
Setelah melenyapkan keberadaan Hong Wan dari Alam Semesta ini, Yue langsung menghilang dari sana dan kembali memasuki Dunia Jiwa tuannya.
Yue melayang di luar kubah dan menyaksikan kembali pertempuran yang ada di dalam kubah.
***
Di dalam kubah, hamparan padang rumput tanpa ujung.
1 minggu berlalu.
Saat ini Pi Yu sedang berdiri dihadapan seekor Serigala abu-abu yang sedang terkapar di tanah dalam keadaan tubuh terluka parah.
"Sialan kau, Yun Feng. Sejak kapan kau sekuat ini?" Pi Yu bertanya dengan suara lemas. Sebenarnya kondisi tubuhnya tidak berbeda jauh dengan Yun Feng, hanya saja ia masih dapat bergerak bebas meskipun menimbulkan rasa sakit.
Yun Feng tersenyum tipis, ia terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, "Aku adalah Binatang Surgawi, wajar saja jika perkembanganku di luar nalar..." Jawab Yun Feng dengan suara serak.
Pi Yu dulu memang kuat, bahkan jauh lebih kuat dari Yun Feng. Tetapi ia adalah Serigala Bintang dan lagi nona Yue membantu perkembangannya, jadi cepat atau lambat ia akan melampaui para bawahan inti yang lainnya.
Pi Yu hanya tertawa pelan, ia kemudian membalikkan posisi ujung pedang menjadi ke bawah lalu mengangkatnya sampai ke depan dada, "Kau yakin tidak ingin menyerah? Daripada kau harus merasakan sakit, lebih baik menyerah agar langsung dipindahkan..." Pi Yu bertanya memastikan.
Jauh sebelum-sebelumnya, disaat pertama kali para bawahan inti dilatih oleh Yue. Mereka semua memiliki 2 pilihan agar bisa dipindahkan ke luar kubah saat sedang pelatihan.
Pilihan pertama, berada dalam kondisi sekarat.
Pilihan kedua, berkata 'Menyerah' dengan niat ingin dipindahkan.
"Lakukan saja... Menyerah bukanlah prinsipku." Jawab Yun Feng tanpa ragu.
Pi Yu menghela nafas panjang lalu menusuk Serigala Bintang menggunakan pedangnya hingga sekarat.
Wosh!
Tak lama kemudian, Yun Feng menghilang dari sana dan hanya menyisakan darah segar di tanah.
Pi Yu sendiri yang melihatnya langsung menyarungkan kembali pedangnya, ia kemudian duduk dalam posisi bersila dan mengeluarkan kantung hitam dari balik jubahnya.
Dari kantung hitam tersebut, Pi Yu mengeluarkan sebuah pil berwarna hijau, ia tanpa banyak bicara langsung menelannya dan memejamkan matanya secara perlahan.
Meskipun pil tersebut dapat bekerja dalam beberapa menit, namun Pi Yu tetap bermeditasi untuk mempercepat penyerapan esensi, karena ia tidak bisa membuang waktu lebih lama lagi.
***
Di Hamparan Padang Gurun Gersang.
Naga Putih yang masih memakai Armor Petir Indra melesat dengan cepat di langit. Ia sudah mengalahkan Guo Ren beberapa hari yang lalu dan kini dirinya sedang mencari keberadaan Ji Xi.
"Dimana sebenarnya dia?! Aku sama sekali tidak bisa menemukan jejak Qi miliknya." Naga Putih berdecak kesal ketika mengatakannya.
Naga Putih sebenarnya hampir mencapai batasnya, namun ia tetap memaksa limiter tubuhnya untuk terus menggunakan transformasi ini.
***
Di Padang Rumput Tanpa Ujung.
Bai Hu dan Ji Xi sedang melayang di udara, nafas mereka berdua sama-sama memburu karena baru saja mengalahkan Fang Ji.
"Terima kasih... Dengan adanya dirimu, aku tidak memakan banyak waktu untuk mengalahkannya." Bai Hu tersenyum ketika mengatakannya.
Ji Xi yang berada tidak jauh darinya hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Apakah kau ingin memulihkan diri terlebih dahulu? Sepertinya tubuhmu menerima beberapa luka serius."
"Tenang saja... Aku akan memulihkannya nanti." Jawab Bai Hu santai. Ia memiliki teknik penyembuhan, jadi ia tidak terlalu memusingkan luka-lukanya.
Ji Xi hanya membentuk huruf O di bibirnya ketika mendengar itu, ia kemudian menceritakan tentang transformasi Naga Putih kepadanya.
Bai Hu cukup terkejut mendengar cerita dari iblis di dekatnya, "Lalu, bagaimana dengan Guo Ren sekarang?"
__ADS_1
Ji Xi menggelengkan kepalanya, "Kemungkinan besar dia sudah dikalahkan..."
