System Sang Immortal

System Sang Immortal
Malapetaka Petir Semesta IV


__ADS_3

"Kembali" Ucap pemimpin Hyena singkat dan seketika para gerombolan Hyena langsung pergi menjauh dari area sana.


Hu Jiazhen menyipitkan mata-nya melihat para gerombolan Hyena kabur, Ia mengalihkan pandangan-nya ke arah pemimpin Hyena yang kini sedang melesat kabur, "Tsk, Kau pikir aku akan membiarkan kalian pergi?" Ucap Hu Jiazhen dan langsung melesat mengejar pemimpin Hyena.


Di sisi lain, Bai Hu yang berada di atas tebing hanya tersenyum tipis ketika melihat pemimpin Hyena tersebut kabur bersama gerombolan-nya, "Sepertinya dia tidak ingin di ganggu" Gumam Bai Hu saat melihat Hu Jiazhen menatap-nya dengan tajam sekejap sebelum dia melesat.


Bai Hu menghela nafas panjang lalu melihat kota Fang dari tempat-nya saat ini, "Haah... Yasudah-lah, Lebih baik aku menemani penduduk kota Fang untuk berlatih bertarung" Gumam Bai Hu lalu menghilang dari sana tanpa jejak.


***


Beberapa Ratus Kilo Meter Dari Kota Abyss.


Terlihat Beruang Hitam setinggi 7 Meter sedang melesat ke arah utara, Di samping-nya terlihat singa yang memiliki 2 ekor dengan tanduk di kepala-nya, "Zhao... Apakah kau menyadari-nya?" Tanya Zu sambil melirik Zhao di samping-nya.


"Apa maksud-mu?" Tanya Zhao dengan nada heran.


"Manusia yang ku-lawan sebelum-nya sedang mengikuti kita" Ucap Zu memberitahu.


Zhao sedikit melebarkan mata-nya ketika mendengar itu, Ia lalu menyebar-kan kesadaran-nya sampai batas yang dia bisa, "Aku tidak melihat-nya di dalam kesadaran-ku, Sepertinya persepsi yang ku-punya tidak sampai pada orang itu" Balas Zu lalu menimpali perkataan-nya, "Haruskah kita pergi ke tempat yang berbeda? Sepertinya manusia itu ingin mengetahui dimana kita ingin berhenti" Timpal Zu dengan nada serius.


"Kau benar, Tetapi aku harus menanyakan hal ini kepada tuan terlebih dahulu" Balas Zu membenarkan perkataan Zhao.


Zu lalu menelepati tuan-nya, Namun beberapa kali dia mencoba menghubungi tuan-nya lewat telepati, Dia masih belum bisa menghubungi tuan-nya itu, "Tuan tidak bisa dihubungi, Aku sudah menelepati-nya beberapa kali namun dia masih tidak menjawab" Ucap Zu sambil menggelengkan kepala-nya pelan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Zhao dengan nada heran.


"Kita kembali ke kota F-" Ucapan Zu berhenti ketika seseorang menelepati-nya.


***


Di Ruang Hampa Tanpa Batas.


15 Menit Yang Lalu.


Fang Lin sudah menghadapi gelombang Petir Semesta yang ke-89, Kali ini diri-nya tinggal menghadapi petir gelombang ke-90, "10 kali lagi dan aku dapat pergi dari sini" Gumam Fang Lin pelan sambil tersenyum.


Fang Lin cukup senang karena tubuh fisik dan jiwa-nya tidak terluka sama sekali. Bukan hanya itu saja yang membuat diri-nya senang, Tetapi tingkat tubuh-nya yang sebelum-nya berada di Spiritual God Level 4 kini berada di tingkat Dewa Level 1.

__ADS_1


"Aku yakin, Hanya ada sedikit dewa saja yang dapat melukai tubuh fisik-ku" Gumam Fang Lin percaya diri. Meskipun begitu dia tidak ingin terlalu percaya diri, Karena dengan kekuatan-nya saat ini masih belum bisa mengalahkan Kaisar Dewa.


"Hey! Tuan Petir Semesta, Dapat-kah kau melakukan 10 gelombang petir sekaligus?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


Sosok Petir Semesta tidak menjawab langsung pertanyaan Fang Lin, Dia diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


.....


10 Menit Kemudian.


"Kau..... Dapat..... Melakukan-nya...." Jawab Petir Semesta dan seketika tekanan yang sangat kuat menimpat tubuh Fang Lin.


