System Sang Immortal

System Sang Immortal
Sosok Berzirah Besi Hitam


__ADS_3

Di tengah-tengah sebuah Hutan yang begitu luas, terdapat dua Gunung batu besar. Di salah satu gunung batu tersebut ada sebuah portal biru yang menuju ke Dimensi lain.


Fang Lin dan Zhou Fan kini sedang berdiri tepat di hadapan portal biru tersebut.


"Ayo masuk." Fang Lin melangkah maju, dan Zhou Fan mengikutinya dari belakang.


Pada saat mereka berdua memasuki portal tersebut, mereka langsung dipindahkan ke sebuah hamparan padang rumput tanpa ujung.


"Benarkah ini tempatnya?" gumam Fang Lin, lalu dengan cepat menyebarkan kesadaran spiritualnya, tidak lama setelah itu ia menemukan sebuah Istana berwarna Hitam polos yang dilindungi oleh sebuah Array tingkat tinggi, "Aku menemukannya..." Fang Lin memegang pundak Zhou Fan dan keduanya langsung menghilang dari sana dalam sekejap.


Tepat di bagian luar array, Fang Lin dan Zhou Fan muncul. Mereka berdua terdiam sejenak sebelum Fang Lin menghancurkan Array tersebut hanya dengan menyentuhnya saja.


Ketika Array pelindung itu hancur, Fang Lin kembali menyebarkan kesadaran spiritualnya. Di dalam Istana tersebut, ia sama sekali tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan, "Tidak ada siapapun di sini, ayo masuk." ajak Fang Lin sembari melangkahkan kakinya.


"Baik, Tuan." Zhou Fan menjawab sebelum dirinya mengikuti tuannya dari belakang.


.....


Pada saat Fang Lin dan Zhou Fan memasuki Istana tersebut, hawa Iblis yang sangat kental langsung terasa di kulit mereka. Walaupun sudah tidak ada Iblis lagi yang tinggal di tempat ini, namun masih terdapat jejak Qi Iblis yang mungkin tidak akan pernah menghilang.


"Mansion ini sangat mewah dan bersih, meskipun suasananya gelap akan tetapi tempat ini bisa membuat orang nyaman untuk terus tinggal di sini." gumam Fang Lin sambil mengedarkan pandangannya, ia kemudian tersentak karena menyadari sesuatu, "Benar juga, kenapa kau tidak tau lokasi Istana ini, Zhou Fan? Bukankah dulu kau adalah orang kepercayaan Kaisar Iblis?"


"Setiap satu abad sekali, dimensi ini akan runtuh. Saya tidak tau detailnya, tapi dari apa yang saya dengar lewat rumor-- Dewa Iblis mempunyai perjanjian dengan sosok yang sangat kuat."


"Sosok yang sangat kuat?"


"Benar. Dulu sekali ada Raja Iblis yang menanyakan tentang kebenaran rumor tersebut, dan tanpa basa-basi Dewa Iblis langsung membunuhnya. Padahal kala itu, Raja Iblis adalah salah satu yang terkuat..."


"Wah... Mengerikan juga, kalau begitu-- ayo kita cari tau kebenaran rumor tersebut." ajak Fang Lin sambil tersenyum tipis.


Zhou Fan langsung terbatuk pelan ketika mendengar itu, "Saya hanya mengikuti apa yang Tuan inginkan saja."

__ADS_1


"Hehehe... Bagus." Fang Lin menyebarkan kesadaran spiritualnya untuk mengetahui struktur Istana ini.


Hanya dalan waktu beberapa tarikan nafas saja, Fang Lin sudah menghapal semua struktur Istana ini termasuk dengan ruang rahasia. Tanpa banyak bicara lagi, Fang Lin langsung memegang pundak Zhou Fan dan seketika keduanya menghilang dari sana.


***


Di Sebuah Aula yang sangat luas, Fang Lin dan Zhou Fan muncul di sana. Di tentah-tengah aula tersebut, mereka berdua menemukan sebuah Altar Lingkaran yang diameternya tidak lebih dari satu meter.


"Altar itu..." Zhou Fan sedikit menyipitkan matanya.


"Apa kau mengenalinya?" Fang Lin bertanya sembari mendekati Altar tersebut.


Zhou Fan menggeleng dan menjawab, "Saya rasa tidak, tapi entah kenapa Altar itu terasa cukup familiar."


Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, dan ketika mereka berdua sudah sampai di depan Altar tersebut, Istana Dewa Iblis tiba-tiba saja bergetar hebat. Hal itu hanya berlangsung selama beberapa saat saja sebelum Fang Lin menggunakan Qi-nya untuk menghentikan getaran tersebut.


