
Fang Lin menaikkan alisnya ketika mendengar ucapan Xiao Chen, Ia tidak menyangka kalau pria dihadapannya ini memandang dirinya begitu buruk.
"Terserahlah..." Fang Lin menghela nafas pendek lalu mengangkat tangan kirinya.
~Whooossh~
Sebuah api emas muncul di tangan kiri Fang Lin dan ia kemudian memandang ke arah Xiao Chen, "Apakah kau ingat dengan api ini?" Fang Lin bertanya dengan nada santai.
Xiao Chen yang melihat api emas tersebut langsung melapisi tubuhnya dengan Qi semesta, Ia menggertakkan giginya dengan wajah yang sedikit mengeras, "Bajingan ini... Dia bisa membunuhku dengan mudah jika menggunakan api itu" Xiao Chen bergumam dengan nada gelisah, rasa takutnya dengan Fang Lin perlahan tumbuh membesar.
"Tidak! Aku tidak boleh ketakutan seperti ini..." Xiao Chen menggelengkan kepalanya cepat dan mulai mencari cara agar api emas tersebut tidak dapat mengenai dirinya dengan mudah.
Beberapa saat kemudian, Xiao Chen melambaikan tangannya dan sepasang sepatu muncul di tangan kirinya, "Dengan Artefak ini... Api emas itu tidak akan bisa mengenai ku" Batin Xiao Chen dan mulai memasang sepasang sepatu tersebut ke kakinya.
Fang Lin sendiri yang melihat Xiao Chen sedang mengganti sepatunya sedikit mengerutkan alisnya, Ia cukup penasaran dengan sepatu tersebut karena samar-samar ia merasakan energi dewa keluar dari sepatu itu.
Setelah Xiao Chen memasang sepatu tersebut tiba-tiba saja dia menghilang dari pandangan Fang Lin dan tidak sampai 0,3 detik dia muncul di belakang Fang Lin.
BOOMMM!
Xiao Chen menendang kepala Fang Lin sekuat tenaga dan membuat pria berjubah hitam itu terpental jauh hingga menabrak penjara besi yang memiliki suhu panas sebesar 3.000° Celsius.
"Gila... Sejak kapan dia secepat itu?" Fang Lin tidak bisa untuk tidak kagum ketika melihat kecepatan Xiao Chen, Ia yakin kecepatan orang itu ratusan kali lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Melihat Fang Lin terpental begitu jauh membuat Xiao Chen tersenyum lebar, Ia kembali melesat ke arah Fang Lin dan tak ingin membiarkannya untuk bergerak leluasa.
BOOMMM!
BOOMMM!
Fang Lin terus terpental jauh ketika dia mendapatkan serangan dari Xiao Chen, jubahnya mulai rusak karena ia selalu menabrak benda-benda panas yang ada di domain tersebut.
Meskipun begitu Fang Lin tidak terlihat panik sedikitpun, Ia memang tidak bisa menyamai kecepatan Xiao Chen namun bukan berarti ia kalah begitu saja.
BOOOMMM!
__ADS_1
Fang Lin terpental menjauh dan kini dia menabrak ke sebuah tumpukan jarum yang begitu panas, "Sepertinya tubuhku mulai terluka..." Fang Lin bergumam saat dirinya merasakan goresan-goresan kecil di tubuhnya.
Sesaat setelah bergumam seperti itu, Xiao Chen tiba-tiba saja muncul di depannya dan berniat untuk menendangnya kembali, Namun hal tersebut gagal ketika kaki Xiao Chen di tahan oleh tangan kiri Fang Lin.
"Sepertinya kau menikmatinya..." Fang Lin tersenyum saat memegang kaki Xiao Chen, "Bagaimana kalau kita bergantian?" Timpal Fang Lin dan seketika api hitam muncul di kaki Xiao Chen lalu merembet hingga tubuhnya.
"Arkkkkhhhhh!!!!! PANAS!!!!" Xiao Chen berteriak histeris ketika api hitam tersebut merembet ke tubuhnya.
Xiao Chen memegang erat pedang birunya lalu memotong setengah tubuhnya.
Slashh!
Tubuh bagian pinggang sampai kaki Xiao Chen terjatuh ke bawah dan sebelum sampai ke tanah, bagian tubuh tersebut sudah terbakar habis oleh api hitam.
