System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kedatangan Aliansi Istana Kegelapan


__ADS_3

1 Minggu Kemudian.


Kini kondisi area medan tempur sudah 100 persen kosong. Di sisi lain, Fang Lin yang mengetahui itu langsung berdiri dari duduk-nya, "Setelah berhasil membangkitkan mereka semua, Aku akan kembali ke dunia Abyss dan memulai rapat untuk perang melawan orang itu" Gumam Fang Lin dengan nada tidak sabar.


"Teknik Array Dewa, Ke-5: Pertahanan Mutlak..." Ucap Fang Lin sambil menepuk kedua tangan-nya di depan dada.


~Whoooopp~


Tiba-tiba sebuah bola hitam berukuran kecil muncul di depan Fang Lin. Bola Hitam tersebut perlahan membesar dan terus membesar hingga menelan Fang Lin yang ada di dekat sana.


Beberapa jam kemudian, Bola hitam yang sebelum-nya perlahan membesar itu, Kini telah berubah menjadi kubah raksasa.


Kedua kubu yang sudah mengetahui kubah hitam raksasa tersebut hanya diam dan memerhatikan, Meskipun kedua kubu telah melihat fenomena semacam ini beberapa bulan lalu, Namun mereka masih tidak bisa untuk tidak takjub ketika melihat kubah hitam tersebut.


"Kubah ini lagi... Sebenar-nya untuk apa kubah ini dibuat?" Gumam Yun Fu heran sambil menggelengkan kepala-nya pelan. Yang ia tau kalau kubah didepan-nya ini adalah sebuah Array, Namun ia sama sekali tidak mengetahui tujuan dari terbuat-nya array ini.


Sedangkan Ao Zhang yang berada di sebelah Yun Fu langsung berkata, "Ada kemungkinan kalau pembuat array itu ingin mengambil mayat-mayat yang tersisa di medan perang" Ucap Ao Zhang berasumsi.


Mendengar itu Yun Fu langsung menaik-kan alis-nya, "Kau benar... Tetapi kenapa orang misterius itu harus repot membuat array sebesar ini? Kenapa dia tidak mengambil-nya secara langsung saja?" Tanya Yun Fu dengan nada penasaran.


Ao Zhang sendiri langsung mengangkat pundak-nya tidak tau, "Aku juga tidak mengetahui-nya, Tetapi yang pasti orang itu mendapatkan keuntungan dari mayat-mayat yang dia ambil" Jawab Ao Zhang dengan nada serius.


Yun Fu yang mendengar jawaban Ao Zhang langsung mengangguk-kan kepala setuju, Ia juga yakin kalau orang yang mengambil seluruh mayat di area medan tempur mendapatkan keuntungan dari hal tersebut.


Saat sedang berbicara santai dengan Yun Fu, Ao Zhang langsung mengeluarkan busur-nya ketika melihat kemunculan portal di tengah-tengah kubah raksasa tersebut.


Ao Zhang sebenar-nya tidak terkejut dengan kemunculan tiba-tiba portal dimensi tersebut, Yang ia khawatirkan adalah aura yang merembes keluar dari portal dimensi itu, "Berbahaya... Aura iblis yang begitu kuat dan juga murni. Sepertinya kita telah kedatangan tamu tak diundang yang merepotkan" Ucap Ao Zhang dengan raut wajah serius sekaligus waspada.


Yun Fu sendiri langsung pergi dari sana tanpa mengeluarkan sepatah kata-pun ketika mengetahui portal dimensi itu mengeluarkan aura iblis yang begitu kuat.


"Siapa yang mengeluarkan aura iblis semurni itu? Apakah mereka berasal dari Aliansi Istana Kegelapan" Batin Yun Fu bertanya-tanya.

__ADS_1


Yun Fu langsung menggelengkan kepala-nya dan berkata, "Bukan saat-nya untuk memikirkan hal itu. Saat ini aku harus menyiapkan seluruh pasukan yang ada dan menyuruh mereka untuk bersiaga" Ucap Yun Fu dengan raut wajah serius.


~Whooooshhhh~


Yun Fu langsung mempercepat lesatan terbang-nya dan membuat-nya terlihat seperti kilatan petir.


***


Zona Alam Agung.


