System Sang Immortal

System Sang Immortal
Curhatan Kecil Qiao Yu


__ADS_3

"I-istrimu seorang Absolute?!" Ling Mo bertanya tergagap dengan nada yang tidak percaya.


Fang Lin mengangguk kecil untuk menanggapi itu, ia sudah memperkirakan reaksi mereka berdua sebelumnya jadi hanya tersenyum tipis.


"Luar biasa... Itu benar-benar hebat." Ling Mo memuji, dan Ming Qaoshi mengangguk setuju, "Tunggu, karena istrimu ada lima... Mereka..."


"Hahahaha... Jangan terlalu berpikir berlebihan, mustahil kalau aku mempunyai lima istri di ranah Absolute." Fang Lin tertawa hambar, mau ditaruh di mana harga dirinya jika seandainya itu terjadi.


Ling Mo mengangguk beberapa kali, sementara Ming Qaoshi menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakek tua itu.


"Omong-omong, apa kau yakin dengan perkataanmu?" Ming Qaoshi bertanya memastikan, ia masih merasa ragu jika harus membiarkan Chun Xien di tangan pemuda itu.


"Ya, aku cukup yakin. Toh, bersamaku bisa meminimalisir korban." jawab Fang Lin sembari mengangguk.


"Kalau begitu, aku tidak akan memaksamu."


Meskipun masih cukup ragu tetapi Ming Qaoshi akan menghargai keputusan Fang Lin, ia merasa kalau pemuda itu mungkin bisa menangani Chun Xien.


Ling Mo tidak banyak berpendapat, ia hanya mengikuti alur saja dan membiarkan Fang Lin memiliki Chun Xien.


Fang Lin tersenyum senang melihat situasinya lancar tanpa adanya perundingan serius, meskipun hal ini di luar perkiraan tetapi ia akan mencari cara untuk memanfaatkan Chun Xien sebaik mungkin.


"Sesuai dengan kesepakatan, aku akan membantumu sebanyak satu kali tetapi dengan kesempatan menolak tiga kali." ucap Ming Qaoshi tenang.


"Aku mengerti. Kalau begitu, aku mohon undur diri... Guard Emperor, Tuan Ling." Fang Lin menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda hormat, hal yang serupa juga dilakukan oleh Ming Qaoshi dan Ling Mo.


Fang Lin kemudian menghilang dari sana dalam sekejap, diikuti oleh dua Supreme Being tingkat puncak tersebut.


***


Dunia Jiwa.


Di halaman depan Istana Es, Fang Lin muncul dalam sekejap. Ia tersenyum ketika mendapati Yue bersama Qiao Yu berjalan keluar untuk menghampirinya.


"Kamu kembali..." Qiao Yu tersenyum sembari memeluk Fang Lin selama beberapa waktu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan invasi yang dilakukan oleh kelompok yang bernama Setan Kuno itu?" tanya Yue penasaran.


"Mereka cukup tangguh tetapi tidak sampai membuatku berpikir untuk mengeluarkan bawahan inti." jawab Fang Lin, lalu berjalan memasuki Istana Es.


Kedua istrinya itu mengikuti dari samping kiri dan kanan sembari menggandeng erat lengannya di belahan dada mereka.


"Aku senang mendengarnya..." balas Yue cepat, lalu melanjutinya, "Omong-omong, apa kamu sengaja meningkatkan kultivasimu supaya boneka bayangan berada di ranah Dewa Surgawi?"


"Dewa Surgawi? Ah, iya..." Fang Lin hampir saja melupakan ranah kultivasi dari Alam Semesta asalnya.


"Kenapa kau menjawabnya sedikit aneh?" Qiao Yu yang mendengarkan dalam diam menjadi penasaran, Yue juga sama.


Fang Lin terdiam sejenak karena sedikit bingung harus memulainya dari mana, kemudian ia menjelaskan secara bertahap agar mereka bisa mengerti.


"Oh~ Begitu, ya? Jadi mulai sekarang, kamu menyebut ranah kultivasi dengan sebutan dari tempat yang baru?" Qiao Yu bertanya setelah mendengarkan penjelasan dari suaminya.


"Ya, aku juga mempunyai niat untuk menyebarkan ini pada semua bawahanku di Dunia Jiwa supaya lebih mudah diingat oleh anak mereka nantinya." jawab Fang Lin sekaligus memberitahu niatnya.


Yue dan Qiao Yu mengangguk beberapa kali ketika mendengar itu, tanpa sadar mereka bertiga sudah berada di ruangan luas yang terdapat beberapa sofa megah.


"Saudari yang lain sedang melatih anak-anak di halaman belakang..." jawab Yue cepat, lalu bertanya, "Apakah kamu ingin ke sana dan mengawasi mereka?"


"Tidak, aku mempunyai sesuatu untuk dibicarakan." jawab Fang Lin sembari menggeleng pelan.


