
Li Fan yang mendengar ucapan dari Fung Ji hanya tertawa pelan, "Baiklah... Sini kalian maju bersama, Biar aku habisi kalian hingga wajah kalian menjadi tidak dikenali" Jawab Li Fan dengan nada sombong.
Fung Ji dan ke-empat temannya langsung tertawa ketika mendengar itu, "Kau tidak akan menang kali ini! Karna yang kau lawan sekarang adalah kakak-ku!" Ucap Fung Ji dengan lantang.
Dari arah belakang Fung Ji, Tiba-tiba muncul seorang pemuda cukup besar yang terlihat seperti umur 20-an namun aslinya hanya berumur 17 tahun.
"Berisik sekali kau adik bodoh!" Ucap pemuda tersebut sambil memukul kepala Fung Ji.
Fung Ji yang menerima pukulan itu hanya mengusap kepalanya sambil tertawa pelan, "Hehehe... Maafkan aku kak" Ucap Fang Ji meminta maaf.
Fung Li yang mendengar itu hanya mengabaikannya dan menatap Li Fan dengan tatapan sinis, "Haiss... Sungguh memalukan kalau aku bertarung dengan bocah miskin seperti-mu" Ucap Fung Li menggarukkan kepalanya pelan. Jika saja adik-nya tidak berjanji untuk memberikan-nya sumber daya yang banyak, Dia tidak akan pernah mau melakukan hal memalukan seperti ini.
Li Fan yang mendengar itu hanya mendengus kesal, "Hmph... Kau pikir aku takut?! Sini maju!" Ucap Li Fan yang sudah melakukan posisi bertarung.
Fung Li hanya menatap rendah Li Fan ketika mendengar itu, "Hanya seorang pendekar *2 berani sombong di depan pendekat Elite *7" Ucap Fung Li lalu melesat maju menyerang Li Fan.
Li Fan yang menyadari serangan tersebut langsung menghindar ke kanan lalu menggunakan tinju kiri-nya untuk memukul badan Fung Li.
~Kreekk~
Tulang rusuk kiri Fung Li seketika retak ketika mendapat pukulan tersebut dan Fang Lin yang melihat itu langsung bersiul pelan seolah menyaksikan hal yang menarik.
"Anak itu memiliki tenaga yang kuat, Padahal Ranah dan Tingkat tubuh-nya masih sangatlah rendah" Gumam Fang Lin sambil tersenyum tipis.
[Tuan, Tenaga kuat anak itu berasal dari tubuh spesial-nya yaitu Tubuh Supreme Being]
Fang Lin yang mendengar itu sedikit menaikkan satu alisnya, "Tubuh Supreme Being? Bisakah kau jelaskan tentang tubuh itu?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran. Nama dari tubuh itu juga sama dengan nama ranah di Tingkat To God, Ia pikir jika itu ada kaitannya.
[Tubuh Supreme Being adalah tubuh yang dapat berkembang seiring dengan waktu. Jika Tubuh Supreme Being dilatih terus-menerus maka hasil yang didapat akan semakin bagus.
__ADS_1
Saat tubuh itu dilatih maka akan meningkatkan Kekuatan Fisik, Pertahan Tubuh, Kecepatan dan juga Insting]
Fang Lin yang mendengar penjelasan dari Yue langsung mengerutkan kedua alisnya, "Hanya itu? Bukankah itu bisa didapat hanya dengan latihan biasa?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
[Itu benar tuan, Tetapi seseorang yang mendapatkan tubuh Supreme Being memiliki peningkatan di luar nalar. Jika tuan yang melatihnya, Yue yakin dalam 1.000 tahun kekuatan fisiknya akan setara dengan Naga Putih atau bahkan lebih]
Fang Lin langsung tersenyum lebar, Ia lalu menatap anak laki-laki yang bernama Li Fan tersebut dengan tatapan seperti memandang harta karun, "Tapi Yue, Apakah tubuh itu memiliki batasan untuk meningkat?" Tanya Fang Lin saat pertanyaan tersebut melintas dipikirkan-nya.