Bai Hu terdiam sejenak mendengarnya, "Hmm... Apakah dia akan mencarimu setelah mengalahkannya?"
Ji Xi mengangkat pundaknya, "Entahlah, mungkin saja iya. Tetapi aku yakin dia tidak sekuat sebelumnya, memakai transformasi semacam itu pasti membutuhkan banyak sekali Qi, aku juga yakin transformasi itu membebani tubuhnya."
"Hahahaha.... Kau benar, Ji Xi. Menggunakan Transformasi ini memakan banyak sekali energiku! Jadi, ayo akhiri ini dengan cepat!" Naga Putih tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka dan menyerang mereka menggunakan ekornya.
Bam!
Bai Hu dan Ji Xi tidak sempat bereaksi, mereka berdua terpental jauh ke daratan dan terseret di tanah.
Keduanya baru berhenti ketika sudah terseret sejauh puluhan kilometer.
Naga Putih langsung melesat dengan cepat, moncongnya mengeluarkan cahaya berwarna biru muda dan tak lama kemudian keluar Laser yang tercipta dari elemen petir.
Laser Petir tersebut mengenai Bai Hu yang masih terkapar di tanah, luka-lukanya semakin parah dan tubuhnya sulit untuk bergerak.
Di sisi lain, Ji Xi yang sudah bangkit berdiri langsung menciptakan penghalang untuk melindungi Bai Hu, ia kemudian melesat ke langit dan melancarkan serangan kepada Naga yang sedang melayang di udara.
Bai Hu memuntahkan darah dari mulutnya ketika serangan yang mengenainya telah berhenti, ia bangkit berdiri dan menatap ke langit.
Matanya sedikit melebar ketika melihat transformasi Naga Putih, "Dia semakin kuat..." Bai Hu tersenyum tipis, ia bangkit berdiri dan disaat yang bersamaan penghalang yang melindunginya perlahan lenyap.
Bai Hu mengeluarkan pedang dari sarungnya, pupil matanya yang sebelumnya bulat kini berubah menjadi seperti taring.
Whoosh!
Tanpa banyak bicara, Bai Hu langsung melesat ke langit, ia menyerang Naga Putih menggunakan salah satu jurus miliknya.
"Bai Hu! Dia sudah melemah! Kita dapat mengalahkannya dengan cepat!" Ji Xi berkata dengan lantang lewat telepati.
Bai Hu sendiri mengangguk paham mendengarnya, ia sekali lagi melancarkan salah satu jurus terkuatnya dan membuat setengah Armor Petir milik Naga Putih hancur.
Naga Putih yang melihatnya tidak tinggal diam, ketika ia ingin melancarkan serangan dari mulutnya, perlahan pandangannya memudar dan Armor Petir miliknya mulai lenyap.
Tubuh Naga Putih yang sedang terjatuh dari udara langsung berhenti dan tak lama setelahnya tiba-tiba saja 2 pedang menancap di tubuhnya.
Kondisi Naga Putih sudah bisa dibilang sekarat, sampai akhirnya keberadaan dia menghilang dari pandangan Bai Hu dan juga Ji Xi.
"Naga Putih... Dia sungguh berbeda dari pelatihan-pelatihan yang kemarin, dia sudah berkembang pesat." Bai Hu tak bisa berhenti berdecak kagum.
Sedangkan Ji Xi hanya tersenyum tipis, ia menyimpan kembali pedangnya di sarung pedang lalu berkata, "Kau pulihkan saja dirimu, aku akan lanjut ke tempat pertahanan musuh..."
"Hmm? Kau tidak ingin memulihkan dirimu terlebih dahulu?" Tanya Bai Hu sembari melihat luka-luka kecil yang ada di tubuh Ji Xi.
Ji Xi menggelengkan kepalanya, "Luka seperti ini tidak masalah bagiku..."
"Baiklah..."
Mendengarnya Ji Xi langsung pergi dari sana, ia melesat di udara dengan sangat cepat. Sedangkan Bai Hu langsung melayang turun ke daratan dan memulihkan dirinya menggunakan suatu teknik.
***
Dimensi Yang Berbeda, Gurun Gersang.
Li Fan dan Sylvia saat ini sedang mengobrol santai, tepat di belakang mereka berdua terdapat sebuah penghalang besar yang melindungi kristal raksasa berwarna biru.
Memang penghalang tersebut terlihat simpel, namun daya tahannya tidak boleh diremehkan. Penghalang yang Sylvia ciptakan dapat menahan serangan yang dapat menghancurkan planet sekalipun.
"Jadi di Alam Semestamu ada Naga yang bentuknya jauh berbeda dengan Naga di Alam Semesta ini?" Li Fan bertanya memastikan.
Sylvia tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan, "Benar. Ada juga makhluk yang bernama Wyvern, dia sama seperti Naga namun perbedaannya, dia tidak memiliki tangan dan ukurannya sedikit lebih kecil dari Naga."
