
Pertempuran dimulai, kedua kubu saling bertemu dan membunuh satu sama lain, meskipun begitu pasukan Fang Lin adalah makhluk bayangan, mereka tidak akan pernah mati selama menerima Qi dari Fang Lin.
Kubu Fang Lin sebenarnya benar-benar kalah dalam segi jumlah, tetapi berkat bantuan dari Fang Lin dan juga komandan pasukan, kekalahan mereka dalam segi jumlah bisa ditutupi.
Fang Lin menggunakan Seruling Kematian untuk membunuh pasukan Alam Dewa, menggunakan jurusnya Nyanyian Pemusnah.
Membunuh puluhan juta pasukan Alam Dewa adalah hal yang mudah bagi Fang Lin ketika menggunakan Seruling Kematian, aura membunuhnya yang sebelumnya sedikit kini menjadi banyak kembali.
"Para Dewa Inti sialan itu, mereka mengalahkan banyak pasukan bayanganku dengan jurus serta artefak yang mereka miliki...." Fang Lin berdecak kesal saat mengatakannya, Qi-nya berkurang dalam jumlah yang banyak tetapi hal tersebut bukanlah masalah baginya.
Seseorang yang mencapai ranah Dewa Tahta memiliki penyimpanan Qi yang banyak, bahkan sulit untuk diukur.
Fang Lin kembali memainkan Seruling Kematian dengan nyanyian Pemusnah.
Di sisi lain, Sun Wukong yang menyaksikan jumlah pasukan kubu Alam Dewa berkurang drastis langsung berdecak kesal, "Bajingan... Ternyata dia mengetahui jurus sialan itu? Dewa Perang, kau sungguh gila mewarisi dia jurus semacam itu." Sun Wukong mengutuk keras Yuan Zhong dalam hatinya.
Sedangkan Shen Liang yang melihat jurus yang dipakai oleh Fang Lin diam-diam tertawa pelan dalam hati, "Sepertinya dia merasa kesal karena kehilangan banyak pasukan..." Batin Shen Liang sembari melirik Dewa Kera.
.....
Satu hari Berlalu, Korban dari kubu Alam Dewa kini mencapai 1 miliyar pasukan, dan sekarang yang tersisa tinggal 9 miliyar pasukan.
Sun Wukong yang mengetahuinya langsung menyuruh beberapa Dewa Inti untuk masuk ke dalam peperangan, sedangkan Dewa Inti yang sejak awal sudah mengikuti peperangan di suruh kembali.
"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi..." Gumam Sun Wukong lalu berbalik.
Ketika berbalik, Sun Wukong mendapati seluruh binatang primordial yang sedang mengamati peperangan.
"Xuan Wu, Kurama, Quan Qhong. Aku minta kalian bertiga untuk menghadapi Fang Lin, kembalilah jika kalian kesulitan melawannya." Pinta Sun Wukong dengan raut wajah serius.
Quan Qhong selaku Qilin menganggukan kepalanya patuh begitu juga dengan Xuan Wu si Dewa Kura-Kura, sedangkan Kurama terdiam sejenak dan berpikir.
Ketika Xuan Wu dan Quan Qhong sudah melesat maju, rubah oren ekor 9 itu masih diam di tempat.
Sun Wukong tentu menyadarinya, "Apa yang kau pikiran, Kurama?" Tanya Sun Wukong penasaran.
"Tidak ada..." Kurama langsung melesat maju usai mengatakannya.
Melihat tingkah Kurama membuat Sun Wukong sedikit mengerutkan alisnya, tetapi ia tidak memikirkannya lebih lanjut dan kembali memperhatikan peperangan.
Di sisi lain, Li Zu Xing bersama dengan beberapa Dewa Inti sedang berada di dekat penghalang aurora yang menyelimuti daratan ini.
Li Zu Xing menyentuh penghalang tersebut, matanya terpejam dan aura emas keluar dari telapak tangannya yang menyentuh penghalang.
Selang beberapa saat, Li Zu Xing mengerutkan alisnya, "Bagaimana denganmu, Dewa Shong?" Tanya Li Zu Xing setelah membuka matanya.
