System Sang Immortal

System Sang Immortal
Mendatangi Istana Surgawi


__ADS_3

Saat ini Fang Lin, Li Fan, ayah dan ibu-nya sedang duduk di sofa ruang tamu. Mereka ber-empat saling mengobrol satu sama lain dan bergurau bersama layak-nya sebuah keluarga harmonis.


"Fan'er, Kau adalah murid dari anak-ku... Namun kau tidak pernah di ajar-kan satu hal pun oleh-nya?" Tanya Xia Mei memastikan.


Li Fan yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum lebar, "Benar nek! Tapi guru berkata kalau dia akan mengajari-ku setelah semua urusan-nya selesai" Ucap Li Fan polos.


Xia Mei yang mendengar jawaban polos dari Li Fan langsung mendecak-kan lidah-nya berkali-kali sambil menggelengkan kepala-nya, "Ajari dia setidak-nya satu jurus Fang'er, Jadi-lah guru yang bertanggung jawab" Ucap Xia Mei sambil menatap Fang Lin.


Fang Lin sendiri hanya tertawa hambar ketika mendengar itu, "Baik bu, Aku janji 1 bulan lagi aku akan mengajari-nya" Ucap Fang Lin berjanji.


"Hmm? Kenapa harus 1 bulan lagi?" Tanya Xia Mei dengan alis terangkat.


"Em..... Itu, Aku ingin membeli para budak di alam lain untuk di jadikan pasukan kota ini bu" Jawab Fang Lin berbohong.


Xia Mei yang mendengar itu hanya membentuk huruf O di bibir-nya, "Memang-nya kita berada di Alam mana?" Tanya Xia Mei kembali dengan nada penasaran. Ia sebelum-nya sudah di beritahu kalau diri-nya saat ini berada di kota Fang, Namun ia sama sekali tidak di beritahu tentang alam yang mereka tempati saat ini.


Fang Lin yang mendapatkan pertanyaan dari ibu-nya langsung menarik nafas-nya cukup dalam, Ia kemudian mulai menceritakan tentang dunia abyss dari awal sampai akhir dengan detail.


Sedangkan Xia Mei yang mendengar cerita anak-nya hanya bisa menahan nafas-nya, Ia tidak menyangka kalau anak-nya akan mempunyai takdir yang istimewa.


Xia Mei terus menyimak cerita anak-nya itu tanpa melewatkan satu patah kata pun. Beberapa saat kemudian, Fang Lin menyelesaikan penjelasan tentang dunia abyss kepada ibu-nya.


Xia Mei sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya ketika mendengar cerita anak-nya, Ia sebenar-nya sangat terkejut dengan cerita anak-nya itu, Namun ia sama sekali tidak mengeluarkan ekspresi terkejut-nya di depan mereka semua.


Mereka ber-empat kembali mengobrol satu sama lain hingga larut malam.


Fang Lin yang mengetahui hari sudah larut malam langsung berdiri, "Ayah, Ibu... Aku ingin pergi sekarang, Kalian habiskan lah waktu bersama Li Fan" Ucap Fang Lin pamit.


Mereka bertiga yang mendengar itu langsung berdiri, Xia Mei menghela nafas-nya pelan dan bertanya, "Apakah kamu harus pergi sekarang nak? Padahal kita baru saja bertemu beberapa jam" Ucap Xia Mei dengan nada sedih.

__ADS_1


Fang Lin yang mendengar-nya hanya tersenyum kecut, "Maafkan aku bu, Tetapi aku harus melakukan semua urusan-ku yang ada" Ucap Fang Lin meminta maaf.


Di sisi lain, Fang Qin langsung memeluk Xia Mei dari samping, "Mei'er, Anak kita memiliki banyak tanggung jawab... Jadi biarkan dia pergi untuk saat ini. Kau harus menyimpan ego-mu dulu sementara" Ucap Fang Qin memberi nasihat.


Xia Mei yang mendengar perkataan suami-nya hanya bisa menghela nafas pasrah, Ia mau tak mau harus membiarkan anak-nya pergi, Meskipun diri-nya masih cukup rindu dengan anak-nya, "Baik-lah... Namun setelah kau kembali, Kita harus menghabiskan waktu bersama" Ucap Xia Mei memberi syarat.