"Apa aku boleh ikut mendengarnya?" Qiao Yu bertanya dengan nada antusias.


"Huh, kenapa kamu bertanya seperti itu?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya.


"Jadi... Tidak boleh?" ekspresi Qiao Yu seketika berubah menjadi muram.


"Tidak, tidak. Maksudku, kenapa kamu harus izin? Aku tidak pernah ingat pernah melarangmu melakukan sesuatu..." Fang Lin menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Ah, itu..." ekspresi Qiao Yu menjadi senang kembali, tapi ada keraguan ketika ingin menjawab pertanyaan suaminya, "Setiap kamu ingin membicarakan sesuatu yang penting, pasti kamu selalu memanggil saudari Yue terlebih dahulu. Kupikir pendapatku dan saudari yang lainnya tidak dibutuhkan olehmu..."


Fang Lin sedikit melebarkan matanya karena terkejut dengan hal itu, apakah ia tanpa sadar melakukannya sehingga membuat keempat istrinya merasa seperti tidak dibutuhkan?

__ADS_1


Fang Lin menghentikan langkahnya yang sedang menuju ke sofa, lalu menoleh ke arah kanan, "Yu'er, maafkan aku jika sudah membuatmu berpikir seperti itu. Bukan karena aku tidak membutuhkan pendapat kalian, tetapi aku merasa kalau Yue mempunyai pengalaman yang luas dalam beberapa hal tertentu."


"Tidak apa-apa, sayang. Aku juga mengerti keterbatasan pengetahuan milikku, kurasa memang sudah hal yang tepat jika meminta pendapat dari saudari Yue seoranh." ucap Qiao Yue sembari tersenyum lembut, sama sekali tidak ada rasa kesal ataupun iri di matanya.


"Jangan berpikir seperti itu, kedudukan kalian semuanya sama di mataku. Tidak ada perbedaan ataupun semacamnya..." Fang Lin mengusap pelan kepala Qiao Yu, "Mengerti...?"


Senyum mulai terukir di wajah Qiao Yu, ia mengangguk pelan dan menjawab, "Aku mengerti."


Fang Lin tersenyum hangat sebelum memperkuat usapannya. Tadinya Yue ingin ikut campur mengenai permasalahan Qiao Yu, tetapi ia mengurungkan niat tersebut ketika melihat suaminya dapat mengatasinya dengan tenang.


Mereka bertiga kemudian duduk di salah sofa yang ada di ruangan luas itu, dan Fang Lin mulai menceritakan dua hal yang ingin dirinya ceritakan pada mereka.


"Aku mempunyai dua hal untuk diceritakan, dan aku akan menceritakan yang paling penting dahulu." ucap Fang Lin dengan tenang, lalu mulai menceritakan Chun Xien yang saat ini terkurung di Penjara Es Suci.


......................


Setelah mendengar satu cerita itu, Yue dan Qiao Yu sedikit memasang ekspresi terkejut. Mereka berdua tidak menyangka kalau suaminya akan membawa seorang Supreme Being tingkat puncak yang jahat ke Dunia Jiwa.


"Aku sudah mempunyai beberapa ide di otakku, tapi aku ingin mendengar pendapat kalian terlebih dahulu." ucap Fang Lin dengan senyum tipis di wajahnya.


Suasana menjadi hening selama beberapa menit setelah Fang Lin menanyakan pendapat mereka, Qiao Yu perlahan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak tau harus melakukan apa pada Iblis Kerbau itu..."


"Tidak masalah, sayang..." Fang Lin mengelus pipi Qiao Yu ketika menjawabnya, lalu menatap Yue, "Bagaimana denganmu, sayang?"


"Hmm... Sebenarnya kau bisa menjadikannya sebagai makhluk bayangan tetapi pasti ada resiko besar dalam tindakan itu." ucap Yue, lalu melanjutinya, "Pilihan terbaiknya adalah aku akan menyerap energinya sampai basis kultivasinya mundur di batas tertentu, kemudian barulah kamu menaklukannya dengan cara menjadikan dia makhluk bayangan..."


Ide seperti itu sebenarnya sudah Fang Lin buang jauh-jauh karena roh yang dimiliki Chun Xien pastilah sangat kuat, dia bisa saja memberontak ketika dalam proses menjadi makhluk bayangannya.


"Aku mengerti kekhawatiranmu, tapi aku akan menjaga saat proses berlangsung. Kalau dia sudah menjadi makhluk bayangan, tidak ada kesempatan baginya untuk bebas seperti sedia kala kecuali dirinya seorang Absolute." Yue menambahkan ketika mendapati raut wajah ragu dari suaminya.


Pada saat mendengar itu, barulah Fang Lin memberikan reaksi tertarik. Kalau memang hal tersebut bisa dilakukan, mungkin ia akan dengan senang hati menjadikan Chun Xien sebagai makhluk bayangannya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >>> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2