
Sementara itu, Fang Lin yang sedang menghabisi sekelompok Heavenly God menggunakan segenap kemampuannya mendapatkan telepati dari Wong yang tidak lain adalah boneka bayangannya.
"Raja, saya ingin melaporkan sesuatu."
"Apa itu?"
Meskipun dalam kondisi bertarung Fang Lin tetap membalas telepati tersebut dengan tenang.
Wong kemudian menjelaskan rencana yang baru saja dibuatnya, sedangkan Fang Lin hanya mendengarnya dengan seksama dalam diam dan sedikit memasang ekspresi terkejut di wajahnya.
"Tak kusangka dia akan membuat rencana sendiri..." gumam Fang Lin, lalu membalas telepati, "Kerja bagus, aku akan berada di bagian barat kota sekitar lima menit lagi."
"Saya mengerti, Raja."
Telepati mereka berdua kemudian terputus dan Fang Lin tersenyum tipis, "Haruskah aku menciptakan roh untuk semua boneka bayanganku? Dengan begitu, mereka nantinya bisa mempunyai pemikiran sendiri." gumam Fang Lin sembari membantai kultivator dari kelompok Setan Kuno yang berada dalam jangkauan matanya, "Tapi, seharusnya ada beberapa resiko kalau aku melakukan hal itu, bukan?"
Salah satunya adalah Boneka Bayangan Fang Lin bisa saja diambil oleh orang lain melewati teknik pengendalian Roh tingkat tinggi, kalau saja itu terjadi maka hal tersebut adalah kerugian terbesarnya.
"Mungkin aku harus mendiskusikan dengan Yue terlebih dahulu..." Fang Lin tidak mempunyai niat mengambil resiko yang besar seperti itu, ia akan membicarakan hal ini dengan Yue beserta lainnya untuk menemukan keputusan yang tepat.
__ADS_1
Setelah Fang Lin berkata demikian, dia tidak lagi berbicara dan fokus pada pembantaian.
Sehabis itu, Fang Lin menuju ke arah barat, dan sesampainya di sana ia langsung dikepung oleh empat Heavenly God sekaligus.
"Sudah puas kah kau membantai orang-orang kami?" salah seorang Heavenly God bertanya dengan sinis.
Fang Lin langsung memasang ekspresi jijik ketika mendengar itu, "Bukankah aku yang seharusnya berkata demikian? Apakah kalian masih belum puas setelah membantai banyak kultivator di kota ini?"
"Hmph, mau membunuh sejuta kultivator sekalipun, Setan Kuno tidak akan pernah puas!" balas Supreme Being dengan sinis.
"Kalau begitu, tujuan kalian mengepungku untuk apa? Membunuhku...?" tanya Fang Lin penasaran.
Fang Lin mengangkat pedang Raja Surgawi ke depan, lalu berkata, "Begitukah... Namun, pantaskah kalian berhadapan denganku?"
"Bajingan kecil yang sombong, apakah kau merasa dirimu itu lebih kuat dari kami berempat?"
Fang Lin hampir saja melepaskan tawanya setelah mendengar itu, tapi untuk sekarang ia akan memilih untuk menahannya.
"Tentu saja aku jauh jauh dan jauh lebih kuat daripada kalian berempat, haruskah kubuktikan sekarang juga?"
__ADS_1
Sesaat setelah Fang Lin menyelesaikan kata-katanya, Wong menciptakan domain dalam sekejap mata yang mencakup Rajanya dan juga ketiga Supreme Being Setan Kuno.
"Hahahaha! Apakah kau mulai ketakutan, bajingan kecil?!" Heavenly God bertubuh pendek tertawa dengan lantang.
"Ketakutan?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya sembari tersenyum mengejek, "Lucu sekali, bahkan kelompok dari tim penyerang saja tidak sampai berani berkata demikian."
"Huh...?"
Pada saat mereka dilanda kebingungan, Wong yang sedari tadi diam langsung mengeksekusi jurusnya ke arah tiga Supreme Being itu.
"Kugggh~!
Mereka bertiga langsung memuntahkan darah segar ketika menerima serangan dari Wong secara mentah-mentah.
"Wong bangsat! Apa yang kau lakukan pada kami?!" salah seorang Heavenly Godb bertanya sembari menghampiri Wong, tetapi pria berbadan besar itu selalu menyerang mereka bertiga tanpa ragu sedikitpun.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1