System Sang Immortal

System Sang Immortal
Alam Agung Vs Alam 100 Pelangi


__ADS_3

Butuh waktu sekitar 30 detik untuk Fang Lin sampai ke daratan Fuzhou. Setelah sampai di sana, Ia keluar dari kapal terbang-nya dan turun ke daratan.


Saat ini Fang Lin berada di sebuah padang rumput yang hijau, Di depan-nya saat ini terdapat sebuah hutan yang cukup luas dan di dalam hutan tersebut terdapat dua gunung yang saling berdekatan.


Fang Lin menyebarkan kesadaran-nya ke arah dua gunung tersebut, Ia sedikit menaik-kan alis-nya ketika melihat dua orang kultivator yang berada di area sekitar gunung, "Apakah mereka adalah orang-orang yang di-utus untuk menjaga pusaka dewa itu?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya.


Fang Lin menarik kesadaran-nya kembali lalu menyimpan kapal terbang-nya ke inventory, Ia memakai topeng hitam-nya lalu melesat ke arah dua gunung tersebut.


Di sisi lain, Dua orang kultivator yang berada di ranah Spiritual God itu sedikit mengerut-kan alis-nya ketika menyadari ada seseorang yang mendekati mereka, "Saudara Gao, Keluarkan senjata-mu" Ucap seorang pria paruh baya berjubah merah.


Orang yang di panggil Saudara Gao itu tidak menjawab-nya dan hanya mengeluarkan dua buah pedang kecil berwarna coklat dari dunia jiwa-nya.


Mereka berdua menatap ke arah depan dengan raut wajah yang waspada.


Fang Lin sendiri yang melihat mereka sudah bersiaga hanya diam, Ia tetap melesat mendekati kedua kultivator itu lalu membuat pedang Qi saat ia sudah berada di dekat mereka.


Kedua Spiritual God itu yang melihat kedatangan Fang Lin langsung mengarahkan senjata mereka ke arah-nya.


~Slasshhhhh~


Belum sempat mereka menyerang Fang Lin, Tiba-tiba saja pandangan mereka kabur dan tentu membuat mereka berdua terkejut, "B-bagaimana m-mungkin?!" Ucap pria paruh baya berjubah merah itu dengan terbata-bata. Saat berkata seperti itu, Ia dapat melihat kepala rekan-nya yang sedang melayang di udara tanpa ada-nya tubuh.


"Sebenar-nya aku tidak berniat membunuh kalian, Namun kalian akan meningkatkan kekuatan tempur-ku jika dijadikan bayangan" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Fang Lin yang melihat kedua mayat Spiritual God tersebut langsung membuka mulut-nya dan berkata, "Bangkit-lah...."


~Whooshhhh~


Seketika aura hitam mengumpul di depan Fang Lin dan perlahan membentuk dua bayangan manusia yang sedang berlutut.


"Bawahan rendah ini siap melayani Dewa Kematian" Ucap kedua bayangan tersebut serempak saat aura hitam telah menghilang di sekitar mereka.


Fang Lin yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepala-nya, "Mulai sekarang nama kalian adalah Glu dan Glo" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


~Whoooshhhh~

__ADS_1


Sekali lagi aura hitam muncul dan menutupi kedua bayangan manusia tersebut. Di sisi lain, Energi dewa milik Fang Lin keluar dari tubuh-nya dan terserap ke dalam aura hitam tersebut.


Beberapa saat kemudian, Perlahan aura hitam tersebut menghilang dan menampil-kan dua sosok bayangan yang berwibawa.


"Terima kasih Dewa, karna telah memberikan kami sebuag nama" Ucap mereka berdua serempak.


Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan dan berkata, "Masuk-lah"


~Whoooshhh~


Dalam sekejap kedua bayangan tersebut melesat dan masuk ke dalam bayangan Fang Lin.


Melihat Glu dan Glo sudah masuk ke dalam bayangan-nya, Fang Lin kembali mengaktifkan mata dewa-nya, Ia menatap ke arah dua gunung yang berdekatan itu dan mendapati dua kotak kayu besar yang terkubur di masing-masing gunung tersebut.


"Di gunung sebelah kiri menyimpan 3 buku tingkat dewa, Sedangkan gunung yang berada di kanan menyimpan 4 artefak tingkat dewa" Gumam Fang Lin pelan lalu menjentik-kan jari-nya.


~Klik~


Dalam sekejap kedua gunung itu runtuh dan membuat kepulan asap mulai memenuhi area tersebut. Fang Lin sendiri yang melihat-nya langsung melambaikan tangan-nya ke samping dan seketika kepulan asap tersebut menghilang dari sana.


Dua kotak kayu besar tersebut melayang di udara dengan bantuan energi tak kasat mata dan perlahan mendekati ke Fang Lin.


Kotak kayu besar tersebut perlahan mendarat di dekat Fang Lin. Fang Lin sendiri yang melihat-nya hanya diam dan membuka salah satu kotak tersebut.