Dewa Shong yang tidak berada jauh dari Kaisar Dewa langsung menjawab, "Maaf atas segala hormat, Kaisar. Saya sudah mencoba menganalisa penghalang ini, tetapi komposisi dalam pembuatannya benar-benar di luar nalar saya." Dewa Shong merendahkan badannya ketika mengatakan itu.
Kaisar Dewa tidak mengatakan apapun karena apa yang dikatakan olehnya adalah kebenaran, ia sendiri juga tidak bisa menganalisa komposisi dari penghalang ini.
"Apakah orang itu (Yue) Absolute Universe? Tetapi bagaimana mungkin orang sepertinya mau menjadi bawahan dia (Fang Lin)?" Batin Li Zu Xing bertanya.
__ADS_1
Li Zu Xing kemudian memerhatikan perang yang berjarak ratusan kilometer itu, atau lebih tepatnya memerhatikan Fang Lin yang sedang bertarung dengan tiga binatang primordial.
"Semuanya masuk akal jika perempuan itu berada di ranah Absolute Universe, dan alasan mengapa dia (Fang Lin) berkembang sangat pesat karena dia dibantu olehnya." Gumam Li Zu Xing dengan suara pelan.
"Sepertinya aku harus menunggu kedatangan Guru, setelah dia menghancurkan penghalang yang menghalangi akses masuk dan keluar dari Alam Dewa, dia pasti akan mencari tau asal usulnya" Li Zu Xing kembali bergumam lalu terbang ke arah Sun Wukong berada.
Para Dewa Inti yang melihat perginya Kaisar Dewa langsung mengikutinya dari belakang.
Saat ini, Fang Lin sedang bertarung dengan 3 Binatang Primordial sekaligus, melawan mereka sebenarnya tidaklah terlalu sulit mengingat kultivasinya berada di ranah Dewa Tahta.
Namun jurus mereka memiliki daya serangan yang luas, ia sedikit repot karena harus menahan semuanya agar para pasukan bayangannya tidak terkena.
Kurama menciptakan beberapa klon lalu menyerang Fang Lin dengan cepat, sedangkan Xuan Wu dan Quan Qhong menyiapkan jurus gabungan.
Fang Lin sendiri dengan mudah mengalahkan klon milik Kurama, ia mengangkat pedang Raja Surgawinya tinggi-tinggi lalu mengayunkannya ke arah rubah oren ekor 9 yang terakhir.
Bam!
Kurama terpental jauh ke belakang dengan mulut yang memuntahkan banyak darah, ia menabrak pasukan Alam Dewa yang berada di barisan tengah.
"Sialan, sekali tebasannya bisa membuatku hampir mati!" Kurama berkata lalu melesat kembali ke arah Fang Lin.
Ketika sampai, Mata Kurama melebar ketika tidak mendapati keberadaan Xuan Wu dan juga Quan Qhong, ia hanya mendapati Fang Lin yang menatapnya balik dengan tatapan sinis.
"Dimana mereka?!" Tanya Kurama dengan raut wajah serius.
Fang Lin mengangkat pundaknya dan menjawah, "Siapa yang tau? Mungkin saja mereka juga terpental sama sepertimu barusan."
Mendengar jawaban Fang Lin membuat Kurama kesal, ia melesat ke arah manusia berjubah hitam itu dan menyerangnya dengan kekuatan penuh.
Di sela-sela pertarungan, Kurama sedikit terkejut ketika mendengar teriakan yang memanggilnya, mereka tidak lain adalah Xuan Wu dan Quan Qhong yang baru saja kembali.
"Kalian tidak menyerah juga? Merepotkan sekali..." Fang Lin langsung serius, kecepatan dan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Xuan Wu dan Quan Qhong yang baru saja bergabung dalam pertarungan sangat terkejut ketika mengetahui kekuatan serta kecepatan Fang Lin meningkat sangat pesat.
Tentu Kurama bereaksi sama, tetapi ia tidak terlalu terkejut karena sudah memperkirakannya.
Fang Lin sendiri semakin meningkatkan kecepatannya dan membuat ketiga binatang primordial semakin terpojok.
"Aku harus mengakhiri ini dengan cepat... Pasukan bayanganku sepertinya kembali terpojok." Fang Lin membatin dengan raut wajah serius.
Kekuatan dan kecepatan Fang Lin meningkat seiring berjalannya waktu, sehingga akhirnya ketiga primordial itu menerima kekalahan telak dengan terpental jauh ke belakang.
