
Setelah mengobrol santai, Fang Lin langsung berdiri dan diikuti oleh dua orang didekatnya, "Diablo... Pakai ini untuk membayar makanan barusan." Fang Lin melambaikan tangannya dan sebuah kantung berisi 1.000 koin emas muncul.
Diablo yang mendengar itu langsung mengangguk patuh, Ia mengambil kantung tersebut lalu pamit untuk membayar terlebih dahulu di lantai 1.
Ketika Diablo pergi, Fang Lin langsung menggandeng tangan Diao Chan lalu berjalan santai ke lantai 1.
Sesampainya di lantai yang paling dasar, Fang Lin dapat melihat Diablo yang sedang menunggu di pintu keluar bersamaan dengan beberapa pelayan.
"Ini sisanya tuan..." Diablo mengulurkan tangannya yang memegang kantung yang berisi 995 koin emas.
"Kau saja yang pegang uang itu..." Fang Lin berkata dan ia berjalan keluar dari restoran tersebut.
"Terima kasih karena telah singgah disini, tuan..." Salah seorang pelayan wanita dari kaum kelinci menundukkan badannya.
Fang Lin yang mendengarnya tidak menghiraukan dan terus berjalan.
Diablo yang melihat tuannya sudah keluar bersama Diao Chan langsung mengikutinya dari belakang.
"Hmm... Sebaiknya kita kembali ke kapal." Ucap Fang Lin saat melihat langit yang mulai gelap.
"Baik tuan..." Diablo menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu.
Sedangkan Diao Chan hanya diam dan sedikit keheranan ketika mendengar kata 'Kapal' dari mulut tuan barunya itu, "Apakah tuan datang kemari menggunakan kapal? Tetapi bukankah disekitar kerajaan tidak ada laut atau semacamnya?" Batin Diao Chan keheranan.
Ketika mereka bertiga berjalan menuju gerbang keluar Kerajaan Qiyen, sebuah kelompok berjubah hitam mengikuti mereka dari atas awan.
"Jadi mereka yang telah mengambil salah satu budak kita dan membuat orang-orang kita pingsan?" Seorang Demi-Human berwujud singa bertanya dengan suara pelan.
"Ya tuan... Buktinya anak itu ada di tangan mereka." Jawab cepat salah satu dari 10 Demi-Human beruang.
Demi-Human singa yang mendengarnya langsung memejamkan matanya, "Ranah mereka berdua tidak dapat aku lihat... Ada dua kemungkinan yang masuk akal, dan aku tidak dapat memastikan dari kedua kemungkinan tersebut." Batinnya dan berpikir apakah ia harus mempermasalahkan masalah ini lebih jauh atau tidak.
Demi-Human singa tersebut sebenarnya tidak ingin mengambil resiko untuk mempermasalahkan hal ini, namun mengingat keempat bawahannya dibuat pingsan di tempat umum membuat harga dirinya sedikit tercoreng.
Melihat pemimpin mereka diam tentu membuat ratusan Demi-Human yang ada dibelakangnya kebingungan, "Apakah ada sesuatu yang mengganggu tuan?" Salah seorang Demi-Human elang bertanya dengan nada penasaran.
"Tidak... Kita awasi mereka terlebih dahulu dan salah satu dari kalian pergilah ke markas untuk membawa pasukan lebih banyak lagi." Demi-Human singa itu memberi perintah dan dengan segera salah satu dari mereka pergi dari sana.
Di sisi lain, Fang Lin dan Diablo tentu menyadari niat buruk dari sekelompok orang tersebut.
"Tuan perlukah saya membereskan mereka?" Diablo bertanya dengan nada penuh harap, Ia ingin sekali membunuh orang-orang yang ingin mengganggu tuannya.
Fang Lin yang mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak perlu, biarkan mereka mengikuti kita."
__ADS_1
Diablo menganggukkan kepalanya paham dan ia yakin kalau tuannya sudah merencanakan sesuatu.
Fang Lin, Diablo dan Diao Chan pergi ke luar Kerajaan Qiyen, mereka bertiga memasuki hutan dan berjalan santai menuju kapal terbang.
