System Sang Immortal

System Sang Immortal
Membaca Ingatan Naga Hitam


__ADS_3

"Melihat kedatangan Xiao Meng tentu membuat Xiao Chen mengangkat satu alis-nya, "Ada apa?" Tanya Xiao Chen dengan nada penasaran.


"Saya ingin memberitahu, Naga Hitam yang raja hadiahkan pada pemenang pertama di turnamen Xiao satu bulan lalu, Naga tersebut saat ini sedang mengamuk kepada Xiao Jung si pemilik sah-nya sekarang" Jawab Xiao Meng dengan nada hormat.


"Hmm? Bukan-kah naga itu sudah diberikan segel tuan dan budak?" Tanya Xiao Chen dengan nada heran.


"Segel tuan dan budak milik Xiao Jung tiba-tiba saja terlepas pagi ini. Sebelum-nya naga tersebut tidak mengamuk dan berencana kabur dari tempat-nya, Namun hal itu diketahui oleh Xiao Jung dan membuat Naga Hitam tersebut tiba-tiba mengamuk" Jawab Xiao Meng menjelaskan.


Xiao Chen yang mendengar itu sedikit melebarkan mata-nya, "Guru... Apa kau tau apa yang terjadi?" Tanya Xiao Chen sambil menoleh ke arah guru-nya.


Ju Lao Zi yang mendapati pertanyaan dari murid-nya langsung terdiam dan beberapa saat kemudian ia membuka mulut-nya, "Ada 2 alasan kenapa segel yang ada di Naga Hitam tersebut lepas. Yang Pertama, Ada orang lain yang melepas paksa segel tersebut dan Kedua, Naga Hitam itu memiliki hubungan yang kuat terhadap seseorang di masa lalu" Jawab Ju Lao Zi menjelaskan.


Mendengar kedua alasan tersebut Xiao Chen hanya terdiam, Ia saat ini sedang mengingat-ingat kejadian sebelum-nya.


Beberapa saat kemudian, Xiao Chen melebarkan mata-nya ketika mengingat satu hal, "Guru... Apakah kau masih ingat dengan cerita yang ku-ceritakan sebelum-nya?" Tanya Xiao Chen memastikan.


"Maksud-mu orang kuat yang membuat-mu harus kabur saat melawan-nya?" Tanya Ju Lao Zi dengan nada heran.


Xiao Chen mengangguk-kan kepala-nya cepat dan mulai menceritakan kembali cerita tersebut secara detail.


Beberapa saat kemudian, Ju Lao Zi sedikit mengerut-kan kening-nya, "Kemungkinan orang itu adalah pemilik dari Naga Hitam..." Ucap Ju Lao Zi pelan.


Xiao Chen mengangguk-kan kepala-nya setuju ketika mendengar ucapan guru-nya, Ia lalu kembali menoleh ke arah Xiao Meng dan berkata, "Ayo kita kesana..." Ucap Xiao Chen sembari beranjak berdiri.


Xiao Meng yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala patuh, "Baik raja" Jawab Xiao Meng sambil berdiri dari posisi berlutut-nya.

__ADS_1


"Guru, Apakah kau ingin ikut dengan kami?" Tanya Xiao Chen sambil melirik ke arah Ju Lao Zi.


Ju Lao Zi sendiri hanya tersenyum tipis dan berkata, "Tentu... Aku disini ingin bertemu dengan-mu, Jadi untuk apa aku disini kalau kau pergi?" Jawab Ju Lao Zi dan ikut berdiri dari duduk-nya.


Xiao Chen yang mendengar-nya hanya diam dan tak lama kemudian ia menghilang dari tempat-nya berada. Di sisi lain, Mereka berdua yang melihat Xiao Chen pergi langsung mengikuti-nya dari belakang.


***


Di Padang Rumput Tanpa Ujung.


Tiga orang pria tiba-tiba saja muncul di atas langit dan melayang disana, Mereka bertiga adalah Xiao Chen, Ju Lao Zi dan Xiao Meng.


"Ho... Seperti-nya naga itu sudah pingsan" Ucap Ju Lao Zi saat melihat seekor Naga Hitam yang tergeletak lemas di tanah.


