
Hu Jiazhen menghela nafas kecewa ketika diri-nya tidak mendapatkan informasi apapun dari Elang Es tersebut, Ia lalu mendongak ke atas dan terbang ke langit. Di saat diri-nya ingin menembus awan, Tiba-tiba dia dikagetkan dengan kemunculan Bai Hu didepan-nya.
"Sialan kau! Kenapa kau muncul tiba-tiba?!" Tanya Hu Jiazhen dengan nada kesal.
Bai Hu hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Hu Jiazhen, "Apakah kau tidak menyadari sesuatu?" Tanya Bai Hu kembali sambil melipat-kan kedua tangan-nya di depan dada.
Hu Jiazhen menaik-kan alis-nya mendengar pertanyaan Bai Hu, Ia melirik Bai Hu dari atas hingga bawah namun diri-nya tidak menemukan sesuatu yang aneh pada-nya, "Apa maksud-mu? Tidak ada yang aneh selain wajah-mu" Jawab Hu Jiazhen sambil tersenyum mengejek.
Bai Hu mendengus pelan ketika mendengar ejekan naga didepan-nya ini, Ia lalu tersenyum dan menghilang dari sana.
~Whoooshhh~
Hu Jiazhen tersentak ketika Bai Hu menghilang tiba-tiba, Ia mengedarkan kesadaran-nya untuk mencari Bai Hu namun diri-nya tidak dapat menemukan-nya, "Apakah dia mempunyai teknik teleportasi yang sama seperti tuan?" Batin Hu Jiazhen bertanya-tanya. Ia berpikir seperti itu karena bukan hal yang tidak mungkin kalau Bai Hu bisa menggunakan teknik teleportasi, Karena dia adalah anak dari seorang Dewa Harimau Putih.
Biasanya hanya keturunan atau penerus saja yang dapat menggunakan teknik teleportasi, Tetapi itu semua kembali lagi pada bakat masing-masing.
Hu Jiazhen sedikit melebarkan mata-nya ketika menyadari Bai Hu tiba-tiba muncul didepan-nya, "Pantas saja wajah-nya terlihat ingin sombong, Ternyata dia sudah menguasai teknik teleportasi" Gumam Hu Jiazhen pelan lalu berdecak kesal. Dia cukup kesal karena Bai Hu sekarang sudah melampaui diri-nya.
"Hoo... Apakah kau kesal?" Sebuah suara terdengar jelas di telinga Hu Jiazhen.
Hu Jiazhen langsung mengibaskan ekor-nya ke arah sumber suara tersebut, Meskipun diri-nya tau kalau suara itu adalah suara Bai Hu.
Di sisi lain, Bai Hu yang melihat kibasan ekor Hu Jiazhen hanya tersenyum tipis, Ia langsung menghidari kibasan ekor Hu Jiazhen dengan mudah.
"Hahahaha..... Jangan marah begitu, Aku hanya becanda" Tawa Bai Hu lalu mendekat ke arah Hu Jiazhen.
__ADS_1
Hu Jiazhen yang tau serangan-nya dihidari dengan mudah hanya mendengus kesal, Ia lalu melirik ke arah bawah dan mendapati beberapa bawahan tuan-nya yang sedang berbicara kepada Elang Es, "Hey Bai Hu, Apa kau tau kenapa tuan menyuruh Elang Es untuk berjaga?" Tanya Hu Jiazhen dengan nada serius.
Bai Hu yang melihat Hu Jiazhen begitu serius langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah Hu Jiazhen lihat, "Bukan-kah untuk melindungi kota Fang? Kenapa kau menanyakan sesuatu yang bodoh?" Jawab Bai Hu dengan polos.
Mendengar jawaban Bai Hu membuat Hu Jiazhen menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala-nya pelan, Ia lupa kalau Bai Hu memiliki IQ yang rendah, "Kau pikir akan ada monster kuat yang menyerang kota ini? Jika saja ada, Dia akan mati oleh orang-orang disini" Ucap Hu Jiazhen dengan nada sedikit kesal.
Hu Jiazhen berkata 'monster kuat', Bukan berarti monster yang diucapkan-nya benar kuat-nya. Sebelum-nya Hu Jiazhen sudah menganalisis lembah berkabut serta hutan yang mengelilingi lembah berkabut dan dia hanya menemukan beberapa monster yang lebih kuat dari-nya saja, Tetapi mereka semua masih berada di ranah To God dan tidak ada yang berada di ranah Spiritual God.
