
Groarrr~
Tidak lama setelah Lian Qianchen pingsan, kura-kura raksasa ekor api melesat mengarah ke tempat mereka berdua berada.
"Siapa manusia itu?"
"Entahlah, mungkin dia hanya manusia yang kebetulan lewat."
"Tapi wilayah ini jauh dari pemukiman ras manusia, apa mungkin hanya kebetulan lewat saja?"
"Bodo amat, untuk apa memedulikan manusia itu? Toh, dia juga ada di luar Array. "
"Serang saja dengan kekuatan penuh..."
Jiwa dari kelima kura-kura ekor api sedang mengobrol lewat telepati, mereka kemudian sepakat untuk menyerang dengan kekuatan penuh.
Raksasa kura-kura ekor api membuka mulutnya selebar mungkin dan energi yang tak teratur mulai berkumpul. Dalam waktu beberapa belas tarikan nafas saja, bola energi tercipta dan kemudian di arahkan ke tempat Lian Qianchen berada.
Di sisi lain, Diablo yang melihat serangan bola energi itu hanya menghela nafas pendek, ia mundur beberapa langkah dan muncul sebuah pedang dari energi kegelapan di tangan kanannya.
Diablo mengangkat pedang energi hitamnya itu ke atas, ia kemudian mengayunkan secara vertikal dan dalam kejapan mata-- array kelas tinggi yang berada tepat di hadapannya hancur berkeping-keping.
Tidak sampai di sana, bola energi yang dilancarkan oleh kura-kura ekor api secara tiba-tiba meledak dan menciptakan gelombang kejut yang begitu dahsyat serta suara keras.
Tentu saja kejadian itu membuat kura-kura ekor api mematung karena terkejut, sedangkan Diablo berjalan menghampiri Lian Qianchen dan ia dapat melihat kalau perempuan itu sedang berada dalam kondisi sekarat.
"Keberuntunganmu sepertinya tidak pernah habis, ya. Jika aku tidak ada, mungkin kau sudah mati sekarang..." Diablo menggeleng pelan dan ia mulai menyembuhkan Lian Qianchen dengan sihirnya.
Dalam waktu yang relatif singkat, Diablo berhasil menyembuhkan seluruh luka yang di alami oleh perempuan bergaun merah itu. Ia menghela nafas panjang lalu pandangannya mengarah ke raksasa kura-kura ekor api yang mematung di langit.
"Kalian sedang mengobrol atau syok saat melihat seranganku?" Diablo terkekeh pelan, belum sempat monster itu tersadar dari lamunannya-- tubuh mereka terbelah menjadi dua.
__ADS_1
Puffff~
Hujan darah terjadi dan tubuh raksasa yang sudah terbelah menjadi dua terjatuh ke daratan. Ketika itu terjadi, Diablo membopong Lian Qianchen dan ia membawanya ke tempat yang lebih aman.
***
"Apa ini..." Lian Qianchen saat ini sedang berdiri di kegelapan tanpa ujung, ia mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan apapun selain kegelapan, "Tempat macam apa ini..."
Lian Qianchen mencoba melangkahkan kaki dan matanya sedikit melebar ketika setiap langkah yang ia lakukan mengeluarkan cahaya terang.
Sesaat setelah menyadari hal itu, sebuah garis cahaya muncul tepat di tempatnya berpijak saat ini, ia terdiam sejenak dan tanpa sadar mulai mengikuti garis cahaya tersebut.
Garis cahaya itu membawa Lian Qianchen ke sebuah gerbang raksasa yang tingginya lebih dari seratus meter, sedangkan lebarnya dua kali lipat dari ukuran tingginya.
Gerbang raksasa itu perlahan terbuka dan memperlihatkan sebuah taman yang begitu indah, bahkan dari luar saja-- Lian Qianchen bisa merasa kesejukan yang ada di dalam sana.
"Begitu, ya. Jadi tempat ini adalah peristirahatan terakhirku..." Lian Qianchen tersenyum pahit, ia baru menyadari kalau dirinya sudah mati, "Orang itu... Dia benar-benar membiarkanku terbunuh. Ugh..."
"Ya, sudahlah. Meskipun aku mati di medan perang, tidak akan ada seorangpun yang peduli padaku." Lian Qianchen menghela nafas pendek dan ia mulai berjalan memasuki gerbang raksasa itu.