[Ya tuan, Tubuh Supreme Being akan memiliki batasan untuk meningkat yaitu kekuatan serangan-nya akan setara dengan ranah Dewa Tertinggi]
Fang Lin yang mendengar itu kembali tersenyum lebar, Dewa Tertinggi? Itu gila! Dirinya kini seperti menemukan sebuah harta karun di setumpuk-kan tempat sampah.
.....
Saat ini Fung Li hanya mengumpat dalam batin-nya ketika mengetahui kalau tulang rusuk-nya retak oleh serangan Li Fan, "Sial, Ini sungguh memalukan! Aku harus mengerahkan semua yang ku punya agar dia tidak memiliki kesempatan untuk menang" Batin Fung Li. Kini dirinya tidak akan meremehkan anak kecil didepannya, Ia tau kalau dirinya bisa kalah jika meremehkan Li Fan.
Li Fan sebenarnya adalah anak yang baik, Namun dia bertingkah seperti itu hanya dihadapan orang yang mengganggunya, Ia tidak ingin dipandang lemah oleh orang lain hanya karna seorang Yatim Piatu.
Fung Li yang mendengar ejekan dari Li Fan langsung mengeraskan muka-nya, Dengan rasa penuh amarah dia mencabut pedangnya dari sarung lalu menyerang Li Fan dengan membabi buta.
Li Fan yang menyadari itu hanya menggigit bibir bawahnya hingga berdarah, Ia lalu ikut melesat ke arah Fung Lin dan langsung bertarung dengan-nya.
~Slashh~
~Slashh~
Tebasan demi tebasan mengarah ke Li Fan dengan cepat, Li Fan yang menyadari itu tidak tinggal diam, Dia langsung menghindari dari serangan tersebut dan mencoba menyerang kembali.
Pertarungan tersebut berlangsung cukup sengit dan membuat Fung Ji serta ke-empat temannya menjauh dari area pertarungan itu.
__ADS_1
~Slashh~
~Slasshhh~
Hampir 20 menit mereka bertarung, Namun mereka belum berdua belum membuat tanda-tanda menyerah.
Namun keberuntungan Li Fan hari ini sedang tidak berpihak ke-dirinya. Saat ini tubuh Li Fan mengalami banyak luka sayatan sedangkan Fung Li hanya terdapat beberapa memar di tubuhnya.
Fung Li yang melihat luka yang di alami Li Fan langsung menyeringai lebar, "Menyerah-lah dan biarkan aku membunuh-mu tanpa rasa sakit" Ucap Fung Li dengan nada sinis.
Li Fan yang mendengar itu langsung meludah ke tanah, "Cih, Berani berbicara seperti itu kepada-ku? Kalahkan aku tanpa luka terlebih dahulu b*bi" Jawab Li Fan dengan nada kesal.
Raut wajah Fung Li berubah menjadi raut marah, Aura membunuh tiba-tiba merembes dari tubuhnya, "Baiklah... Akan kucabik-cabik dirimu hingga mati dalam penuh penyesalan!!" Teriak Fung Li dengan lantang.
~BOOOM~
Baru saja berteriak seperti itu, Sebuah batu kini sudah melubangi kepala Fung Li dan tentu membuat mereka semua terkejut.
Mayat Fung Li langsung terjatuh ketanah dalam keadaan mata terbuka. Di Sisi lain, Adik-nya Fung Ji langsung berteriak histeris ketika melihat kematian kakaknya.
"Wuaakhhhhh... Kabur!!!" Fung Ji langsung berteriak ketakutan sambil melarikan diri, Ia seperti tidak peduli akan kematian kakaknya dan lebih memilih untuk menyelematkan dirinya sendiri.
Fung Ji dan ke-empat temannya langsung kabur dari sana, Sedangkan Li Fan terbengong dan mencoba mencerna kejadian yang ada didepannya.
Namun Li Fan langsung tersadar ketika menyadari ada seseorang yang sedang mendekati dirinya, "Siapa kau?!" Teriak Li Fan dengan lantang saat melihat seorang pria berambut hitam panjang sedang mengenakan topeng hitam polos.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1