
Melihat salah satu pilar menunjuk Fang Lin dengan cara yang tidak sopan, Zhou Fan langsung menatap pilar tersebut dengan tatapan dingin, "Turunkan tangan-mu... Sebelum aku memotong-nya" Ucap Zhou Fan dengan nada dingin.
Pilar yang sedang menunjuk ke arah Fang Lin dengan segera menurunkan tangan-nya, Ia menunduk-kan kepala-nya ke arah bawah karena merasa ngeri dengan tatapan Zhou Fan barusan.
"Kaisar... Memang-nya dia siapa? Apakah dia adalah orang yang membuat kubah array sebelum-nya?" Tanya Mo Fuli dengan nada penasaran.
Zhou Fan mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kau benar... Dan juga aku sudah membuat perjanjian dengan tuan Fang Lin, Kalian bisa baca sendiri kertas-nya..." Ucap Zhou Fan lalu mengeluarkan sebuah kertas yang di lapisi Qi Dewa.
Kertas tersebut melayang dan terbang ke arah Mo Fuli, Mo Fuli sendiri yang mengetahui itu langsung meraih kertas yang sudah berada di dekat-nya.
Mo Fuli memegang kertas tersebut dengan kedua tangan-nya lalu membaca isi dari kertas tersebut dengan suara yang cukup keras.
Di sisi lain, Para pilar yang mendengar ucapan Mo Fuli saat membaca isi kertas tersebut hanya bisa diam dengan raut wajah yang berubah-ubah.
Hanya butuh puluhan detik untuk Mo Fuli membaca seluruh isi dari kertas yang dipegang-nya, Ia sendiri langsung terdiam ketika selesai membaca-nya.
Suasana kembali hening dan beberapa saat kemudian salah satu pilar mengangkat tangan-nya ke atas, "Kaisar, Bagaimana dengan Dewa Iblis? Dia sangat kuat... Memang kita bisa mengalahkan-nya jika bersatu, Namun jika itu terjadi pasti-nya akan memakan banyak korban" Ucap salah satu pilar dengan nada serius.
"Jika dengan Dewa Iblis, Kalian tidak perlu khawatir... Aku akan mengurus-nya" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.
Mendengar itu para pilar kembali diam, Mereka tidak tau harus berkata apa lagi saat ini.
Sedangkan Zhou Fan yang melihat mereka semua diam hanya menghela nafas pendek, "Setelah ini kita akan kembali ke Alam Kegelapan, Dan Mo Fuli serta 5 pilar lain-nya akan pergi ke Alam Sembilan Surga untuk menarik pernyataan perang pada mereka" Ucap Zhou Fan memberi perintah.
Mo Fuli dan ke-15 pilar lain-nya langsung berdiri dan menangkupkan tangan mereka ke arah Zhou Fan, "Baik, Kaisar..." Ucap mereka secara serempak.
"Bubar..." Ucap Zhou Fan lalu mengambil kembali kertas perjanjian yang ada di tangan Mo Fuli.
__ADS_1
Mo Fuli dan para pilar langsung keluar dari ruang rapat, Hingga akhir-nya hanya Fang Lin dan Zhou Fan saja yang tersisa di ruangan itu.
"Hey Zhou Fan, Apakah kau pernah bekerja sama dengan Alam Sembilan Surga atau semacam-nya?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
"Hmm? Setau saya, Kami Aliansi Istana Kegelapan tidak pernah berkerja sama dengan Alam Sembilan Surga" Ucap Zhou Fan lalu menimpali-nya, "Memang-nya ada apa tuan? Apakah ada sesuatu yang mengganjal di pikiran anda saat ini?" Tanya Zhou Fan dengan nada penasaran.
"Tidak..." Ucap Fang Lin sambil menggelengkan kepala-nya pelan.
Fang Lin kemudian berdiri dan berkata, "Dimana aku harus menghidupkan anak-mu kembali?" Tanya Fang Lin mengganti topik pembicaraan.
"Hmm... Anda bisa melakukan-nya disini, Tetapi sebelum itu, Biarkan saya menyegel tempat ini terlebih dahulu" Ucap Zhou Fan dan seketika itu juga ruangan yang mereka tempati di lapisi oleh sebuah array pertahan level 5.
Fang Lin sendiri yang mengetahui itu hanya diam, Ia kemudian membuat garis bulat di lantai yang ia pijaki lalu menuliskan rune-rune kuno dibulatan tersebut.
