
Setelah percakapan itu berakhir, mereka pada akhirnya mengamati pertempuran yang terjadi di antara kelompok Naga dan juga Iblis.
Pertempuran itu tetap terasa meskipun mereka telah menjauh sejauh satu juta kilometer, sehingga Fang Lin menciptakan kubah Cahaya Segel Aurora untuk melindungi mereka semua.
Pertempuran berlangsung selama kurang lebih tujuh hari, dan kini terisa satu Naga yang tidak lain adalah Raja di kelompok itu. Sementara dari kelompok Iblis, hanya ada satu korban dan menyisakan tujuh saja.
"Pertempurannya berat sebelah, para Naga itu tidak bisa memberikan perlawanan yang memuaskan." Marak menganalisa dengan dua jari tangan yang menjepit dagu.
"Kalau para Iblis itu masih ingin melawan kita, tidak menutup kemungkinan mereka mempunyai trik yang disembunyikan." timpal Shanzi dengan tenang.
Mereka langsung mengangguk setuju ketika mendengar itu, ada kemungkinan kelompok Iblis mempunyai trik tersembunyi untuk melawan kelompok Fang Lin.
Booom!
Ledakan dahsyat terjadi ketika keenam Iblis itu menggabungkan kekuatan untuk menyerang Raja dari kelompok Naga.
Setelah ledakan itu mereda, Raja dari kelompok Iblis sedang menyerap Orb yang tertanam di jiwa Raja Naga.
"Menyerap Orb itu pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama, di situasi sekarang mereka akan menjadi cukup lemah karena harus melindungi sang Raja." ucap Kirisan, lalu mengalihkan pandangannya pada Cassiep, "Ayo kita serang mereka sekarang, ini adalah saat yang tepat."
Cassiel tampak berpikir setelah mendengar itu, ada banyak resiko jika mereka bertempur dengan kelompok Iblis.
"Jangan berpikir terlalu lama, kesempatan ini memang cukup bagus." ucap Fang Lin yang melihat Cassiel diam.
Cassiel sedikit tersentak sebelum menghela nafas panjang, dan menganggukkan kepalanya, "Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, persiapkan diri kalian semua..."
Karena variabel ini sudah diperkirakan sebelumnya, Cassiel menggunakan rencana cadangan yang telah dibuat sebelumnya.
Childe, Nalimi dan Cassiel akan berada di tim pendukung, tugas mereka adalah membantu tim penyerang dari jarak yang cukup jauh.
Untuk yang kedua kalinya, Cassiel memberikan buff pada tim penyerang. Karena itu, energinya terkuras hingga tersisa setengahnya saja.
"Aku yang akan memimpin..." Kirisan berkata dengan tenang, ia adalah Absolute yang bertarung menggunakan tangan kosong, "Karena kita menang jumlah, jangan ragu untuk bekerja sama. Mengerti?"
"Sudahlah, kami mengerti itu!" Marak menjadi tidak sabar, lalu segera melanjutinya, "Ayo kita habisi mereka sekarang."
__ADS_1
Kirisan hanya mengangguk kecil, lalu mereka berlima melesat di udara dan menyerang empat Iblis yang juga datang menghampiri mereka.
Pertempuran terjadi dengan sangat dahsyat, ledakan beruntun terus terjadi tanpa adanya keheningan untuk sesaat.
Fang Lin sekarang ini melawan satu Iblis yang tidak lain adalah Iblis dengan wujud seperti Manusia, dia bersikap hati-hati karena mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Kau semakin lemah rupanya?"
Dalam beberapa menit, Fang Lin bisa mendominasi pertarungan antara dirinya dengan Iblis itu.
"Kau berbahaya, sepertinya aku harus serius melawanmu." Mazore adalah nama dari Iblis berwujud Manusia itu, dia menggunakan pedang bergerigi yang dipenuhi dengan energi Iblis kental dan juga murni.
"Meskipun kau serius, tidak akan ada perubahan dalam hasilnya." Fang Lin mengangkat sudut bibirnya penuh percaya diri, lalu mengeksekusi teknik Penghunus Surga dan tebasan Pemecah Semesta pada waktu yang bersamaan.
Mazore berusaha menangkisnya tetapi dia berubah pikiran ketika setengah serangan dari teknik itu sudah berlangsung. Meskipun sudah menghindarinya, tapi dia tetap menerima dampaknya dan terpental sejauh ribuan kilometer.
Fang Lin tidak berhenti sampai di sana dan melancarkan serangan lainnya menggunakan pedang Pembunuh Absolute.
Di sisi lain, Raja dari kelompok Iblis merubah ekspresinya menjadi serius saat melihat anggota timnya sudah kewalahan melawan para Manusia itu hanya dalam waktu kurang dari satu jam saja.