Dian Qi, Dian Wu dan para petinggi Alam Agung sedang memerhatikan portal dimensi itu secara seksama, "Aura iblis yang keluar dari portal dimensi itu sangat murni, Kira-kira sosok apa yang akan keluar dari portal itu?" Tanya Dian Wu dengan nada penasaran.


Dian Qi yang mendengar-nya langsung mengangkat pundak-nya tidak tau, Ia membalik-kan badan-nya dan menatap ke arah para petinggi Alam Agung, "Siapkan kapal perang, Namun sebelum itu suruh para pasukan untuk bersiaga, Kita tidak tau apa yang terjadi nanti..." Ucap Dian Qi memberi perintah.


Mendengar itu para petinggi langsung mengangguk patuh, "Baik raja-!" Jawab para petinggi secara serempak.


~Whooooshhh~


Para petinggi Alam Agung langsung pamit dan dengan segera pergi dari sana. Di sisi lain, Dian Qi yang melihat kepergian para petinggi hanya diam, "Ayo kita cek keadaan Wei'er, Seharusnya hari ini dia sudah sadar..." Ucap Dian Qi dan langsung terbang pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Dian Wu.


***


Di Dalam Kubah Hitam Raksasa.


Fang Lin menghela nafas panjang ketika diri-nya membangkitkan para mayat yang ada di area medan tempur, "Membangkitkan puluhan juta mayat adalah pekerjaan yang benar-benar melelahkan..." Gumam Fang Lin pelan. Ia kemudian membuat sebuah kursi es mewah di udara dan menduduki-nya.


"Kalian para bayangan... Masuk-lah ke dalam bayangan-ku" Ucap Fang Lin memberi perintah.


Pasukan bayangan yang sedang berlutut di hadapan Fang Lin langsung mengangguk-kan kepala cepat, "Baik Dewa Kematian!" Jawab seluruh pasukan bayangan secara serempak dan tak lama setelah itu mereka berubah menjadi aura hitam.


~Whooooshhh~

__ADS_1


Dengan cepat aura hitam tersebut melesat ke arah Fang Lin dan memasuki bayangan-nya.


Fang Lin sendiri yang melihat mereka sedang masuk ke dalam bayangan-nya hanya diam, "Yue... Apakah kau tau siapa mereka?" Tanya Fang Lin yang sudah mengetahui kemunculan portal dimensi tersebut.


[Tidak tuan, Tetapi menurut Yue mereka adalah orang-orang yang berasal dari Aliansi Istana Kegelapan]


Mendengar itu Fang Lin langsung menaik-kan alis-nya, "Aliansi Istana Kegelapan? Kenapa mereka datang ke Alam ini? Apakah mereka berniat untuk merebut kitab dan artefak milik Alam 100 Pelangi?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


[Kemungkinan iya tuan]


Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan ketika mendengar jawaban Yue, "Sepertinya aku harus membantu Alam 100 Pelangi. Ya... Hitung-hitung sebagai penukaran yang pas karena aku sudah mencuri Kitab dan Artefal Dewa milik mereka" Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.


Fang Lin kemudian memejamkan mata-nya dan memilih untuk menunggu seluruh pasukan bayangan-nya masuk ke dalam bayangan milik-nya.


***


Di Portal Dimensi.


~Tok Tok Tok~


"Kaisar Zhou Fan... Sebentar lagi kita akan sampai di Alam 100 Pelangi..." Ucap pria paruh baya sambil mengetuk sebuah pintu ruangan.


Sosok yang di panggil Kaisar Zhou Fan itu langsung bangun dari kasur-nya, Ia dengan segera berdiri dari kasur lalu berjalan ke arah pintu keluar.


~Klek~


Saat membuka pintu kamar, Zhou Fan dapat melihat sosok yang di kenal-nya sedang berdiri di depan pintu, "Berapa lama lagi kita akan sampai?" Tanya Zhou Fan sambil menutup pintu kamar anak-nya.


Pria paruh baya yang mendengar itu langsung menjawab, "30 menit lagi, Kaisar..." Jawab pria paruh baya tersebut dengan nada hormat.


Mendengar itu Zhou Fan hanya mengangguk mengerti, Ia lalu berjalan ke arah ruangan pengendalian kapal untuk melihat kondisi di luar kapal.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2