System Sang Immortal

System Sang Immortal
Teknik Cahaya Segel Aurora


__ADS_3

Yue memberikan pelajaran terhadap suaminya mengenai pemahaman yang mendalam pada setiap jurusnya, dari kekurangan sampai kelebihan semua itu harus dipahami dengan jelas supaya dia mampu memanfaatkannya secara penuh kemampuannya tersebut di pertempuran nanti.


Fang Lin tentu saja belajar dengan serius, ia mulai memahami setiap jurusnya dan itu berlangsung selama beberapa minggu lamanya.


Setelah Fang Lin memahami setiap jurus yang dirinya miliki secara sempurna, Yue memberikan ingatan tentang segel tingkat Kosmis yang bernama 'Cahaya Segel Aurora'.


Fang Lin langsung duduk bersila di tempatnya dan menyerap ingatan yang masuk ke dalam kepalanya dengan baik.


Di sisi lain, Yue menghilang dari sana dalam sekejap dan meninggalkan suaminya itu. Karena ia tau kalau menyerapnya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi dirinya ingin meneliti lebih jauh mengenai portal itu.


Yue muncul tepat di sebelah portal seukuran telapak tangannya, ia sejenak memandanginya kemudian mengalirkan Qi Semesta ke dalamnya.


"Tsk, Qi-ku langsung diputus begitu saja setelah melewatinya. Dunia ini benar-benar merepotkan..." Yue berdecak kesal, "Kalau aku masuk maka tidak ada jaminan untuk bisa kembali, aku tidak boleh mengambil resiko besar seperti itu."


Yue kemudian menciptakan klon dirinya yang mempunyai basis kultivasi di ranah Absolute, lalu membiarkan kloningannya tersebut masuk ke dalam portal itu.


Setelah itu, Yue berbagi pandangan dengan kloningannya. Ia menemukan Dunia yang mirip dengan Dunia Abyss, dan sudah bisa dipastikan kalau Dunia tersebut memang salah satu kubah milik peserta Turnamen Semesta.


"Hm, pertama-tama aku harus mengukur kekuatan tempur yang dimiliki peserta di kubah ini." gumam Yue, lalu mengarahkan kloningannya untuk menyebarkan Kesadaran Spiritual sampai batas tertentu secara diam-diam tanpa diketahui siapapun.


Kloningan Yue menyebarkan Kesadaran Spiritualnya, tetapi dia masih belum menemukan siapapun sehingga Yue memerintahkan untuk memperluasnya.


"Sudah cukup jauh Kesadaran Spiritual klonku menyebar ke segala arah, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan makhluk hidup." gumam Yue, lalu memegang dagunya, "Apakah mereka berada di dimensi lain? Kalau iya, seharusnya aku bisa merasakan keberadaan dimensi lain itu."


Kesadaran Spiritual Yue tidak sesederhana makhluk hidup lainnya, dia bisa mengetahui keberadaan dimensi lainnya meskipun jumlahnya tak terhitung sekalipun.


"Merepotkan sekali..." Yue menghela nafas panjang, karena klonnya hanya mampu menyebarkan Kesadaran Spiritual sampai batas tertentu jadi ia memerintahkannya untuk bergerak ke area tertentu secara bertahap.


Satu batang dupa terbakar, akhirnya Yue menemukan sebuah wilayah pemukiman yang tampak luas. Di sana, ada sejumlah makhluk di ranah Absolute dan tiga di antara mereka adalah Absolute yang mengabdi pada Celestial Absolute.


Mereka tampaknya sedang membicarakan sesuatu, tapi Yue tidak bisa mendengarnya karena mereka menggunakan berbagai jenis penghalang tingkat Semesta dan di bawahnya.


"Kekuatan tempur kubah ini sepertinya tidak terlalu besar. Yah, tapi itu masih belum pasti karena bisa saja mereka sedang tidak berada di Dunia Abyss..." Yue bergumam, lalu melanjutinya, "Sebaiknya aku mengawasi kubah ini untuk sementara waktu, dengan begitu aku bisa menghitung kekuatan tempur mereka secara pasti."


......................

__ADS_1


Waktu berlalu selama lima tahun lamanya, Fang Lin perlahan membuka matanya dan hembusan nafas panjang keluar dari mulutnya.


"Lima tahun, ya?" Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, hanya untuk menyerap ingatan saja dirinya harus bermeditasi selama itu agar bisa terserap dengan baik.


"Sudah selesai rupanya..." Yue tiba-tiba saja muncul di hadapan Fang Lin, "Apa kamu ingin mempelajarinya sekarang juga?"


"Ah, apakah aku tidak bisa menggunakan Poin Pemahaman untuk melakukannya?" tanya Fang Lin penasaran.


"Sayangnya tidak, kamu harus melakukan secara manual. System mempunyai batasan, dan tingkat Semesta adalah batasannya." ucap Yue menjelaskan.


"Yah, aku sudah menduganya sih..." Fang Lin tidak terlalu terkejut mendengarnya, "Kira-kira berapa lama sampai aku bisa menguasai sepenuhnya?"