Di dalam kotak tersebut, Ia dapat melihat 3 buah kitab lusuh yang memancarkan energi dewa, "Jadi ini, Kitab-kitab yang Alam Agung incar..." Gumam Fang Lin pelan saat mengambil ketiga kitab tersebut.


Kitab yang pertama, Mata Es. Sebuah teknik mata yang dapat membekukan apa saja yang di lihat oleh pengguna.


Kitab yang kedua, Penyegel Langit. Sebuah teknik yang dapat menyegel dantian seseorang secara mutlak hanya dengan sentuhan fisik saja.


Kitab yang ketiga, Array Pemanggil. Sebuah teknik array yang dapat memanggil monster yang lebih lemah dari pengguna, Hanya bisa digunakan dalam satu minggu sekali.


"Kitab Penyegel Langit ini sangat berguna untuk-ku di masa depan, Lebih baik aku mempelajari-nya nanti" Gumam Fang Lin lalu menyimpan ketiga kitab tersebut ke dalam inventory-nya.


Setelah menyimpan ketiga kitab tersebut, Fang Lin mengalihkan pandangan-nya ke arah kota kayu besar yang belum terbuka, "Hmm... Lebih baik aku buka-nya nanti saja, Saat ini aku harus kembali ke benteng Alam 100 pelangi dulu" Ucap Fang Lin saat merasakan lonjakan energi dari arah medan tempur.

__ADS_1


Fang Lin kemudian menyimpan kotak yang berisi artefak dewa itu, Ia lalu mengeluarkan kapal terbang Star Universe-nya dan teleportasi ke ruang pengendalian kapal.


Fang Lin dengan segera mengalirkan Qi Dewa-nya ke kapal terbang dan menjalankan-nya ketika selesai.


~Whoooshhhh~


Dalam sekejap kapal terbang Fang Lin melesat secepat cahaya.


***


Di Benteng Alam 100 Pelangi.


5 Menit Yang Lalu.


Seorang pria paruh baya berjubah kuning mewah kini sedang melayang di depan lima juta kultivator ranah Immortal, "Perang akan di mulai sekarang juga! Jadi aku minta kalian untuk mempersiapkan diri untuk berperang!" Ucap pria berjubah kuning tersebut dengan suara pelan, Namun dapat di dengar oleh jutaan kultivator tersebut.


Jutaan kultivator tersebut langsung bergemuruh dan dengan segera menyiapkan senjata mereka masing-masing.


Beberapa menit kemudian, Pria paruh baya berjubah kuning tersebut kembali bersuara, "Semua-nya, Aku tau kalian semua saat ini sedang merasa gugup, Namun aku juga yakin beberapa dari kalian merasa antusias dengan peperangan ini. Disini aku hanya ingin menyampaikan kalau kalian boleh mengamuk sepuas-nya melawan musuh" Ucap pria berjubah kuning itu lalu menimpali-nya dengan cepat, "Ingat-lah... Kita harus melawan mereka hingga titik darah penghabisan, Karena kalau kita kalah dari peperangan ini, Aku yakin Alam 100 Pelangi akan di ambil alih oleh musuh" Ucap pria berjubah kuning panjang lebar.


"Kita tunjuk-kan pada musuh, Kalau Alam 100 Pelangi tidak bisa di-usik dengan mudah!!!" Teriak pria berjubah kuning tersebut sambil mengangkat pedang yang baru di keluarkan-nya ke atas.


"WOOOOOOOOOOO!!!!!!!" Teriakan semangat jutaan kultivator itu langsung memenuhi area benteng Alam 100 Pelangi.


Pria berjubah kuning tersebut langsung tersenyum ketika melihat semangat mereka, Ia kemudian membalik-kan badan-nya dan mengarahkan pedang-nya ke depan, "SERANGGGGG!!!!!!!" Teriak lantang pria berjubah kuning tersebut dan membuat jutaan kultivator yang sudah berbaris langsung melesat ke depan.


Di sisi lain, Wen Li seorang Spiritual God dari Alam Agung langsung menarik nafas cukup dalam ketika melihat kubu Alam 100 Pelangi mulai menyerang mereka, Ia mengarahkan tombak-nya ke arah kubu lawan dan membuka mulut-nya, "SERANGGG!!!!!! HABISI PARA MUSUH!!!!!" Teriak Wen Li dengan lantang dan membuat jutaan kultivator dari Alam Agung berseru.


"WOOOOOOOOOOO!!!!!!" Jutaan kultivator tersebut berseru kencang sambil melesat ke arah kubu Alam 100 Pelangi.


Kubu Alam 100 Pelangi dan Kubu Alam Agung saling bertemu, Mereka semua langsung mengeluarkan jurus-jurus yang mereka miliki dan membuat lonjakan energi yang besar di medan termpur tersebut.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


NOTE: Author baru pertama kali bikin scene perang kek gini, Jadi cuma bisa buat seadanya aja.


__ADS_2