Tak jauh dari Naga tersebut terdapat seorang pria tampan dengan rambut coklat panjang yang di-ikat.


Sesaat setelah berkata seperti itu, Xiao Jung merasakan ada tiga orang yang mengeluarkan aura kuat sedang menghampiri-nya, Tentu hal itu membuat Xiao Jung terkejut dan membuat-nya melihat ke arah tiga orang tersebut.


Xiao Jung sedikit mengangkat alis-nya ketika mendapati sosok familiar yang sedang melayang di atas langit, "Raja? Kenapa dia kemari?" Tanya Xiao Jung dengan nada heran saat mengetahui ketiga sosok tersebut.


Xiao Jung langsung berlutut ketika ketiga sosok tersebut hampir di dekat-nya, Ia langsung menunduk-kan kepala-nya dan berkata, "Salam Raja..." Ucap Xiao Jung dengan nada hormat.


Xiao Chen yang sudah berada di hadapan Xiao Jung hanya mengangguk-kan kepala-nya, Ia melirik ke arah Naga Hitam dan berjalan mendekati-nya, "Apakah baru-baru ini Naga milik-mu mengamuk?" Tanya Xiao Chen dengan nada penasaran.


"Benar raja... Segel yang sudah ku-tetapkan di Naga Hitam itu tiba-tiba saja menghilang" Jawab Xiao Jung saat sudah mengangkat kepala-nya kembali.

__ADS_1


"Apakah kau tidak merasakan kalau segel tuan dan budak-nya terlepas?" Tanya Xiao Chen kembali saat sudah berada di dekat kepala Naga Hitam.


"Tidak raja... Saya tidak merasakan-nya sama sekali" Jawab Xiao Jung cepat sambil menggelengkan kepala-nya pelan.


Xiao Chen menghela nafas pelan mendengar itu, Ia mengangkat tangan kanan-nya dan memegang kepala Naga Hitam, "Sebaik-nya aku melihat ingatan milik-nya" Gumam Xiao Chen lalu memejamkan mata-nya.


~Whoooshhh~


Dalam beberapa detik saja, Xiao Chen kembali membuka mata-nya. Ingatan yang dimiliki Naga Hitam kini sudah di lihat oleh-nya, "Penerus Dewa Perang? Dan dia juga murid pertama dari Dewa Naga Emas? Pantas saja dia begitu kuat" Gumam Xiao Chen lalu menimpali-nya, "Dan kalau tidak salah dia adalah orang yang ku-temui di rumah makan bambu kuning?" Timpal Xiao Chen dengan nada tidak percaya.


Note: Chapter. 22


Xiao Chen mengetahui hal itu karena diri-nya melihat wajah Yang Jian di ingatan Naga Hitam dan lagi diri-nya baru menyadari kalau wajah Fang Lin sangat mirip dengan anak kecil yang mengusir-nya di rumah makan itu.


"Jadi anak itu juga di nobatkan sebagai peserta turnamen juga? Pantas saja aura yang dikeluarkan-nya begitu kuat waktu itu" Gumam Xiao Chen pelan.


Akhirnya setelah sekian lama, Xiao Chen mengetahui identitas dari anak kecil yang mengusir-nya di rumah makan bambu kuning, "Suatu takdir yang menyenangkan, Aku tidak menyangka kalau anak kecil itu akan menjadi musuh-ku di masa depan ini" Batin Xiao Chem dan diam-diam ia tersenyum tipis.


Di sisi lain, Ju Lao Zi, Xiao Meng dan Xiao Jung yang melihat raut wajah senang Xiao Chen menjadi heran, "Apa yang kau lakukan?" Tanya Ju Lao Zi dengan nada penasaran.


Xiao Chen yang mendengar itu langsung menoleh ke arah guru-nya, Ia terdia sesaat dan berkata, "Aku menghapus ingatan-nya, Agar suatu saat nanti Naga Hitam itu tidak mengamuk lagi" Jawab Xiao Chen jujur.


Selain membaca ingatan Naga Hitam tersebut, Xiao Chen juga menghapus ingatan-nya, Karena memang menurut-nya itu adalah cara yang tepat agar Naga Hitam tersebut tidak mengamuk lagi.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2