
50 Menit Kemudian.
Fang Lin menghembuskan nafas-nya dengan berat, Ia membuka mata-nya perlahan lalu mendongak-kan kepala-nya ke atas.
"Meskipun jiwa-ku sudah lebih kuat dari sebelum-nya, Tetapi aku masih merasa merinding jika melihat awan merah tersebut" Gumam Fang Lin kemudian berdiri dari sila-nya.
Fang Lin sekali lagi menghela nafas pelan lalu menatap tajam ke arah langit, "10 Menit lagi dan malapetaka petir semesta akan dimulai" Gumam Fang Lin pelan.
~Jederrr~
~Jederrr~
Kilatan-kilatan petir terus muncul dan kali ini kilatan tersebut sedikit lebih besar. Di sisi lain, Fang Lin semakin merinding ketika mendengar suara kilatan tersebut semakin membesar, Jantung-nya berdetak semakin kencang bahkan keringat dingin keluar dari tubuh-nya.
"Aku tidak pernah segugup ini bahkan jika kematian ingin menghampiri-ku, Tetapi kenapa hanya mendengar beberapa kilatan petir saja dapat membuat-ku sampai seperti ini" Gumam Fang Lin kebingungan sambil menyingkirkan keringat dalam tubuh-nya menggunakan Qi.
.....
9 Menit Kemudian.
Tersisa 1 menit lagi dan malapetaka petir semesta akan dimulai. Fang Lin masih menatap ke arah awan merah dengan tatapan tajam, Ia saat ini sudah lebih tenang dari sebelum-nya.
Disaat Fang Lin menatap awan tersebut, Ia mengerutkan kening-nya ketika melihat awan merah tersebut berputar-putar seperti pusaran air.
Fang Lin saat ini tepat di bawah pusaran awan tersebut, Ia dapat melihat awan merah tersebut perlahan membentuk seorang manusia yang memiliki tinggi sampai 10 kilometer serta mempunyai 8 sayap dibelakang punggung-nya.
Fang Lin yang melihat-nya seketika mengeraskan wajah-nya, Nafas-nya sedikit memburu akibat tekanan yang dikeluarkan manusia tersebut, "Malapetaka yang memiliki kesadaran-nya sendiri?" Gumam Fang Lin mencoba menebak.
"Kau benar......... Aku........ Adalah perwujudan dari petir semesta........" Ucap sosok tersebut yang kini sudah terbentuk secara sempurna. Suara tersebut sangat-lah berat dan mengeluarkan tekanan yang kuat bagi Fang Lin.
Fang Lin yang mendengar sosok dihadapan-nya berbicara langsung melebar-kan mata-nya, Tubuh-nya sedikit bergetar ketika mendengar suara sosok tersebut.
"Jadi...... Kau...... Orang-nya.......??? Menarik......" Timpal sosok tersebut dan membuat Fang Lin keheranan.
"Aku? Apa maksudnya?" Batin Fang Lin mengerutkan kening-nya. Namun saat sedang memikirkan itu sebuah tombak petir yang memiliki panjang 1 kilometer melesat ke atas-nya.
__ADS_1
~Whoooshhh~
Tombak petir tersebut menghasilkan tekanan yang sukses membuat Fang Lin mengeluarkan darah dari mulut-nya.
"Keugh.... Sial, Tekanan dari tombak petir itu saja dapat membuat jiwa-ku terluka" Gumam Fang Lin mengumpat.
Fang Lin saat ini tidak memakai pelindung apapun yang melapisi tubuh-nya, Saat ini diri-nya hanya murni memakai pertahanan fisik dan jiwa-nya.
[Tuan berhati-hatilah! Karena tombak petir tersebut terbuat dari petir semesta, Meskipun pertahanan fisik tuan dapat menahan serangan tersebut tetapi tidak dengan jiwa tuan]
Mendengar ucapan Yue membuat Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia langsung melapisi jiwa-nya menggunakan Qi Dewa.
Setelah sukses melapisi jiwa-nya menggunakan Qi Dewa, Fang Lin kembali mendongak ke atas dan mendapati tombak petir raksasa itu sudah dekat dengan-nya.
~BOOOOM~
~DUUUARRRRRR~
~BRZZZZZZRTTT~
Di sisi lain, Fang Lin masih berdiri ditempat-nya tanpa bergeser sedikit-pun, Meskipun begitu jiwa-nya terluka akibat tekanan yang dikeluarkan dari tombak petir tadi, Ia sedikit mengeluarkan darah dari mulut-nya dan mau tak mau diri-nya harus meludah-kan darah tersebut.