Ketika dia baru selangkah memasuki gerbang, matanya melebar ketika pemandangan yang tadinya adalah sebuah taman indah-- kini digantikan dengan sebuah tempat yang sangat mengerikan.
"Tunggu..." suara Lian Qianchen menjadi bergetar, ia saat ini berada di sudut tempat yang cukup gelap-- dalam penglihatannya ia bisa melihat ada beberapa sosok yang sedang menyiksa beberapa manusia dengan sangat kejam.
Lian Qianchen tanpa sadar melangkah mundur, dan matanya sedikit melebar saat tau kalau ada seseorang bertubuh besar di belakangnya.
Lian Qianchen mendongakkan kepalanya ke atas dan kali ini matanya melebar secara sempurna saat menemukan wajah yang sangat menyeramkan sedang menatapnya, wajahnya terlihat seperti kerbau tetapi di sisi lain mempunyai bentuk wajah yang sama seperti Manusia.
"Ah..." Lian Qianchen membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi suaranya tidak mau keluar karena saking takutnya terhadap situasi yang ia hadapai sekarang.
Sosok tersebut mengangkat tangan kanannya yang memegang sebuah kapak, dan tanpa banyak basa-basi dia langsung mengarahkannya ke kepala Lian Qianchen.
__ADS_1
"Hosh... Hosh... Hosh..." Lian Qianchen tiba-tiba saja terbangun dari mimpinya, tubuhnya bergetar hebat dan keringat dingin tidak bisa berhenti keluar, ia mengedarkan pandangannya dan menemukan dirinya berada di sebuah Gua yang ukurannya cukup kecil.
"Tempat apa-" suara Lian Qianchen tertahan saat menemukan Diablo yang sedang bermeditasi tidak jauh dari tempatnya berada, "Kau..."
Diablo perlahan membuka mata dan ia hanya diam saat menemukan Lian Qianchen sedang menatapnya dengan tatapan yang dalam.
Setelah beberapa menit, Diablo akhirnya membuka mulut dan bertanya dengan nada acuh tak acuh, "Apa yang terjadi padamu? Kupikir kau akan marah karena telah kuselamatkan."
Lian Qianchen tersentak dan dia dengan segera menggelengkan kepala, "Tidak, tidak..." jawabnya cepat, lalu melanjutinya, "Terima kasih. Aku berhutang nyawa padamu dua kali..."
Diablo sedikit memiringkan kepalanya, "Sepertinya otakmu sedikit rusak, apakah sihirku gagal menyembuhkanmu?"
Mendengar itu membuat raut wajah Lian Qianchen menjadi kesal, "Apa-apaan maksud perkataanmu?! Kau pikir aku ini orang yang tidak tau berterima kasih?!" Lian Qianchen mendengus kesal.
"Ah, ternyata tidak, ya..." Diablo tertawa mengejek dan kemudian bangkit berdiri, "Kau ini sangat beruntung bisa lolos dari maut selama dua kali, lebih baik kau berhenti berperang dan kembali ke rumahmu. Jangan salah paham, aku sama sekali tidak mengkhawatirkanmu-- tetapi kemungkinan besar kau tidak akan selamat untuk yang ketiga kalinya."
Ucapan Diablo membuat Lian Qianchen tersenyum pahit, ia kemudian menarik nafasnya dalam-dalam lalu berkata dengan suara pelan, "Aku tidak akan mundur sampai perang ini berakhir. Jika seandainya aku mati, itu lebih baik daripada harus hidup dengan penuh tekanan di sekitarku."
Diablo terdiam sejenak mendengarnya, ia memejamkan mata selama beberapa menit lalu kembali membukanya, "Kau menungguku, apa kau berharap aku membawamu?"
Lian Qianchen sedikit melebarkan mata dengan pipi yang sedikit merah merona, ia tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya ke tanah.
Melihat reaksi perempuan bergaun merah itu membuat Diablo menghela nafas pendek, "Jujur saja, aku ini bukan seorang Manusia melainkan Iblis yang sedang menyamar..." ucap Diablo dengan raut wajah datar.
Lian Qianchen kembali melebarkan mata saat mendengar itu, ia perlahan mengangkat kepalanya dan di saat yang bersamaan Diablo mengalami perubahan ke wujud aslinya.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Mungkin untuk beberapa chapter ke depan pemeran utamanya Diablo, tapi itu hanya untuk sementara waktu aja sampai Arc ini selesai.
__ADS_1