System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menuju Kota Loyang


__ADS_3

Saat berada di gerbang, Penjaga 2 langsung menaruh penjaga 1 di pos penjaga, Ia kemudian menyuruh penjaga lain-nya untuk mengurusi gerbang sementara.


Penjaga 2 langsung berjalan mendekati Fang Lin yang sedang menunggu di dekat gerbang, Ia tersenyum sambil menunduk-kan kepala-nya, "Sekali lagi saya berterima kasih kepada anda, Karna telah membebaskan teman saya" Ucap penjaga 2 dengan tulus.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya menggelengkan kepala-nya pelan, "Tidak perlu seperti itu, Karna aku sudah memaafkan teman-mu" Balas Fang Lin kemudian menimpali-nya dengan cepat, "Aku ingin bertanya, Apakah kau tau kediaman Klan Xia?" Timpal Fang Lin bertanya.


Penjaga 2 yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Klan Xia berada di benua kristal tuan atau lebih tepat-nya berada di kota Longyan" Jawab penjaga 2 dengan nada ramah.


"Oh ya, Kabar-nya klan Xia akan ikut peperangan antar Alam Agung dan juga Alam 100 pelangi" Timpal penjaga 2 dengan cepat.


Fang Lin yang mendengar itu terdiam sesaat dan bertanya kembali, "Apakah kau tau siapa yang memimpin peperangan Alam Agung?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


"Setau saya kerajaan Alam Agung tuan, Istana Surgawi lebih tepat-nya" Jawab Penjaga 2 dengan cepat.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya, "Terima kasih atas informasi-nya, Ini adalah tanda terima kasih-ku" Ucap Fang Lin sambil mengeluarkan sebuah kantong yang berisi 50 koin emas.


"Saya yang harus-nya berterima kasih tuan..." Ucap penjaga 2 tidak enak sambil meraih kantong emas dari tangan Fang Lin. Ia sebenar-nya tidak ingin mengambil kantong tersebut, Namun diri-nya takut menyinggung Fang Lin karna tidak mengambil hadiah dari-nya.


Fang Lin hanya tersenyum tipis melihat-nya, Ia dengan segera menghilang dari sana tanpa mengeluarkan suara sedikit-pun.


Penjaga 2 yang melihat Fang Lin tiba-tiba saja menghilang dari hadapan-nya hanya bisa takjub, "Sekuat apa orang itu? Bahkan ranah raja seperti-ku tidak bisa melihat kecepatan pergi-nya" Ucap penjaga 2 dengan nada kagum.


Di sisi lain, Fang Lin saat ini sedang melesat terbang ke arah timur, Ia sudah mengetahui lokasi kota Longyan dari Yue.


"Mungkin butuh waktu sekitar 5 menit untuk sampai ke benua kristal" Gumam Fang Lin pelan. Ia sebenar-nya bisa saja menggunakan kapal terbang-nya agar lebih cepat sampai, Namun entah kenapa ia tidak ingin melakukan-nya.


......................

__ADS_1


5 Menit Kemudian.


Fang Lin kini sudah sampai di benua kristal, Namun ia masih belum berada di kota Loyang karena saat ini diri-nya berada di sebuah gurun tandus tanpa batas.


Fang Lin mempercepat kecepatan terbang-nya dan membuat-nya terlihat seperti sebuah cahaya hitam yang melesat di langit.


***


Di sebuah padang rumput yang asri, Terlihat sebuah kota yang sangat ramai penduduk-nya, Kota tersebut di kelilingi oleh tembok yang besar dan juga tinggi.


Saat ini Fang Lin berada di atas langit kota Longyan, Ia kini sedang menutup mata-nya sambil menyebarkan kesadaran-nya, "Itu dia, Papan reklame klan Xia" Gumam Fang Lin lalu menarik kesadaran-nya kembali.


Fang Lin tanpa basa-basi langsung turun dari langit dan menuju ke tempat klan Xia, Ia tidak masuk lewat gerbang karna diri-nya terlalu malas untuk mengantri.


Setelah mendarat di dekat rumah area klan Xia, Fang Lin langsung berjalan ke salah satu mansion besar di sana.