Langit sudah malam dan suasana menjadi dingin, banyak sekali hewan-hewan buas yang haus akan darah keluar dari sarang mereka untuk mencari makanan, namun tidak ada satupun dari mereka yang mendekati area Fang Lin dan lainnya dikarenakan Diablo mengeluarkan hawamembunuh yang membuat mereka merinding.
Beberapa kilometer sebelum sampai ke Kapal Terbang Star Universe, tiba-tiba ratusan serangan datang ke arah mereka bertiga.
Diablo yang mengetahuinya langsung menjentikkan jarinya dan sebuah kubah penghalang tercipta dan melindungi Fang Lin serta Diao Chan.
BOOOM!
BOOOM!
BOOOM!
Tentu ledakan-ledakan yang tiba-tiba saja terjadi membuat Diao Chan terkejut dan bergetar ketakutan, namun rasa takutnya tiba-tiba menghilang ketika sesuatu yang hangat menyelimuti tubuhnya.
"Kau tidak perlu takut... Mereka hanyalah orang-orang awam yang tidak sadar kalau mereka sedang menggali kuburan mereka sendiri." Fang Lin berkata ketika ia selesai mengalirkan Qi kepada Diao Chan.
Diao Chan sendiri mengangguk dan menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya.
"Tuan, apakah mereka adalah orang-orang yang sedang mencari ku?" Tanya Diao Chan penasaran.
Fang Lin sebelumnya sudah meminta Diablo untuk mengurus mereka ketika dirinya memberi tanda, Ia memerintahkannya untuk tidak membunuh pemimpin mereka karena ia ingin melakukan interogasi.
Penghalang yang melindungi Fang Lin dan Diao Chan tiba-tiba menghilang, sesaat setelah itu Diablo muncul dihadapannya sembari menundukkan badan dengan satu tangan di dada, "Saya sudah mengurus mereka tuan..." Diablo berkata dengan suara yang rendah.
"Keluarkan mayat mereka kecuali pemimpinnya yang masih hidup." Pinta Fang Lin.
"Baik tuan..." Diablo menjentikkan jarinya dan seketika muncul ratusan mayat Spiritual God tanpa kepala yang bersejejer di sebelahnya.
Diao Chan yang melihat kumpulan mayat itu langsung menahan nafasnya, Fang Lin yang melihat reaksi gadis setengah serigala itu langsung berkata, "Kau harus terbiasa jika melihat mayat, karena di masa depan kau akan melihat mayat-mayat yang lebih parah dari ini."
Diao Chan dengan segera mengangguk kepalanya mengerti, Ia sebenarnya tidak takut ataupun mual jika melihat kumpulan mayat hanya saja ia terlalu terkejut ketika melihat ratusan Spiritual God dapat dibunuh dalam kurun waktu kurang dari 10 detik oleh sosok yang dipanggil Diablo.
"Bangkit lah..." Ucap Fang Lin pelan, seketika kepulan aura hitam muncul entah dari mana dan menutupi area sekitarnya.
Aura hitam tersebut perlahan menghilang dan digantikan dengan sosok ratusan bayangan yang berada di ranah Spiritual God berlian sampai Prajurit Dewa.
"Kami menghadap Dewa Kematian." Para bayangan tersebut berlutut dan mengucapkan salam secara bersamaan.
"Masuklah..." Fang Lin memberi perintah dan seketika ratusan bayangan tersebut berubah menjadi aura lalu memasuki bayangannya.
__ADS_1
Diao Chan yang melihat seluruh kejadian itu tentu menjadi terkejut, "A-apa itu?" Diao Chan tanpa sadar mengeluarkan Kata-kata dari mulutnya.
Fang Lin yang tidak sengaja mendengarnya langsung menoleh ke arah gadis setengah serigala itu, Ia kemudian memberitahu job miliknya tanpa berbohong sedikitpun.
Beberapa saat kemudian, Diao Chan menganggukkan kepalanya paham ketika mendengar penjelasan dari tuan barunya itu, raut wajahnya kembali menjadi tenang namun perasaan terkejutnya masih terus membekas.