Kini tubuh Xiao Chen hanya tersisa setengah saja dan saat ini tubuhnya sedang melayang di udara, "KAU.... BAJINGAN!!!!" Xiao Chen mengumpat sekeras-kerasnya ke arah Fang Lin, Ia tidak akan pernah melupakan sensasi tubuhnya yang terbakar oleh api hitam itu.
Sesaat setelah berteriak seperti itu, tubuh Xiao Chen kembali beregenerasi dan kini membuat setengah tubuhnya tidak memakai pakaian sehelai pun.
"AKU AKAN MEMBALAS INI!!!" Amarah Xiao Chen memuncak ketika dia sudah mengganti jubah yang sama seperti sebelumnya.
Pedang merah muncul di tangan kiri Xiao Chen dan tak lama setelah itu api ungu yang begitu panas berkobar di bilah pedang tersebut.
Xiao Chen melesat ke arah Fang Lin dengan kecepatan cahaya, meskipun kecepatannya berkurang begitu drastis dari sebelumnya namun nyatanya ia hanya memerlukan satu detik untuk sampai di hadapan Fang Ling.
Tranggg!
Tranggg!
Xiao Chen menyerang Fang Lin dengan membabi buta menggunakan dua pedangnya itu, di setiap serangan Xiao Chen menghasilkan panas yang luar biasa dan membuat Fang Lin sedikit terganggu akan hal itu.
"Sepanas apa api itu? Bagaimana bisa tubuh tingkat dewa ku masih bisa merasakan panas yang keluar dari bilah pedangnya?" Batin Fang Lin bertanya-tanya. Bahkan dirinya tidak dapat merasakan panas di domain ini, akan tetapi bagaimana bisa kobaran api yang keluar dari bilah pedang itu memiliki panas yang bukan main?
Saat sedang memikirkan itu, tiba-tiba saja Xiao Chen mengeksekusi jurusnya dan membuat Fang Lin sedikit terkejut.
"Teknik Dewa Pedang Ke-4: 10 Tebasan Peruntuh Dunia" Xiao Chen menyerang Fang Lin dengan cepat selama 5 kali.
__ADS_1
Slashh!
Slashh!
Slashh!
Slashh!
Slashh!
Kelima tebasan itu dapat di tangkis oleh Fang Lin, akan tetapi tubuhnya tergores seakan-akan dirinya baru saja menerima 10 kali tebasan.
Tubuh Fang Lin tergores dan mengeluarkan sedikit darah, Ia yang mengetahui fakta tersebut merasa sedikit terkejut, "Dia menggunakan jurus yang sama saat duel pertama kita..." Fang Lin bergumam lalu menutup semua goresan tersebut dengan Qi nya.
Di sisi lain, Xiao Chen tersenyum lebar ketika melihat Fang Lin terluka setelah ia mengeksekusi jurusnya, "Aku dapat menang jika terus begini..." Dengan nada percaya diri Xiao Chen berucap dan ia mulai menyerang Fang Lin dengan sangat cepat.
Melihat Xiao Chen begitu semangat di setiap serangannya membuat Fang Lin tersenyum tipis, "Lebih baik aku mengakhiri duel ini dengan cepat..." Fang Lin dengan raut wajah serius mulai melapisi pedang Raja Surgawi dengan api emasnya.
Trangg!!
Trangg!!
Fang Lin dengan serius menyerang dan menangkis serangan Xiao Chen dan membuat pria berjubah biru itu dalam kondisi bertahan meskipun memakai dua pedang.
"Pengalaman berpedangnya sudah sangat jauh dibanding aku." Xiao Chen menggertakkan giginya dan perasaan tidak enak muncul dihatinya.
Melihat raut wajah Xiao Chen yang panik membuat Fang Lin tersenyum tipis, "Aku akan mengakhirinya sekarang..." Fang Lin bergumam lalu bersiap-siap untuk mengeksekusi jurus penghunus surga miliknya.
Saat ingin mengeksekusi jurus tersebut, tiba-tiba saja domain milik Xiao Chen bergetar hebat seakan terdapat serangan dari luar domain tersebut.
BOOMM!
Domain Xiao Chen terpecah dan memperlihatkan seorang kakek tua di atas mereka berdua dengan sebilah tombak di tangannya, kakek tua tersebut melesat ke arah Fang Lin dan menyerang titik vitalnya dengan cepat.
Fang Lin sendiri langsung membatalkan jurusnya dan menangkis serangan kakek tua itu, dia mengerutkan alisnya ketika melihat pengalaman kakek tua dihadapannya sangat tinggi.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.