Mendengar ucapan Hu Jiazhen membuat Bai Hu menaik-kan alis-nya, Ia lalu mengelus-kan dagu-nya seperti orang yang sedang berpikir, "Jadi maksud-mu akan ada monster yang datang kesini dan dia lebih kuat dari-ku dan saudara Pi Yu?" Ucap Bai Hu memastikan.
Hu Jiazhen mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya... Mungkin akan ada monster yang benar-benar kuat" Balas Hu Jiazhen pelan.
"Harus-kah kita mendiskusikan ini kepada saudara yang lain-nya?" Tanya Bai Hu sambil menatap Hu Jiazhen didekat-nya.
Di dalam kesadaran-nya tadi, Hu Jiazhen dapat melihat segerombolan Hyena yang cukup kuat sedang mengarah ke arah pintu masuk gerbang kota. Kelompok Hyena itu cukup kuat karena salah satu diantara-nya memiliki ranah di bawah diri-nya.
***
Di Tempat Hyena Berada.
Terlihat 150 Hyena yang sedang melesat cepat ke arah jalan satu arah yang di apit 2 tebing, Mereka semua rata-rata memiliki ranah Asal Mula dan salah satu diantara-nya berada di ranah Holy Dao *5.
"Berhenti...." Ucap Hyena yang berada di ranah Holy Dao *5.
Seketika seluruh Hyena berhenti di belakang pemimpin-nya, Mereka menyadari kalau ada musuh yang sedang mengarah ke arah mereka.
__ADS_1
~Whoooshhh~
Seekor Naga Hitam berhenti dari lesatan-nya dan kini berada di atas para Hyena tersebut. Di sisi lain, Para Hyena mendongak-kan kepala-nya ke atas untuk melihat Naga Hitam yang berada di langit.
Pemimpin Hyena menyipitkan mata-nya ketika melihat Naga Hitam tersebut, Ia menyadari kalau Naga Hitam itu lebih kuat dari-nya, "Siapa kau? Apakah kau memiliki urusan dengan kami?" Tanya Pemimpin Hyena dengan nada penasaran.
Hu Jiazhen tidak menjawab pertanyaan pemimpin Hyena melainkan membuat energi penghalang di jalan satu arah yang ingin dilewati para Hyena tersebut.
Pemimpin Hyena yang menyadari energi penghalang tersebut dibuat di jalan yang ingin mereka lewati langsung menggeram ke arah Hu Jiazhen, "Apa maksud-mu? Kenapa kau menghalangi jalan yang ingin kami lewati?" Tanya Pemimpin Hyena yang mencoba menahan amarah-nya. Ia mencoba sebisa mungkin menahan kekesalan-nya pada Naga Hitam di langit, Karena diri-nya masih belum tau kekuatan jelas dari Naga Hitam tersebut.
Hu Jiazhen kali ini tersenyum tipis sambil menatap sinis para Hyena tersebut, "Kau ingin menyerang kota Fang? Kalau begitu lewati aku dulu" Ucap Hu Jiazhen dengan nada meremehkan. Meskipun mereka semua berada di ranah To God, Bukan berarti diri-nya akan kesulitan melawan mereka, Walaupun salah satu dari mereka memiliki ranah Holy Dao *5.
Mendengar ucapan dari Hu Jiazhen membuat pemimpin Hyena mengerutkan alis-nya, "Jadi kau adalah salah satu penghuni dari kota manusia itu? Hahahaha, Baiklah... Kau dan seluruh penghuni di sana akan mati di tangan-ku" Teriak Hyena dan langsung melesat ke langit untuk menyerang Naga Hitam itu.
Mendengar hal tersebut membuat Hu Jiazhen tertawa pelan, "Kepercayaan diri-mu itu terlalu tinggi, Sampai lupa siapa yang lebih kuat di antara kita berdua" Ucap Hu Jiazhen dengan nada merendahkan sambil mengibaskan ekor-nya ke arah pemimpin Hyena tersebut.
~Whoooshhh~
Pemimpin Hyena terpental cukup jauh di udara ketika terkena kibasan ekor Naga Hitam.
Pemimpin Hyena langsung menyeimbangkan tubuh-nya agar diri-nya tidak terpental lebih jauh lagi. Di saat dia sudah berhenti terpental dia langsung mendengus kesal karena diri-nya bisa terpental hanya dengan kibasan ekor saja, "Sepertinya hanya raja saja yang dapat mengalahkan naga hitam itu" Batin Pemimpin Hyena lalu melirik ke arah pengikut-nya yang sedang mengamati-nya dari bawah.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1