"Kalau begitu ayo pergi." Fang Lin mengatakan ini ketika ia sudah menggandeng tangan Diao Chan lagi.
Tidak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk sampai di Kapal Terbang Star Universe, Fang Lin dapat melihat kalau area di sekitar kapal terbang tersebut terdapat banyak sekali monster-monster raksasa yang kini tergeletak pingsan.
"Mereka melakukan perintahku dengan baik..." Batin Fang Lin tersenyum tipis ketika dirinya tidak melihat satupun mayat monster.
Fang Lin, Diablo dan Diao Chan naik ke atas kapal dan memasukinya, kedatangan mereka bertiga langsung disambut oleh orang-orang yang ada disekitarnya.
Fang Lin mengedarkan pandangnya dan mendapati Bai Hu yang tidak jauh darinya, di masing-masing pundak pria berjubah putih itu terdapat Naga Hitam dan Naga Putih dengan ukuran yang kurang dari 1 meter.
"Bagaimana keadaanmu Hu Jiazhen?" Tanya Fang Lin penasaran. Selama empat bulan terakhir ia tidak keluar dari ruang pengendali kapal, jadi bisa dibilang ini adalah pertemuan pertamanya ketika ingatan Naga Hitam itu dikembalikan.
Hu Jiazhen tersenyum dan menjawab, "Saya baik-baik saja tuan... Dan maafkan saya karena telah merepotkan anda, terlebih lagi dengan kejadian yang menimpa keluarga anda."
Hu Jiazhen tau kalau apa yang terjadi pada Fang Lin bisa dibilang kesalahannya, karena jika ia tidak tertangkap oleh Xiao Chen kemungkinan besar peperangan tidak akan terjadi dan keluarga tuannya masih dalam keadaan baik-baik saja.
"Kau tidak perlu merasa bersalah... Itu semua adalah takdir, meskipun kau tidak tertangkap sekalipun, cepat atau lambat aku akan tetap berperang melawan musuh-musuhku." Fang Lin mengatakan itu sembari tersenyum, Ia kemudian melirik ke arah Diao Chan yang sedang menundukkan kepalanya.
"Sepertinya dia malu karena banyak orang yang menatapnya." Batin Fang Lin tersenyum tipis lalu memperkenalkan gadis setengah serigala tersebut kepada Bai Hu dan yang lainnya.
Setelah memperkenalkan Diao Chan kepada ketiga bawahan intinya itu, Ia melambaikan tangannya kesamping dan sebuah cincin muncul di telapak tangannya, "Cincin ini berisikan pakaian yang cocok untukmu dan juga sumberdaya. Mulai sekarang kau akan disini dan dilatih oleh paman Bai Hu..." Fang Lin berkata dengan suara yang lembut ketika dirinya sudah berjongkok.
Diao Chan menganggukkan kepalanya paham dan meraih cincin tersebut, Ia memakainya di jari manis lalu menggoreskan salah satu jarinya hingga berdarah.
Gadis setengah serigala itu meneteskan darahnya ke arah cincin yang ada di jari manisnya dan seketika kontrak dengan cincin itu terbuat.
"Terima kasih tuan karena telah memberikan cincin ini." Diao Chan menundukkan badannya serendah mungkin ke arah Fang Lin.
"Sama-sama... Kalau begitu aku pergi dulu. Berlatihlah sampai kuat hingga dirimu bisa menjadi salah satu bawahan inti ku." Pesan Fang Lin lalu pergi dari sana ketika melihat anggukan Diao Chan.
Diablo yang tidak jauh dari sana langsung mengikuti tuannya dari belakang. Saat sedang berjalan Diablo melirik ke samping dan mendapati seorang manusia iblis yang tidak lain adalah Ji Xi.
Diablo dapat melihat kalau manusia iblis itu sedikit bergetar ketakutan ketika melihat aura iblisnya, "Padahal aku sudah menyembunyikan auraku sebaik mungkin, tetapi dia masih dapat merasakannya." Batin Diablo dan ia diam-diam tersenyum tipis.
Diablo terus berjalan mengikuti tuannya sampai ke pintu masuk ruang pengendali kapal terbang.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.