
Setelah menetapkan hukum Anti-Manipulasi pada Mue Lian, Fang Lin langsung melakukan teleportasi ke Dunia Abyss bersamanya.
Mereka berdua kini berpindah ke sebuah padang rumput tanpa ujung, tepat di atas kepala mereka terdapat berbagai macam jenis Aurora dengan warna yang bervariasi. Karena langit masih malam, keindahan yang ditunjukkan semua Aurora tersebut semakin terlihat jelas.
Tidak hanya itu saja, ada ratusan batu bercahaya yang melayang di atas langit. Setiap batunya memancarkan Energi Semesta yang begitu melimpah, namun tidak ada yang satupun dari mereka yang mendominasi atau semacamnya.
Mue Lian yang melihat itu tidak bisa untuk tidak berdecak kagum, ia tak pernah mengira kalau ada tempat seindah ini di Dunia Abyss.
"Indah sekali..." Mue Lian tidak bisa untuk menahan perasaan bahagianya ketika menatap ke arah langit.
Fang Lin tersenyum tipis melihat reaksi istrinya itu, dirinya merasa senang karena bisa melihat dia bahagia. Mereka berdua kemudian merebahkan diri di padang rumput, lalu menatap langit indah tersebut sembari mengobrol kecil.
"Terima kasih, aku senang kamu membawaku ke tempat indah seperti ini..." Mue Lian tersenyum sambil menggenggam erat tangan suaminya.
Fang Lin mengangguk kecil, dan membalas, "Selama itu bisa membuatmu bahagia, aku akan membawamu ke manapun kau mau..."
Mue Lian tersenyum senang mendengarnya, mereka berdua kemudian membicarakan beberapa hal lainnya di sana sambil menikmati pemandangan indah tersebut.
***
Setelah itu, Fang Lin membawa Mue Lian ke bermacam-macam tempat yang indah, sampai akhirnya mereka tiba di dalam Gua yang dihiasi oleh berbagai jenis batu kristal dan tanaman-tanaman spiritual berharga.
"Wah~ Ada banyak sekali sumber daya di sini..." Mue Lian berdecak kagum beberapa kali ketika melihat sekitarnya, "Bahkan hanya dengan mencium wangi yang keluar dari semua tanaman spiritual itu membuat tubuhku menjadi segar."
"Aku punya rencana untuk menanam semua tanaman ini di sekitar Istana, bagaimana menurutmu?" tanya Fang Lin penasaran.
"Itu bagus, mereka semua pasti suka dengan wanginya." Mue Lian tanpa banyak berpikir langsung menjawabnya, menurutnya menanamkan tanaman spiritual seperti ini di sekitar rumah mereka adalah ide yang bagus.
"Hm, baiklah... Aku akan membawanya." Fang Lin melambaikan tangannya, namun tidak ada sesuatu yang terjadi di sana.
Mue Lian sedikit memiringkan kepalanya karena penasaran dengan apa yang baru saja dilakukan oleh suaminya itu, "Aku tidak mengerti, apa yang tadi kamu lakukan?"
"Aku menggunakan kemampuanku untuk menyalin semua tanaman spiritual di sini, nanti setelah kembali ke Dunia Jiwa aku akan mengeluarkan semua tanaman yang telah kusalin dan menanamkannya di sekitar Istana." ucap Fang Lin menjelaskan.
__ADS_1
"Wah~ Bukankah itu kemampuan yang luar biasa? Apa itu artinya kamu mampu melakukan hal yang sama pada Manusia seperti aku?" tanya Mue Lian penasaran.
"Ya, aku mampu melakukannya sampai batas tertentu..." Fang Lin menjawab dengan tenang.
Mue Lian tidak bisa untuk tidak berdecak kagum mendengarnya, ia kemudian menanyakan beberapa hal lainnya mengenai kemampuan suaminya itu.
Fang Lin tentu saja menjawabnya sampai istrinya itu puas, ia kemudian mengajaknya pergi sampai ke bagian terdalam dan langkah mereka terhenti ketika menemukan kawah indah yang isinya adalah air panas.
Karena air kawah tersebut terbilang sangat jernih, mereka berdua bisa menemukan sesuatu seperti portal tetapi ukurannya hanya sebesar telapak tangan saja.
"Apa itu...? Portal?" Mue Lian merasa tidak yakin, meskipun airnya jernih tetapi letaknya sangat dalam sehingga sulit untuk memastikannya.
Sementara Fang Lin bisa melihatnya dengan jelas karena dirinya menggunakan Mata Dewa yang telah ia kembangkan sampai batas tertentu.
"Ya, itu semacam portal. Tapi sayangnya, aku tidak bisa melihat apa yang ada dibaliknya." Fang Lin menjawab, lalu mengeluarkan salah satu bayangan Absolute intinya.