"Itu tergantung pada seberapa rajin dirimu, kalau kamu berusaha untuk mempelajarinya setiap hari maka bukan hal yang tidak mungkin untuk menguasainya dalam waktu seratus ribu tahun." jawab Yue dengan tenang, ia sudah memperhitungkan ini semenjak suaminya itu menyerap ingatan Cahaya Segel Aurora.


Fang Lin yang mendengarnya langsung tersedak nafasnya sendiri, "Seratus ribu tahun?! Bukankah itu berlebihan...?"


"Berlebihan matamu...! Itu adalah waktu yang terbilang singkat untuk mempelajari semacam teknik di tingkat Kosmis, biasanya Absolute membutuhkan waktu sekurangnya satu juta tahun untuk menguasainya." Yue sedikit memasang ekspresi kesal.


"Benarkah itu? Bukankah artinya aku adalah Jenius di antara para Absolute?" entah kenapa Fang Lin menjadi senang ketika mendengarnya.


"Baiklah, aku mengerti." Fang Lin mengangguk kecil, lalu bertanya, "Bagaimana dengan portal itu?"


"Tidak ada pergerakan yang mencolok, tapi..." Yue kemudian menceritakan apa yang kloningannya lihat saat berada di kubah peserta lawan.


Fang Lin sendiri mendengarnya dengan serius, ekspresinya berubah-ubah apalagi pada saat dirinya mengetahui kalau tiga Absolute yang dulunya mengabdi pada Celestial Absolute kini jiwanya telah diambil alih oleh peserta yang menguasai kubah itu dan dijadikan pasukan siap mati.


"Kabar buruknya, mereka bertiga telah berpihak pada musuh. Dan kabar yang lebih buruknya lagi, kubah kita terhubung dengan kubah peserta yang menduduki peringkat satu." ucap Yue, tatapannya kali ini menjadi sangat serius, "Mereka sudah tau tentang kita, dan bukan hal yang tidak mungkin kalau suatu saat nanti mereka mencoba menginvasi kubah ini."


"Apakah Cahaya Segel Aurora mampu dihancurkan oleh mereka?" tanya Fang Lin penasaran.


"Menghancurkannya bukan sesuatu yang mustahil, kamu harus menyiapkan berbagai rencana mulai dari sekarang." jawab Yue cepat.


Fang Lin menganggukkan kepalanya paham, lalu berkata, "Kalau begitu, ayo kita kembali..."


Yue hanya mengangguk sekali, dan mereka berdua menghilang dari sana dalam sekejap mata.

__ADS_1


***


Setelah berada di aula Istana Es, Fang Lin langsung memanggil Heng Zhanjin dan Leng Jin untuk datang ke hadapannya.


"Heng Zhanjin menghadap Tuan."


"Leng Jin menghadap Tuan."


Mereka berdua muncul dan berkata demikian pada saat yang bersamaan.


"Ada kabar buruk untuk kalian." ucap Fang Lin dengan tenang, dan itu jelas membuat keduanya kebingungan, "Wing Chun, Ma Feng dan Hong Zhu... Jiwa mereka bertiga telah diambil alih oleh peserta lain."


"Apa...?" Leng Jin sedikit melebarkan matanya.


"Saya masih belum mengerti, Tuan. Bisakah anda menceritakannya lebih detail?" tanya Heng Zhanjin cepat.


Fang Lin menghela nafas panjang secara perlahan, kemudian mengirimkan ingatan dari penemuan portal sampai pengawasan klon Yue di kubah itu.


Setelah menerima ingatan tersebut, mereka berdua terdiam selama beberapa waktu dan mata keduanya mulai melebar secara sempurna.


Fang Lin bisa melihat mata mereka berdua yang menunjukkan kemarahan dan juga kesedihan, ia hanya bisa diam ketika menyaksikan itu karena kata-kata menghibur sama sekali tidak berguna untuk sekarang.


"Apa-apaan itu... Mereka adalah Absolute, tapi jiwa mereka dapat dengan mudah diambil alih." Leng Jin benar-benar tidak menyangka ada Absolute lain yang mampu melakukan itu.


Heng Zhanjin berdecak kesal dan berkata, "Mereka bertiga sangat bodoh, apakah mereka berniat bekerja sama dengan orang-orang itu untuk menghancurkan Tuan?"


"Kesampingkan semua itu, aku ingin kalian mengabarkan hal ini pada teman-teman kalian di Dunia Abyss. Bilang pada mereka untuk selalu waspada, kemampuannya mengambil alih jiwa itu benar-benar di luar nalar." Fang Lin memberikan perintah pada keduanya, "Kalau terjadi konflik di antara kalian, lebih baik hindari itu, mengerti?"


"Kami mengerti, Tuan." mereka berdua menjawab secara serempak.


"Bagus, pergi..." ucap Fang Lin sambil mengangguk pelan.


Mereka mengangguk sekali dan menghilang dari sana.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2