
Sebelum-nya Fang Lin sudah memberitahu para bawahan-nya untuk mengumpulkan semua orang di lapangan dekat Sekte yang belum di namai itu.
Tidak hanya para penduduk saja, Bahkan para mantan penghuni hutan terlarang juga ikut memasuki kota Fang. Mereka semua hanya bisa berdecak kagum ketika memasuki kota tersebut.
Saat ini seluruh orang yang berkaitan dengan Fang Lin sudah berkumpul di lapangan tersebut, Mereka saling mengobrol satu sama lain dan membuat suasana menjadi bergemuruh.
Di sisi lain, Bai Hu yang sedang berada di lapangan bersama dengan Pi Yu langsung teleportasi ke lokasi Naga Putih saat ini.
"Naga Putih, Apakah Hu Jiazhen masih belum kembali?" Tanya Bai Hu dengan nada penasaran.
Naga Putih sedikit terkejut ketika mendengar suara di dekat-nya, Ia lalu menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati Bai Hu yang sedang menatap diri-nya, "Tidak... Aku sama sekali tidak melihat-nya" Jawab Naga Putih menggelengkan kepala-nya pelan lalu kembali menatap kerumunan di bawah-nya.
Mendengar jawaban dari Naga Putih membuat Bai Hu menghela nafas panjang, Ia berdecak pelan karena khawatir dengan keadaan Hu Jiazhen saat ini.
Naga Putih yang mengetahui kekhawatiran Bai Hu langsung membuka mulut-nya, "Tidak usah mengkhawatirkan dia, Mungkin saja dia sedang dalam perjalanan pulang sekarang" Ucap Naga Putih mencoba menghibur-nya.
Bai Hu tidak menjawab ucapan Naga Putih melainkan menatap tuan-nya yang sudah menampak-kan diri bersama dengan para calon istri-nya, "Ayo turun, Tuan sudah datang" Ucap Bai Hu dan langsung teleportasi kembali ke dekat Pi Yu.
Melihat Bai Hu yang teleportasi tiba-tiba membuat Naga Putih menggelengkan kepala-nya pelan, Ia lalu turun ke bawah sambil mengecilkan ukuran tubuh-nya.
Di sisi lain, Fang Lin yang sudah sampai di lapangan langsung melihat ke arah para istri-nya, "Kalian ingin duduk atau berdiri saja?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
__ADS_1
Para calon istri-nya yang mendengar itu menaik-kan satu alis-nya, Mereka ber-empat lalu menatap satu sama lain lalu kembali menatap Fang Lin, "Mau Fang Gege" Jawab mereka secara serempak.
Fang Lin hanya tersenyum lembut mendengar jawaban kompak dari mereka, Ia lalu menghentak-kan kaki-nya pelan dan seketika tanah yang mereka tempati menjadi sedikit lebih tinggi.
Para bawahan Fang Lin yang sedang berada di belakang tuan-nya sedikit terkejut ketika tanah yang mereka pijaki menjadi lebih tinggi. Kini Fang Lin, Para calon istri-nya serta bawahan-nya berada di tanah yang lebih tinggi, Sedangkan para penduduk kota Fang dan para mantan penghuni hutan terlarang berada di tanah yang lebih rendah dari Fang Lin.
Usai tanah tersebut berhenti meninggi Fang Lin menjentik-kan jari-nya dan seketika 4 tempat duduk yang mewah muncul di belakang para calon istri-nya, "Duduk-lah dan dengarkan rapat ini baik-baik" Ucap Fang Lin sambil tersenyum dan di angguki oleh para calon istri-nya.
Melihat mereka ber-empat sudah duduk di bangku yang dibuat-nya, Fang Lin langsung membalik-kan badan-nya dan menatap kerumunan di depan-nya, Ia menarik nafas-nya cukup dalam lalu membuka mulut-nya, "Kalau begitu aku mulai rapat-nya" Ucap Fang Lin lalu merubah raut wajah-nya menjadi serius.
Pertama-tama Fang Lin memberitahu rahasia yang sudah lama di pendam-nya, Yaitu tentang kebenaran dunia jiwa-nya atau bisa di bilang Dunia Abyss.