"Siapa nama anak-mu? Dan bagaimana bentuk wajah-nya?" Tanya Fang Lin saat sudah selesai membuat tulisan kuno di lantai.
"Kalau begitu kirimkan sekarang..." Balas Fang Lin dengan nada tenang.
Zhou Fan mengangguk-kan kepala-nya paham, Ia mengangkat tangan kanan-nya lalu mengarahkan jari telunjuk-nya ke arah Fang Lin, "Saya akan melakukan-nya sekarang tuan..." Ucap Zhou Fan dan seketika muncul sebuah cahaya putih di ujung telunjuk-nya.
Cahaya putih tersebut melayang dan masuk menembus dahi Fang Lin. Di sisi lain, Fang Lin dapat merasakan ingatan-ingatan asing masuk ke dalam otak-nya.
Butuh beberapa saat untuk Fang Lin mencerna semua ingatan asing tersebut, Ia kemudian menaruh tangan-nya di atas rune-rune kuno yang ia buat sebelum-nya, "Teknik Roh, Ke-1: Pemanggilan Roh. Zhou Liyan..." Ucap Fang Lin dan seketika cahaya putih muncul di rune-rune kuno tersebut.
Cahaya putih tersebut cukup lama bersinar dan tak lama kemudian sesosok roh muncul di atas rune-rune kuno tersebut.
Zhou Fan yang mengenali roh tersebut langsung tersenyum tipis dan tanpa sadar air mata-nya sedikit menetes.
__ADS_1
"Yan'er... Apakah itu kamu?" Tanya Zhou Fan dengan nada tenang namun mengandung kesedihan di dalam-nya.
"Eh? Ayah?! Tunggu! Bagaimana bisa aku ada disini?" Ucap Zhou Liyan dengan nada heran.
Zhou Fan tersenyum lembut dan berkata, "Tenang-lah nak... Akan ku-jelaskan semua yang ingin kau tanyakan jika kau sudah dihidupkan kembali" Ucap Zhou Fan dengan nada tenang.
Zhou Liyan yang mendengar itu langsung mengerut-kan alis-nya, "Menghidupkan aku kembali? Apa maksud ayah? Bukan-kah terakhir kali aku sedang berkultivasi?" Tanya Zhao Liyan dengan nada bingung.
Saat mendengar itu Zhao Fan langsung mengerut-kan kedua alis-nya, "Guru? Siapa yang kau maksud?" Tanya Zhao Fan dengan nada penasaran.
"Hmm? Dia adalah Dewa Iblis, Wang Ling... Tidak mungkin ayah tidak mengenali-nya bukan?" Jawab Zhao Liyan dengan nada keheranan karena ayah-nya menanyakan hal itu.
Mata Zhou Fan melebar ketika mendengar jawaban anak-nya, Ia mengepalkan kedua tangan-nya dengan erat dan tanpa sadar aura membunuh-nya yang pekat merembes keluar dari tubuh-nya, "Bajingan sialan!!! Berani-beraninya dia memalsukan kematian anak-ku selama 250 tahun!!!" Ucap Zhou Fan dengan nada yang penuh amarah.
Fang Lin sendiri sedikit mengangkat satu alis-nya ketika mendengar jawaban dari Zhou Liyan, "Apakah kau tau, Lokasi diri-mu sebelum-nya?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
"Hmm... Aku tidak tau Alam mana yang ku-tempati, Namun aku sebelum-nya sedang berkultivasi di bawah air terjun yang dikelilingi oleh hutan" Jawab Zhou Liyan cepat. Ia kemudian melirik ayah-nya kembali dan sedikit mengerut-kan alis-nya.
"Kenapa ayah begitu murka? Lalu apa maksud perkataan ayah sebelum-nya?" Batin Zhou Liyan bertanya-tanya. Ia mulai kebingungan dengan situasi-nya saat ini.
Sedangkan Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan ketika mendengar itu, Ia lalu melirik ke arah Zhou Fan yang berada di sebelah-nya dan menghela nafas panjang, "Redakan amarah-mu untuk sementara waktu, Sekarang kita harus memberitahu kebenaran-nya pada anak-mu terlebih dahulu agar dia memahami situasi-nya saat ini" Ucap Fang Lin sambil menepuk pundak kiri Zhou Fan.
Zhou Fan sendiri tersentak ketika tuan-nya menepuk pundak-nya, Ia yang baru menyadari kalau aura membunuh-nya telah merembes keluar dari tubuh-nya langsung menarik-nya kembali, "Maafkan saya tuan..." Ucap Zhou Fan dengan nada menyesal.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1