kalau begitu tuntun aku ke tempat para budak disimpan" Ucap Fang Lin dan diangguki cepat oleh roh perempuan itu.


"Baik tuan" Jawab roh perempuan lalu menuntun mereka berdua menuruni tangga.


Melihat roh tersebut bertingkah seperti bawahan-nya Fang Lin hanya tertawa pelan, Ia lalu mengikuti roh tersebut dari belakang dan di-ikuti oleh Tian Wai.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2