System Sang Immortal

System Sang Immortal
Perang Melawan Alam Dewa III


__ADS_3

6 Bulan Kemudian.


Peperangan antara kubu Fang Lin dengan Alam Dewa masih terus berlanjut, kedua kubu berperang tanpa henti dan saling menyerang satu sama lain.


Total pasukan Alam Dewa sekarang tersisa 19 miliyar, sedangkan jumlah pasukan bayangan Fang Lin masih sama seperti awal mula peperangan.


Daratan hampir tidak ada yang rusak ataupun mayat yang berserakan, sebab Kaisar Dewa menggunakan Artefak yang dapat memperkuat daratan dari biasanya serta menghilangkan para mayat.


Saat ini Fang Lin sedang menghadapi puluhan Dewa Inti dan beberapa binatang primordial. Ia sudah melawan mereka semua selama satu minggu lebih dan sudah cukup banyak Dewa Inti yang mati di tangannya.


Tetapi itu semua berkat penghalang yang Yue ciptakan, melenyapkan banyak hukum seperti hukum domain, hukum manipulasi waktu, hukum ruang, hukum teleportasi dan masih banyak lagi.


Meskipun begitu semua hukum yang ditiadakan tidak berlaku kepada Fang Lin karena Yue sudah mengaturnya sedemikian rupa, tetapi untuk saat ini Fang Lin berpura-pura kalau dirinya tidak bisa memakai hukum yang telah ditiadakan.


Fang Lin melakukannya karena ia ingin pihak Alam Dewa menyerangnya tanpa perencanaan yang matang seperti sekarang ini, ia juga akan menggunakan hukum-hukum tersebut disaat yang tepat.


Di sisi lain, Sun Wukong yang menyaksikan pertempuran selama 6 bulan terus memikirkan banyak rencana serta konsekuensi di dalam otaknya, tidak sekalipun dalam pikirannya terlintas kalau hukum yang ditiadakan oleh penghalang ini tidak berlaku kepada Fang Lin.


"Kaisar, Sepertinya kita harus mengerahkan kekuatan penuh. Selama 6 bulan ini dia (Fang Lin) belum memberikan tanda-tanda kelelahan sedikitpun... Padahal pasukan bayangannya sudah dikalahkan berkali-kali oleh pasukan Alam Dewa, seharusnya dia kelelahan meskipun Qi-nya masih tersisa banyak sekalipun." Sun Wukong memberi saran dengan raut wajah serius.


Setelah melakukan pertarungan melawan Fang Lin di masa lalu, Sun Wukong langsung mempelajari semua kekuatan yang dimiliki olehnya termasuk Necromancer.


Necromancer memanglah skill yang hebat, tetapi bukan berarti tidak memiliki kelemahan sedikitpun. Pengguna yang membangkitkan mayat menjadi bayangan harus memiliki jumlah energi yang besar di dalam tubuhnya, selain itu mengeluarkan bayangan juga memerlukan Qi serta stamina.


Semakin banyak bayangan yang dikeluarkan, maka semakin banyak pula energi serta stamina yang diperlukan, memang stamina tidak terlalu berpengaruh jika mengeluarkan puluhan atau ratusan bayangan, tetapi Fang Lin mengeluarkan puluhan juta bayangan sekaligus yang dimana akan sangat menguras staminanya.


Terlebih lagi jika bayangan yang dikeluarkan dikalahkan oleh seseorang, bayangan tersebut akan menggunakan energi dari tuan mereka dalam jumlah yang banyak untuk beregenerasi atau semacamnya, dan tentu hal tersebut dipastikan menguras stamina yang sangat banyak.


Li Zu Xing yang mendengar penjelasan Dewa Kera hanya diam dan merenung, "Benar apa yang dikatakan olehnya, melakukan secara bertahap akan membuat keuntungan bagi pihak lawan... Tetapi jika mengerahkan seluruh kekuatan sekaligus, memangnya Alam Dewa sudah dipastikan menang? Tentu saja tidak. Anak yang bernama Fang Lin itu penuh dengan kejutan, jika aku salah langkah maka Alam Dewa akan terancam kalah." Batin Li Zu Xing berpikir.