"Ya, aku setuju. Kita juga sepertinya harus memakai teknik itu untuk membalikkan keadaan." balas Iblis yang bernama Dazai.
Iblis yang berperan sebagai Raja mengangguk setuju, dan mereka berdua bergegas untuk masuk ke dalam pertempuran.
Dengan kedatangan dua Absolute Iblis lainnya, pertempuran mulai kembali imbang dan ada satu orang yang harus melawan dua musuh sekaligus.
"Tsk, di antara semua kenapa harus aku?" Shanzi berdecak kesal ketika ada Absolute Iblis lainnya yang datang, "Aku tidak akan sanggup jika harus melawan keduanya sekaligus."
Meskipun Shanzi kuat tetapi dia masih kalah dengan dua lawannya sehingga ia dipaksa di posisi bertahan tidak lama setelah satu Absolute iblis lainnya bergabung.
Cassiel, Nalimi dan Childe mengetahui apa yang terjadi pada Shanzi, mereka bertiga langsung melakukan serangan pendukung untuk membantunya.
Tentu saja serangan pendukung dari ketiga orang itu membuat dua Absolute Iblis merasa sangat terganggu, apalagi serangan Cassiel dibaluti dengan elemen Cahaya yang hampir murni.
"Tsk, mereka sungguh mengganggu..." ucap Iblis dengan rupa menyeramkan, lalu melanjutinya, "Raquel, karena kau berperan sebagai Raja di sini, aku akan menjadi tameng untuk semua serangan itu sementara kau habisi dia secepat mungkin."
__ADS_1
"Baiklah..." Raquel tidak mengeluh, dan ketika rekannya itu menghalangi semua serangan dari ketiga Absolute Manusia itu, dia langsung melancarkan serangan yang agresif pada Shanzi.
Serangan beruntun dilancarkan oleh Raquel sehingga Shanzi tidak bisa berkutik sekalipun.
"Bahaya! Shanzi akan mati jika terus seperti ini." Cassiel menjadi sedikit panik, lalu mengalihkan pandangannya pada wanita berparas imut di dekatnya, "Nalimi! Bantu Shanzi sekarang juga, jika dia mati maka presentase kemenangan kita akan berkurang!"
"Apa-apaan...? Kenapa juga harus aku, suruh saja Childe." Nalimi mendengus kecil, selama itu bukan termasuk dalam rencana dia tidak akan bergerak sedikitpun.
Cassiel merapatkan giginya lalu menatap Childe yang memasang ekspresi malas, "Tidak mau, tugasku di sini hanya melindungi Raja dan membantu tim penyerang menggunakan serangan jarak jauh."
Cassiel memang tidak terlalu berharap pada jawaban Childe, ia kembali mengamati situasi Shanzi dan menemuka pemuda dengan pedang ganda itu berada dalam ujung tanduk.
"Tidak ada pilihan lain!" Cassiel keluar dari lapisan pelindung dan melesat ke tempat Shanzi berada.
"Oi, sialan! Apa yang sedang kau lakukan?!" Childe menjadi marah dan langsung mengejar Cassiel, Nalimi juga melakukan hal yang serupa.
Namun, lesatan Cassiel berhenti ketika melihat kepala Shanzi sudah lepas dari tubuhnya. Tidak hanya itu, jiwanya juga ikut terbelah dan sebelum lenyap Orb yang tertanam di sana terserap dengan sangat cepat.
"Sialan!" Cassiel mengumpat marah setelah melihat Orb yang tertanam di jiwa Shanzi sudah berhasil diserap, dan jiwanya perlahan lenyap di udara.
"Dasar sialan, jangan pergi seenaknya! Kau adalah Raja di sini!" bentak Childe, nadanya terdengar geram.
"Kalau aku menyuruh kalian, lakukan itu! Kalau saja kalian cepat tanggap, mungkin dia bisa diselamatkan!" Cassiel berbalik dan menatap Childe serta Nalimi dengan tatapan marah.
Cassiel yang sedari dulu terlihat sabar dan menawan kini menjadi berbeda setelah menyaksikan kematian Shanzi.
"Ada banyak variabel yang mungkin akan terjadi jika kami berusaha menyelamatkan mereka." ucap Nalimi, lalu melanjutinya, "Apa kau mau menciptakan variabel-variabel lainnya dan menciptakan situasi yang mungkin bisa membahayakan kami semua?"
"Kalian berdua memang susah untuk dipercaya!" Cassiel berseru dengan cukup lantang, kemudian kembali ke tempat sebelumnya.
Childe dan Nalimi saling menatap satu sama lain sampai akhirnya mereka berdua mengikuti wanita cantik itu dari belakang.
Bersambung......
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1