System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pembantaian Kekaisaran Wei


__ADS_3

Mue Lian menatap ke arah bawah, Ia melihat suasana menjadi berbeda dari sebelumnya, Saat ini tidak ada yang namanya matahari untuk menyinari kota, Semua daratan kota WeiBei kini sudah tertutup dengan kubah berwarna merah darah dan suasananya menjadi begitu dingin dari sebelumnya.


Mue Lian menutup matanya sebentar hingga beberapa saat dia membuka matanya secara perlahan sambil membuat kerutan di alisnya, "Kesadaran ku tidak bisa menembus kubah ini, Apakah ini sebuah penjara? Tapi teknik apa ini?" Gumam Mue Lian heran, Kemudian membuat bola Qi yang cukup besar ditangan kanannya lalu melemparkannya ke arah kubah.


Bola Qi tersebut langsung melesat dengan cepat dan dalam beberapa saat bola Qi yang Mue Lian buat bertabrakan dengan kubah merah darah tersebut.


~BOOM~


Ledakan yang cukup keras terjadi ketika Bola Qi itu tertabrak dengan Kubah merah darah, Di sisi lain Mue Lian mengerutkan alisnya sekali lagi ketika melihat kubah merah itu tidak tergores sedikitpun.


"Benar... Sepertinya ini sebuah kubah penjara, Bahkan bola Qi yang berisi 20% kekuatanku tidak bisa menggoresnya, Didalam kubah ini juga tidak dapat berkultivasi seakan energi alam tidak bisa menembus kubah ini" Ucap Mue Lian berdecak kagum.


"Tuan memiliki banyak teknik hebat setelah menjadi penerus Dewa Perang, Tunggu... Jangan bilang... Ini sebuah teknik tingkat Dewa?!" Ucap Mue Lian menebak dengan nada tidak percaya, Dia sendiri belum pernah melihat seseorang mengeluarkan teknik tingkat dewa, Karena biasanya mempelajari teknik tingkat dewa membutuhkan puluhan tahun bahkan ratusan hingga ribuan tahun.


Tetapi jika tebakannya benar, Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memuji tuannya, "Sudah bisa mempelajari teknik teleportasi di tingkat True God saja sudah dianggap jenius ribuan tahun sekali, Apalagi mempelajari teknik dewa lainnya? Mungkin kejeniusan tuan sudah tidak dapat dibandingkan oleh siapapun itu" Puji Mue Lian dan terus berdecak kagum.


***


Di tempat Fang Lin.


Kini Fang Lin hanya diam ketika melihat keterkejutan semua orang, Mereka semua terkejut saat melihat kubah merah darah menutupi langit yang cerah.


"Apa-apaan itu?!"


"Apakah itu sebuah fenomena alam?"


"Sebuah kubah merah darah menutupi kita?! Ada apa ini sebenarnya?"


Seluruh orang yang berada di istana bertanya-tanya ketika melihat kubah merah darah menutupi langit kota WeiBei, Bahkan para warga yang sedang beraktivitas juga ikut kebingungan ketika melihat kubah merah darah menutupi langit.


Saat berada dalam keterkejutan, Mereka semua yang berada di ruang kaisar langsung tersadar dari keterkejutan mereka ketika mendengar suara yang cukup keras.

__ADS_1


"Kalian tidak perlu panik... Aku akan membunuh kalian tanpa rasa sakit" Ucap Fang Lin sambil mengaliri Qi Alam di suaranya.


"Kalian cepat tangkap pemuda itu! Bawa dia ke penjara bawah tanah!" Ucap pria berjubah hitam dengan kumis panjang.


Para prajurit tidak menjawab dan langsung menyerang pemuda tampan berjubah biru itu, Di sisi lain Fang Lin hanya tersenyum tipis ketika melihat seluruh orang bodoh yang menyerangnya.


Fang Lin langsung membuat pedang Qi di kedua tangannya dan langsung melesat ke arah para prajurit yang menyerangnya.


~Slashh~


~Slashh~


Fang Lin menebas kepala para prajurit dengan mudah bahkan tidak ada darah sedikitpun keluar dari tubuh orang yang dia tebas, Di sisi lain para prajurit yang melihat Fang Lin menebas kepala teman mereka seperti tahu mulai ketakutan.