Sebenarnya Li Zu Xing sangat kesal dengan penghalang yang diciptakan oleh perempuan itu (Yue), dia meniadakan banyak hukum bahkan hukum penciptaan sekalipun, membuatnya cukup kesulitan.


Beberapa jam berpikir, Akhirnya Li Zu Xing menyetujui saran dari Sun Wukong. Sebagai langkah awal, ia meminta Dewa Inti dan Binatang Primordial yang sedang melawan Fang Lin untuk mundur dan melakukan perencanaan.


Sun Wukong yang mendengar keputusan Kaisar Dewa langsung memanggil Dewa Inti dan Binatang Primordial yang sedang melawan Fang Lin untuk mundur.


Setelah itu, Sun Wukong langsung meminta Anggota Keluarga Kekaisaran, Binatang Primordial dan Dewa Inti untuk berkumpul ke dekat Kaisar Dewa untuk melakukan rapat mengenai pengerahan kekuatan penuh.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat Dewa Inti dan Binatang Primordial mundur saat melawannya langsung menciptakan proyektil es berukuran sedang, ia tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja.


Setelah ratusan proyektil es tercipta, Fang Lin mengangkat pedangnya ke depan dan dengan cepat ratusan proyektil es itu melesat di udara.


Binatang Primordial dan Dewa Inti yang menyadari serangan Fang Lin langsung menciptakan penghalang untuk melindungi diri mereka masing-masing.

__ADS_1


Ketika proyektil es itu menabrak pertahanan mereka, betapa terkejutnya ketika menyaksikan penghalang yang mereka ciptakan hancur dengan mudah.


Bam!


Bam!


Bam!


Hujan yang tercipta dari proyektil es menembus tubuh mereka layaknya tahu, dan tubuh mereka terpental ke daratan yang dimana kedua kubu sedang berperang satu sama lain.


Pasukan yang berasal dari Alam Dewa begitu terkejut ketika mendapati Binatang Primordial dan Dewa Inti berada dalam kondisi yang mengenaskan, pasukan Alam Dewa langsung bekerja sama untuk membawa mereka semua ke barisan belakang sebelum pasukan musuh datang dan menyerang mereka kembali.


Li Zu Xing yang menyaksikan semua itu langsung meminta beberapa Dewa Inti yang ahli dalam penyembuhan untuk membantu mereka semua, terutama para Binatang Primordial.


Sesaat setelah mengirim mereka, Li Zu Xing menatap kumpulan binatang Primordial yang sedang terluka parah, ia berdecak kesal ketika mengetahui kalau Kurama tidak akan selamat.


Li Zu Xing kemudian memandang Fang Lin dengan tatapan membunuh, sedangkan Fang Lin yang mengetahuinya langsung tersenyum mengejek.


Fang Lin mengucapkan kata-kata di bibirnya namun tidak mengeluarkan suara sama sekali.


Li Zu Xing yang melihat gerakan bibir Fang Lin langsung mengeluarkan niat membunuh, "Bajingan ini... Jika saja setengah kekuatanku tidak disegel oleh Guru, maka sudah dipastikan kalau aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."


Anak-anak dari Kaisar Dewa yang melihat kemarahan ayah mereka hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, mereka cukup takut karena mereka baru pertama kali melihatnya semarah ini.


Li Zu Xing yang mendengarnya langsung menarik kembali niat membunuhnya, "Memprovokasi dia? Memangnya bisa?" Tanya Li Zu Xing terheran. Sebab dalam sekali lihat dirinya dapat mengetahui kalau Fang Lin adalah sosok yang sulit untuk terprovokasi, apalagi hanya dengan kata-kata saja.