~Whooshhhhh~


Kali ini malapetaka petir semesta membentuk seperti seorang manusia yang memakai zirah petir dengan sayap di belakang punggung mereka.


Total dari mereka adalah 10 orang dan masing-masing dari mereka membawa senjata yang berbeda-beda, Mereka juga memiliki tinggi sekitar 2 KM dan membuat mereka terlihat sangat besar.


Fang Lin menelan ludah-nya ketika melihat 10 manusia yang terbuat dari petur itu, Ia dapat menebak setiap 1 dari mereka memiliki serangan ranah setingkat Dewa Petarung Level 1, "Aku bisa saja mati jika tak melawan" Gumam Fang Lin sambil mengeluarkan Pedang Raja Neraka dan Pedang Raja Surgaw dari inventory-nya.


Saat Pedang Raja Surgawi dikeluarkan, Fang Lin sedikit menyipitkan mata-nya karena cahaya yang dikeluarkan pedang tersebut. Pedang Raja Surgawi adalah pedang tercantik yang pernah dia liat bahkan sampai membuat-nya berdecak kagum melihat desain pedang-nya, Selain itu pedang-nya cukup ringan sehingga bisa digunakan-nya dengan leluasa.


~Whoooshh~


Tanpa basa-basi Fang Lin langsung melesat ke atas untuk mendekati mereka, "Akan ku kalah-kan kalian dalam satu serangan!" Teriak Fang Lin sambil mengarahkan pedang-nya ke arah 10 manusia petir tersebut.


"Serangan Penghunus Surga!" Teriak Fang Lin sekali lagi dan seketika kedua pedang-nya bercahaya.


~SINGGGGGG~


~SLASSSSHHHHH~


Lesatan cahaya putih seketika menembus satu persatu para prajurit petir itu, Setiap lesatan cahaya itu menembus mereka, Jantung mereka akan bolong dan membentuk sebuah lingkaran.


Tidak sampai 10 detik jantung dari para prajurit petir itu bolong semua dan membuat mereka terdiam sesaat.


Di belakang para prajurit petir itu terdapat manusia yang sedang tersenyum lebar sambil melihat ke arah prajurit petir itu, "Melelahkan sekali" Gumam Fang Lin mencoba mengatur nafas-nya sambil mengelap keringat di wajah-nya.

__ADS_1


~BOOOOOOOOMMMM~


~DUUUARRRRRR~


~BRZZZZZZRTTT~


~BRZZZZZZRTTT~


Sesaat setelah bergumam seperti itu, Tiba-tiba para prajurit yang terbuat dari Petir Semesta itu langsung meledak dengan daya ledak yang dahsyat.


Fang Lin yang telat menyadari hal itu langsung terpental sangat jauh dari posisi-nya saat ini.


~Kacckkkkk~


Tubuh-nya seketika terluka dan membuat-nya memuntahkan darah segar dari mulut-nya, Tidak hanya itu organ dalam-nya juga ikut terluka bahkan beberapa organ-nya hancur karena tidak kuat menahan daya ledak yang terkena tubuh Fang Lin.


Fang Lin terpental hingga ribuan kilometer dan membuat luka-lukanya semakin parah ketika jatuh dari ketinggian.


~Kackkkk~


Fang Lin memuntahkan darah sekali lagi ketika diri-nya sudah jatuh dari ketinggian, Pandangan-nya sedikit kabur namun diri-nya sebisa mungkin untuk menyembuhkan diri-nya dengan Qi Dewa.


......................


Beberapa menit kemudian, Fang Lin menerima telepati dari Zu beberapa kali, Akan tetapi dia tidak menerima-nya karena masih fokus untuk menyembuhkan diri-nya terlebih dahulu.


"Apakah dia ingin melaporkan sesuatu yang penting?" Batin Fang Lin bertanya-tanya.


Fang Lin membeli pil regenerasi organ dalam dan langsung mengeluarkan-nya dari inventory, Ia segera menelan pil tersebut dalam keadaan telentang.


......................


2 Menit Kemudian.


Fang Lin langsung bangun dari posisi tidur-nya, Ia sedikit terbatuk lalu melihat ke arah sekitar-nya, "Aku terpental sangat jauh dari posisi-ku sebelum-nya" Gumam Fang Lin lalu menelepati Zu.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2