Tentu saat mendengar hal itu membuat mereka semua terkejut sambil melebarkan mata, Mereka tentu ingin bertanya lebih lanjut tentang dunia Abyss, Namun mereka tidak ingin memotong cerita Fang Lin dan mendengarkan-nya hingga selesai.
Usai menceritakan tentang kebenaran dunia Abyss Fang Lin terdiam sesaat dan membuat suasana kota Fang menjadi sunyi, Ia lalu menarik nafas-nya kembali dan membuka mulut-nya, "Kalau begitu diskusikan pertanyaan dan buat perwakilan 1 orang untuk menanyakan hal yang ingin kalian tanyakan. Ini berlaku untuk kalian semua" Ucap Fang Lin dan seketika membuat suasana menjadi bergemuruh.
Melihat suasana yang langsung bergemuruh Fang Lin hanya diam, Ia lalu membalik-kan badan-nya dan melirik ke arah para bawahan dan juga calon istri-nya. Mereka semua kini menatap Fang Lin dengan tatapan meminta penjelasan.
Fang Lin yang mengetahui tatapan mereka hanya tersenyum tipis, "Kalian semua juga boleh bertanya, Namun usahakan untuk bertanya satu persatu" Ucap Fang Lin dan seketika membuat ayah, murid, Calon istri-nya serta para bawahan-nya berjalan mendekati diri-nya.
"Nak, Berarti Dunia Abyss yang kau maksud adalah tempat yang akan di jadikan turnamen semesta suatu saat nanti?" Tanya Fang Gu memastikan.
__ADS_1
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya untuk membenarkan hal itu, "Benar, Jika saja aku bukan salah satu peserta dari turnamen tersebut, Mungkin kita semua tidak akan berada disini" Jawab Fang Lin dengan nada tenang.
"Guru! Berarti peserta lain-nya juga memiliki kekuatan yang setimpal dengan guru?" Tanya Li Fan dengan nada penasaran.
Semua orang ikut penasaran dengan pertanyaan yang di keluarkan Li Fan, Mereka semua langsung menatap Fang Lin dan memasang telinga mereka baik-baik.
Fang Lin sendiri yang mendapatkan pertanyaan dari murid-nya langsung menghela nafas panjang, "Ya, Lebih tepat-nya ada 2 orang peserta yang memiliki kekuatan setara dengan-ku" Jawab Fang Lin dan segera menimpali-nya, "Aku juga sudah bertarung dengan salah satu-nya. Meskipun dia lebih lemah dari-ku, Tetapi dia dapat lolos dengan mudah saat bertarung dengan-ku" Timpal Fang Lin dan membuat mereka semua menahan nafas mereka.
Mereka semua tidak bisa untuk tidak terkejut ketika mendengar hal itu, Bagaimana tidak? Fang Lin adalah sosok terkuat yang pernah mereka temui selama mereka hidup, Tetapi salah satu dari peserta turnamen semesta dapat lolos dari-nya dengan mudah.
"Tuan, Apakah anda akan membuat pasukan untuk perang? Setidak-nya untuk berjaga-jaga jika peserta turnamen semesta yang tuan maksud mengibarkan bendera perang" Ucap Pi Yu mencoba menyarankan.
Mendengar saran dari Pi Yu, Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya... Aku memang berencana untuk membuat pasukan untuk perang" Balas Fang Lin dengan nada tenang.
"Apakah tuan berencana untuk menjadikan penduduk kota Fang dan mantan para penghuni hutan terlarang menjadi pasukan perang?" Tanya Pi Yu kembali dengan nada sedikit khawatir.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya kembali lalu menatap mata Pi Yu, "Apa yang kau khawatir-kan?" Tanya Fang Lin dengan nada heran. Ia yakin kalau Pi Yu saat ini sedang menyembunyikan sesuatu.
Pi Yu sedikit ragu untuk mengatakan-nya, Namun beberapa saat kemudian dia menghela nafas pelan untuk menenangkan diri-nya lalu menceritakan tentang bakat payah yang dimiliki penduduk kota Fang.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Ayolah vote, Masa dikit banget yang ngevote padahal yang baca puluhan ribu.