[Ding! Membunuh manusia tingkat Pendekar Elite, Mendapatkan 10.000 Poin System]


[Ding! Membunuh~]


[Ding! Membun~]


Banyak notifikasi yang terdengar ditelinga Fang Lin, Namun dia hanya tetap fokus menebas para prajurit dengan cepat.


Para prajurit tetap menyerang Fang Lin dengan brutal karena jika mereka tidak menyerang, Sama saja mereka menghadapi kematian karena melanggar perintah kekaisaran.


.....


Baru saja 5 menit tetapi Fang Lin sudah menghabisi ratusan prajurit yang menyerangnya, Kini yang tersisa hanyalah para anggota kekaisaran dan beberapa patriak sekte aliran putih.


Kaisar Wei Xu Fen yang melihat pembantaian itu sedari tadi hanya ternganga, Ia terkejut melihat kekuatan dari pemuda berjubah biru itu.


Namun raut wajah keterkejutannya diganti dengan kemarahan, "Bocah sialan!! Kalian para jendral serang dia!!!" Ucap Wei Xu Fen dengan nada geram, Ia saat ini kesal bukan karena kehilangan prajuritnya tetapi lebih merasa di permalukan karena para prajuritnya mati di tangan satu orang.

__ADS_1


Keempat jendral yang dari divisi berbeda-beda hanya menganggukkan kepala dan menjawab patuh, "Baik tuan!" Ucap mereka dengan sedikit lantang.


Para jendral mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan menatap Fang Lin dengan tatapan tajam, "Bocah... Aku tidak tau apa masalahmu, Tetapi kau salah tempat jika ingin rusuh" Ucap pria paruh baya yang sedang memegang panah dan mengarahkan busurnya ke arah Fang Lin


Fang Lin mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Masalah? Sebenarnya tidak ada, Aku hanya ingin membersihkan sampah saja agar tidak menjadi bau busuk di masa depan" Ucap Fang Lin seraya menghilangkan pedang Qinya.


Keempat jendral yang melihat Fang Lin menghilangkan pedang Qinya menjadi heran, Namun beberapa saat kemudian tubuh mereka berempat merasakan tekanan yang kuat.


Tidak hanya keempat jendral tersebut yang merasakan tekanan di tubuh mereka, Bahkan seluruh orang yang berada di istana termasuk para pelayan ikut merasakan tekanan yang kuat di tubuh mereka.


Tak lama kemudian, Mereka semua yang merasakan tekanan kuat itu langsung berlutut, Kaisar Wei Xu Fen juga berlutut akibat tekanan itu.


Di sisi lain Fang Lin yang sudah mengeluarkan aura naganya hanya tersenyum tipis ketika melihat seluruh orang yang berada di istana berlutut, "Walaupun menguras Qi alam cukup banyak, Tetapi hasilnya cukup setimpal untuk mengeluarkan aura seluas istana kekaisaran ini" Batin Fang Lin sambil berjalan ke arah singgasana kaisar Wei.


Para anggota kekaisaran dan patriak sekte hanya menatap Fang Lin dengan penuh amarah, Dalam hidup mereka semua, Mereka tidak pernah merasakan penghinaan sebesar ini.


Fang Lin hanya berjalan santai dan dalam beberapa helaan nafas, Ia sudah berada di hadapan Wei Xu Fen yang sedang berlutut dihadapannya.


"Kau harusnya bersujud sialan!" Ucap Fang Lin sambil mengeluarkan aura naga yang lebih kuat.


~Whosshh~


Kaisar Wei Xu Fen langsung bersujud dihadapan Fang Lin, Bahkan dia sempat mengeluarkan darah yang cukup banyak dari tubuhnya.


"Bajingan... Organ ku mulai hancur akibat tekanan ini" Batin Wei Xu Fen sambil meringis kesakitan.


Melihat pria bermahkota yang sedang meringis kesakitan, Fang Lin hanya mendengus pelan, "Rasa sakit ini belum seberapa, Aku masih ingin terus menyiksa mu" Ucap Fang Lin sambil menginjak kepala Wei Xu Fen.


**Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT**

__ADS_1


__ADS_2