"Apa-apaan getaran itu?" Zhou Fan sedikit panik, ia tiba-tiba saja merasakan aura yang membuatnya bertekuk lutut.


"Oh... Ada yang tidak terpengaruh dengan Aura-ku?" sosok berzirah besi hitam muncul dari sebuah portal yang tampak seperti awan hitam, "Siapa kalian berdua? Bagaimana cara kalian bisa masuk ke dalam dimensi-ku?"


"Dimensi-mu?" Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, "Bukankah tempat ini adalah Dimensi milik Dewa Iblis?"


"Dewa Iblis?" sosok berzirah hitam itu terdiam sejenak sebelum bertanya, "Apa yang kalian berdua lakukan di tempat ini? Di mana Dewa Iblis berada?"


"Ah, itu... Anak buahku membunuhnya." jawab Fang Lin santai.


Sosok berzirah itu kembali terdiam, ia jelas tau kalau Fang Lin tidak berbohong mengenai hal tersebut.


"Jadi, apa yang sedang kalian berdua lakukan di sini?" sosok berzirah hitam kembali bertanya.


"Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu?" Fang Lin memiringkan kepala sembari memamerkan senyum sinisnya, "Kau sepertinya bukan makhluk dari Alam Semesta ini, portal itu... Aku merasakan ada berbagai hawa kehadiran yang tidak pernah kurasakan sebelumnya."

__ADS_1


"Lalu, apa? Kau berniat untuk masuk ke dalam portal ini?"


"Oh, apakah kau kau mengizinkannya?" Fang Lin bertanya dengan nada yang sedikit antusias.


"Tentu saja, tapi aku tidak yakin kau bisa kembali lagi."


"Hm?" Fang Lin terheran-heran, ketika ia ingin mengatakan sesuatu-- sosok berzirah itu lebih dulu berbicara, "Portal ini menuju Alam Semesta lain, walaupun kau mempunyai skill teleportasi sekalipun kau tidak akan bisa kembali ke Alam Semesta ini karena Absolute sudah menyegel Universe masing-masing."


"Ah..." meskipun tidak paham keseluruhannya, tetapi Fang Lin mengangguk seolah paham semuanya, "Kalau begitu, aku tidak jadi. Aku berjanji pada Istriku untuk pulang cepat..."


Mendengar perkataan Fang Lin membuat sosok berzirah itu sedikit terkejut, namun ia tidak memikirkan lebih jauh dan berkata, "Kalau kau tidak memiliki urusan lagi di dimensi ini, lebih baik keluar saja..."


"Baiklah, kau tenang saja. Aku hanya ingin melihat-lihat tempat ini..." jawab Fang Lin santai, dan ia diam-diam mengeluarkan satu makhluk bayangannya dengan niat untuk mencari tau 'apa' yang ada di balik portal tersebut.


Bam!


Ketika makhluk bayangan Fang Lin hendak memasuki portal tersebut, dia terpental oe belakang sampai menabrak dinding sampai hancur.


"Makhluk bayangan, ya. Hahaha... Jarang sekali ada orang yang mempunyai kemampuan semacam itu." sosok zirah besi hitam tertawa kecil, "Makhluk semacam itu tidak akan bisa melewati portal ini, kalaupun bisa-- tubuhnya akan hancur berkeping-keping dan musnah meskipun makhluk itu pada dasarnya sudah mati."


"Begitu, ya." Fang Lin menganggukkan kepalanya paham, "Omong-omong, kenapa kau ramah sekali padaku? Kupikir kau akan menyerangku karena telah lancang memasuki dimensi-mu."


"Hahahaha... Kalau kau lemah, aku sudah memusnahkan kalian berdua sedari awal. Tapi, kau adalah orang kuat-- aku bisa merasakannya dari Aura-mu itu." jawab sosok zirah besi hitam sambil tertawa lantang.


Fang Lin tersenyum tipis, makhluk zirah besi hitam itu jelas mempunyai pemikiran yang pintar dan dewasa, "Baiklah, aku akan melihat Istana ini selama beberapa waktu sebelum pergi dari sini."


"Terserah saja, yang penting jangan mengacau." sosok berzirah besi hitam itu berjalan mundur dan memasuki portal yang kemudian menghilang dalam sekejap.


Kepergian sosok berzirah tersebut membuat Aura yang tadi menekan Zhou Fan menghilang. Ketika mengetahui hal itu, Fang Lin langsung menghilang kubah pelindung yang melindungi Zhou Fan.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2