"Jiwa-ku saat ini masih sangat-lah lemah, Sepertinya setelah malapetaka ini berakhir aku harus melatih kekuatan jiwa-ku" Gumam Fang Lin sambil mengelap darah di bibir-nya.
"Hahahahahaha........ Kau....... Sangat...... Hebat" Ucap sosok tersebut kembali berbicara.
Fang Lin yang mendengar-nya hanya mendengus pelan, "Hentikan ocehan-mu, Ayo mulai gelombang petir yang ke-2" Balas Fang Lin dingin.
"Hoo.... Baiklah..... Kalau itu..... Yang kau mau......" Jawab suara besar tersebut dan seketika sebuah kapak petir raksasa yang memiliki ukuran sama dengan tombak sebelum-nya turun dari atas langit
Fang Lin yang melihat kapak petir tersebut turun ke arah-nya dengan cepat hanya diam, Ia sudah tidak terlalu panik seperti sebelum-nya dan mulai memperkuat Qi Dewa yang melapisi jiwa-nya.
Usai memperkuat Qi Dewa-nya, Fang Lin kembali mendongak ke arah kapak petir raksasa itu dan mulai bersiap-siap menahan-nya.
~BOOOOM~
__ADS_1
~DUUUARRRRRR~
~BRZZZZZZRTTT~
Sekali lagi Ruang Hampa tanpa batas bergetar begitu hebat dan di-ikuti daya ledak yang dapat membunuh Kultivator tingkat Fana dengan mudah.
Fang Lin kembali mengeluarkan darah dari mulut-nya, Akan tetapi dia masih belum bergerak sedikitpun dari tempat-nya berada, "Jiwa-ku terus menerus terluka dan hal itu membuat-ku sedikit kesal" Gumam Fang Lin lalu kembali meludah-kan darah-nya.
Fang Lin membersihkan darah yang ada di bibir-nya lalu menghela nafas panjang, "Bisa-kah kau menunda serangan-mu selama 1 hari? Aku perlu memperkuat jiwa-ku terlebih dahulu" Pinta Fang Lin kepada sosok merah tersebut. Jika dia menerima serangan petir semesta terus menerus, Ia yakin jiwa-nya akan hancur karena terlalu memaksakan-nya.
"Hahahaha..... Sepertinya..... Sifat...... Arogan-mu..... Mulai mengurang" Balas sosok tersebut sambil tertawa.
"Baiklah..... Karena kau...... Salah satu..... Dari.... Beberapa orang..... Yang dapat.... Memanggil-ku, Aku akan..... Memberi-mu istirahat..... Selama.... 1 bulan" Timpal sosok tersebut dengan suara berat.
Fang Lin tersenyum lebar ketika mendengar permintaan-nya dikabul-kan, Ia menunduk-kan kepala-nya dan berkata dengan tulus, "Terima kasih tuan petir semesta, Aku akan memanfaatkan waktu yang kau berikan dengan sebaik mungkin"
Sosok tersebut hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Fang Lin, Ia masih terus berdiri ditempat-nya tanpa bergerak sedikitpun.
Sedangkan Fang Lin hanya diam ketika ucapan-nya tidak ditanggapi, Ia tidak tersinggung sama sekali dengan itu dan merasa kalau diri-nya lah yang masih kurang sopan karena hanya mengatakan terima kasih saja.
Fang Lin seharusnya memberikan sesuatu yang setimpal karena sosok tersebut ingin menunda serangan-nya selama satu bulan dan bukan-lah satu hari, Namun dia tidak mempunyai waktu akan hal itu.
Fang Lin dengan cepat melakukan posisi bersila dan membeli 29 pil penguat jiwa dan 29 pil pemulih jiwa yang mempunyai kualitas terbaik di system shop.
Setelah membeli-nya dia langsung mengeluarkan masing-masing 1 pil penguat dan pemulih jiwa lalu menelan-nya satu persatu.
Fang Lin menelan-nya dan langsung menyerap kedua pil tersebut, Ia tidak lupa menggunakan teknik penguat roh-nya agar jiwa-nya semakin kuat.
~Whoooshhh~
Kali ini bukan Qi Langit dan Bumi yang berkurang dalam tubuh-nya, Melainkan Qi Dewa yang mengurang dalam tubuh-nya. Ia sengaja menggunakan Qi Dewa karena menurut-nya semakin kuat Qi yang dia pakai dalam Teknik penguat jiwa maka akan semakin baik pula hasil dari peningkatan jiwa Fang Lin.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT
__ADS_1