Li Fan tidak bisa berhenti berdecak kagum mendengarnya, "Mereka sepertinya terlihat keren! Aku ingin sekali bertemu dengan mereka."
__ADS_1
Sylvia tertawa pelan ketika melihat tingkah Li Fan, "Masih banyak lagi makhluk-makhluk yang mungkin asing bagimu, mau aku ceritakan?"
Li Fan mengangguk cepat, "Tentu saja! Jika bisa, ceritakan semuanya! Aku benar-benar penasaran dengan Dunia Evangellion."
Sylvia menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu aku akan menceritakan tentang makhluk yang bernama Malaikat."
Sylvia bercerita sedangkan Li Fan mendengarkan.
Beberapa jam kemudian, Sylvia yang masih bercerita tiba-tiba saja berhenti, dan Li Fan mengeluarkan pedang Naga Hitam dari sarungnya.
Whoosh.
Tiba-tiba saja Ji Xi muncul beberapa meter di depan mereka berdua dan langsung menyerang secara membabi buta.
Li Fan begitu terkejut, ia menahan seluruh serangan Ji Xi dan meminta Sylvia untuk mundur dari sana dan membantunya dari belakang.
Sylvia mengangguk paham, wanita berambut putih itu langsung mundur beberapa kilometer dari sana dan merapalkan sihir penyerangan.
Belum selesai merapalkan sihirnya, tiba-tiba saja Bai Hu muncul di sampingnya dan melayangkan tendangan.
Bam!
Sylvia terpental ratusan meter, ia berhenti ketika dirinya menabrak kumpulan pohon kaktus.
Sesaat setelah menabrak, Sylvia bangkit berdiri tanpa luka sedikitpun, ia kemudian menciptakan sihir penghalang di sekitarnya lalu mulai merapalkan kembali sihirnya.
Sylvia mengangkat kedua tangannya yang sudah dilapisi cahaya ungu dan dalam sekejap kabut ungu memenuhi Dimensi ini.
Kabut tersebut dapat memperpendek jarak penglihatan musuh, dan juga Kesadaran Spiritual tidak berguna di dalam kabut ini.
Tetapi kabut ini tidak berpengaruh kepada Li Fan, jarak penglihatannya sama seperti sebelumnya dan juga Kesadaran Spiritual masih bisa digunakan.
Bai Hu berdecak kesal ketika kabut ungu memenuhi dimensi ini, "Sial, kabut ini lagi!"
Bai Hu terbang ke langit paling tinggi untuk oeluar dari kabut ini, tetapi usahanya sia-sia. Ia kemudian mencoba menggunakan elemen anginnya untuk menghapus kabut yang ada, namun hasilnya tetaplah nihil.
Di sisi lain, Ji Xi sedikit kesulitan melawan Li Fan, ia kemudian menciptakan penghalang kotak yang dapat melindunginya dalam radius puluhan kilometer.
Dalam sekejap, kabut yang berada di dalam penghalangnya menghilang dan juga Kesadaran Spiritual miliknya bisa digunakan kembali.
Ji Xi dapat melihat Li Fan yang kini sedang melesat ke arahnya, ia tersenyum tipis dan menangkis serangan dari pria tampan berjubah hitam itu.
"Sylvia! Gunakan sihirmu untuk membantuku!" Li Fan menelepati di sela-sela pertarungan melawan Ji Xi.
"Tidak bisa! Kau berada di dalam penghalang... Haruskah aku menghancurkannya?" Tanya Sylvia.
"Ya, tolong lakukan."
Sylvia mengangguk paham mendengar jawaban Li Fan, ia merapalkan sihirnya dan tak lama kemudian lingkaran sihir muncul tepat di atas kubah.
Lingkaran sihir itu mengeluarkan bola api raksasa dan menabrak penghalang yang diciptakan oleh Ji Xi.
Boom!
Seketika penghalang tersebut meledak, begitu juga dengan bola api raksasa yang diciptakan oleh Sylvia.
Bai Hu sendiri yang berada jauh di atas langit mengerutkan alisnya ketika mendengar suara ledakan tersebut, "Apa itu tadi?!" Tanyanya kepada Ji Xi lewat telepati.
"Ada yang menghancurkan penghalangku dari luar dan sepertinya itu Sylvia... Kau tolong urus dia, sulit bagiku untuk melawan mereka berdua sekaligus."
"Tidak. Aku akan membantumu terlebih dahulu, beritahu lokasimu sekarang."
"Baiklah..." Ji Xi mengirim suatu sinyal lewat telepati dan membuat lokasinya diketahui oleh Bai Hu.
Bai Hu sendiri langsung melesat ke lokasi Ji Xi sembari mengeluarkan pedang dari sarungnya.
__ADS_1
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.