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum, "Baik bu... Aku berjanji setelah aku kembali, Kita akan menghabiskan waktu bersama" Ucap Fang Lin berjanji lalu melirik ke arah Li Fan yang berada di samping ayah-nya.


"Hei Fan'er, Jaga-lah mereka berdua" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Mendengar itu Li Fan langsung mengangguk-kan kepala-nya cepat , "Baik guru!" Balas Li Fan sambil tersenyum.


Fang Lin hanya tersenyum dan seketika ia langsung menghilang dari sana tanpa suara sedikit-pun.


Mereka bertiga yang melihat kepergian Fang Lin langsung duduk kembali di sofa, Mereka kemudian saling mengobrol satu sama lain untuk menghabiskan waktu.


Alam Agung, Benua Kristal, Wilayah Klan Xia.


Seorang pria bertopeng hitam tiba-tiba saja muncul di atas atap mansion milik patriak klan Xia. Ia tak lain adalah Fang Lin yang kini sedang mengedarkan pandangan-nya, "Hmm... Aku harus mencari informasi di mana ya..." Gumam Fang Lin sedikit bingung. Ia saat ini ingin mencari informasi tentang detail perang antara Alam Agung dan Alam 100 pelangi.


Fang Lin sebelum-nya ingin memeriksa ingatan milik Xia Jun, Namun diri-nya tidak cukup tega untuk melakukan itu. Karena efek samping yang di dapat akan menghilangkan beberapa ingatan korban secara permanen.


Beberapa saat berpikir, Fang Lin tiba-tiba teringat dengan perkataan penjaga sebelum-nya, "Yue, Berikan aku koordinat Istana Surgawi di Alam Agung" Ucap Fang Lin memberi perintah.


[Baik tuan]


Sesaat setelah Yue menjawab, Tiba-tiba saja otak-nya di masuki oleh ingatan-ingatan yang asing.


Perlu beberapa saat untuk Fang Lin memeriksa ingatan asing tersebut, "Hmm... Tidak terlalu jauh dari sini" Ucap Fang Lin pelan sambil mengelus-eluskan dagu-nya. Ia dapat menebak kalau diri-nya akan sampai hanya dalam kurun waktu 3 menit.

__ADS_1


~Whooooshhh~


Dalam sekejap Fang Lin menghilang dari sana dan melesat terbang ke arah utara, "Dengan kecepatan seperti ini, Mungkin sekitar 2 menit untuk sampai?" Gumam Fang Lin kembali dengan nada ragu.


2 Menit Kemudian, Fang Lin kini tiba di atas sebuah kubah array transparan yang besar, Ia menatap apa yang ada di balik array tersebut dan mendapati sebuah istana yang sangat besar.


Istana tersebut di jaga ketat oleh kultivator tingkat To God dan di atas gerbang pintu masuk Istana tersebut terdapat sebuah papan reklame bertuliskan 'Istana Surgawi'.


"Jadi ini Istana Surgawi?... Tidak buruk untuk Alam Menengah" Gumam Fang Lin pelan lalu turun di dekat kubah besar transparan tersebut.


Saat berada di daratan Fang Lin memejam-kan mata-nya untuk memikirkan bagaimana cara-nya agar ia bisa menyusup ke Istana Surgawi.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin membuka mata-nya secara perlahan, Ia tersenyum tipis dan mengalirkan Qi ke seluruh tubuh-nya.


~Whoooshhhh~


Dalam sekejap Fang Lin merubah wujud menjadi Pi Yu, Ia kemudian membuka topeng hitam-nya dan membuat sebuah kaca es, "Sepertinya ini sudah cukup" Gumam Fang Lin saat melihat wujud-nya begitu persis seperti Pi Yu.


Fang Lin kemudian menghilangkan kaca es-nya lalu menekan aura-nya sampai Spiritual God Perak bertanda merah.


Setelah semua persiapan-nya selesai, Fang Lin tanpa basa-basi langsung berjalan ke arah penjaga yang menjaga kubah array tersebut.


Kedatangan Fang Lin tentu membuat penjaga array tersebut terkejut, "Tuan Pi Yu?! Bagaimana bisa anda ada disini?!" Tanya penjaga array tersebut dengan nada penasaran sekaligus terkejut.


Mendengar itu Fang Lin hanya diam, Ia mendongak-kan kepala-nya ke atas dan mendapati seorang pria paruh baya berjubah biru tua.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2