"Periksa apa yang ada di balik portal itu, dan segeralah kembali jika merasakan sesuatu yang berbahaya." ucap Fang Lin memberi perintah.
Zonglin, makhluk bayangan inti yang mempunyai bentuk seperti Manusia langsung mengangguk patuh, "Baik, Tuan."
Whooosh!
Tidak sampai satu detik, cahaya prismatik tersebut menghilang tanpa jejak setelah masuk ke dalam portal seukuran telapak tangan itu.
"Memangnya kamu tidak memeriksa tempat ini secara menyeluruh setelah menemukannya?" Mue Lian bertanya usai makhluk bayangan bernama Zhonglin masuk ke dalam portal itu.
"Tidak, aku saja menemukan tempat ini tanpa menggunakan Kesadaran Spiritual. Jadi bisa dibilang, aku baru pertama kali mengetahui keberadaan kawah ini..." ucap Fang Lin menjelaskan, ia sudah hampir tidak pernah menggunakan Kesadaran Spiritualnya setelah cukup lama mencapai ranah Absolute.
Menurutnya, menggunakan Kesadaran Spiritual adalah sesuatu yang membosankan karena dirinya bisa mengetahui hal-hal yang berada di luar jangkauan pandangannya.
"Oh, begitu... Lalu, kenapa kamu tidak menggunakan Kesadaran Spiritual setelah menemukan tempat ini?" Mue Lian kembali bertanya, dan Fang Lin memberitahukan alasannya.
Setelah mendengar jawaban dari suaminya membuat Mue Lian mengangguk beberapa kali, "Yah, kamu benar. Terkadang memang jadi membosankan kalau menggunakan Kesadaran Spiritual setiap saat."
__ADS_1
Mue Lian kemudian membicarakan beberapa hal lain bersama suaminya itu sembari menunggu kembalinya Zhonglin.
Namun sudah cukup lama semenjak Zhonglin masuk ke dalam portal itu, tetapi Fang Lin masih belum mendapatkan kabar darinya sama sekali
"Dia terlalu lama, apa ada sesuatu yang terjadi?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, meskipun mereka masih saling terhubung satu sama lain karena ikatan job God Necromancer tetapi untuk sekarang ia tidak bisa mencari tau keberadaannya.
Alasannya karena dimensi di balik portal itu mempunyai hukum yang lebih kuat dari job God Necromancer, sehingga membuatnya kehilangan beberapa fungsi job selama Zhonglin masih berada di dalam sana.
Walaupun demikian, Fang Lin masih dapat mengetahui kondisi dari makhluk bayangannya itu dan juga mampu menariknya secara paksa jika dia berada dalam keadaan bahaya.
"Haruskah aku memanggil Yue untuk mencari solusi dalam menangani masalah ini?" Fang Lin terdiam sejenak, lalu menghubunginya lewat telepati dan menjelaskan situasinya.
Sementara itu, Yue yang mendengar situasi suaminya langsung menyarankannya untuk menunggu selama beberapa jam ke depan, kalau belum ada kabar dari Zhonglin maka dia harus menariknya secara paksa.
Fang Lin mengangguk paham setelah mendengar saran dari istrinya itu, ia kemudian memutuskan telepati dan berkata, "Aku akan menunggu beberapa jam di sini, apakah kamu mau kembali ke Dunia Jiwa?"
"Hm, tidak... Aku ingin menunggu bersamamu." Mue Lian menggeleng pelan saat menjawabnya.
"Baiklah..." Fang Lin tersenyum tipis, lalu diam-diam melapisi tubuh istrinya itu dengan berbagai jenis pelindung.
Mereka berdua mengobrol selama beberapa jam, namun seiring berjalannya waktu Fang Lin masih belum mendapatkan kabar dari Zhonglin.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menariknya secara paksa." Fang Lin bergumam pelan, ekspresi menjadi sedikit lebih serius.
"Apakah sudah waktunya?" Mue Lian sedikit memiringkan kepalanya saat tak sengaja mendengar apa yang digumamkan oleh suaminya.
"Ya, begitulah..." Fang Lin mengangguk pelan, kemudian menarik paksa Zhonglin yang masuk ke dalam portal tersebut.
Whooosh!
Ketika Fang Lin menariknya, cahaya prismatik berwarna hitam keluar dari sana. Di detik selanjutnya, kawah bergetar hebat dan getaran tersebut mampu membuat Gua itu runtuh dalam sekejap mata.
Tentu saja runtuhan Gua yang terjadi tidak berpengaruh sama sekali pada Fang Lin dan juga istrinya, dia kemudian menyingkirkan semua batu runtuhan yang ada dan menyisakan kawahnya saja.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.