Sun Wukong tersenyum tipis, "Gunakan roh Yuan Zhong untuk memancing amarahnya... Dan setelah amarahnya terpancing, kemungkinan besar dia akan kemari untuk menyelamatkan Gurunya." Jawab Sun Wukong menjelaskan lalu menimpalinya, "Disaat dia berada di sini, kita akan menggunakan Rantai Surga untuk menyegel kekuatannya."


Li Zu Xing mengelus dagunya ketika mendengar hal itu, "Rantai Surga ya..." Li Zu Xing bergumam dan memikirkan saran darinya.


Rantai Surga adalah Artefak yang kemungkinan besar memiliki tingkat di atas Dewa, rantai ini dapat mengunci musuh dan menyegel seluruh kekuatannya secara mutlak, bahkan bagi sekelas Absolute Universe akan sulit untuk melepaskan Rantai Surga.


Li Zu Xing mendapatkan Rantai Surga dari Gurunya sendiri yang tidak lain adalah Shen Xiong, dia mengatakan kalau suatu hari nanti dirinya akan membutuhkan ini .


"Tetapi, bagaimana jika gagal? Dia (Fang Lin) adalah musuh paling berbakat yang pernah kutemui. Andai saja dia terjebak, ada kemungkinan dia memiliki cara untuk melepaskan Rantai Surga... Terlebih lagi kita berdua sama-sama tidak mengetahui, apakah Rantai Surga memiliki eksistensi yang lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari Elemen Es spesial miliknya." Tanya Li Zu Xing sekaligus menjelaskan.


Sun Wukong mengangkat pundaknya dan menjawab, "Kita tidak akan tau sebelum mencobanya bukan? Lagipula jika rencana tersebut gagal, kita hanya perlu mengerahkan seluruh kekuatan kita untuk menyerang dia serta seluruh pasukannya."


Li Zu Xing terdiam mendengarnya, cepat atau lambat Alam Dewa akan menyerang dengan kekuatan penuh, jadi tidak ada salahnya jika mencoba saran yang diberikan Sun Wukong.


"Aku setuju... Kalau begitu, kita akan memulai rapat setelah mereka (Dewa Inti dan Binatang Primordial yang terluka) disembuhkan." Li Zu Xing berkata dengan raut wajah serius.


Sun Wukong diam-diam tersenyum tipis dan mengangguk patuh, ia kemudian melirik ke arah Shen Liang dan mendapati dia menatapnya dengan sinis.

__ADS_1


Sun Wukong tersenyum penuh arti seolah-olah dia mengatakan kalau peperangan ini akan menjadi akhir bagi muridnya yang tidak lain adalah Fang Lin.


"Hmph, bajingan licik. Jika saja dia bukan Pilar Semesta, aku sudah membunuhnya sedari dulu." Batin Shen Liang setelah mendengus kesal.


.....


Beberapa jam kemudian.


Setelah Binatang Primordial dan Dewa Inti yang terluka karena Fang Lin berhasil disembuhkan, mereka langsung berkumpul ke dekat Kaisar Dewa.


"Sebelum rapat ini dimulai, aku ingin meminta maaf. Peperangan ini memakan banyak sekali korban yang berharga, salah satunya rubah ekor 9, Kurama..." Ucap Li Zu Xing yang dimana kata-katanya mengandung kesedihan.


"Aku ingin kita semua mengingat jasa Kurama di dalam peperangan ini, setidaknya berikan kata-kata terakhir kalian dalam hati." Li Zu Xing memejamkan usai mengatakan hal tersebut.


Begitu juga dengan yang lainnya. Sebagian dari mereka ada yang mengucapkan dengan tulus, sedangkan sebagainnya lagi tidak mengatakan apapun dalam hati dan menunggu semua orang selesai.


Setelah mengenang Kurama berakhir, Kaisar Dewa menarik nafasnya dalam-dalam lalu memulai rapat.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!


Novel: Legenda Raja Kultivator.


Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.


Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.


Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!


Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.


Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.


Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.


Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.


Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!


Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?

__ADS_1


__ADS_2