Sun Wukong yang menyaksikannya langsung meminta beberapa Dewa Inti untuk menyembuhkan ketiga bintang primordial itu.
Setelah memerintahkan mereka, perhatian Sun Wukong kembali pada Fang Lin, ia berdecak kesal ketika melihatnya memainkan sebuah seruling.
"Apa yang terjadi Sun Wukong?" Li Zu Xing yang baru saja datang langsung bertanya.
"Dia menggunakan Seruling Kematian untuk membantai pasukan kita, jika terus seperti ini kita akan menerima kekalahan..." Sun Wukong berkata dengan raut wajah serius.
__ADS_1
"Terlebih lagi bukan hanya Fang Lin saja yang merepotkan, tetapi dia juga..." Sun Wukong menunjuk ke arah sebuah bayangan yang memiliki kekuatan dahsyat, dia tidak lain adalah Xiao Chen.
Li Zu Xing menoleh ke arah bayangan tersebut, ia sedikit mengerutkan alisnya ketika merasakan energi semesta yang keluar dari tubuh bayangan itu, "Meskipun hanya samar-samar aku dapat merasakan kalau dia memiliki energi semesta." Li Zu Xing bergumam dan dapat di dengar jelas oleh Sun Wukong.
"Energi Semesta? Bagaimana bisa seorang bayangan memilikinya? Apakah itu hanya transferan dari Fang Lin?" Sun Wukong bertanya-tanya. Menurutnya mustahil sebuah bayangan memiliki energi tersendiri, karena ia sudah mempelajari tentang Necromancer.
"Tidak. Dia memiliki energinya sendiri, sama seperti kultivator biasa, dia memiliki wadah untuk menampung seluruh energinya..." Li Zu Xing berkata dan menjelaskan.
Sun Wukong mengangguk setuju, "Menghadapi dia adalah tindakan sia-sia, kupikir kita semua harus melakukan serangan penuh sekaligus dan melawan Fang Lin secara bersamaan." Sun Wukong memberikan saran. Meskipun ia memimpin peperangan ini bukan berarti dirinya tidak meminta izin terlebih dahulu kepada Kaisar Dewa.
Li Zu Xing terdiam sejenak mendengar saran dari Dewa Kera, ia memikirkan segala kemungkinan termasuk perempuan yang membantu Fang Lin menciptakan penghalang untuk memblokir akses masuk dan keluar dari Alam Dewa.
"Tahan dulu... Kita akan menunggu sampai pasukan yang di medan tempur habis. Ah satu lagi, jangan gunakan artefak untuk melawan pasukan musuh, karena hal tersebut sama sekali tidak berguna." Li Zu Xing berkata dengan nada tenang.
Sun Wukong hanya mengangguk patuh.
Saat mengawasi peperangan, seorang pria berjubah emas datang mendekati Kaisar Dewa, dia tidak lain adalah Li Shang Hao, anak laki-laki terakhir Kaisar Dewa.
"Ayah, bolehkah aku bergabung dalam peperangan? Aku bosan hanya mengamati perang." Pinta Li Shang Hao sembari tersenyum lebar.
Li Zu Xing menoleh ke arah putra terakhirnya itu, "Bosan? Peperangan saja bahkan belum berlangsung selama satu hari, dan lagi Sun Wukong masih dalam menganalisa kekuatan musuh. Lebih baik kau menunggu dan mengamati alur peperangan ini..." Li Zu Xing berkata dengan suara tenang.
"Menunggu? Memangnya apa yang harus aku tunggu, ayah?" Tanya Li Shang Hao penasaran.
Li Zu Xing tersenyum tipis dan langsung menjawab, "Peperangan... Setelah menganalisa kekuatan lawan, kita semua akan mengerahkan kekuatan penuh, jadi bersiaplah."
Li Shang Hao yang mendengarnya langsung tersenyum senang, "Baiklah ayah..." Li Shang Hao langsung izin pamit dari sana.
Setelah anak terakhirnya itu pergi, Li Zu Xing kembali mengawasi jalannya perang.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!
Novel: Legenda Raja Kultivator.
Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.
Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.
Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!
Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.
Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.
Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.
Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.
__ADS_1
Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!
Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?