"Woahh... Sepertinya orang itu sangat tampan, Terlihat dari kulit-nya yang seputih susu"


"Kau benar, Aku sampai merasa kalau kulit-ku tidak semulus kulit pria itu"


"Cih, Dasar kalian para wanita... Tidak bisa melihat orang tampan dan langsung mengagumi-nya"


Obrolan antar murid klan Xia terdengar jelas di telinga Fang Lin, Namun ia tak menghiraukan hal itu dan terus berjalan ke arah mansion paling besar disana.


Saat ini Fang Lin berada tepat di depan sebuah pintu kayu yang kini sedang di jaga oleh dua penjaga, "Siapa kau? Ada urusan apa kau dengan patriak?" Tanya salah satu penjaga dengan nada tegas.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya diam dan melihat ke arah sekitar-nya, Ia saat ini berada di hadapan sebuah pagar tembok yang mengelilingi mansion besar di depan-nya.

__ADS_1


"Hei kau! Jawab pertanyaan-ku!" Lanjut penjaga tersebut dengan nada suara yang sedikit lebih tinggi.


Fang Lin yang mendengar suara lantang itu langsung menatap ke arah penjaga yang berteriak kepada-nya, "Jangan berteriak pada-ku atau kau akan mati" Ucap Fang Lin sambil mengeluarkan sedikit aura membunuh-nya.


Kedua penjaga itu yang merasakan aura membunuh pekat keluar dari tubuh Fang Lin langsung merinding, Mereka mencoba untuk tidak terlihat takut meskipun saat ini tubuh mereka di penuhi dengan keringat dingin.


"Siapa kau?" Baru saja Fang Lin mengeluarkan aura membunuh-nya, Tiba-tiba saja sebuah suara berat terdengar dari atas langit.


Fang Lin sendiri mendongak-kan kepala-nya ke atas dan tersenyum tipis ketika melihat seorang pria paruh baya yang sedang turun dari langit, "Apakah kau patriak dari klan Xia?" Tanya Fang Lin tanpa basa-basi saat melihat pria paruh baya tersebut sudah mendarat di dekat-nya.


Pria paruh baya tersebut yang mendengar itu sedikit menyipitkan mata-nya, Ia menghela nafas-nya secara perlahan dan berkata, "Ya... Aku adalah Xia Jun, Patriak dari klan Xia" Ucap Xia Jun memperkenal-kan diri.


Mendengar itu Fang Lin hanya tersenyum tipis, Ia lalu kembali menarik aura membunuh-nya yang pekat itu, "Aku adalah Fang Lin, Seorang kultivator dari Alam Lain" Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya dengan cepat, "Aku disini ingin mencari seseorang, Bisa-kah kau bantu aku untuk mencari orang tersebut?" Timpal Fang Lin dengan nada tenang.


Xia Jun yang mendengar nama pemuda bertopeng hitam itu sedikit mengerut-kan alis-nya, "Fang Lin? Nama-nya sangat mirip dengan orang itu, Apakah hanya kebetulan saja?" Batin Xia Jun saat mendengar nama Fang Lin yang familiar.


Namun Xia Jun menggelengkan kepala-nya cepat untuk menepis pikiran-nya itu, "Tidak mungkin kalau dia adalah anak dari Mei'er" Batin Xia Jun lalu menatap Fang Lin.


"Memang-nya siapa nama dari orang yang kau maksud? Mungkin aku mengetahui-nya" Tanya Xia Jun dengan nada sopan. Ia bersikap ramah karna diri-nya tidak mengetahui dimana ranah Fang Lin berada.


Ada dua faktor jikabXia Jun tidak bisa melihat ranah Fang Lin. Yang pertama ranah Fang Lin lebih tinggi dari-nya, Yang Kedua Fang Lin memakai sebuah artefak yang dapat menyembunyikan ranah pengguna.


Mendengar pertanyaan dari Xia Jun membuat Fang Lin kembali tersenyum tipis, "Tentu kau sangat mengenali-nya, Karna orang yang ku-cari adalah Xia Mei anak-mu sendiri" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2